Jendela Dunia

Jendela Dunia mau beli buku2 ideologis? jangan jauh2 pergi ke bogor/jakarta, hehe, disini ada juga lo :)
Segera Or segera order buku yang kamu s**a.. order ke 08992103421

03/09/2019

Bismillah... masih ada yang mencari halaman ini 😁?

Ready Stock 13/12/2015*Jangan Sadarin Cowok IDR25K*Jangan Sadarin Cewek IDR20K*Jangan Sadarin Jilbaber IDR25K*Jangan Sad...
13/12/2015

Ready Stock 13/12/2015
*Jangan Sadarin Cowok IDR25K
*Jangan Sadarin Cewek IDR20K
*Jangan Sadarin Jilbaber IDR25K
*Jangan Sadarin Mahasiswa IDR25K
*Perempuan Bidadari IDR32K
*Benturan Aktivis IDR18K
*Pacaran di Dunia Harus Dihapuskan IDR20K
*Long Life for Fighting IDR15K
*The Last Jomblo IDR18K
*Winneto La Mimfito IDR25K
*Badai Inspirasi IDR25K
*Melawan Dengan Cinta IDR35K
*Buanglah Demokrasi pada Tempatnya IDR35K
*Dosa Investasi IDR30K

~~~~~~~~~~°•°~~~~~~~~~
order via WA/SmS 0899-210-3421

Jarang sekali OL.. jadi berasa lama tdk aktif di dumayok,, ada kabar baik lg dr kami Jendela Dunia, untuk pembelian buku...
07/12/2015

Jarang sekali OL.. jadi berasa lama tdk aktif di dumay

ok,, ada kabar baik lg dr kami Jendela Dunia, untuk pembelian buku di Jendela Dunia mulai hari ini hingga akhir Desember 2015 nanti akan ada Diskon lg lohh 😍😍
*Diskon 20% untuk buku2 anomali
*Diskon 10% untuk buku2 Irtikaz

diskon berlaku untuk brpapun jumlah orderan, jd tdk ada batas min order 🙌🙌🙌
diskon untuk buku2 yang ready ya 😉 👇👇

Fast response
WA 0899-210-3421 (text only)

24/11/2015

alhamdulillah.. sekian lama tidak membuka akun ternyata sdh 222 liked, semga bisa terinspirasi dr Karya yg kami sampaikn di tengah masyarkat

silahkan yg mw order dan tanya2 bisa lewat WA 08992103421

18/12/2014

Promo akhir tahun..
Dapatkan diskon 10-20% setiap pembelian buku Dunia

So, buruan pesan
Bagi yg diluar kota jember, ongkir ditanggung sndr ya ;-)

segera lengkapin koleksi buku mu, dengankarya2 dr Ustadz Abay Abu Hamzah------------------------------------------------...
19/09/2014

segera lengkapin koleksi buku mu, dengankarya2 dr Ustadz Abay Abu Hamzah

--------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------

pemesanan bisa hubungi nomor 0899 210 3421
format pemesanan
Nama - Buku yg dipesan - Jumlah pesanan - COD/kirim brg

--------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------

WINETO LA MIMFITO(KEMENANGAN MIMPI)”Kami meraih kemenangan bukan setelah pertempuran. Kami meraih kemenangan jauh sebelu...
13/09/2014

WINETO LA MIMFITO
(KEMENANGAN MIMPI)

”Kami meraih kemenangan bukan setelah pertempuran. Kami meraih kemenangan jauh sebelum itu… kami telah meraih kemenangan semenjak kami bermimpi…”
”Kekuatan itu…. kami menamakannya…. Kemenangan Mimpi…”
Tutur lelaki berjanggut lebat itu kepada Akin seraya menatap lautan di hadapannya.

***

”Kemenangan Mimpi”. Sebuah judul yang akhirnya ditemukan oleh Akin setelah perjalananan panjangnya. Yap, setelah perdebatan alot di ruang redaksi diputuskan Trias Motivatica seri 1 yang bergelar AlQandas AlKamiil harus memiliki adik. Harus ada Trias Motivatica seri ke 2. Dan Akin menjanjikan menyelesaikannya dalam waktu 7 hari.

Dan petualangan pun dimulai. Seperti biasa, layaknya buku sebelumnya Akin tetap tak berani sendiri. Dia menggandeng banyak pemain untuk meramaikan ceritanya. Mulai dari Ucup sahabat karibnya, ustadz kesayangannya, hingga Spongebob, Naruto, Bill Gates, hingga sosok misterius lelaki berjanggut lebat bersorban berhidung mancung.

Yakinlah, buku kedua ini tak kalah hancur dibanding buku pertamanya!

--------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------

pemesanan bisa hubungi nomor 0899 210 3421
format pemesanan
Nama - Buku yg dipesan - Jumlah pesanan - COD/kirim brg

--------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------

REVOLUSI DARI RUMAH KAMIresensi oleh MEYRA KAHAAkhirnya buku yang selama 2 bulan saya pinjam ini bisa saya baca juga. Be...
