04/10/2018
DILAN DAN DODOLAN
โJangan rindu, Berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja".
Demikian kata-kata gombal yang diucapkan Dilan dalam film yang lagi tayang di bioskop. Alhasil, banyak orang yang tiba-tiba deman Dilan. Lebay! Hahaha. Termasuk gw. ๐
By the way, film Dilan ini diangkat dari salah satu novel keren karya Pidi Baiq. Pidi Baiq adalah seniman multitalenta di Indonesia. Selain sebagai penulis novel dan buku, beliau juga adalah seorang dosen, ilustrator, komikus, musisi, dan pencipta lagu. GENDENG! Kabeh iso...
Menariknya, karya Pidi Baiq yang satu ini, Dilan, menyajikan banyak gombalan anak muda yang elegan, keren, dan gak garing.
Misalnya:
โJangan rindu, Berat. Kamu nggak akan kuat, biar aku saja".
Huassem!
Klepek-klepek tuh cewek digituin... walaupun gak semua juga sih. Hahaha
Ah, udah ah, daripada bahas Dilan, mendingan bahas Dodolan (jualan). Hehe
Jadi gini...
Kalau Anda cermati kata demi kata gombal yang dibuat Pidi Baiq, sebenarnya beberapa polanya bisa kita gunakan dalam Copywriting pas jualan. Lho, masa?
Ciyusan...
Yuk kita ambil hikmahnya...
Contoh 1, gombalan ini:
"Aku belum mencintaimu. Enggak tahu kalau nanti sore."
๐๐๐๐
Keywordnya adalah kata " BELUM"
Dalam ilmu NLP, kata "belum" adalah salah satu bagian dari presuposisi (asumsi: akan).
Ya, katakanlah saya nanya ke Anda begini:
"Hayo, udah pada belabja di toko Saya belum?"
Dari kalimat di atas, kemungkinan jawabannya adalah: "sudah" atau "belum". Artinya, diasumsikan "akan", tinggal tunggu waktu aja.
Ini persis seperti gombalan Dilan di atas. Kalimat yang digunakan adalah "Aku belum mencintaimu", bukan "Aku tidak mencintaimu". Kalau tidak, ya emang enggak. Kebayaaaaang? Alhamdulillah...
Jadi gimana, udah cek harga di SRC RVAL SHOP belum? Hehe
Contoh 2, gombalan ini:
"Tolong bilang ke ibumu! Aku mencintai anak sulungnya"
Beeeeuh...
Kalimat langsungnya adalah gini, "Aku mencintaimu...". Tapi kalah cuma gini, biasa aja, gak gombal. ๐
Kalau dalam jualan, kata-kata begini adalah covert. Ngasih kode. Gak terang-terangan. Terselubung. Orang gak sadar bahwa kita lagi jualan. Kalaupun sadar, mereka nyaman baca kalimat jualanya.