Mifta Mafatih Travel

Mifta Mafatih Travel Mafatih Moslem Trip adalah penyelenggara Umrah & Haji resmi berizin Kementerian Agama RI, melayani sesuai sunnah, fokus ibadah, nyaman & ramah lansia.

Siap dampingi perjalanan spiritual Anda. Info & pendaftaran: 0811-4069-777.

Ketentuan Badal Haji01. Tidak sah badal haji untuk orang yang mampu melakukan haji dengan badannya(Al Mughni, 3: 185)02....
10/04/2025

Ketentuan Badal Haji

01. Tidak sah badal haji untuk orang yang mampu melakukan haji dengan badannya
(Al Mughni, 3: 185)

02. Badal haji hanya untuk orang yang tidak mampu secara fisik atau telah wafat.
(Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah, 11/50)

03. Membadalkan haji cuma wajib satu kali untuk orang yang sudah meninggal dunia.
(Fatwa Al-Lajnah 11/50)

04. Tidak boleh seseorang membadalkan haji untuk orang lain, padahal ia sendiri belum berhaji.
(Fatwa Al-Lajnah 11/50)

05. Wanita boleh membadalkan haji untuk pria, begitu p**a sebaliknya.
(Fatwa Al-Lajnah 11/53)

06. Tidak sah jika seseorang membadalkan haji atas orang lain yang masih sehat.
(Fatwa Al-Lajnah 11/50)

07. Tidak boleh bagi seorang istri membadalkan haji tanpa izin suami.
(Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin)

08. Lebih diutamakan, anak tidak membadalkan haji untuk ayah/ibunya sendiri, jika ada orang lain yang lebih bisa melakukannya.
(Fatwa Ibnu Baz 16:408)



Syarat Haji Boleh Dibadalkan
1. Meninggal dunia
2. Sakit yang menyebabkan tidak bisa melakukan aktivitas haji
3. Hilang ingatan atau pikun



Sumber: Majalah Dhuha | Edisi 23 / 2016
Penulis: Abrar Agus

Belanja Cerdas di Tanah SuciOleh: Abrar AgusBagi jamaah haji dan umrah, momen belanja di Tanah Suci seringkali menjadi h...
10/04/2025

Belanja Cerdas di Tanah Suci

Oleh: Abrar Agus

Bagi jamaah haji dan umrah, momen belanja di Tanah Suci seringkali menjadi hal yang menyenangkan sekaligus ditunggu-tunggu. Biasanya, jamaah ingin membawa p**ang oleh-oleh sebagai buah tangan untuk keluarga, kerabat, tetangga, hingga sahabat di tanah air.

Namun perlu diingat, belanja oleh-oleh juga bisa menjadi godaan tersendiri. Tidak jarang jamaah tergoda memborong barang dagangan tanpa perhitungan, bahkan hingga melebihi anggaran. Terlebih lagi, menjelang akhir masa ibadah, banyak pedagang yang sengaja menaikkan harga barang karena permintaan tinggi dari para jamaah.

Oleh karena itu, penting bagi jamaah untuk tetap bijak saat berbelanja. Belanja yang dilakukan dengan terencana dan penuh kesadaran akan membantu menghindari pemborosan dan tetap menjaga kekhusyukan ibadah.



Tips Belanja di Tanah Suci

1. Perhatikan Batasan Bagasi
Maskapai penerbangan biasanya memberikan jatah bagasi terbatas, antara 20–30 kg per orang. Jika berbelanja terlalu banyak dan melebihi batas tersebut, maka jamaah harus membayar biaya tambahan yang cukup besar saat check-in di bandara. Oleh sebab itu, perhitungkan total barang bawaan sejak awal agar tidak terjadi kelebihan muatan.

