11/05/2017
DEMI WAKTU
Bisakah saudara mencoba menjawab pertanyaan dalam soal ulangan matematika anak sd berikut ini:
Pak Badu datang ke rumah sakit jam 8 pagi. Ternyata begitu sampai di rumah sakit, belum ada dokter. Kata petugas di sana, dokter akan datang jam 9 pagi. Berapa lama Pak Badu harus menunggu?
A. 1 jam
B. 60 menit
C. 3600 detik
Manakah jawaban yang benar menurut saudara? Seperti yang saya bilang, soal matematika tersebut untuk tingkatan sd, dan seorang anak sd saat membaca soal ini dengan cepat memilih jawaban A yaitu 1 jam.
Saat kita menjawab A juga, berarti kita ini orang dewasa yang berpikir dengan cara pikir anak sd. Hehehe. Jangan marah dulu, sebab saya juga begitu kok. Oleh karena itu saya penasaran apa bedanya jawaban A dengan B ?
Belakangan baru saya tahu bahwa orang-orang sukses terbiasa menghitung waktunya dengan satuan yang terkecil. Saat mereka memiliki waktu luang satu jam, mereka menganggapnya enam puluh menit. Apa bedanya?
Bedanya adalah; begitu kita membayangkan enam puluh menit, maka otomatis akan terpikir begitu banyak aktivitas produktif yang bisa kita lakukan, karena waktu yang kita miliki masih banyak, masih enam puluh.
Sebaliknya saat kita bayangkan satu, pikiran kita sudah dibatasi duluan oleh sedikitnya waktu yang kita punya. Iya, kita hanya punya waktu satu. Apa yang bisa kita lakukan? Gak banyak, paling hanya satu atau dua aktivitas.
Oleh karena itu, untuk menjadi seorang muslim yang produktif, kita harus membiasakan diri menghitung waktu yang kita miliki dengan satuan terkecil.
Perhatikanlah Rasulullah mengajarkan kita untuk melihat Ramadhan bukan sebanyak satu bulan, melainkan sebanyak tiga periode, yaitu periode sepuluh hari pertama, kedua, dan ketiga.
Cukuplah hal ini membuktikan bahwa Rasulullah menghitung waktu dengan satuan yang lebih kecil. Ramadhan dalam pandangan Rasul itu ternyata satuan waktunya tiga. Bukan satu.