18/01/2022
COVID-19 berpotensi mempengaruhi banyak orang di berbagai negara. Virus ini tidak lekat dengan etnis, kebangsaan atau agama tertentu. Untuk mengurangi menyebaran yang begitu cepat, Social distancing (menjaga jarak dari orang lain demi kebaikan bersama) yaitu anjuran berdiam di rumah dapat memutus penyebaran virus corona. Ketidaknyamanan psikis dapat menjadi dampak dari kebijakan pemerintah ini. Situasi baru dan ketidak pastian akan meningkatkan kewaspadaan seseorang sampai tahap yang wajar agar orang tersebut siap beradaptasi. Namun bila rasa cemas atau was-was berlebih muncul dapat menyebabkan penurunan fungsi dan masalah baru.
KECEMASAN pada masyarakat tehadap COVID tampak dari perilaku seperti: memborong masker, sanitizer, sembako, banyak orang menggunakan masker di tempat-tempat umum, dll. Rasa cemas adalah reaksi emosi yg wajar yang disebabkan oleh suatu keadaan yang tidak diharapkan yang diasumsikan dapat menimbulkan bahaya.
Rasa cemas akan memberikan respon pada tubuh untuk cepat melakukan perlindungan dalam menjamin keamanan. Reaksi emosi cemas nersifat positif apabila dirasakan dan direspon sewajarnya. Tetapi apabila direspon secara berlebihan atau reaktif maka dapat menyebabkan suatu βgangguan cemasβ (ANSIETAS), yang ditandai dengan gejala-gejala : khawatir, gelisah, panik, takut mati, takut kehilangan kontrol, jantung berdebar lebih kencang, nafas sesak, pendek, berat, perut mual, kembung, diare, kepala pusing, berat, terasa ringan, kulit terasa gatal, kesemutan, otot otot terasa tegang dan nyeri serta adanya gangguan tidur.D-19 berpotensi mempengaruhi banyak orang