Imam Bukhari Store

Imam Bukhari Store Toko Buku & Herbal IMAM BUKHARI
Menyediakan Buku-buku Islam Dewasa atau anak,
Herbal:Madu,Herbal Pria dan Wanita
BUsana Muslim Dewasa dan Anak-anak

Bismillaahirrohmaanirrohiim..Informasi Tabligh AkbarInsyaa Alloh akan diadakan pada :🗓 Selasa *12 Rabi'ul Awwal 1440 H/ ...
13/11/2018

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Informasi Tabligh Akbar

Insyaa Alloh akan diadakan pada :

🗓 Selasa *12 Rabi'ul Awwal 1440 H/ 20 November 2018*
🕰 Pukul : 09.00 s/d Zhuhur
👤| Pemateri : *Al Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas. حفظه الله تعالى* |
📚 Tema : *Konsekuensi cinta kepada Nabi Muhammad* _shallallohu 'alaihi wasallam.._

🕌 *Masjid Syifa Budi*
Komplek IIBS Lippo Cikarang
Jl. Raya Industri Hyundai No. 1
Lippo Cikarang - Bekasi

📞 CP / Info
0821 1897 0403

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang melakukan." [HR. Muslim, 3509]

🎗 *Imam Ahmad Rohimahullaah* mengatakan,
_"Manusia lebih membutuhkan ilmu agama daripada makanan dan minuman. Karena seseorang butuh makan dan minum dalam sehari hanya sekali atau dua kali. Sedang kebutuhannya terhadap ilmu agama adalah sebanyak hembusan nafasnya"._
*(Madarijus Salikin, 2/440)*

_*جزاكم الله خيرا..*_

20/12/2017

Bismillaah..
GOES TO ISTIQLAL
TB IMAM BUKHARI Membuka pendaftaran Bus GRATIS untuk Ikhwan & Akhwat yang ingin hadir di acara Tabligh Akbar
Bersama Fadhilatusy Syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin Amir bin Ali Ar-Ruhaily hafizhahullah
Yang Insyaa Alloh akan di adakan pada tanggal 🗓 19 Rabi'ul Akhir 1439 H / 07 Januari 2018 M
Pukul ⏱ 09.00 s/d Dzuhur
Di 🕌 Masjid Istiqlal Jakarta

Untuk kelancaran & kenyamanan bersama, mohon untuk mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Mendaftar ke Panitia via WhatsApp dengan Format :
Nama :
Alamat :
No. Hp :
Status :
2.Mendaftar dengan Nama Lengkap (bukan kunyah)
3. Tidak boleh mendaftarkan oranglain, kecuali anggota keluarga
4. Waktu pendaftaran di mulai hari ini & penutupan paling lambat H-5 atau jika kuota sudah terpenuhi

Demikian pengumuman ini kami buat..
Syukron wa Jazakumullohu khoir..

Powered by :
TB IMAM BUKHARI & TEAM HALAQOH QUR'AN Masjid Syifa Budi

No. Pendaftaran :

Untuk Akhwat :
0821-1897-0403 Akh Rojali

Untuk Ikhwan :
0895-0412-0162 Akh Hidayat

Untuk Yang Membawa Keluarga :
0852-6266-4266 Akh Syamsul

10/04/2017

CATATAN:
○●○●○●○
🔰 Renungan Pagi 🔰
——————————————————
🔘 KONDISI PENGHUNI JAHANNAM DI HARI KIAMAT.
——————————————————
🎓 Fadhilatus syaikh Ibnu Al-'Utsaimin rahimahullah:

📖 Allah Ta'ala berfirman:

(وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ) [سورة غافر 49]

"Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: "Mohonkanlah kepada Rabbmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari".

▪ Berkata Syaikh rahimahullah:

❝ Perhatikan ayat ini dari beberapa sisi:

❶ Pertama: mereka tidak bisa meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, namun mereka meminta kepada penjaga neraka Jahannam agar berdoa untuk mereka, karena Allah berfirman:

(قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ) [سورة المؤمنون 108]

Allah berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku." [Qs. Al-Mu'minun: 108]

👉 Maka mereka melihat kepada diri-diri mereka bahwa mereka bukanlah orang yang berhak untuk meminta kepada Allah sehingga mereka bisa berdoa dengan diri-diri mereka (secara langsung) bahkan mereka tidaklah dapat meminta (berdoa) kepada-Nya kecuali dengan sebuah perantara.

( ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ) [سورة غافر 49]

"Mohonkanlah kepada Rabbmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari".

