06/09/2021
๐ ๐๐ก๐๐๐๐ง๐จ๐ก๐ ๐๐๐ฅ๐๐ ๐๐จ๐๐ ๐๐๐ก๐๐ ๐๐๐
(Misal Rajutan)
Oleh :Dianing Lestari ( Craft by dianing )
Nb: Tulisan ini saya repost dr Note saya tahun 2017 karena fitur Note telah dihapus.
------------------
WARNING!!!
Ulasan ini panjang, siapkan secangkir minuman fav Anda, pena dan note.
Hai teman... disini saya akan membagi cara saya menghitung harga jual sebuah produk Handmade. Beberapa orang terutama perajut baru bertanya โ Mbak...berapa sih harga yang pantas untuk tas rajutku ini...trus untuk dompet rajutku ini? Gimana tho cara ngitungnya?โ.
Teman, memang perlu di sini kita jeli menghitung harga yang pas untuk hasil karya kita. Misal saja saya membuat sebuah tas seperti pict di atas, ada variabel berikut:
1.Bahan yang dibutuhkan. Kalau perajut, point ini termasuk benang, ring, gesper, kain furing, resleting dll. Kalau dalam suatu project ada sisa benang, misal habis 3,5 gulung maka dihitung Anda menghabiskan 4 gulung. Misalnya total bahan Rp. 80.000.-
2.Tenaga. Tenaga yang dimaksud adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengupah tenaga perajut dan tenaga finishing. Tenaga dihitung berdasar masing2 perajut, misal berdasar ukuran tas yg dibuat, berdasar pd total benang yg dipakai (misal 1 gul benang di upah 20rb). Tidak ada parameter baku dalam hal ini. Semisal berdasar besar tas, untuk tenaga saya tentukan Rp. 60.000 untuk tas sedang.
3.Penyusutan alat. Point ini jarang sekali masuk hitungan oleh orang2 kebanyakan, padahal ini perlu sekali. Jika Anda menggunakan beberapa peralatan, saya sarankan untuk memakai point ini. Alat yang dimaksud adalah: hakpen, gunting, jarum, mesin jahit, stitch marker dsb. Untuk alat2 tersebut saya menentukannya sendiri, yaitu Rp. 10.000 utnuk 1 tas yang dihasilkan.
4. Biaya Lainnya. Jangan lupa memasukkan listrik sebagai penerangan di sini, juga bila Anda menggunakan mesin jahit dalam sesi finishing. MisalnyaRp. 5.000,-
5.Laba. Poin ini juga sering luput dari orang2 kebanyakan. Pikirkan jika Anda mengupah orang untuk mengerjakan rajutan Anda. Apakah Anda tidak akan memperhitungkan laba? Laba dihitung berdasarkan persentase. Misal: 20% x total biaya produksi
6.Variabel X. Yang masuk dalam variabel ini adalah hal2 seperti kerapian, model/bentuk, tingkat kesulitan dan kerumitan, nama/brand. Untuk perajut pemula, saya sarankan menghilangkan variabel x ini. Bagi yang sudah rapi pengerjaannya maka variabel ini wajib dipakai, tidak ada aturan khusus menilainya dengan nilai rupiah. Variabel ini adalah yang paling tinggi nilainya menurut saya, yang membedakan karya kita dengan yang lainnya. Tidak ada parameter khusus, ketika konsumen Anda s**a dan repeat order berarti karya anda dapat diterima dengan baik. Jika karya Anda dapat diterima pasar dengan baik, maka akan semakin tinggi nilai variabel X ini. Buatlah sebuah produk yang unique, original, good taste, luxury yang akan meningkatkan prestise konsumen Anda.
