Kitab Makna Petuk

Kitab Makna Petuk Toko kitab makna Pesantren HIDAYATUT THULLAB ( PETUK )
Menyediakan berbagai macam kitab kuning
Sila

Kitab kosongan untuk kilatan
29/01/2026

Kitab kosongan untuk kilatan

23/12/2025

ISTIGHFAR BULAN RAJAB, PAGI & SORE

Dibulan Rajab seluruh sungai² di dunia berziarah ke sumur zam², karena mengagungkan bulan ini.

Dan saya membaca dalam kitab² Allah yang di turunkan di bumi:

أَنَّ مَنْ اسْتَغْفَرَ اللهَ فِي رَجَبَ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ ، يَرْفَعُ يَدَيْهِ وَيَقُولُ :
Barang siapa yang memohon ampunan kepada Allah pada bulan Rajab di pagi dan sore hari sambil mengangkat kedua tangannya. Dan membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ
Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku dan terimalah taubat-ku.

Sebanyak 70x., maka kulitnya tidak akan tersentuh api neraka.

Dawuh guru: Kalau ada amalan baik, lakukan walaupun hanya sekali, agar kita di kumpulkan dgn orang² yg istiqamah mengamalkan.

Sumber: Kitab Kanzun Najah Was Surur hal 147.
Fb : gus dewa

28/02/2025

Ulama mazhab empat sepakat bahwa puasa Ramadhan wajib dimulai dengan niat. Hanya saja mereka berbeda pendapat mengenai teknis niatnya. Menurut tiga mazhab selain Malikiyyah, wajib mengulangi niat di setiap kali puasa.

Sedangkan menurut pendapat Malikiyyah cukup untuk menjamak (mengumpulkan) niat puasa sebulan di malam pertama bulan Ramadhan. Mereka tidak mewajibkan mengulangi niat di hari berikutnya.

Pendapat Malikiyyah ini juga lazim dipakai di Indonesia. Meski penduduknya mayoritas penganut mazhab Syafi’i, tetapi dalam kasus niat puasa sebulan ini mereka dibimbing oleh para kiai dan masyayikh untuk mengadopsi teorinya mazhab Maliki dalam praktik niat di awal Ramadhan.

Banyak di beberapa masjid dan mushala saat malam pertama Ramadhan masyarakat dibimbing oleh para tokohnya untuk bersama-sama melaksanakan niat puasa sebulan versi mazhab Malikiyyah.

Namun demikian, tuntunan tersebut bukan berarti menyimpulkan tidak perlu niat di hari-hari berikutnya. Masyarakat tetap dibimbing untuk rutin melaksanakan niat puasa setiap hari. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi bila mana di kemudian hari lupa niat, puasanya tetap sah dan bisa diteruskan, sebab dicukupkan dengan niat puasa sebulan penuh di awal Ramadhan.

“Untuk berjaga-jaga agar puasa tetap sah ketika suatu saat lupa niat, sebaiknya pada hari pertama bulan Ramadhan berniat taqlid (mengikut) pada Imam Malik yang memperbolehkan niat puasa Ramadhan hanya pada permulaan saja. Dan adanya cara tersebut bukan berarti membuat kita tidak perlu lagi niat di setiap harinya, tetapi cukup hanya sebagai jalan keluar ketika benar-benar lupa,” (KH. A. Idris Marzuqi, Sabil al-Huda, hal. 51).

Ratusan judul kitab khusus untuk kilatanTersedia kosongan dan makna pesantrenBisa cod dijamin amanChat admin di wa.me/62...
04/02/2025

Ratusan judul kitab khusus untuk kilatan
Tersedia kosongan dan makna pesantren
Bisa cod dijamin aman

Chat admin di wa.me/6283862100200

12/06/2024

الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات

SELAMAT kepada KH. Ahmad Rikza Muqtafa Yasin yang telah meraih penghargaan pada kategori Individu Dengan Kekayaan Intelektual Terdaftar Terbanyak di tahun 2023, dari DJKI Kementerian Hukum dan HAM RI dalam acara "Forum Indikasi Geografis Nasional Dalam Rangka Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia Tahun 2024" yang di adakan di Hotel Shangri-La Jakarta, 12 Juni 2024

بارك الله

KITAB YANG LAGI VIRALKARYA ULAMA BA'ALAWITersedia makna pesantren petukSilahkan langsung di order
05/06/2024