❷ Kedua: bahwasanya mereka mengatakan:
"Mohonkanlah kepada Rabbmu"

❌ Dan mereka tidak mengatakan:
"Mohonkanlah kepada Rabb kami"

☝ Karena wajah-wajah mereka dan hati-hati mereka tidak kuasa untuk mengatakan atau berbicara dengan menyandarkan Rububiyyah Allah bagi mereka, yakni (mereka tidak sanggup) untuk mengatakan Rabb kami, karena pada mereka ada cacat dan kehinaan yang mereka nilai bahwa mereka bukanlah orang yang pantas untuk menyandarkan Rububiyyah Allah kepada mereka, akan tetapi mereka mengatakan "Rabbmu".

❸ Ketiga: mereka tidak (kuasa) mengatakan:
"mengangkat siksaan dari kami"

👋 Akan tetapi mereka mengatakan: "Meringankan" karena mereka -na'udzubillah- telah putus asa dari diangkatnya (siksaan) dari mereka.

❹ Keempat: mereka tidak mengatakan:
"meringankan dari kami siksaan selamanya"

👋 akan tetapi mereka mengatakan: "barang sehari (saja) dari azab" satu hari.

☝ Dengan ini menjadi jelaslah apa yang mereka rasakan dari siksaan dan kehinaan serta kerendahan

(وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ ۗ ) [سورة الشورى 45]

"Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu." [Qs. As-Syuraa: 45]

Semoga Allah melindungi kita dari siksa neraka. ❞

——○●※●○——
📚 Tafsir Juz 'Amma (1/33).
——————————————————
❍ من روائع الشيخ ابن العثيمين رحمه الله تعالى ❍

قال الله تعالى : ﴿ وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ ﴾ [غافر: ٤٩]

قال الشيخ رحمه الله :- تأمل هذهِ الآية من عدةِ وجوه :

•.@.أولاً : أنهم لم يسألوا الله سبحانه وتعالى , وإنما طلبوا من خزنة جهنم أن يدعوا لهم ، لأن الله قال لهم : ﴿ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ ﴾ [المؤمنون: ١٠٨]

فرأوا أنفسهم أنهم ليسوا أهلا لأن يسألوا الله ويدعوه بأنفسهم بل لا يدعونه إلاّ بواسطة .

( ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفَّفْ عَنَّا يَوْماً مِنَ الْعَذَابِ )

•.@.ثانياً : أنهم قالوا ( ادعوا ربكم ) ولم يقولوا : ادعوا ربّنا

لأن وجوههم وقلوبهم لا تستطيع أن تتحدث أو أن تتكلم بإضافة ربوبية الله لهم , أي بأن يقولوا ربنا , فعندهم من العار والخزي مايرون أنهم ليسوا أهلا لأن تضاف ربوبية الله إليهم بل قالوا ( ربكم ) .

•.@.ثالثاً : لم يقولوا يرفع عنا العذاب بل قالوا ( يُخفّف ) لأنهم نعوذ بالله آيسون من أن يرفع عنهم .

•.@.رابعاً : أنهم لم يقولوا يخفف عنا العذاب دائما بل قالوا ( يوما من العذاب ) يوما واحدا .

بهذا يتبين ما هم عليه من العذاب والهوان والذل

﴿ وَتَرَاهُمْ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا خَاشِعِينَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُونَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّ ﴾ [الشورى: ٤٥]

أعاذنا الله منها .

من كتاب تفسير جزء عمّ للشيخ : ابن عثيمين - رحمه الله - ( ج ١ ص ٣٣ )
----------------------

31/01/2017

RIBA AKAN HANCUR, SEDEKAH AKAN SUBUR

Renungan Bahaya Riba dari Surat Al-Baqarah ayat 276

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al-Baqarah: 276)

Dari Adh-Dhahak, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Allah menghancurkan riba maksudnya adalah sedekah, jihad, haji, dan shalat dari pelaku riba tidak diterima.” Sedangkan sedekah itu akan menyuburkan dan memberkahi harta di dunia dan melipatgandakan pahala dan ganjaran di akhirat. (Tafsir Al-Baghawi, 3: 302)

YA ALLAH, JAUHKANLAH KAMI DARI RIBA DAN DEBU-DEBUNYA.