Silahkan tentukan sendiri berapa variabel X yang pantas untuk rajutan Anda. Misalnya Rp. 50.000,-
--------------------------------------
๐
๐๐๐ ๐๐ค๐ง๐ข๐ช๐ก๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐๐๐ฃ๐ :
๐ฝ๐๐๐๐ฃ +๐๐๐ฃ๐๐๐+๐๐๐ฃ๐ฎ๐ช๐จ๐ช๐ฉ๐๐ฃ ๐ผ๐ก๐๐ฉ+๐๐๐จ๐ฉ๐ง๐๐ = ๐๐ค๐ฉ๐๐ก ๐ฝ๐๐๐ฎ๐ ๐๐ง๐ค๐๐ช๐ ๐จ๐
80.000 + 60.000 + 10.000 + 5.000 = 155.000
๐๐๐๐ = 20% x 155.000=31.000 --> dibulatkan 30.000
๐๐ค๐ฉ๐๐ก ๐ฝ๐๐๐ฎ๐ ๐๐ง๐ค๐๐ช๐ ๐จ๐ + ๐๐๐๐ + ๐๐๐ง๐๐๐๐๐ก ๐ = ๐๐๐ง๐๐ ๐
๐ช๐๐ก
155.000 + 30.000 + 50.000 = 235.000
Jadi harga jual minimal adalah 235.000.
_______________________________
Anda bisa menawarkannya di atas harga tersebut mengingat masyarakat kita s**a menawar :D. Tapi jangan terlalu tinggi hingga membuat orang menilai โtidak umumโ atas harga yang Anda tawarkan karena tidak imbang dengan kualitas.
Jadi kita tidak bisa ya pakai rumus 3xmodal. Jika modalnya 200rb, apakah mau di jual 600rb? Sementara daya beli pasar tidak diperhitungkan? Temanยฒ sebagai produsen harus bisa menghitung detail produknya. Tidak bisa disamaratakan dengan produk orang lain.
Saran saya untuk perajut pemula, jangan berharap bisa memasang harga tinggi...setinggi brand yang sudah dikenal masyarakat luas bahkan dunia. Karena apa? Orang tidak akan kembali memesan ulang produk Anda jika suatu hari konsumen menyadari bahwa harga handmade Anda tidak sebanding dengan kualitas handmade Anda atau handmade Anda tidak menaikkan prestise si pemakai. Kebanyakan orang akan lebih memilih brand yang sudah punya nama karena alasan prestise. Disinilah kekuatan sebuah BRAND. Ada harga yang tak ternilai karena untuk mencapai brand yang dikenal, mereka melalui berbagai proses yang tidak mudah.
Namun jangan berkecil hati dan berpikir bahwa tidak ada orang yang yang akan membeli dan mengapresiasi handmade Anda. STOP PESIMIS. Janganlah di awal sudah bilang โmbak, kok rajutanku gak seperti punya mbak ya?โ mana bisa Anda membandingkan pekerjaan orang yang sudah puluhan tahun dengan yang baru seminggu??. INGAT!!!!! Tak ada hasil yang bagus secara instant ๐ค. Terus berkarya dan perbaiki kualitas, masukkan jiwa Anda di setiap karya Anda, cintai apa yang Anda kerjakan, berhenti mengeluh, nikmati setiap prosesnya meski itu menyakitkan. Perlahan - lahan lalu lihat progress Anda.
โMbak, nanti karyaku ada yang beli gak ya? Takut gak ada yang beli.โ Hey.....jangan lupa bahwa Anda punya Tuhan yang telah membagikan rizkynya dengan adil. Sudah, tak perlu risau itu. Yang penting terus berkarya, jangan mengharap yang indah2 dulu. Bila nantinya dapat yang indah2...itu adalah bonus Anda. Dan jangan lupa....tebar kebaikan, jangan pelit ilmu, jangan lupa berbagi. Jika Anda semakin enggan berbagi maka Anda juga sedang menghadang rizky Anda sendiri. Bukankah Amal yang tak terputus meski kita tiada salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat?
Yuk mari...menjadikan keberadaan kita bermanfaat untuk banyak orang. Semoga tulisan saya ini dapat memberi pencerahan untuk teman2 semua.
Salam Rajut dan terus berkarya
Dianing Lestari