14/06/2016
Hingga Seorang Bidan pun Mencarinya
Pada kesempatan malam ke-8 Ramadhan , beliau, ust Nur Alim menyemangati para jama?ah untuk mengisi waktu ramadhan kita dengan memperbanyak membaca Al-Qur?an? Beliau juga menyemangati untuk mulai menghafalkan Al-Qur?an, beliau berkisah tentang pengalaman yang dialami oleh salah seorang mantan santri pondok Harun Asy-Syafi?i.
Dia bernama Tukimin, seorang pemuda petani sederhana berusia 26 tahun dari sebuah desa di Magelang. Dia hidup sangat sederhana bersama Ibu dan adiknya. Suatu ketika, Tukimin berkeinginan kuat untuk menghafalkan Al Qur?an, kemudian dia memohon ijin kepada ibunya,
Yaa ummi, ijinkanlah aku untuk menghafalkan Al-Qur?an di pondok??
Permintaan ijin untuk pergi mondok untuk menghafalkan Al-Qur?an kepada ibunya ini bukanlah perkara yang sederhana bagi Tukimin. Tukimin adalah tulang punggung keluarga, dengan perginya dia untuk mondok tersebut secara otomatis pendapatan keluarganya dari bertani menjadi terhenti untuk sementara waktu. Tapi masya Allah, ibunya mengijinkan Tukimin untuk pergi menghafalkan Al-Qur?an.
Kemudian berangkatlah Tukimin menuju ke Jogja, ke daerah Pasar Telo ? Karangkajen, tepatnya di pondok Harun Asy-Syafi?i dengan bekal seadanya. Sehari-hari Tukimin tekun menghafalkan Al-Qur?an selama 16 jam sehari? segenap waktu dan tenaga dia curahkan untuk menghafalkan Al-Qur?an.
Karena keterbatasan ekonomi, seharinya Tukimin hanya makan nasi berlaukkan kecap ? teman-teman sepondoknya sering menawarinya dengan lauk yang mereka miliki, terkadang dia terima... ter,adang p**a dia tolak.
Karena keterbatasan ekonomi inilah maka pondok membebaskan biaya mondok Tukimin.
4 Bulan berlalu? Tukimin merasakan himpitan ekonomi keluarganya akibat dia tinggalkan untuk mondok terasa semakin berat. Kemudian dia pamit untuk kembali kepada keluarganya untuk menyambung nafkah keluarga? dia p**ang dengan bekal hafalan 20 Juz? Masya Allah.
Sesampainya di desa, Tukimin melanjutkan pekerjaannya sebagai petani, dia bekerja keras, mengumpulkan nafkah untuk keluarganya, dan dalam hatinya dia tetap berkeinginan kuat untuk mengkhatamkan Al-Qur?an.
Ketika dia merasakan bahwa tabungan yang dimiliki oleh keluarganya telah mencukupi, maka Tukimin kembali lagi ke Jogja untuk meneruskan hafalannya. Dan berkat usaha kerasnya? maka dia berhasil mengkhatamkan seluruh Al-Quran dalam total waktu kurang dari 6 bulan, Masya Allah? laa haula walaa quwwata illa billaah.
Setelah berhasil mengkhatamkan Al-Qur?an, maka Tukimin bergegas p**ang ke desanya untuk berbakti kepada ibunya dan mencukupi kebutuhan keluarganya. Dalam perjalanannya ke rumah, ada seorang bidan perempuan yang belum berkeluarga, yang tertarik hatinya kepada Tukimin.
Bidan tersebut mengikuti Tukimin hingga sampai ke rumah ibunya, tapi dia tidak berani masuk ke rumah orang tua Tukimin. Di lain waktu bidan tersebut kembali mendatangi rumah Tukimin, akan tetapi tidak bersua dengannya. Hal ini dilakukannya hingga 4 kali akan tetapi tidak pernah bertemu dengan Tukimin.
Kemudian satu saat, sang bidan memberanikan diri untuk menyampaikan kepada ayahnya? bahwa dia ingin Tukimin menjadi suaminya tercinta? subhanallah.
Mereka berdua akhirnya menikah? sudah habiskan cerita hingga sampai disini?
Ternyata belum?..
Suatu ketika Tukimin memperoleh informasi bahwa sebuah perusahaan pengembang perumahan memberikan jatah rumah gratis kepada hafidz qur?an yang lolos uji. Maka Tukimin memberanikan diri untuk mengikuti ujian tersebut. Dari 80an peserta uji? Tukimin termasuk dari 4 yang lolos seleksi. Sekarang Tukimin tinggal bersama keluarganya di perumahan tersebut?
Demikianlah? Allah angkat derajat para penghafal Al-Qur?an?
oleh:
Ustadz M Nur Alim, pondok tahfidz Harun Asy-Syafi'i Karangkajen
Jogjakarta dalam kesempatan Tarawih di Masjid Ash-Shiddiq Kadipaten Kidul
Ingin mendapat inspirasi dari para penghafal Quran lainnya???
Segera borong:
"Negeri-Negeri Penghafal Al-Quran"
Buku yang merekam perjalanan Syaikh Fahd Al-Kandari dalam Safari Al-Qur’an di lebih dari 32 Negara di 4 Benua.
Rekam jejak para Penghafal Al-Qur’an yang benar-benar menginsipirasi.
Harga: 143 ribu (Diskon 35% menjadi 95 ribu)
Penulis : Abu Fatiah Al-Adnani dan Abu Ammar
Kemasan : Hardcover
Penerbit : Al-Wafi Publishing
ISBN : 978-979-1093-38-5
Ukuran : 17 x 25 cm
Tebal : 592 halaman
Berat : 1 kg
Harga : Rp. 143.000,- ==> Rp. 128.000,-
Format Pemesanan : nama/alamat lengkap/ jumlah pesanan
→
SMS/WA/LINE/TELEGRAM: 0838-6745-9621
Pin BB: 7ADBE122