Pustaka Nabawiyyah

Pustaka Nabawiyyah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pustaka Nabawiyyah, Independent Bookstore, Jalan Prof. Lafran Pane No. 100, RTM, Cimanggis, Depok, Jawa.

Assalamualaikum. Promo Jumada Al-Ula 1443 HDapatkan Buku Seri Parenting Nabawiyyah📒 Inspirasi dari Rumah Cahaya (Kode: I...
24/12/2021

Assalamualaikum. Promo Jumada Al-Ula 1443 H

Dapatkan Buku Seri Parenting Nabawiyyah

📒 Inspirasi dari Rumah Cahaya (Kode: IRC), karya Ustadz Budi Ashari, Lc. Harga Rp65.000 menjadi Rp58.500

📕 Kemanakah Kulabuhkan Hati Ini?" (Kode: KKHI), karya Ustadz Budi Ashari, Lc, Ustadz Herfi G. Faizi, Lc, Ustadz Elvin Sasmita.
Harga Rp.60.000 menjadi Rp54.000

📓 Remaja, Antara Hijaz & Amerika (Kode: PMB), Ustadz Budi Ashari, Lc.
Harga Rp79.000 menjadi Rp71.100

📒📕📓 Bundling 3 judul
(Kode: Bundling IRC, KKHI, PMB).
Harga Rp204.000 menjadi Rp163.200

* Promo Berakhir 30 Jumada Al Ula 1443 H/3 Januari 2022.

** Pemesanan via WhatsApp ke Bazaf (Bazar Al Fatih)
http://wa.me/6285210063978

Buku Lama Rasa Baru"Ketika Hidup Selalu Terasa Sial" karya Ustadz Budi Ashari, Lc 15 tahun lalu. Insya Allah pemesanan d...
07/04/2021

Buku Lama Rasa Baru
"Ketika Hidup Selalu Terasa Sial" karya Ustadz Budi Ashari, Lc 15 tahun lalu. Insya Allah pemesanan di muka mulai Ramadhan 1442 H. Tunggu info selanjutnya di sini. Mohon doakan yang terbaik untuk proses penyelesaiannya. Biidznillah...

BELAJAR DARI KELUARGA IBRAHIMUstadz Budi Ashari, Lc Inspirasi dari Rumah Cahaya"Tak Ada Yang Mustahil Dengan Doa Ayah Da...
23/03/2021

BELAJAR DARI KELUARGA IBRAHIM
Ustadz Budi Ashari, Lc
Inspirasi dari Rumah Cahaya

"Tak Ada Yang Mustahil Dengan Doa Ayah Dan Tawakal Bunda"

Rahasia Parenting di Balik Shalawat

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِی العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد

“Ya, Allah. Berilah kasih sayang kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberi kasih sayangMu kepada junjungan kita Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan keluarganya. Dan berkahilah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkahi junjungan kita Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan
keluarganya di antara makhluk-makhlukMu, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”
{Diriwayatkan oleh Imam (no.405), Imam Turmizi (no.3220), Imam Nasa'i (no.1208), Ibnu Hibban (no.1965)}ٌ

Sering membaca shalawat ini? Ya, setiap muslim yang selalu
mengerjakan shalat mestilah membaca shalawat ini. Apa yang kita rasakan ketika membaca shalawat ini? Apakah kita memiliki kesan tersendiri ketika shalawat ini dibaca? Atau ia lewat mengalir begitu saja melampaui bibir, tanpa kesan apapun di hati kita?

Shalat adalah ibadah terpenting dalam kehidupan seorang muslim. Dan justru di dalam shalat itu kita disuruh untuk
bersholawat kepada dua orang nabi yang mulia yakni Rasulullah ﷺ dan Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullahﷺ itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab:21)

Dalam surat Al Ahzab ayat 21 ini, kalimat Uswatun Hasanah itu dilekatkan dalam diri Rasulullah ﷺ. Sedangkan Uswah Hasanah ada di dalam surat Al Mumtahanah ayat 4 yang dilekatkan Allahﷻ kepada nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لأبِيهِ لأسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: 'Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari dari pada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat
selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali
perkataan Ibrahim kepada bapaknya: 'Sesungguhnya aku akan
memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuat pun dari kamu (siksaan) Allah'. (Ibrahim berkata): 'Ya Tuhan kami hanya kepada
Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami
bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.'” (QS. Al-Mumtahanah:4)

Dari sekian banyak di muka bumi ini, dari sekian banyak manusia mulia, Allah ﷻ memilih dua nama ini di atas semuanya. Tak hanya mencantumkan dua nama mulia Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan Nabi Muhammad ﷺ. Tapi juga untuk keluarga keduanya!

