24/12/2019
Repost from
Setiap tahun selalu terulang,
Ketika prinsip aqidah tak tertancap telak di dalam benak. Ya.. cukuplah dalam hal dunia, atau tidak menganggu peribatan mereka dalam bertoleransi bukan sampai dukungan sehingga pengucapanyapun begitu ringan , mudah di ungkapan, namun perlu kita ingat sobat semua itu akan menjadi pertanggung jawaban berat kelak di akhirat. . “Bagi kalian agama kalian, jangan kalian tinggalkan selamanya karena itulah akhir hidup yang kalian pilih dan kalian sulit melepaskannya, begitu p**a kalian akan mati dalam di atas agama tersebut. Sedangkan untukku yang kuanut. Aku pun tidak meninggalkan agamaku selamanya. Karena sejak dahulu sudah diketahui bahwa aku tidak akan berpindah ke agama selain itu.” (Tafsir Ath Thobari, 24: 704)
Dalam Tafsir Al Bahr Al Muhith, Ibnu Hayyan menafsirkan, “Bagi kalian kesyirikan yang kalian anut, bagiku berpegang dengan ketauhidanku. Inilah yang dinamakan tidak loyal (berlepas diri dari orang kafir).” .
Lakum diinukum wa liya diin juga bisa terdapat dua makna. Pertama, bagi kalian akidah kekufuran yang kalian anut, bagi kami akidah Islam. Kedua, karena diin bisa bermakna al jazaa’, yaitu hari pembalasan, maka artinya: bagi kalian balasan dan bagiku balasan. Demikian dijelaskan oleh Al Mawardi dan Muhammad Sayid Thonthowi dalam kitab tafsir keduanya
Simak selengkapnya di : https://rumaysho.com/2146-lakum-diinukum-wa-liya-diin.html
Wallahu a'lam bishawab
Wardrobe : .
- jubba exclusive tailor purple
- new cap maroon grey
Follow Akun Kami
Follow Akun Kami
Follow Akun Kami
Stay kece with samase !
Barakallahu fiik... _