2. Rencanakan Belanja Sejak di Tanah Air
Sebelum berangkat ke Tanah Suci, buatlah daftar orang yang ingin diberikan oleh-oleh serta jenis barang yang akan dibeli. Ini akan mempermudah dan menghemat waktu saat berada di Makkah atau Madinah. Dengan daftar tersebut, jamaah bisa lebih fokus dan tidak membeli barang secara impulsif.

3. Belanjalah Sesuai Kebutuhan
Banyak jamaah yang akhirnya membeli barang secara berlebihan hanya karena takut tidak kebagian atau karena tergoda dengan harga murah. Padahal, tidak semua oleh-oleh harus diberikan dalam jumlah banyak. Pilih barang yang sederhana namun bermakna, dan sesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

4. Jangan Lupa Menawar di Pasar Tradisional
Jika berbelanja di pasar tradisional seperti Pasar Jafariyah atau Pasar Kurma, menawar adalah hal yang umum dilakukan. Para pedagang biasanya memang memberikan harga awal yang cukup tinggi, sehingga menawar adalah cara untuk mendapatkan harga terbaik. Namun tetaplah menawar dengan sopan dan wajar.

5. Bawa Uang Tunai dalam Bentuk Riyal
Sebaiknya tukarkan uang dari rupiah ke riyal sejak masih di Indonesia atau di tempat penukaran resmi. Hindari membawa terlalu banyak uang tunai sekaligus demi alasan keamanan. Cukupkan untuk kebutuhan harian dan belanja oleh-oleh, serta simpan uang cadangan di tempat yang aman.

6. Jangan Khawatir dengan Bahasa
Banyak pedagang di Tanah Suci sudah terbiasa melayani jamaah dari berbagai negara. Meski tidak bisa berbahasa Arab, Anda tetap bisa bertransaksi menggunakan bahasa isyarat, angka kalkulator, atau bahasa campuran seperti Melayu-Inggris. Intinya, jangan takut untuk berkomunikasi.

7. Siapkan Uang Receh (Riyal Kecil)
Membayar dengan pecahan kecil akan mempermudah proses transaksi dan mempercepat antrian, apalagi saat berbelanja di kios-kios kecil atau pedagang kaki lima. Uang pecahan kecil juga berguna untuk bersedekah kepada yang membutuhkan selama berada di Tanah Suci.



Tempat Belanja Murah di Tanah Suci

1. Supermarket Bin Dawood
Bin Dawood adalah supermarket besar dan terkenal di Arab Saudi. Cabangnya tersebar di berbagai lokasi di Makkah dan Madinah. Di sini, jamaah bisa membeli berbagai kebutuhan harian, makanan, minuman, hingga oleh-oleh seperti cokelat, air zamzam dalam kemasan, perlengkapan ibadah, dan lain-lain dengan harga yang relatif stabil.

2. Toko-toko di Sekitar Hotel
Banyak hotel tempat jamaah menginap memiliki kios atau toko oleh-oleh di lantai bawah. Meski harga di sini sedikit lebih tinggi dibanding pasar, namun kelebihannya adalah lokasi yang dekat dan praktis dijangkau.

3. Kawasan Balad (di Kota Jeddah)
Jika jadwal perjalanan jamaah menyisakan waktu di Jeddah sebelum p**ang, maka kawasan Balad adalah tempat belanja terbaik. Barang-barangnya sangat murah dan variatif. Namun, karena tempatnya cukup luas dan ramai, tetap perhatikan barang bawaan dan keamanannya.

4. Pasar Kurma Madinah
Berlokasi tidak jauh dari Masjid Nabawi, pasar ini menjadi tempat favorit jamaah untuk membeli kurma dalam berbagai jenis, terutama kurma Ajwa. Harga di sini relatif murah dan kualitasnya baik. Selain itu, tersedia juga produk olahan kurma lainnya.



Kesimp**an:
Berbelanja oleh-oleh di Tanah Suci adalah hal yang menyenangkan, namun jangan sampai melalaikan ibadah atau membuat pengeluaran membengkak. Belanjalah secara cerdas, hemat, dan tetap menjaga niat karena Allah.