06/01/2017

BOLEH JADI ... ALLAH SUDAH TIDAK S**A DENGAN KETAATANMU

Dahulu di kota Basrah hiduplah seorang ahli ibadah yang tengah menanti sakratulmaut. Semua keluarganya hadir dan menangis di sampingnya. Orang tersebut lantas menyuruh keluarganya agar mendudukkannya. Setelah duduk ia lalu bertanya kepada ayahnya,

"Wahai ayah, apa yang membuat ayah menangis?"

Ayahnya menjawab,
"Wahai anakku, aku mengingat kehilanganmu nanti dan kesendirianku setelah kematianmu."

Lalu ia melihat ibunya dan bertanya,
"Wahai ibu, apa yang membuat ibu menangis?"

Ibunya menjawab,
"Aku sedang merasakan pahitnya ditinggal dirimu."

Lalu ia melihat istrinya dan bertanya,
"Apa yang membuatmu menangis?"

Istrinya menjawab,
"Aku akan kehilangan berbuat baik kepadamu dan juga bagaimana kebutuhanku kepada selainmu setelah dirimu meninggal."

Lalu ia melihat anak-anaknya dan bertanya,
"Apa yang membuat kalian menangis?"

Mereka menjawab,
"Kami akan menjadi hina karena kami anak-anak yatim dan kehilangan ayah."

Saat itulah ia memandangi mereka semua kemudian menangis.

Keluarganya bertanya,
"Apa yang membuatmu menangis?"

Ia menjawab,
"Aku menangis karena melihat kalian semua menangisi diri kalian dan bukan menangisi diriku.

Apakah di antara kalian tidak ada yang menangisi lamanya perjalananku?

Apakah di antara kalian tidak ada yang menangisi sedikitnya bekalku?

Apakah di antara kalian tidak ada yang menangisi tempat tidurku di dalam tanah?

Apakah di antara kalian tidak ada yang menangisi atas apa yang aku dapati dari buruknya hisabku?

Apakah di antara kalian tidak ada yang menangisi kondisiku saat berdiri di hadapan Tuhannya para tuhan?"

Setelahnya orang itu pun jatuh tertelungkup.

Keluarganya mencoba untuk membangunkannya ternyata ia sudah meninggal.
سَفَري بَعيدٌ وَزادي لَنْ يُبَلِّغَنـي*
*وَقُوَّتي ضَعُفَتْ والمـوتُ يَطلُبُنـي
وَلي بَقايــا ذُنوبٍ لَسْتُ أَعْلَمُها *
*الله يَعْلَمُهــا في السِّرِ والعَلَنِ

Sungguh perjalananku amatlah jauh sedang bekalku tidak mencukupinya
Dan kekuatanku melemah sedang kematian telah mencariku.
Telah tersisa untukku dosa-dosa yang aku tidak mengetahuinya
Sedang Allah mengetahuinya baik yang tersembunyi maupun yang nampak dariku.

Aku sangat sedih saat membaca ungkapan Syeikh Ibnu Utsaimin semoga Allah merahmatinya,

"Jika engkau lihat jiwamu malas dari ketaatan, maka waspadalah, karena boleh jadi Allah sudah tidak s**a dengan ketaatanmu."

"....tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka...." [At Taubah : 46]

Terjemahan dari status Syeikh Ihsan Al 'Utaiby.

Oleh Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA حفظه الله تعالى).

19/12/2016

Ustadz ana menemukan fatwa Syaikh Utsaimin yang menganjurkan untuk tidak membawa anak-anak ke masjid. Padahal di zaman Nabi kan ada kisah Hasan dan Husain ke masjid. itu bagaimana ya ustadz?

Jawab
Bila memang anak-anak itu mengganggu dengan berlari lari, atau berteriak teriak, maka lebih baik tidak dibawa ke masjid. Hendaknya mereka diajarkan adab-adab dalam masjid agar mereka memahami. Tetapi bila mereka tidak mengganggu atau orang tuanya menjaganya agar tidak mengganggu, maka tidak mengapa. Oleh karena itu Nabi H sholat sambil menggendong Umamah.

Al Hafidz ibnu Abdil Barr berkata dalam kitab Attamhiid:
Dan telah diriwayatkan bahwa Umar bin Khathab I apabila ia meleihat anak kecil di dalam shaff, beliau mengeluarkannya. Diriwayatkan juga dari Zirr bin Hubaisy dan Abu Wail, mereka melakukan itu. Ahmad bin Hanbal tidak menyukai itu.
Al Atsram berkata: Aku mendengar Ahmad bin Hanbal tidak s**a yang berdiri sholat di masjid kecuali orang telah baligh, atau telah tumbuh bulu kemaluannya atau telah berumur 15 tahun. Lalu aku menyebutkan kepadanya hadits Anas dan anak yatim, beliau menjawab: Itu di sholat sunnah.

