18/07/2026
📖 Kisah Akhir Hayat Imam Bukhari yang Menggetarkan Hati 📖
Banyak orang mengenal Imam Bukhari sebagai penyusun Shahih al-Bukhari, kitab hadis paling sahih setelah Al-Qur'an.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa akhir kehidupan beliau dipenuhi ujian yang sangat berat.
Salah satu sebabnya adalah karena beliau menolak memenuhi permintaan penguasa untuk mengajarkan ilmu hadis secara khusus kepada anak-anak mereka di istana.
Beliau berkata:
"Ilmu itu didatangi, bukan dibawakan ke pintu-pintu."
Prinsip ini membuat sebagian penguasa dan orang-orang yang iri kepadanya tidak senang.
Fitnah pun bermunculan.
Saat berusia sekitar 62 tahun, Imam Bukhari harus meninggalkan Naisabur.
Beliau kemudian kembali ke kampung halamannya di Bukhara.
Masyarakat menyambutnya dengan penuh kegembiraan. Penuntut ilmu datang berbondong2 menghadiri majelis beliau.
Namun, keadaan itu justru memicu kecemburuan sebagian orang.
Tidak lama kemudian, beliau kembali diminta meninggalkan Bukhara.
Bahkan, menurut sebagian riwayat, beliau tidak diberi banyak waktu untuk membereskan kitab-kitabnya sehingga harus menyelesaikannya di luar kota.
Setelah itu, Imam Bukhari menuju daerah sekitar Samarkand dengan harapan dapat tinggal bersama kerabat.
Namun, cobaan kembali datang..
Beliau kembali diminta meninggalkan tempat tersebut.
Di usia yang sudah lanjut, beliau terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Pada malam Idul Fitri tahun 256 Hijriah, setelah menempuh perjalanan dalam keadaan lelah, Imam Bukhari beristirahat sejenak.
Tidak lama kemudian, Allah memanggil hamba-Nya yang mulia itu.
Beliau wafat pada usia sekitar 62 tahun.
Subhanallah...
Hari ini, hampir seluruh kaum muslimin mengenal nama Imam Bukhari.
Kitab beliau dipelajari di berbagai penjuru dunia dan menjadi rujukan utama dalam ilmu hadis.
Sebaliknya, nama-nama orang yang dahulu memusuhi dan memfitnah beliau hampir tidak lagi dikenal oleh kebanyakan manusia.
Benarlah firman Allah bahwa Dia mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
Semoga Allah merahmati Imam Bukhari, mengampuni beliau, dan mengumpulkan kita bersama para nabi, para syuhada, orang-orang saleh, serta hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Rahimahullahu Ta'ala..
📚 Diolah dari riwayat-riwayat dalam kitab biografi ulama, di antaranya Siyar A'lam an-Nubala' karya Imam Adz-Dzahabi.
💬 Apa pelajaran paling berharga yang Anda ambil dari kisah Imam Bukhari ini? Tuliskan di kolom komentar.