23/06/2015
Pernahkah terlintas dalam benak anda,,
"mungkin kita akan mengalami jaman serba tidak bisa."
-tidak bisa melihat dengan jelas benda di depan kita (mata mulai rabun)
-tidak bisa merasakan makanan enak (lidah mulai tak berasa)
-tidak bisa mengunyah daging dan kerupuk (gigi mulai ompong)
-tidak bisa menggerakkan tangan atau kaki untuk bekerja (tulang mulai renta)
Dan jika jaman itu tiba menghampiri kita, apa yang akan kita lakukan..?
ketika kita sudah serba tidak bisa, ekonomi pas-pas an. uang tabungan nihil. melihat anak cucu sakit dan kesusahan, apa yang bisa anda lakukan..?
usia manusia memang rahasia Tuhan yang tidak bisa di tebak.
tapi ingatlah.. Tuhan takkan merubah nasib satu kaum tanpa dia mau berusaha..
selagi usia muda, tenaga kita kuat, kita berada di zona jaman serba bisa, kenapa kita harus bermalasan membuang waktu percuma.
ada yang pernah bilang begini,,,,
"Saya akan sholat kalau saya sudah tua nanti" (apa anda menunggu jaman serba tak bisa untuk melakukan kewajiban itu. apa tulang anda masih cukup normal untuk melakukan rukuk dan sujud dengan tumakninah.?) bagaimana jika usia anda tidak sampai tua.
sama hal nya, anda menunggu menikah punya anak dulu baru bekerja keras.?
apa terlintas di benak anda menikah, kehamilan, kelahiran, butuh biaya yang tak sedikit. dan tidak berhenti sampai disitu saja. setelah anak lahir begitu banyak kebutuhan tak terduga lain yang tidak bisa di perhitungkan.
aku selalu teringat pesan ayahku.
"selagi kau muda, tenaga mu kuat, kerja keras lah. sisakan uang mu untuk di tabung. karna kalau sewaktu-waktu kita atau anak atau orangtua kita sakit. kita tak perlu merengek pinjam uang ke saudara atau orangain untuk biaya dokter. kita juga tak perlu hilir mudik ke kantor desa hanya untuk mengurus surat tanda tak mampu meringankan biaya pengobatan."
karna kita tak tau kapan kita sakit. semua orang tentu berharap tidak pernah sakit. tapi kenyataannya kita tak mungkin sehat walafiat selalu.
prinsip itu sangat di pegang teguh oleh ayah ku hingga sekarang.
seperti pola hidup orang di hongkong, selagi muda mereka kerja keras, menabung untuk biaya menikah, istri melahirkan, biaya anak sekolah. mereka kerja keras siang dan malam menginvestasikan sebagian penghasilan untuk biaya pensiun. ketika mereka sudah tua, tinggal menikmati hari tua di restoran di taman setiap hari dan sekali waktu pergi berlibur.
So..! anda mau tunggu jaman serba tidak bisa itu datang dan kita tak mampu berbuat banyak ketika melihat keluarga kita kesusahan.
Atau anda bersiap bekerja keras mulai dari sekarang menyiapkan dana darurat dan dana pensiun anda..
SILAHKAN...!!!
pilihan ada di tangan anda sendiri. jangan sampai menyesal kemudian. gerakkan tenaga, ide dan pikiran anda.
karna sukses itu milik mereka yang bekerja keras.
bukan milik mereka yang pemalas.