Antara Larangan Mubadzir dan Keseimbangan Ekosistem (2)Poppy YudityaPelajaran yang menarik dari hasil analisa artikel me...
11/03/2021

Antara Larangan Mubadzir dan Keseimbangan Ekosistem (2)
Poppy Yuditya

Pelajaran yang menarik dari hasil analisa artikel mengenai tikus di pekan sebelumnya adalah:⁣⁣
⁣⁣
1. Jangan sepelekan perintah dan larangan Allah "sekecil" apapun itu. Bisa jadi akal dan pemikiran kita saja yang belum dapat mencerna dan juga menemukan bukti science atas perintah dan larangan Allah. ⁣⁣
⁣⁣
Al-Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata: ⁣⁣
"Agama ini datang dari Allah tabaraka wa ta'ala, bukan dari akal dan pendapat manusia. Ilmunya dari sisi Allah melalui Rasul-Nya, maka janganlah engkau mengikuti agama dengan hawa nafsumu yang menyebabkanmu terpisah dari agama hingga engkau keluar darinya. Tidak ada dalil bagimu untuk menolak syariat dengan akal atau hawa nafsu karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan agama ini (As Sunnah) kepada para shahabat. Para shahabat adalah Al-Jama'ah dan Sawadul A'zham. As-Sawadul A'zham kebenaran dan orang yang berpegang dengannya." (Syarhus Sunnah)⁣⁣
⁣⁣
2. PR kita sebagai umat Islam memang masih banyak sekali, membuktikan ibrah dari perintah dan larangan Allah untuk kebaikan kehidupan sehari-hari secara khusus dan keseimbangan ekosistem secara umum. Jadikanlah perintah dan larangan dalam Al Quran menjadi bahan pemikiran, bahan penelitian untuk memperkaya ilmu yang kita miliki sehingga membuat kita makin mendekat kepada Allah. ⁣⁣
⁣⁣
Allah Subhana wa ta'ala berfirman:⁣⁣
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?" (QS. Fushshilat: 53)⁣⁣
⁣⁣
3. Janganlah kita termasuk orang-orang yang merasa "sudah sangat" cerdas secara pemikiran hingga memiliki pemikiran seperti ini: "Bila tidak ada data empiris atau science yang membuktikan ayat-ayat Allah, maka tidak perlu dilakukan". Ini jelas pemikiran yang terbalik. Hati-hati dengan pemikiran ini, nanti kita sendiri yang rugi. ⁣⁣
⁣⁣
"Sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu- Nya." (QS. Thaaha: 110)⁣
⁣⁣
4. Biasakan akhlak Al Quran dalam kehidupan sehari-hari, sekecil apapun itu. Tidak membuang-buang dan menyisakan makanan, menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum, makan dan minum tidak dalam keadaan berdiri, tidur miring ke kanan, dan masih banyak lainnya. Banyak dari rutinitas kecil kita itu yang memang sudah terbukti secara ilmiah menyehatkan dan bisa jadi membawa keuntungan yang massive (jauh lebih besar) dari sekadar untuk diri kita sendiri, hanya mungkin belum kita temukan saja. ⁣⁣
⁣⁣
Terakhir, tulisan ini ditutup dengan nasihat dari Abdul Muzhaffar As-Sam'ani ketika menerangkan akidah Ahlus Sunnah, berkata, ⁣⁣
⁣⁣
"Adapun para pengikut kebenaran, mereka menjadikan Kitab dan Sunnah sebagai panutan dan mencari agama dari keduanya. Apa yang terbetik dalam akal dan benak, mereka hadapkan kepada Al-Kitab dan As-Sunnah. Kalau mereka dapati sesuai dengan keduanya maka terima dan bersyukur kepada Allah dimana Allah perlihatkan hal itu dan memberi mereka taufik-Nya. Tapi kalau mereka dapati tidak sesuai dengan keduanya maka mereka meninggalkannya dan mengambil Al-Kitab dan As-Sunnah lalu menuduh akal mereka. Sesungguhnya keduanya (Al-Kitab dan As-Sunnah) tidak akan menunjukkan kecuali kepada yang benar sedang pendapat manusia kadang benar dan kadang salah." ⁣⁣
Allahu a'lam bish-shawab.⁣⁣
⁣⁣
Catatan Hati Ibu

