18/06/2022
𝗗𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝗮𝗱𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻 𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗮𝗹𝗶 𝗡𝗶𝗸𝗺𝗮𝘁-𝗻𝗶𝗸𝗺𝗮𝘁𝗡𝘆𝗮
para Ulama berkata:
اِنَّمَا الْاَشْيَاءُ تُعْرَفُ بِاَضْدَادِهَا
Sesungguhnya Segala Sesuatu itu hanya bisa di kenal lewat kebalikannya
Sekiranya tidak ada gelap, maka cahaya tidak akan dikenal dan tetap menjadi sesuatu yang tidak berarti.
Sekiranya tidak ada dingin, maka panas tidak akan dikenal dan akan tetap menjadi hal yang tidak bernilai.
Sekiranya rasa lapar tidak ada, maka makan tidak akan memberikan kelezatan dan rasa nikmat.
Sekiranya bukan karena rasa haus, maka kita tidak akan merasakan nikmatnya minum air.
dan sekiranya penyakit tidak ada, maka kondisi sehat tidak tidak akan memberikan kelezatan.
Nah, Ketika sang Maha Pencipta yang Maha Bijak ingin membuat manusia merasakan segala bentuk anugerah dan nikmatnya agar selalu bersyukur, maka Allah subhanahu wa ta'ala merancang dan menyediakan begitu banyak alat dalam diri manusia agar dapat merasakan ribuan bentuk nikmat-nikmat-nya.
Oleh karena itu Allah ijinkan derita sakit menghampiri hamba-Nya. agar hambaNya sadar betapa besar nikmat-nikmatNya.
agar hambaNya sadar bahwa tujuan hidupnya bukan untuk dunia, melainkan negeri Akhirat yang Abadi.
agar hambaNya sadar bahwa satu-satunya Jalan Tercepat untuk meraih kesembuhan, adalah dengan bersimpuh di hadapan Dzat yang Maha Penyembuh, Dzat yang Maha Pengampun, Dzat yang Maha Penyayang.
Allah Ta’ala berfirman dalam sebuah hadist Qudsi: "Aku sesuai persangkaan hamba-Ku" (HR. Buhari Muslim)
sebesar apa prasangka kita kepada Dzat yang Maha Penyembuh bahwa kita akan sembuh. maka sebesar itu p**a kesembuhan itu akan turun.
Dialah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala Sesuatu, yang ketika berkata Kun, Fayakun. Jadi, maka Jadilah. Sembuh, maka Sembuhlah...