Sumber: Majalah Dhuha – Edisi 23 / 2016
Penulis: Abrar Agus

Kalau belanja ditemani pembimbing mafatih, bisa dapat harga spesial dan hadiah spt jamaah ini.. :D

Mimbar Nabi ﷺ & Kisah Pohon Kurma yang Menangis(Edukasi Sejarah untuk Jamaah Mafatih)⸻Sebelum Rasulullah ﷺ memiliki mimb...
10/04/2025

Mimbar Nabi ﷺ & Kisah Pohon Kurma yang Menangis
(Edukasi Sejarah untuk Jamaah Mafatih)



Sebelum Rasulullah ﷺ memiliki mimbar, beliau biasa berkhutbah dengan bersandar pada sebatang pohon kurma di Masjid Nabawi.

Ketika kemudian dibuatkan mimbar dari kayu oleh seorang sahabat, batang pohon itu mengeluarkan suara tangisan yang terdengar oleh para sahabat.

Rasulullah ﷺ pun turun dari mimbar barunya dan memeluk pohon itu hingga ia terdiam.



Posisi batang pohon kurma tersebut kini ditandai dengan tiang bernama “Al-Muhallaqah” (المُحَلَّقَة),
yang berada di bagian kanan Mihrab Masjid Nabawi saat ini.



Setelah itu, Rasulullah ﷺ menggunakan mimbar kayu sederhana yang dibuat oleh tukang kayu dari kalangan Anshar.

Mimbar tersebut memiliki 3 anak tangga. Bentuknya kecil, tanpa ornamen mewah. Namun dari situlah, wahyu, nasihat, dan khutbah disampaikan.



Ukuran Mimbar Nabi ﷺ
• Tinggi mimbar: ± 2 hasta = 125 cm
• Lebar mimbar: ± 1 hasta = 50 cm
• Lebar anak tangga: ± 1 jengkal = 18–25 cm
• Tinggi bulatan sandaran depan: ± 1 jengkal lebih = 25 cm
• Mimbar Nabi ﷺ memiliki sandaran dari tiga tiang



Di Mana Letak Mimbar Nabi ﷺ Sekarang?

Mimbar asli tidak lagi digunakan, namun bentuk replika mimbar Nabi ﷺ dapat dilihat di museum di Kota Madinah.

Jamaah bisa melihat langsung ukuran, bentuk, dan desain mimbar tersebut sebagai bagian dari pelestarian sejarah Islam.



Bersama Mafatih, Kita Bisa Melihatnya Lebih Dekat

Dalam program perjalanan PT. Mafatih Moslem Trip, jamaah akan diantar langsung mengunjungi museum yang menyimpan replika mimbar Nabi ﷺ.

Bukan hanya sekadar ziarah, tapi perjalanan penuh makna—mengenal jejak sejarah dakwah Rasulullah ﷺ dari tempat beliau berdiri menyampaikan wahyu.



Mari jejak sejarah dan perkuat cinta kita kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Bersama Mafatih, setiap langkah di Tanah Suci jadi lebih bermakna dan penuh hikmah.









Haji atau Menikah: Antara Wajib dan SunnahDasar hukum dari haji adalah wajib, kecuali ada hal yang menjadikan tidak mamp...
10/04/2025

Haji atau Menikah: Antara Wajib dan Sunnah

Dasar hukum dari haji adalah wajib, kecuali ada hal yang menjadikan tidak mampu berangkat, baik secara finansial, fisik, waktu, dan lain-lain.

Sedangkan dasar hukum dari menikah adalah sunnah, kecuali ada yang menaikkan derajat atau menurunkan derajat hukumnya. Misalnya, jika untuk menjaga diri dan sudah tidak tahan, maka menikah menjadi wajib. Berbeda jika niatnya jelek, maka hukumnya haram.



