10/02/2021
Mengangkat Popoularitas Kain Tenun Alor!
Motif kain tenun dari Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbilang sederhana. Tidak rumit dan terbilang kurang laris ketimbang kain tenun dari NTT lainnya.
Namun, sekarang popularitas tenun Alor kian menanjak, terutama sejak para pembeli dari Jepang dan Jerman memburu kain yang kuat akan sentuhan etniknya tersebut.
Masyarakat setempat, termasuk di Pulau Alor membuat tenun ikat dengan cara tradisional. Tiap kain butuh waktu 3 bulan!
Tenun ikat khas alor biasanya memiliki motif kenari, karena pulau ini memang dijuluki “Pulau Kenari”, selain itu motif satwa laut seperti ikan dan cumi-cumi juga banyak ditemui.
Kain tenun ikat, berupa selendang atau selimut, biasanya menjadi incaran wisatawan untuk membawa oleh-oleh dari NTT. Namun aksesori lain seperti taplak meja, hiasan dinding, dompet, atau benda fungsional lainnya juga menjadi buah tangan tak kalah populer dari kawasan timur Indonesia. Ragam model aksesori dari tenun ikat NTT ini memanjakan mata, dan menggoda karena keunikan dan kekayaan motif yang terlihat semakin apik dalam aplikasi aksesori.
Referensi : https://disparalor.com/kain-tenun-ikat-alor/