KITAB YANG LAGI VIRAL
KARYA ULAMA BA'ALAWI

Tersedia makna pesantren petuk
Silahkan langsung di order

24/05/2024

”Kita ini beruntung.. ” Kata Habib Umar waktu itu, ”Guru-guru kita tidak memberikan kita ujian yang berat seperti ujian yang diberikan ulama-ulama terdahulu, karena mereka tahu hati kita lemah, iman kita lemah tidak seperti santri-santri zaman dahulu.. ”

Beliau lalu menceritakan kisah Habib Ali Bin Abdullah Assegaf ketika ‘jauh-jauh’ datang dari Hadhramaut ke Malibar India untuk berguru kepada Habib Ali Bin Abdullah Alaydrus. Sesampainya ia di depan rumah gurunya dan mengucapkan salam, Sang guru yang waktu itu sedang makan di lantai dua menyuruh Khodamnya melihat siapa yang ada di depan pintu.

”Seorang pencari ilmu dari Seiwun Hadhramaut Habib, namanya Ali Assegaf ” jawab Khodamnya.

Mendengar itu Habib Ali Alaydrus mengambil air bekas cuci tangannya dan memberikannya kepada khodamnya.

”Ambil air ini.. Dan siramkan kepadanya.. ”
Dengan segera si khodam mengambil air kobokan itu dan menyiramkannya ke tubuh Habib Ali Assegaf dari lantai dua..
Mbyuurrr…

Setengah jam kemudian Habib Ali Alaydrus memanggil khodamnya lagi.

”Coba lihat.. Apakah orang itu masih ada di bawah..”

Khodamnya melihat ke bawah dan ternyata pemuda itu masih berdiri mematung di depan pintu. Malahan ia masih menunduk penuh tadhim.

”Masih Habib.. Dia masih ada di bawah..” jawab khodamnya
”Sekarang.. Bukakan pintu untuknya..” ujar Habib Ali Alaydrus. Berkat ketulusan dan keteguhannya itu, kelak Habib Ali Assegaf menjadi salah satu murid kesayangan Habib Ali Alyadrus.

Sebagian ulama terdahulu memang mempunyai cara tersendiri dalam menguji keteguhan dan ketulusan santri-santrinya. Tentunya cara-cara ‘aneh’ yang mereka tempuh dalam mendidik tak lepas dari maksud dan tujuan yang mulia, yang sering kali tak bisa kita ketahui dengan pemahaman dan cara berpikir kita.

Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan salah satu dari ulama yang mendidik murid-muridnya dengan cara-cara unik itu.

Dulu ia mempunyai santri asal Magelang, Manab namanya. Selama liburan – karena termasuk dari golongan yang tak mampu dan tak pernah mendapat kiriman dari orang tuanya – ia bekerja di sawah sekitar pesantren untuk mengumpulkan beberapa ikat padi yang akan ia gunakan sebagai ‘sangu’ selama mengaji kepada Mbah Kholil. Sesampainya di Demangan, kebetulan Mbah Kholil waktu itu sedang duduk di luar rumahnya, melihat santrinya datang membawa dua karung beras, beliau berkata:

”Kebetulan ayam-ayamku masih belum makan..

Manab lekas memahami keinginan kiainya, tanpa menunggu lama ia menaburkan beras dua karung itu di kandang ayam-ayam Mbah Kholil. Hasil jerih payahnya berbulan-bulan ludes pada waktu itu juga. Sebagai ganti beras itu, Mbah Kholil menyuruhnya untuk mengumpulkan daun mengkudu sebagai makanan sehari-harinya.

Santri bernama Manab itu kelak akan menjadi ulama besar di zamannya, mendirikan pesantren yang memiliki ribuan santri hingga saat ini, ia yang kelak lebih dikenal dengan KH. Abdul Karim, pendiri pesantren Lirboyo.

Lain lagi dengan yang dialami oleh santri bernama Muhammadun. Sehari sebelum santri asal Lasem itu datang ke Bangkalan, Mbah Kholil menyuruh murid-muridnya untuk membuat ‘kurungan’ ayam. Keesokan harinya Mbah Kholil menyambut kedatangan Muhammadun lalu memerintahkannya untuk menjebloskan diri ke dalam kurung ayam itu. Sam’an wa tho’atan ia laksanakan perintah sang guru tanpa protes sedikitpun. Kelak ialah yang akan menjadi salah satu Jago tanah Jawa, menjadi kiai Alim nan Karismatik yang dikenal dengan Mbah Maksum Lasem.