Nabi H melarang suara gaduh di masjid. sabdanya:

ليلني منكم أولو الأحلام والنهى ثم الذين يلونهم ثلاثا وإياكم وهيشات الأسواق
Hendaklah yang berada di belakangku orang orang yang baligh dan berilmu, kemudian setelahnya kemudian setelahnya. Dan jauhilah suara gaduh seperti di pasar. (HR Muslim).

Hadits ini menunjukkan larangan gaduh di masjid. Maka jika kehadiran anak anak tersebut menyebabkan kegaduhan, maka hendaknya mereka tidak diajak ke masjid. Wallahu ‘alam

Dijawab Oleh : Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

25/06/2016

*Hanya beberapa hari saja*

Saat ALLAH mengulas puasa di hari-hari Ramadhan, ALLAH berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 184:

أَيَّامًا مَّعْدُودٰتٍ

_"Beberapa hari yang telah ditentukan"_

Ya, hanya beberapa hari saja.
ALLAH memberi isyarat kepada kita bahwa kebersamaan kita dengan Ramadhan sangat singkat.

Jangan sampai kita terlena karena merasa berada di akhir pertengahan bulan dan menatap 10-an hari dihadapan kita.

Lihat saja betapa cepatnya hari-hari terbaik ini berlari meninggalkan kita, tanpa terasa kita akan hanyut sampai di hari-hari terakhir, lalu...
ia benar-benar pergi dan kita belum sempat mengerjakan banyak amal shalih.

Ia akan mengucapkan salam perpisahan sedangkan dosa kita belum diampuni.

Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:
_"Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni."_
(HR. Tirmidzi)

Saudaraku,
jadikan setiap hari di bulan suci ini layaknya partai final, jangan biarkan ia mudah berlalu,
hanya beberapa hari saja...

*Hikmah yang disampaikan Syaikh Sa'ad Turki Al Khatslan (anggota komite fatwa dan kibar 'ulama di saudi arabia) dengan pengembangan.

✏ Muhammad Nuzul Dzikri

Telegram

18/06/2016

💌 MAAFKAN AKU, WAHAI IBU & BAPAKKU

Imam Dzahabi didalam kitab Al Kabair (hal :34) berkata:

Renungkanlah serta amalkan nasehat emas ulama kita ini…

“Ibu mu telah mengandungmu di dalam perutnya selama 9 bulan seolah-olah dia telah mengandungnya 9 tahun lamanya.

Dia bersusah payah ketika akan melahirkanmu!!

Yang hampir saja menghilangkan nyawanya…

Dan dia telah menyusuimu dari payudaranya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjaga dirimu!!!

Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dan dia selalu mengutamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya.

Dia telah memberikan semua kebaikan padamu dan apabila kamu sakit atau mengeluhkan sesuatu tentang dirimu, maka tampak dari wajah ibumu kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang berkepanjangan, dan dia keluarkan harta untuk membiaya dokter dan rumah sakit utk mengobati dirimu. Dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya (kematian ibunya) , maka IBU mu akan memilih/ meminta supaya KAMU tetap hidup dengan suara yg sgt keras!!!

Betapa banyak kebaikan dan jasa seorang ibu….

Sedangkan engkau balas dengan akhlak yg kurang baik padanya…

IBUmu selalu mendoakanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala IBUmu sekarang sangat membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu lagi..

ENGKAU KENYANG! dalam keadaan IBUMU KELAPARAN…

ENGKAU PUAS! dalam keadaan IBUMU KEKURANGAN…

Dan ENGKAU lebih mendahulukan berbuat baik kepada istrimu dan anakmu dari pada kepada IBUmu sendiri…

Dan ENGKAU Lupakan semua kebaikan yg pernah dia buat kepadamu..

Dan ENGKAU merasa berat! apabila ENGKAU merawatnya padahal yg demikian adalah sangat mudah bagimu….

Dan ENGKAU mengira bahwa ibumu akan berumur panjang padahal umurnya sangat singkat.

ENGKAU tinggalkan dia! Padahal dia tdk penolong selain dirimu…

Padahal ALLAH telah melarangmu berkata “ah” dan ALLAH mencelamu dgn celaan yang sangat lembut.

Dan ENGkAU akan disiksa didunia ini dg siksaan yg pedih dg sebab ENGKAU durhaka kepada IBUMU!