Terkadang hukum agama perlu disesuaikan dengan kondisi sekitar.
Khusus kasus di Indonesia, antara biaya menikah dan biaya haji di kota besar, lebih besar biaya menikah.

Artinya, bila sanggup untuk menikah di kota besar, hampir tidak mungkin tidak mampu untuk berangkat haji.
Setidaknya mendaftar walaupun tidak tahu kapan akan diberangkatkan.

Jika tidak memungkinkan untuk dua-duanya, dahulukan pelaksanaan ibadah haji.



Adapun yang masih remaja dan belum ada keinginan menikah, maka hendaknya mendahulukan haji, sebab ia tidak mendesak untuk menikah.

“Barang siapa yang memiliki bekal dan kendaraan menuju ke Baitullah, lalu ia tidak menunaikan haji, maka tidak ada bedanya apakah ia mati sebagai Yahudi atau Nasrani.”
(Fatawa Manarul Islam, 2/375)



Namun bagi remaja yang sudah dewasa dan merasa tidak bisa menahan godaan pernikahan, maka ia didahulukan menikah, karena Allah Ta’ala akan memberikan keberkahan padanya.

Menikah merupakan fitrah dan syariat Islam yang agung.



Penulis: Indrawati
Sumber: Majalah Dhuha, Edisi 23 / 2016

Jadilah Tamu Allah yang DidambakanMenjadi tamu Allah bukan sekadar sebuah status istimewa, tapi juga amanah besar yang m...
10/04/2025

Jadilah Tamu Allah yang Didambakan

Menjadi tamu Allah bukan sekadar sebuah status istimewa, tapi juga amanah besar yang menuntut kesiapan jiwa dan adab yang benar. Setiap jamaah umrah maupun haji yang menuju Tanah Suci, akan membawa gelar “dhuyufurrahman”—tamu-tamu Allah. Namun, bagaimana agar kita benar-benar pantas menjadi tamu yang diridhai?

Kuncinya adalah dengan membersihkan hati dari dosa dan berusaha menjauhi segala hal yang bisa mencemari kesucian ibadah. Salah satunya dengan menjaga adab dan etika, khususnya saat berada di dua masjid suci: Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.



Etika Jamaah di Masjid Suci

Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bukanlah tempat ibadah biasa. Rasulullah ﷺ bahkan menyebut ketiganya—ditambah Masjid Al-Aqsha—sebagai masjid istimewa yang memiliki keutamaan khusus.

Berikut beberapa etika penting yang harus dijaga selama berada di masjid suci:

1. Hindari bercampur antara laki-laki dan perempuan saat shalat
Masih sering dijumpai jamaah perempuan yang memilih shaf di tengah atau dekat jamaah laki-laki, khususnya di Masjidil Haram. Sebaiknya, ikuti aturan shaf yang telah disediakan secara terpisah.

2. Cium Hajar Aswad dengan adab
Banyak jamaah memaksakan diri ingin mencium Hajar Aswad, bahkan sampai menyakiti orang lain. Padahal, mencium Hajar Aswad bukanlah kewajiban, dan menjaga keselamatan lebih diutamakan.

3. Matikan ponsel sebelum masuk masjid
Meskipun sudah banyak pengumuman agar mematikan HP, masih banyak jamaah yang lalai. Suasana masjid hendaknya dijaga agar tetap khusyuk dan tenang.

4. Hindari memotret berlebihan di dalam masjid
Banyak jamaah sibuk berfoto saat berada di area Raudhah atau depan Ka’bah. Perlu disadari, fokus utama di masjid suci adalah beribadah, bukan dokumentasi.

5. Jaga perilaku sebaik mungkin di Tanah Suci
Jangan membawa kebiasaan buruk dari tanah air ke tempat suci. Misalnya s**a membuang sampah sembarangan, bicara keras, atau terburu-buru tanpa adab.