Anak Juga Butuh Keshalihan Seorang Ibu(Inspirasi daru Rumah Cahaya, Ustadz Budi Ashari, Lc) Keshalihan seorang Ayah yang...
03/03/2021

Anak Juga Butuh Keshalihan Seorang Ibu
(Inspirasi daru Rumah Cahaya, Ustadz Budi Ashari, Lc)

Keshalihan seorang Ayah yang telah kita bicarakan haruslah dilengkapi p**a dengan keshalihan seorang Ibu. Sebagaimana yang disampaikan oleh Allah subhanallahu wata'ala dalam Al-Quran:

وَمَن يَقْنُتْ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتَعْمَلْ صَٰلِحًا نُّؤْتِهَآ أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا

"Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscata Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia." (QS. Al ahzab:31)

Sejarah pun mencatat banyak sekali kisah keshalihan seorang bunda yang melahirkan orang-orang besar. Imam Bukhari, amirul mukminin dalam bidang ilmu Hadist mempunyai seorang bunda yang takbpernah putus qiyamullailnya dan dihiasi dengan tangis harap dalam doanya. Keshalihan itulah yang membuat Bukhari kembali bisa melihat setelah mengalami kebutaan di usia kecilnya. Dan kelak lahirlah Bukhari yang kitab shahihnya merupakan buku paling benar setelah AlQuran. (Lihat Siyar A'lam an Nubala' 10/79, MS)

*Membangun Keshalihan Hingga di Meja Makan*

Sebuah harapan dalam do'a kita untuk hadirnya anak yang sholih ternyata justru harus berawal dari keshalihah kita sebagai orang tua. Rasulullahﷺ bahkan memanfaatkan tiap moment untuk bisa membangun keshalihan dalam diri seorang anak.

Imam Bukhari (no.4957) dan Muslim (no.3767) meriwayatkan dari 'Umar bin Abi Salamah -semoga Allahﷻ meridhainya- mengatakan: Dulu aku adalah anak kecil yang berada dalam asuhan Rasulullahﷺ. Ketika tanganku mengambil makanan dari berbagai tempat, beliau bersabda, "Nak, sebutlah nama Allahﷻ, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang dekat denganmu."

Ini adalah sebuah gambaran yang dilakukan oleh Rasulullahﷺ dalam memanfaatkan setiap kesempatan untuk membangun keshalihan seorang anak. Di meja makan, di kendaraan, pada saat mereka bermain, pada saat mereka diajak shalat bersama dan pada setiap kesempatan lainnya.

Panduan bagi keluarga Muslim:

1. Ayah dan Ibu harus mempunyai amal shalih pilihan yang rutin. Karena mungkin tidak bisa semua keshalihan dilakukan. Tentukan: baca Al-Quran atau Qiyamullail atau ilmu Islam atau shadaqah atau yang lainnya. Yang jelas harus ada amal unggulan orangtua

2. Ayah dan Ibu boleh memilih amal unggulan yang berbeda. Bahkan hal ini bisa menjadi warna yang berharga saat anak-anak melihat warna berbeda. Ayahnya hebat dalam amal tertentu dan ibunya hebat di amal yang lain

3. Berdoalah dengan menyebut amal tersebut sebagai tawassul agar Allahﷻ menjaga generasi kita

4. Kalau syahwat mendesak-desak untuk mengambil harta yang tidak halal, maka ingatlah anak-anak. Harta tidak halal hanya melahirkan anak-anak rusak. Untuk melahirkan generasi shalih dan hebat harus dengan harta yang halal!

Antara Larangan Mubadzir dan Keseimbangan EkosistemPoppy YudityaKetika sedang luang membaca majalah lawas terbitan Londo...
16/02/2021

Antara Larangan Mubadzir dan Keseimbangan Ekosistem
Poppy Yuditya

Ketika sedang luang membaca majalah lawas terbitan London beberapa tahun lalu, saya tertarik membaca artikel yang judulnya: "Apakah mamalia yang paling tak terancam kepunahan di dunia?

Ternyata menurut artikel tersebut, jawabannya adalah: TIKUS.

