27/05/2020
Banyak yang bilang bisnis kuliner akan meredup....
Ah nggak juga sih...
Justru menurut saia akan makin moncer di New Normal nanti...
Tapi emang sih ga boleh pakai metode yg lama....
Pengusaha kuliner dituntut berkreasi dan mampu melihat timing pangsa pasar yang tepat...
Bisnis kuliner bukan sekedar punya modal bisa bikin resto.., atau bisa masak dan bisa bikin kue lalu semaunya buka warung...buka lapak...
Akhirnya yang terjadi banyak orang yang asal buka.., terjadi down grade harga dan rasa.., dan akhirnya para pelaku kuliner di segmen tertentu harakiri bersama...ππ€π
Bisnis kuliner tidak sesimple buka tutup....gaeesss...
sama aja x dengan bisnis2 yg lain..,
kita mesti tau kapan memulai.., punya strategi marketing.., punya menu andalan.., punya konsep yang berbeda dan yg pasti punya Etika Berjualan...
Dalam kuliner ada ego.., ada pride.., ada satisfaction....
saia pun tidak akan ragu ragu menutup apa yang tidak menghasilkan dan merubah apa yang saia pandang tidak akan menghasilkan...
I dont care what people said...
Selama tidak memberikan keuntungan..,saia pasti restrukturisasi or close...
Bisnis kuliner tetap saja bisnis... Ujung ujungnya keuntungan...
jadi jangan bilang buka bisnis kuliner karena seneng masak aja...
Non sense...
mo tahan berapa lama...cuy...ππ
Menurut pendapat saia klo melihat usahanya ga ada prospek..,
saia sarankan buat ganti haluan...
banting stir...
pintar baca pasar...
kembangkan ide baru..
itupun kalau mau...
Kalo ga mau ya gpp sih...
Berarti belum siap berubah...
Bisnis kuliner sama terdampaknya dengan bisnis lainnya...
Pemilik harus mau melakukan brainstorm dan switching...
kalo ga siap dan ga mau.., kemungkinan besar mah
" gone with the wind.. πβοΈπ
Tapi yang bisa dan mau melakukan inovasi dan switchin ..
saat memasuki new normal.. usaha kulinermu akan meledak...
Trend sudah sangat berubah....
Kita harus berevolusi temanz..
Yukkss...plan n prepare our new project n innovation for new normal...ππͺππ€