Di setiap keberangkatan, PT. Mafatih Moslem Trip tidak hanya memfasilitasi perjalanan ibadah dengan nyaman, tetapi juga membekali jamaah dengan bimbingan adab dan etika yang benar selama di Tanah Suci. Para jamaah akan didampingi oleh ustadz yang berpengalaman, sehingga tahu bagaimana menyesuaikan sikap dan amalan agar benar-benar menjadi tamu Allah yang diridhai.

Hukum Umrah Berulang Kali: Bolehkah?Rasulullah ﷺ dalam hidupnya tercatat melakukan umrah sebanyak empat kali. Hal ini se...
10/04/2025

Hukum Umrah Berulang Kali: Bolehkah?

Rasulullah ﷺ dalam hidupnya tercatat melakukan umrah sebanyak empat kali. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Abbas:

“Rasulullah ﷺ mengerjakan umrah sebanyak empat kali: (yaitu) Umrah Hudaibiyah, Umrah Qadha, Umrah ketiga dari Ji’ranah, dan keempat adalah umrah yang bersamaan dengan pelaksanaan haji.”

Lantas, bagaimana hukum melaksanakan umrah lebih dari sekali dalam satu perjalanan atau satu waktu?

Pendapat Ulama tentang Umrah Berulang

Menurut Ibnu Qayyim, setiap umrah yang dikerjakan Rasulullah ﷺ dilakukan dalam konteks yang berbeda. Namun, dari beberapa riwayat dan pandangan ulama, terdapat pendapat bahwa tidak dianjurkan untuk sering-sering melakukan umrah berulang kali dalam satu waktu, terlebih tanpa hajat yang jelas.

Umrah dari Ji’ranah

Salah satu contoh adalah umrah dari Ji’ranah, yang dilakukan Nabi ﷺ setelah pembagian harta rampasan perang Hunain. Beliau tidak keluar dari Makkah ke Ji’ranah secara khusus untuk umrah, melainkan karena ada kepentingan lain, dan dari sanalah beliau kemudian berihram. Maka umrah tersebut dilakukan dalam konteks tertentu, bukan semata-mata untuk memperbanyak jumlah umrah.

Ulama Berbeda Pendapat

Para ulama berbeda pandangan. Sebagian ulama seperti kalangan Syafi’iyah membolehkan, sedangkan sebagian lain seperti Hanabilah memakruhkan umrah yang berulang dalam waktu singkat. Umumnya disarankan agar umrah dilakukan dengan niat yang jelas dan tidak semata-mata mengejar jumlah.

Bagaimana dengan Jamaah Sekarang?

Bagi jamaah umrah zaman sekarang yang ingin melakukan umrah kedua atau badal umrah (menggantikan orang lain), hal ini tetap diperbolehkan selama memenuhi syarat dan adabnya. Beberapa jamaah yang sudah merasa ringan dan mampu, memilih untuk menambah umrah kedua, atau beribadah atas nama orang tua/sahabat mereka yang telah meninggal atau tidak mampu.



Mafatih Siap Mendampingi Umrah Kedua dan Badal Umrah

Bersama PT. Mafatih Moslem Trip, jamaah tidak hanya mendapat bimbingan saat umrah utama, tetapi juga akan didampingi secara khusus jika ingin melakukan umrah kedua dari Tan’im (Masjid Aisyah) atau melakukan badal umrah. Tim pembimbing kami akan memandu dengan adab dan niat yang benar, agar setiap langkah ibadah bernilai sempurna di sisi Allah.

Bersama Mafatih, ibadah jadi lebih terarah, tenang, dan bermakna.
Yuk, maksimalkan ibadahmu di Tanah Suci!

Lindungi Kesehatan Kulit Selama Ibadah di Tanah Suci ✨Menjaga kesehatan adalah bekal utama bagi setiap calon jamaah, apa...
10/04/2025

Lindungi Kesehatan Kulit Selama Ibadah di Tanah Suci ✨

Menjaga kesehatan adalah bekal utama bagi setiap calon jamaah, apalagi saat menjalankan ibadah haji maupun umrah di Tanah Suci. Salah satu hal penting yang sering terabaikan adalah kesehatan kulit.