Dan ALLAH akan membalas diakhirat dgn dijauhkan dari ALLAH Rabbul ‘aalamin.

( Akhir perkataan Imam Dzahabi -rahimahullah- )

Wahai saudara-saudariku…

Lihatlah keadaan orang tuamu saat ini…

Perhatikanlah raut wajahnya yang sudah mulai berkeriput…

Yang sudah mulai melemah..

Bersegeralah berbuat baik, raihlah syurga dg berbuat baik padanya…

Tanyakanlah kabar tentang mereka…

Berikanlah kabar yang menyenangkan hati mereka dan jangan memberikan kabar yang buat hatinya sedih…

Serta doakanlah mereka diatas kebaikan…

Sayangilah mereka, dan jangan engkau kasari mereka…

Dan jangan sekali-kali engkau membuat dia menangis dengan sebab perilaku kasar engkau kepadanya…

Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam yang mulia pernah bersabda dari jalan abdullah bin amr: “seseorang mendatangi rasulullah dan lalu berkata: “aku mendatangimu untuk berbaiat utk hijrah dan aku tinggalkan ke dua orang tuaku dalam keadaan menangis “Rasulullah bersabda: “kembalilah kamu kepada keduanya, dan buatlah mereka tertawa sebagaimana membuatnya menangis. (Hadits Riwayat Imam an-nasai , Imam abu dawud 2166 & Imam ibnu majah 2772)

Semoga memberikan manfaat...

📝 Oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution, Lc حفظه الله تعالى

07/06/2016

Umat Islam Yang Diusir Oleh Nabi Kelak Di Hari Kiamat

Sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu mengisahkan: pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kuburan, lalu beliau mengucapkan salam:

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

“Semoga keselamatan senantiasa menyertai kalian wahai penghuni kuburan dari kaum mukminin, dan kami insya Allah pasti akan menyusul kalian“.

Selanjutnya beliau bersabda: “aku sangat berharap untuk dapat melihat saudara-saudaraku“.

Mendengar ucapan ini, para sahabat keheranan, sehingga mereka bertanya: “bukankah kami adalah saudara-saudaramu wahai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab :

أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ

“Kalian adalah sahabat-sahabatku, sedangkan saudara-saudaraku adalah ummatku yang akan datang kelak“.

Kembali para sahabat bertanya: “wahai rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali ummatmu yang sampai saat ini belum terlahir?“. Beliau menjawab:

أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ

“Menurut pendapat kalian, andai ada orang yang memiliki kuda yang di dahi dan ujung-ujung kakinya berwarna putih dan kuda itu berada di tengah-tengah kuda-kuda lainnya yang berwarna hitam legam, tidakkah orang itu dapat mengenali kudanya?”

Para sahabat menjawab : “tentu saja orang itu dengan mudah mengenali kudanya“. Maka Rasulullah menimpali jawaban mereka dengan bersabda:

فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الْوُضُوءِ، وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ

“Sejatinya ummatku pada hari qiyamat akan datang dalam kondisi wajah dan ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka berwudlu semasa hidupnya di dunia“.

Aku akan menanti ummatku di pinggir telagaku di alam mahsyar. Dan ketahuilah bahwa akan ada dari ummatku yang diusir oleh Malaikat, sebagaimana seekor onta yang tersesat dari pemiliknya dan mendatangi tempat minum milik orang lain, sehingga iapun diusir. Melihat sebagian orang yang memiliki tanda-tanda pernah berwudlu, maka aku memanggil mereka: “kemarilah“. Namun para Malaikat yang mengusir mereka berkata:

فَيُقَالُ: إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ

“sejatinya mereka sepeninggalmu telah merubah-rubah ajaranmu“.

Mendapat penjelasan semacam ini, maka aku (Rasulullah) berkata :

سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي

“menjauhlah, menjauhlah wahai orang-orang yang sepeninggalku merubah-rubah ajaranku” (diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim).

Anda tidak ingin bernasib seperti mereka? Tentu jawabannya: tidak.

Karena itu, mari kita menjaga kemurnian ajaran beliau dan mengamalkannya dengan seutuhnya tanpa ditambah atau dikurangi. Ya Allah jadikanlah kami orang-orang yang mendapat syafaat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam pada hari kiyamat kelak. Amiin.



Penulis: Ustadz DR. Muhammad Arifin Baderi, Lc., MA.

