Toko Buku Sayaa

Toko Buku Sayaa Cepat - Tepat - Amanah

28/09/2021

Kegemaran membaca tak hanya membuat anak-anak paham banyak ilmu, tapi juga bisa menumbuhkan kesenangan dan kepuasan diri. Membaca untuk kesenangan terbukti berpengaruh kuat pada pengembangan kosakata, keterampilan mengeja hingga matematika.
Selama ini, kegiatan membaca untuk kesenangan banyak dilakukan di sekolah, melibatkan guru sebagai mentornya. Lalu, bagaimana saat pandemi Covid-19, dimana banyak sekolah mengalihkan proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan) atau online?
https://lpmpjatim.kemdikbud.go.id/jelita/membangun-budaya-membaca-di-era-pandemi-covid-19/?fbclid=IwAR0LsiPgUAfcsO4E3Suat1xYoYeYx5F4WKndt7XfOp_wT00j9NP-jJFifuw

18/09/2021

Kata literasi identik dengan membaca, menulis, dan erat kaitannya dengan dunia pendidikan. Menurut National Institute for Literacy, pengertian dari literasi merupakan kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperluhkan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat. Definisi tersebut memaknai literasi sebagai keterampilan seseorang dalam hal yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Penting bagi setiap orang menguasai suatu bidang atau aspek, untuk bisa mencapai hal tersebut membutuhkan kemampuan. Kemampuan yang dapat diperoleh dengan meningkatkan budaya literasi.

Terkait dengan budaya literasi, minat masyarakat Indonesia untuk membaca masih rendah. Faktor pendorong yang begitu besar yakni rasa malas. Hal ini p**a yang terjadi dikalangan pelajar, khususnya adalah siswa kelas 6 SD Negeri Kemiri Kabupaten Purworejo yang belum membudayakan literasi dalam kesehariannya. Apalagi dimasa pandemi Covid-19 ini banyak yang merasa jenuh dapat memulai untuk meningkatkan literasi, baik dengan membaca atau menulis. Padahal literasi di tengah pandemi diharapkan mampu membuat individu mengembangkan potensi dan skill yang dimiliki serta menambah wawasan, esensinya untuk kesempurnaan dalam menjalani dan mencapai tujuan hidup.

Sebagai upaya untuk menanamkan budaya literasi dikala pandemi pada siswa kelas 6 SD Negeri Kemiri Kabupaten Purworejo, para siswa dimotivasi dan difasilitasi oleh guru untuk menyusun sebuah buku kump**an cerita pendek. Kegiatan ini dilakukan disela-sela kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) yang diterapkan Pemerintah. Penyusunan buku kump**an cerpen ini selaras dengan materi pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia pada Kompetensi Dasar (KD) 3.10 yaitu mengaitkan peristiwa yang dialami tokoh dalam cerita fiksi dengan pengalaman pribadi.

Strategi pertama yang digunakan guru adalah dengan menjelaskan unsur-unsur intrinsik dalam cerita pendek. Kemudian siswa diberi contoh cerita pendek karya guru yang isinya memuat unsur-unsur intrinsik cerita termasuk cara penulisan kalimat langsung dan tidak langsung dalam cerita. Langkah berikutnya, setiap siswa diminta untuk membuat sebuah cerpen berdasarkan pengalaman pribadi. Guru menampung karya-karya siswa dalam bentuk file word untuk diedit seperlunya. Setelah naskah cerpen terkumpul, guru menghubungi penerbit buku untuk menerbitkan karya siswa tersebut. Sehingga pada akhirnya para siswa memiliki sebuah karya sendiri berupa buku dan sekaligus sebagai kenang-kenangan saat perpisahan.

https://jatengpos.co.id/literasi-di-kala-pandemi/arif/

14/09/2021

Kutipan dari buku The Revolution of Everyday Life dari Raoul Vaneigem
"Kesedihan yang kurasakan setelah perpisahan, kegagalan, dan duka cita tidak seperti anak panah dari luar yang melesat ke arahku, namun baik air yang mengalir di dalam diriku"
Kenapa mengalir? itulah proses dalam hidup. Teman-teman bisa nih memperdalam kutipan itu dengan berbagai perspektif.

12/09/2021

Selamat Datang di Toko Buku Saya. Kami berusaha untuk melakukan pelayanan terbaik.

Address

Jalan Kutoarjo Km. 17 Prembun
Kebumen
54394

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Buku Sayaa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share