Menurut menurut penelitian WHO, tikus-tikus ini ternyata bisa berkembang begitu banyak karena jumlah makanan mereka yang meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas dari sisa makanan yang kita tinggalkan di jalan-jalan.

Sepasang tikus mampu menghasilkan sebuah koloni sejumlah 2000 ekor dalam setahun. Dan ini adalah bayangan yang menakutkan bagi koloni manusia.

Hal yang paling menarik untuk di garis bawahi dari artikel tersebut adalah bahwa ternyata menurut WHO peningkatan gizi tikus itu dapat terjadi akibat sisa makanan kita yang tidak dihabiskan.

Nah, itulah kunci utamanya. Ternyata secara sengaja maupun tidak, kita lah yang berperan besar dalam meningkatkan gizi bagi para tikus-tikus tersebut.

Padahal, larangan Allah agar kita tidak mubazir sangat lah jelas, tercantum dalam Al Quran : "Sesungguhnya orang yang mubazir itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhan." (QS Al-Isra: 27).

Lagi dan lagi, sebuah bukti secara science dari perintah Allah yang sepertinya "sepele" dan sering "disepelekan" oleh umat Islam sendiri, untuk selalu menghabiskan makanan dan tidak mubazir ternyata erat hubungannya dengan keseimbangan ekosistem. Sebenarnya koloni tikus tak perlu berkembang mengerikan seperti ini bila umat Islam kembali ke ajaran Islam.

Catatan Hati Ibu


Menyiapkan Landasan untuk Turbulensi Keluarga (3)Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Aisyah radhiallahu anha :Bahwasanya ...
21/01/2021

Menyiapkan Landasan untuk Turbulensi Keluarga (3)

Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Aisyah radhiallahu anha :
Bahwasanya telah terjadi cekcok mulut antara Aisyah dan Rasulullah ﷺ.
Rasulullah ﷺ : "Siapa yang kamu setujui untuk menyelesaikan antara aku dan kamu? Apakah kamu setuju Umar bin Khattab?"

Aisyah: "Tidak, Umar keras."

Rasulullah ﷺ : "Apakah kamu setuju ayahmu untuk menyelesaikan antara kita?"

Aisyah: "Ya."

Rasul pun meminta Abu Bakar datang. Dan Rasul menjelaskan: Bahwa dia ini begini dan begitu.

Aisyah: "Takutlah pada Allah, dan ceritakan dengan jujur!"

Abu Bakar mengangkat tangannya menampar hidung Aisyah dan berkata: "Kamu, hai anaknya Ummu Ruman, kamu bisa berkata jujur demikian ayahmu, sementara Rasulullah ﷺ tidak bisa?!"

Rasulullah ﷺ berkata kepada Abu Bakar: "Kami tidak memanggilmu untuk melakukan ini."

Abu Bakar berdiri mengambil pelepah kurma dalam rumah dan hendak memukul saya dengannya. Aku pun lari dan menempel di punggung Rasulullah ﷺ.

Rasulullah ﷺ: "Aku bersumpah agar kamu keluar, karena kami tidak memanggilmu untuk melakukan ini."

Ketika Abu Bakar keluar, Aisyah menjauh dari Rasulullah.

Rasulullah ﷺ: "ۜMendekatlah"

Aisyah menolak.

Rasulullah ﷺ tersenyum dan berkata: "Kamu tadi begitu menempel di punggungku."

Dalam riwayat lain, peristiwa yang hampir sama terjadi antara Rasulullah ﷺ dan istrinya yang lain. Hafshah. Nabi pun mampu menyelesaikan dengan sangat elegan dan baik. Beliau menerapkan petunjuk dan perintah Allah SWT dalam surat An Nisa ayat 34, 35 dan 59.

Kita tidak pernah berharap badai datang menerpa bahtera yang kita tumpangi. Tetapi ketika itu terjadi setidaknya kita tahu ada Allah dan Rasul-Nya tempat kembali.

Tips bagi keluarga Muslim:

1. Segeralah memulai berdialog antara suami dan istri tentang perjalanan bahtera rumah tangga ke depan. Dialog tentang segala hal, bukan saja indahnya langit biru tetapi hingga badai yang bisa saja datang kapan saja.

2. Jika suami istri terbiasa mngembalikan masalah kepada keputusan Islam, maka saat badai rumah tangga datang bisa diminimalisir dampaknya. Jadi biasakan jika ada keputusan yang harus dibuat, mulailah dengan kalimat: Ini dalam Islam solusinya apa ya...?