Santri asal Tambak Beras Jombang bernama Abdul Wahhab malah memiliki pengalaman yang seru dan menegangkan. Ketika baru sampai di gerbang pondok Mbah Kholil, ia disambut oleh Puluhan Santri yang membawa clurit dan pedang dan hendak menyerangnya. Tentu saja ia lari terbirit-birit. Ternyata Mbah Kholil sudah mewanti-wanti Para muridnya untuk bersiaga di hari itu, kata beliau akan ada ‘Macan’ yang hendak memasuki area pondok. Dan sialnya, Santri baru bernama Abdul Wahhab itu yang Mbah Kholil tuduh sebagai ‘Macan’ hingga ia menjadi target serbuan para santri.

Keesokan harinya ia kembali lagi, masih juga disambut dengan clurit dan pedang. Ia belum menyerah, ia mencoba lagi di malam ketiga, dan di malam itu ia berhasil memasuki area ponpes. Karena kelelahan ia tertidur di Musholla Pesantren, Mbah Kholil lalu datang dan membangunkannya. Di malam itu ia resmi diterima menjadi Santri Kiai Kholil. Di masa depan, dialah yang akan menjadi Macan NU. Pengasuh Pesantren Tambak Beras yang kita kenal sebagai Kiai Wahhab Hasbullah.

”Orang Yang mencari ilmu itu,” dawuh Imam Abdullah Al-Haddad, ”ibaratkan orang yang membawa wadah untuk meminta madu. Jika ia membawa wadah yang kotor, apakah sang pemilik madu akan menuangkan madunya untuknya..? Tentunya ia akan menyuruhnya untuk membersihkan wadahnya terlebih dahulu..”

Na’am, ilmu itu layaknya madu, sedangkan Hati kita adalah wadah untuk ‘menampaninya’. Semakin besar rasa tadhim dan keyakinan kita terhadap guru kita, semakin besar p**a wadah yang kita miliki. Dan tentunya ‘barokah’ yang kita dapatkan akan lebih banyak dan melimpah. Seringkali para Masyaikh Ba’alawy mengulang-ulangi ucapan itu:
”Al Madad ‘Ala Qadril Masyhad”
Pemberian dan pertolongan Allah – yang akan kita peroleh lewat guru kita – itu tergantung rasa tadhim, keyakinan dan cara pandang kita terhadapnya..
Semoga – sampai kapanpun- kita tetap bisa menjaga adab dan tadhim terhadap para guru, selalu mendapat keridhoan mereka bukan malah menjadi orang yang tak tahu adab dan balas budi, bagaikan kacang yang melupakan kulitnya..

* Ismael Amin Kholil, Tarim, 17 Syawal.

24/02/2024

Kitab untuk persiapan kilatan romadhon sudah ready yaa..
Bisa COD DIJAMIN AMAN

ADMIN KLIK wa.me/6283862100200

*Kitab kosongan dan makna*1. ASRORUS SHOUM imam ghozali ( 24 hlmn) 2. HIKAYAT ROMADHON ( 40 hlmn) 3. NURUL LUM'AH fi kho...
20/02/2024

*Kitab kosongan dan makna*

1. ASRORUS SHOUM imam ghozali ( 24 hlmn)
2. HIKAYAT ROMADHON ( 40 hlmn)
3. NURUL LUM'AH fi khosois jum'ah ( 53 hlmn)
4. BIRUL WALIDAIN Li saadatid daroin ( 36 hlmn)
5. SABILUT TAUBAH fi takmilah risalah taubah ( 36 hlmn)
6. FATHU BASHOIRIL IHWAN ( 42 hlmn)
7. MUHTASOR AT TIBYAN fi adabi hamalatil quran ( 60 hlmn)
8. AHLAL MUSAMAROH hikayah 10 wali ( 86 hlmn)
9. KASYFUT TABARIH fi bayani sholat tarawih ( 19 hlmn)
10. KAWAKIBUL LAMMAH ahli sunah wal jamaah ( 38 hlmn)

Bisa COD DIJAMIN AMAN

Admin KLIK wa.me/6283862100200

3 kitab terbaru ( kosongan & makna) 1. Manakib imam buhori2. Shoumus sadatis sholihin 3. Quu anfusakum wa ahlikum naaroC...
19/02/2024

3 kitab terbaru ( kosongan & makna)
1. Manakib imam buhori
2. Shoumus sadatis sholihin
3. Quu anfusakum wa ahlikum naaro

COD ADMIN KLIK wa.me/6283862100200

Address

Toko Kitab Pondok Pesantren HIDAYATUT THULLAB
Kediri
64161

Telephone

+6283862100200

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kitab Makna Petuk posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kitab Makna Petuk:

Share

Category