Supernya Diskon

Supernya Diskon cepat tepat dan aman

27/12/2021

Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang selalu digaungkan sejak lama untuk menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi adalah mencuci tangan. Perilaku ini seharusnya menjadi kebiasaan yang sangat baik, karena selain untuk menjaga kesehatan dan kebersihan, agama juga mengajarkannya.

Tangan merupakan media yang sangat ampuh untuk berpindahnya penyakit, karena tangan digunakan untuk memegang benda-benda yang seringkali tidak kita ketahui dengan pasti kebersihannya. Salah satu contoh adalah ketika kita memegang handle pintu atau pegangan dalam kendaraan, kita tidak pernah tahu apakah ada agen penyakit (virus/bakteri) yang menempel disana, bisa jadi sebelumnya dipegang oleh orang yang batuk/bersin ditutup oleh tangannya. Kemudian tangan kita yang sudah memegang handle pintu tersebut menutup mulut kita yang menguap atau langsung memegang makanan. Jelas sudah terjadi proses perpindahan agen penyakit disana. Jika saat itu daya tahan tubuh kita lemah, dalam masa inkubasi kita pun akan mengalami gejala yang sama.

Mencuci tangan sangat diutamakan pada waktu-waktu penting, antara lain sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum menjamah makanan, sebelum menyusui/menyiapkan susu bayi, dan setelah beraktifitas.

23/12/2021

Terdapat dua jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Anak-anak dinilai lebih berisiko mengalami diabetes tipe 1, yang juga dikenal sebagai juvenile diabetes pada anak. Namun, menurut World Health Organization (WHO), mulai banyak anak-anak dan remaja yang mengidap diabetes tipe 2.
Diabetes tipe 1 adalah penyakit yang membuat tubuh anak tidak lagi memproduksi hormon insulin. Sementara itu, diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis yang berdampak pada cara tubuh untuk memproses gula (glukosa).
Meski jenisnya berbeda, terdapat ciri-ciri diabetes di usia muda yang umum terjadi pada kedua jenisnya. Berikut adalah beberapa ciri-ciri yang perlu dipahami orangtua.
Sering buang air kecil
Merasa sangat haus sehingga harus banyak minum
Merasa sangat lapar
Merasa sangat lelah
Memiliki penglihatan yang buram
Memiliki luka yang tidak sembuh dengan baik
Mati rasa dan kesemutan di bagian tangan serta kaki.
Selain itu, masih ada ciri-ciri diabetes pada anak lainnya, seperti perubahan suasana hati, penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, hingga mudah marah.
Meskipun berbagai gejala diabetes tipe 1 dan 2 di atas cukup mirip, kemunculannya pada anak dapat berbeda.
Gejala diabetes tipe 2 pada anak dapat muncul bertahun-tahun setelah anak mengidapnya. Dikutip dari Healthline, gejala diabetes tipe ini cenderung muncul secara perlahan seiring berjalannya waktu.
Beberapa penderita diabetes tipe 2 bahkan tidak mengalami kemunculan gejala apa pun sampai akhirnya mengalami komplikasi akibat penyakit tersebut.
Di sisi lain, gejala diabetes tipe 1 cenderung muncul lebih cepat, umumnya hanya membutuhkan waktu beberapa minggu saja setelah anak mengidapnya.
Jika berbagai ciri-ciri diabetes di usia muda di atas terjadi pada anak Anda, segera periksakan diri mereka ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jika perlu, lakukan cek gula darah pada anak untuk memastikan apakah gejala di atas disebabkan diabetes atau kondisi medis lainnya.

22/12/2021

Psikolog Vera Itabiliana Hadiwijojo berpendapat, pendidikan seks tidaklah melulu sesuatu yang sulit.Menurutnya, yang pertama harus dilakukan para orangtua adalah perubahan pola pikir. Dengan menganggap seks bukan sesuatu yang tabu, orangtua diharapkan bisa lebih nyaman menyampaikan segala sesuatu yang berkaitan dengan hal tersebut.

Selanjutnya orangtua bisa lebih kreatif menyampaikan hal yang berkaitan dengan seks, dengan kata yang sederhana dan mudah dipahami. Hal senada dikatakan pemerhati anak, Seto Mulyadi. Ia menjelaskan beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam memberikan pendidikan tentang seksualitas. Berikut 4 poin di antaranya :

Harus dilakukan orang terdekat
"Dalam hal ini, orangtua menjadi tombak utama. Anak laki-laki diajari ayah, sedangkan anak perempuan mendapat informasi dari ibu," kata Seto. Dalam prosesnya, orangtua harus komunikatif, rendah hati, dan mau mendengarkan. Orangtua dengan tiga kriteria tersebut akan membuat anak nyaman bertanya dan mendengarkan saran atau jawaban yang diberikan.
Disesuaikan dengan daya tangkap anak
"Setiap anak memiliki daya tangkap berbeda. Namun, bagaimanapun daya tangkap anak, pastikan dia memperoleh informasi yang maksimal," ujar Seto. Pendidikan seks untuk usia TK tentu berbeda dengan SD dan SMP. Untuk usia TK, kata Seto, pastikan anak mengetahui perbedaan jenis kelamin antara dia dan teman yang lain. Selanjutnya anak juga harus mengetahui perbedaan organ kelamin yang dimiliki, antara laki-laki dan perempuan.
Pemantauan terus-menerus
"Orangtua harus mengetahui kapan anaknya mengalami mimpi basah atau menstruasi pertama kali. Saat itu pastikan orangtua ada di sisi anak dan siap menghadapi berbagai pertanyaan yang diajukan," ujar Seto. Saat anak mengalami menstruasi atau mimpi basah, orangtua harus menjadi sahabat yang baik. Dengan menjadi sahabat, orangtua lebih mudah mengingatkan kembali fungsi alat kelamin dan tidak menggunakannya sembarangan.
Segamblang mungkin Seks sebaiknya dijelaskan segamblang mungkin kepada anak.
Dengan penjelasan yang benar dan menyeluruh, anak tidak akan berimajinasi atau memiliki sudut pandang sendiri. Penjelasan yang tidak utuh justru akan memancing rasa penasaran anak. Untuk memulai suatu penjelasan, Vera menyarankan orangtua memancing rasa ingin tahu anak. Selanjutnya penjelasan bisa dimulai dari titik yang dipahami anak.

Address

Jalan Wadaslintang Km07
Kebumen
54394

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Supernya Diskon posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share