3. Bagi yang telah mempunyai menantu, maka pelajarilah bagaimana Islam mengajarkan sikap orangtua terhadap anaknya yang telah menikah. Ikut campur itu terkadang diperlukan tetapi untuk kebaikan, bukan justru menyiram bensin pada api.

4. Suami dan istri jangan membiasakan mengadukan segala hal kepada orangtuanya masing-masing. Sadarilah bahwa Anda telah mempunyai tanggung jawab besar sendiri.

- Ustadz Budi Ashari, Lc -
Inspirasi dari Rumah Cahaya


Jutaan kenang, Abadi dalam keningJutaan kisah, Melimpah jutaan hikmahJutaan jejak, Biarlah terekam dalam sajakBersama ju...
30/12/2020

Jutaan kenang,
Abadi dalam kening

Jutaan kisah,
Melimpah jutaan hikmah

Jutaan jejak,
Biarlah terekam dalam sajak

Bersama jutaan cerita,
Mari mengheningkan cipta

Maka, izinkanlah diriku berdeklamasi,
"Hambalang, terima kasih telah menerima kami"

(KITA Merajut Kenangan, Mengukir Peradaban) Tulisan perdana para santri Madrasah Al Fatih. Mohon doa terbaik untuk kelancaran proses penerbitannya.


Ayah, Ajaklah Anakmu Bermain!Poppy YudityaBanyak dari para suami yang mengira bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab ...
28/12/2020

Ayah, Ajaklah Anakmu Bermain!
Poppy Yuditya

Banyak dari para suami yang mengira bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab istri. Suami tidak dituntut kecuali untuk memenuhi kebutuhan materi anak-anak dan istrinya. Akibatnya, suami sering menghabiskan waktunya di luar rumah bersama rekan-rekannya dan ketika kembali ke rumah langsung beristirahat di kamar sambil meminta istrinya menemani anak-anak mereka agar tidak menganggu istirahatnya. Jika demikian keadaannya, keluarga tersebut jelas dalam keadaan bahaya (Asy-Syantut, 2005).

Ayah, tidak malukah pada Rasulullah, sang pemimpin ummat? Yang dalam kesibukannya yang tak terbayangkan, Beliau tetap menyediakan waktu bercengkrama dengan anggota keluarganya.

Tidakkah kita ingin mencontoh kemesraan antara Rasulullah dengan Hasan dan Husein radhiallahu anhum ketika mereka duduk dan bercanda bersama? Bagaimana Beliau menyediakan punggung dan dadanya untuk dinaiki oleh kedua cucu kesayangannya, sambil mencium dan mendoakan mereka. Lihatlah nilai yang ditanamkan dari kedekatan emosional yang dibangun oleh Rasulullah dengan Hasan dan Husein.

Juga tidak lupa kita akan kisah dilarangnya Hasan memakan kurma sedekah. Penanaman nilai halal haram yang diberikan bahkan ketika si kecil sedang digendong di atas bahunya.

Tidakkah itu cara efektif
menanamkan nilai keimanan?

Gabungan antara kasih sayang, bermain dengan aktivitas fisik yang membangun kedekatan emosional, yang semuanya berpadu dengan ketegasan khas seorang ayah.

VIP! Eksklusif hanya Ayah..
Ya! AYAH!

Ajaklah anakmu bermain, Ayah.
Mengoptimalkan waktu yang tidak banyak
di antara kesibukanmu mencari nafkah.
Karena anakmu menanti dan menikmati
kebersamaan bersamamu...

Itu semua adalah peranmu, Ayah..
Dalam mendidik anakmu, harapan terbesarmu,
asetmu yang paling berharga
Karena hanya dirimu
yang memiliki kombinasi lengkapnya.

-Catatan Hati Ibu-


Menyiapkan Landasan untuk Turbulensi Keluarga (2)3. Suami sang pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah dengan baikٱلرّ...
24/12/2020

Menyiapkan Landasan untuk Turbulensi Keluarga (2)

3. Suami sang pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah dengan baik

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS An Nisa: 34)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya (2: 292, MS) tentang kata 'Qowwam', yaitu pemimpinnya, pembesarnya, hakimnya dan pendidiknya jika bengkok.