Di Tanah Suci, jamaah akan bertemu dan berkumpul dengan banyak orang dari seluruh dunia. Hal ini tentu meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit, termasuk penyakit kulit. Cuaca panas, aktivitas fisik, dan keringat juga bisa menyebabkan gesekan pada kulit yang memicu iritasi hingga infeksi.

Suhu Ekstrem, Tantangan Serius untuk Kulit
Arab Saudi memiliki iklim gurun dengan suhu yang sangat tinggi di siang hari, berbeda jauh dengan iklim tropis di Indonesia. Suhu ekstrem ini bisa membuat kulit cepat kering, pecah-pecah, dan memicu iritasi. Bila dibiarkan, bisa menjadi celah masuknya bakteri dan jamur yang menyebabkan infeksi kulit serius.

Agar tetap nyaman dan sehat selama ibadah, berikut beberapa tips penting yang bisa dilakukan:

01. Gunakan Pelembab
Kelembapan adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan kulit. Gunakan pelembab setiap hari agar kulit tetap lembut dan tidak pecah-pecah.

02. Gunakan Tabir Surya
Jangan lupa gunakan sunscreen sebelum beraktivitas di luar. Tabir surya akan melindungi kulit dari sengatan sinar matahari langsung.

03. Cuci Wajah
Biasakan mencuci wajah beberapa kali dalam sehari dengan air bersuhu normal. Hindari air terlalu panas agar kulit tidak semakin kering dan iritasi.

04. Mandi Teratur
Gunakan sabun antibakteri saat mandi secara rutin, apalagi setelah beraktivitas di luar. Ini penting karena jamaah berada di keramaian dan lebih mudah terpapar kuman.

05. Jangan Bertukar Pakaian
Hindari memakai pakaian, handuk, atau barang pribadi milik orang lain agar terhindar dari infeksi jamur atau bakteri.

06. Bawa Krim Antibiotik
Sebagai antisipasi, bawalah krim antibiotik untuk mengatasi infeksi ringan. Ini penting, mengingat jamaah sering melakukan kontak dengan banyak orang.



Ingat! Sehatnya kulit mendukung khusyuknya ibadah.
Bersama PT. Mafatih Moslem Trip, kami tidak hanya mengutamakan kenyamanan perjalanan ibadah Anda, tapi juga memperhatikan aspek kesehatan dan pembinaan spiritual dari awal hingga akhir. Pelayanan ramah, pembimbing berpengalaman, dan perhatian terhadap detail kecil seperti ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan perjalanan ibadah yang berkesan dan tenang.

Bismillah, berangkat bersama Mafatih, insyaAllah lebih siap lahir batin!

Ditulis oleh: Abrar Agus
Edisi 23 | 2025

Senyum yang tulus, langkah yang penuh berkah.Di setiap perjalanan, kami hadir untuk mendampingi dengan sepenuh hati, ter...
07/04/2025

Senyum yang tulus, langkah yang penuh berkah.
Di setiap perjalanan, kami hadir untuk mendampingi dengan sepenuh hati, terutama bagi jamaah lansia yang menjadi tamu istimewa Allah.

Bersama Mafatih Moslem Trip, umrah bukan sekadar perjalanan, tapi pengalaman ibadah yang menyentuh hati.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
07/04/2025

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Address

Jalan Prof. Abd. Rauf Tarimana (Depan Masjid ICM), , Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, , Kota Kendari, Indonesia. , Kode Pos: 93231
Kendari
93121

Opening Hours

Monday 08:00 - 20:00
Tuesday 08:00 - 20:00
Wednesday 08:00 - 20:00
Thursday 08:00 - 20:00
Friday 08:00 - 20:00
Saturday 08:00 - 20:00

Telephone

+6285241782228

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mifta Mafatih Travel posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Mifta Mafatih Travel:

Share