13/09/2014

REVOLUSI DARI RUMAH KAMI

resensi oleh MEYRA KAHA

Akhirnya buku yang selama 2 bulan saya pinjam ini bisa saya baca juga. Berjudul sangar “Revolusi dari Rumah Kami”, namun ternyata di dalamnya begitu lembut. Kesan sangar seketika bubar setelah membaca kutipan tulisan yang ada di halaman depan. Seperti ini kalimatnya (sekaligus membuat penasaran orang-orang yang akan membacanya):

“Seperti aku, tentu kau juga sudah jengah membincang pernikahan dalam suasana merah jambu. Mari bersamaku, membincangnya dengan warna merah menyala. Ya, pernikahan adalah tungku yang memanaskan hawa perjuangan. Hingga kelak, kita akan berkata dengan bangga

Rabbi, Revolusi ini berawal dari rumah kami!”

Buku apa ini sebenarnya? Bukankah revolusi selalu identik dengan hal-hal yang sangar? Entah bau-bau pergerakan atau semacam bagaimana membakar semangat manusia yang rindu perubahan, bukan? Namun apa yang saya dapatkan justru perkara yang lain, perkara yang saya sendiri terkadang menganggap tabu untuk dipikirkan dan bicarakan. Yeah, seperti kutipan tulisan di atas, membicarakan seluk beluk pernikahan dan kehidupan pernikahan. Keren, bukan? Saya menganggap diri saya terjebak dalam buku yang selama ini sering saya pending untuk membaca dan mempelajarinya. Kira-kira ekspresi saya setelah membaca awal-awal buku tersebut seperti ini, “Astaghfirullah, nasib gueeehhh!!!”

Apa boleh buat, terlanjur membaca, akhirnya saya teruskan juga. Kebetulan bacaan yang lumayan enak dicerna tersebut sangat cocok bagi saya yang agak-agak stress dengan tugas dan perkuliahan. Bukan, bukan itu tepatnya. Tapi yang benar sangat cocok bagi saya (dan kamu) yang sok keren dengan menunda-nunda membincangkannya, atau mungkin merasa keren dengan tulisan yang berat-berat berbau politik dan ekonomi.

Oke2, saya juga s**a membicarakan kedua topic itu, namun sekarang saya agak terkesima dengan bahasan yang lain. Hehe…let me do it! Ok?!

Kembali pada buku tersebut yang berhasil membuat saya tertohok, tertegun, benar-benar serasa disindir habis-habisan dan apalah. Yang jelas, saya mati gaya! Semoga kamu pun jika membacanya juga akan bernasib sama dengan saya. Ustadz Abay (penulisnya) menyindir manusia-manusia yang ragu dalam membicarakan dan belajar tentang pernikahan dengan kalimat yang kira-kira seperti ini:

“Beberapa orang masih menganggap bahwa belajar dan membicarakan pernikahan adalah hal yang tabu dan kurang produktif. Mungin juga bisa melemahkan dakwah. Lantas kapan kamu mau belajar tentang pernikahan?

Pernikahan bukanlah sesuatu yang akan dibangun sehari dua hari saja, tapi kalau bisa selamanya hingga tua, lebih bagus jika sampai menutup mata. Lalu kenapa kamu hanya mencukupkan diri dengan mempelajari pernikahan saat mendekati waktunya tiba? Siapa yang membuat aturan bahwa belajar tentang pernikahan itu kurang produktif dan bisa melemahkan dakwah? Siapa yang membuat undang-undang kalau mau menikah itu dakwahnya harus bener dulu? Lantas, kapan kamu dikatakan siap menikah?

Bukankah siap dan tidak siap itu merupakan hasil dari penyiapan diri kita? Kesiapan adalah kedewasaan, kesiapan adalah pilihan. Kesiapan bukan seiring bertambahnya usia. Namun bagaimana kita menyiapkan diri kita untuk itu. Lalu, apakah kamu akan mempelajari dan menyiapkannya dalam sehari dua hari, seminggu dua minggu sebelumnya saja, padahal apa yang kamu inginkan selama-lamanya? “

Sudah sudah…saya minta ampun untuk yang satu ini. Saya bertaubat!!!

Oke, buat saya dan teman-teman saya yang lain-yang agaknya mirip-mirip dengan saya-, jangan enggan untuk mempelajari pernikahan. Gak usah malu ketika orang memergoki kita sedang membicarakan tentang pernikahan, membaca buku-buku seputar pernikahan, bertanya-tanya tentang pernikahan. Karena memang ini bukan perkara yang sederhana. Bukan dalam rangka kecentilan dan kegatelan, tapi memang dalam rangka mempersiapkan perubahan dunia secara sederhana, secara apik, dan menggugah. Bukan sekedar buat keren-kerenan, tapi lebih jauh agar kita bangga saat kita bersama-sama meneriakkan pada dunia bahwa “Revolusi yang terjadi nanti salah satunya berawal dari rumah kami”.