Hilangnya fungsi qowwamah hari ini yang menyebabkan turbulensi dahsyat dalam rumah tangga. Dari ayat di atas, seorang suami wajib mempertahankan posisi qowwamahnya. Tetapi posisi itu bisa bergeser dari dirinya saat dua hal yang disebutkan ayat tersebut tidak ada dalam dirinya atau perlahan pergi. Dua hal tersebut adalah: kelebihan yang dimilikinya dan nafkah bagi keluarganya.

Barulah setelah itu ayat ini menyampaikan tentang bagaimana istri yang baik: "Maka wanita yang sholih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)."

Ketika kaidah ketentuan Allah ﷻ ini dipegang dan diterapkan dalam rumah tangga, semua akan dapat diminimalisir dan dicarikan jalan keluarnya. Seperti rumah tangga Rasulullah ﷺ yang tak lepas dari pernak-pernik masalah dan problematika keluarga. Karena itulah maka rumah tangga Rasulullah ﷺ adalah rumah tangga yang sangat manusiawi untuk dicontoh.

- Ustadz Budi Ashari, Lc -
Inspirasi dari Rumah Cahaya

*Ketika Menasehati Suami Bisa Mendapatkan Dosa*Pernahkah kita ngambek berat sampai mendiamkan suami karena ketika kita i...
17/12/2020

*Ketika Menasehati Suami Bisa Mendapatkan Dosa*

Pernahkah kita ngambek berat sampai mendiamkan suami karena ketika kita ingatkan suami tidak mau "nurut"?

Pernahkah kita memaksakan kehendak kita karena kita yakin kita benar, hingga gantian suami yang kemudian mendiamkan kita?

Pernahkah kita merasa lebih tahu hingga merendahkan suami dengan kata2 yang kita bahkan sudah tahu akan sangat menyakitinya

Pernahkah kita tidak membiarkan suami mengambil keputusan, karena tidak percaya pada keputusan yang akan diambilnya?

Pernahkah kita merasa benar dengan pendapat kita, hingga memasang wajah menyepelekan suami dan mengingkari keputusan yang dibuatnya?

Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah...

Sesungguhnya bagian dari kearifan seorang perempuan dalam berdakwah adalah menjaga prioritas dan memahami kebutuhan suami.

Lakukanlah kajian mendalam untuk mewujudkan kemaslahatan bersama antara suami dan istri.
Bukan sekedar mendakwahi suami dengan tanpa memperhatikan dampak dan akibatnya.

Tetapi yang harus dijadikan target bagi kita adalah memberikan motivasi dalam kebenaran dan penerimaan nasihat terutama dalam hal-hal yang bersifat sunnah baik dari perkataan maupun perbuatan.

Allahu a'lam bishshawab

-Poppy Yuditya-
Catatan Hati Ibu


*Menyiapkan Landasan untuk Turbulensi Keluarga*"Hanya Islam Tempat Kembali Yang Tepat Untuk Semua Guncangan"Solusi menyi...
14/12/2020

*Menyiapkan Landasan untuk Turbulensi Keluarga*

"Hanya Islam Tempat Kembali Yang Tepat Untuk Semua Guncangan"

Solusi menyiapkan Turbulensi Keluarga memiliki urutan dan cara sebagai berikut :
1. Menyepakati tempat kembali (Allahﷻ dan RasulNya)
2. Hakim dari keluarga kedua belah pihak
3. Suami sang pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah dengan baik

*1. Menyepakati Tempat Kembali (Allahﷻ dan Rasul Nya)*

Allah ﷻ memberikan arahan kepada kita dalam QS. An-Nisa ayat 59

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."

*2. Hakim dari keluarga kedua belah pihak*

Ayat kedua untuk solusi prahara rumah tangga, masih surat An Nisa ayat 35

وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَٱبْعَثُوا۟ حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِۦ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَآ إِن يُرِيدَآ إِصْلَٰحًا يُوَفِّقِ ٱللَّهُ بَيْنَهُمَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

"Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Address

Jalan Prof. Lafran Pane No. 100, RTM, Cimanggis, Depok
Jawa
16400

Opening Hours

Tuesday 10:00 - 14:00
Wednesday 10:00 - 14:00
Thursday 10:00 - 14:00
Friday 10:00 - 14:00

Telephone

+6287784757900

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pustaka Nabawiyyah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Pustaka Nabawiyyah:

Share