09/05/2020
Pandemi & Mereka Yang Berjasa Saat Ini
Sudah dengar kabar ini?
Menteri Dalam Negeri Turki memutuskan untuk mundur, karena merasa gagal menahan laju penyebaran Covid-19.
Menteri Keuangan Jerman akhirnya bunuh diri, karena merasa bersalah atas goyahnya perekonomian nasional akibat Covid-19.
Menteri Kesehatan Prancis dituntut 600 dokter, karena dianggap gagal menyiapkan APD dan masker terkait Covid-19.
Itu yang terjadi di luar sana.
Di Indonesia?
Adakah yang merasa bertanggung-jawab? Adakah yang merasa bersalah? Adakah permintaan maaf?
Nggak perlu kita bahas panjang-lebar. Masing-masing kita sudah tahu jawabannya. 😅
Miris, syedih. Tapi, miris tok ga cukup. Sedih tok juga ngga cukup. Berbuatlah, semampu mu. 🤗🤗
Awal-awal para elite malah menganggap enteng soal Covid-19 ini. Becanda. Main-main. Sekarang? Aturan dan anjuran dari pemerintah pun masih berubah-ubah.
Mudik yang awalnya dilarang, kemudian dibolehkan. Ojek bawa penumpang yang awalnya dilarang, kemudian dibolehkan. Dan masih banyak lagi. Berubah-ubah. Sakkarepmu. 😂😂
Bingung? Nggak tegas? Nggak jelas? Entahlah. Bayangkan saja apa yang dipikirkan oleh masyarakat luas. Ikut-ikutan bingung pastinya.
Di sini saya hanya ingin mengajak dan menyadarkan teman-teman semua untuk tidak terlalu mengandalkan pemerintah. Jaga diri kita dan keluarga kita.
Sekali lagi, jangan andalkan pemerintah. Tapi berbuatlah.
Sekiranya tulisan dan video saya ini manfa'at, silahkan bantu viralkan. Bow up di mana-mana. Ngga perlu izin saya.
Kata senior saya, bukan mustahil negeri ini tengah menuju Herd Immunity. Sekali lagi, jaga diri kita dan keluarga kita. Benar-benar jaga.
Kesehatan, jaga. Penafkahan, jaga. Insya Allah masih banyak sumber rezeki yang lain. Kalau satu tertutup, percayalah, sumber-sumber lain masih terbuka. Tetaplah optimis.
Seperti langit, gak mungkin seluruhnya mendung. Pasti ada titik-titik yang bersinar terang. Mustahil semuga bagian yang gerimis. 💪💪 🔥🔥
Bagi teman-teman nakes yang terjun langsung di garda terdepan, jangan berkecil hati. Apalagi sampai bersedih. Jangan. Allah menilai, masyarakat pun menilai.
Kelak, saat pandemi ini telah berlalu, masyarakat akan mengenang jasa para nakes