Cobalah nanti baca bukunya, kamu akan merasakan bedanya ketika membahas pernikahan saat terserang virus merah jambu dan dilanda malarindu, dengan membahas pernikahan saat kita berupaya untuk menyiapkan diri dan keluarga kita nanti demi terwujudnya revolusi.

-21 Juni 2011, saat saya menggoda kalian semua untuk membiacarakan pernikahan. haha… tenang saja, saya lebih tertarik dengan pelajaran tentang mendidik anaknya. Bagi saya itu jauh lebih menarik dari pada bahasan yang lain-

Special thanks to Ustadz Abay, saya pakai judul bukunya untuk judul tulisan saya ya..

--------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------

pemesanan bisa hubungi nomor 0899 210 3421
format pemesanan
Nama - Buku yg dipesan - Jumlah pesanan - COD/kirim brg

--------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------

27/06/2014

MEMBELI PERMATA DENGAN DEBU

Ada jual beli tak setara, antara hamba dan Tuhannya. Hamba serahkan jiwa, Allah membayar dengan surga. Mau?

Jual beli makin tak setara, karena jiwa hamba milik Allah juga, bukan milik hamba. Allah 'membeli' milikNya, dan membayar dg surga. Mau?

Andai boleh dikecilkan permisalannya, itu sepeti hamba menjual debu, Allah membayarnya dengan permata. Mau?

Anehnya manusia, lebih senang mendapatkan 'debu' hari ini, daripada 'permata' esok hari. Duh, ini introspeksi buat diri sendiri.

Maka mereka menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengejar 'debu' di hari ini, dan melupakan jatah mereka atas 'permata' di esok hari.

Sebab 'permata' itu tak nyata bagi sebagian manusia. Karena akal mereka tak mampu menjangkaunya.

"Asaathiirul awwaliin..." dongengan org jaman dulu, begitu anggapan mereka tntg surga dan neraka. Bagi mereka, hidup itu hanya di sini.

Bahkan bagi kita yang mengimani surga, kerapkali tak bergairah mengejarnya. Seolah 'debu' lebih menggiurkan daripada 'permata'.

Memanglah, andai Allah tampakkan surga dan neraka, tak akan ada yg bisa tidur karena terus menerus memikirkannya.

Tapi tak perlu lagi iman jika surga dan neraka ternampak di depan mata. Iman kita begitu berharga saat banyak yang tak percaya.

Iman kita begitu berharga, saat banyak orang menganggap surga dan neraka hanyalah dongengan semata.

Iman kita begitu berharga, saat banyak orang menganggap balasan terbaik adalah di dunia.

Begitu berharganya mengorban jiwa raga, demi satu tujuan mulia, yang banyak orang menertawakannya.

Begitu berharganya, saat kita menghabiskan malam dengan ibadah, dan siang dilalui dengan gigih berdakwah, berjuang tegakkan Khilafah.

Begitu berharganya, saat kita menguras pikiran, harta, tenaga, dan segala yg kita punya, untuk tujuan mulia yg banyak org menghindarinya

Ah, para peyakin sejati, tak akan meninggalkan perjuangan mulia ini, walaupun jalannya ditaburi caci maki dan onak duri.

Sebab pandangannya tak tersekat oleh hari, tak terhijab oleh negeri. Ia memandang ke arah yg tak mmpu dilihat oleh banyak penghuni bumi.

Baginya, tak apa serahkan 'debu' hari ini, demi 'permata' esok hari. Keyakinannya bulat dan murni, tak bergolek ke kanan atau ke kiri.

Memang tak mudah menjadi peyakin sejati, yang hatinya hanya tertuju pada Ilahi, yang penilaian manusia baginya tak berarti.

Semoga kita mampu menapaki jejak mereka. Mengejar surga, dengan keyakinan bulat yang membaja. Semoga. Semoga.

Abay Abu Hamzah I anomali

Address

Jember
Jember
68121

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jendela Dunia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category