24/12/2018
Tahukah cerita di balik foto segerombolan cheetah yang nampak memangsa induk Rusa dengan tatapan mata yang sangat tenang itu??
Foto tersebut adalah hasil jepretan dari seorang fotografer asal Kanada.
Foto ini berhasil memenangkan award untuk kategori best foto dekade tahunan di Jepang..
Cerita di balik foto ini, yaitu : rusa yang Anda lihat adalah seekor rusa betina yang memberikan dirinya mati dimakan cheetah..
Alasannya, karena awalnya cheetah mengincar kedua anaknya, si induk yang tahu akan bahaya pada kedua anaknya berusaha menarik perhatian cheetah-cheetah itu sampai dia harus merelakan dirinya dimangsa, agar fokus cheetah tertuju padanya sehingga kedua anaknya bisa lolos..
Si induk rusa ini tak terlihat sedikit pun melawan, memberikan dirinya dimangsa sampai kedua anaknya terluput. Si induk rusa hanya terlihat tenang sambil matanya terus mengawasi kedua anaknya yang terus berlari meninggalkannya.
*Kasih Ibu sepanjang jalan, kasih anak sebatas galah....*
Allah subhanahu wa taโala berfirman,
ููููุตููููููุง ุงููุฅููุณูุงูู ุจูููุงููุฏููููู ุฅูุญูุณูุงูุงู ุญูู
ูููุชููู ุฃูู
ูููู ููุฑููุงู ููููุถูุนูุชููู ููุฑููุงู ููุญูู
ููููู ููููุตูุงูููู ุซูููุงุซูููู ุดูููุฑุงู ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ุจูููุบู ุฃูุดูุฏูููู ููุจูููุบู ุฃูุฑูุจูุนูููู ุณูููุฉู ููุงูู ุฑูุจูู ุฃูููุฒูุนูููู ุฃููู ุฃูุดูููุฑู ููุนูู
ูุชููู ุงูููุชูู ุฃูููุนูู
ูุชู ุนูููููู ููุนูููู ููุงููุฏูููู ููุฃููู ุฃูุนูู
ููู ุตูุงููุญุงู ุชูุฑูุถูุงูู ููุฃูุตูููุญู ููู ููู ุฐูุฑูููููุชูู ุฅููููู ุชูุจูุชู ุฅููููููู ููุฅููููู ู
ููู ุงููู
ูุณูููู
ูููู
โKami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (p**a). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoโa: โYa Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri niโmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.โ (Qs. Al-Ahqaaf:15)
Ayat diatas menjelaskan akan hak ibu terhadap anaknya. Ketahuilah, bahwasanya ukuran terendah mengandung sampai melahirkan adalah 6 bulan (pada umumnya adalah 9 bulan 10 hari), ditambah 2 tahun menyusui anak, jadi 30 bulan. Sehingga tidak bertentangan dengan surat Luqman ayat 14 (Lihat Tafsiir ibni Katsir VII/280)
ููููุตููููููุง ุงููุฅููุณูุงูู ุจูููุงููุฏููููู ุญูู
ูููุชููู ุฃูู
ูููู ูููููุงู ุนูููู ูููููู ููููุตูุงูููู ููู ุนูุงู
ููููู ุฃููู ุงุดูููุฑู ููู ููููููุงููุฏููููู ุฅูููููู ุงููู
ูุตููุฑู
โDan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.โ (Qs. Luqman : 14)
Dalam ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits,
ุนููู ุฃูุจููู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ููุงูู ุฌูุงุกู ุฑูุฌููู ุฅูููู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููููุงูู :ููุง ุฑูุณููููู ุงููููุ ู
ููู ุฃูุญูููู ุงููููุงุณู ุจูุญูุณููู ุตูุญูุงุจูุชููุ ููุงูู ุฃูู
ููููุ ููุงูู ุซูู
ูู ู
ูููุ ููุงูู ุฃูู
ููููุ ููุงูู ุซูู
ูู ู
ูููุ ููุงูู ุฃูู
ููููุ ููุงูู ุซูู
ูู ู
ูููุ ููุงูู ุฃูุจููููู
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu โanhu, belia berkata, โSeseorang datang kepada Rasulullah shalallahu โalaihi wasallam dan berkata, โWahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?โ Nabi shalallaahu โalaihi wasallam menjawab, โIbumu!โ Dan orang tersebut kembali bertanya, โKemudian siapa lagi?โ Nabi shalallaahu โalaihi wasallam menjawab, โIbumu!โ Orang tersebut bertanya kembali, โKemudian siapa lagi?โ Beliau menjawab, โIbumu.โ Orang tersebut bertanya kembali, โKemudian siapa lagi,โ Nabi shalallahu โalaihi wasallam menjawab, โKemudian ayahmu.'โ (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Imam Al-Qurthubi menjelaskan, โHadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah. Nabi shalallaahu โalaihi wasallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali. Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena kesulitan dalammenghadapi masa hamil, kesulitan ketikamelahirkan, dan kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak, hanya dialami oleh seorang ibu. Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya. (Lihat Tafsir Al-Qurthubi X : 239. al-Qadhi Iyadh menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan ayah)
Begitu p**a dengan Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliauberkata dalam kitabnya Al-Kabaair,
Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.
Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.
Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Dia selalu mendoโakanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.
Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.
Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.
Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.
Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.
Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.
Padahal Allah telah melarangmu berkata โahโ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul โaalamin.
(Akan dikatakan kepadanya),
ุฐููููู ุจูู
ูุง ููุฏููู
ูุชู ููุฏูุงูู ููุฃูููู ุงูููููู ููููุณู ุจูุธููููุงู
ู ูููููุนูุจููุฏู
โYang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nyaโ. (QS. Al-Hajj : 10)
(Al-Kabaair hal. 53-54, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian)
Repost : EQS