Muslim.Or.Id

07/04/2016

Wasiat Abu Bakar kepada Umar -radhiyaAllahu 'anhumaa-:

"Allah azza wa jalla tidak menerima amalan Sunnah sebelum amalan Fardhu dilaksanakan."
[Shifah Ash-Shafwah, 1/264]

Follow imambukharistore.com

📚 Faidah Ringkas Kajian Mencintai Wali-wali Allah 📚👤 Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr ⏰ Ahad, 25 Jumadal Akhi...
03/04/2016

📚 Faidah Ringkas Kajian Mencintai Wali-wali Allah 📚

👤 Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr

⏰ Ahad, 25 Jumadal Akhir 1437 H / 3 April 2016

🕋 Masjid Istiqlal

1. Mencintai wali Allah dan kaum muslimin adalah salah satu simpul iman terkuat. Rasulullah bersabda
:
أوثقُ عُرَى الإيمانِ الحبُّ في اللهِ ، وَالبُغْضُ فيهِ

“Tali simpul iman terkuat adalah menyintai karena Allah dan membenci karena Allah.”

2. Memusuhi wali Allah berarti menjadi 🗡 musuh Allah. Dalam hadits qudsi, Allah berfirman:

مَن عَادَى لي وليّاً؛ فَقَدْ آذَنته بالحَرب

Siapa yang memusuhi wali-Ku maka sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya

3. Kita harus menjaga lisan dan hati kita bersih dari mencaci, menjelekkan, dan dengki kepada orang yang beriman.

Allah berfirman:
(وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ)

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang"

[Surat Al-Hashr 10]

Rasulullah ditanya:

يا رسولَ اللهِ أيُّ النَّاسِ أفضلُ ؟ قال : كلُّ مَخمومِ القلبِ صَدوقُ اللِّسانِ

“Wahai Rasulullah siapakah Sebaik-baik manusia manusia? Rasulullah menjawab: yang bersih hatinya dan selalu benar atau jujur lisannya.”

4. Siapakah wali Allah?

Wali artinya dekat. Wali Allah adalah orang yang dekat dengan Allah azza wa jalla. Kewalian seseorang bertingkat sesuai dengan amal shalihnya. Allah berfirman:

(أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ)

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (p**a) mereka bersedih hati. “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.”

[Surat Yunus 62 - 63]

Oleh karena itu menurut ulama, wali itu adalah:

من كان مؤمنا تقيا كان لله وليا

Orang yang beriman dan bertaqwa maka dialah wali Allah

5. Kewalian itu bukanlah soal tampilan lahir yang berbeda dengan umumnya manusia. Hakikat kewalian adalah kedekatan, keimanan dan ketakwaan kepada Allah.

Firman Allah dalam hadits qudsi:
مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ»

"Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang terhadapnya dari-Ku. Tidak ada yang paling Aku cintai dari seorang hamba kecuali beribadah kepada-Ku dengan sesuatu yang telah Aku wajibkan kepadanya. Adapun jika hamba-Ku selalu melaksanakan perbuatan sunah, niscaya Aku akan mencintanya. Jika Aku telah mencintainya, maka (Aku) menjadi pendengarannya yang dia mendengar dengannya, (Aku) menjadi penglihatan yang dia melihat dengannya, menjadi tangan yang dia memukul dengannya, menjadi kaki yang dia berjalan dengannya. Jika dia memohon kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan dan jika dia minta ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni, dan jika dia minta perlindungan kepada-Ku, niscaya akan Aku lindungi."

6. Wali Allah memiliki 2 tingkatan:

1. Tingkat pertengahan

Orang yang menjalankan kewajiban agama dan meninggalkan yang haram.

أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ إِذَا صَلَّيْتُ اْلمَكْتُوْبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلاَلَ، وَحَرَّمْت الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئاً، أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟ قَالَ : نَعَمْ .

"bahwa seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah dengan berkata, “Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, lalu saya tidak menambah lagi sedikit pun, apakah saya akan masuk surga?” Beliau menjawab, Ya.” (HR. Muslim).

2. Tingkat Tinggi

Orang-orang yang senantiasa beriltizam mengerjakan amalan-amalan Sunnah setelah yang wajib

7. Para Ulama adalah para wali Allah.

Imam Syafi'i berkata:

إن لم يكن العلماء العاملون أولياء الله، فليس لله ولي!

Bila ulama yang mengamalkan ilmunya bukan wali Allah maka tidak ada wali Allah!

Jelas bahwa para ulama adalah para wali Allah. Rasulullah bersabda:

وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Sungguh, keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah adalah ibarat bulan purnama atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang sangat besar.”

8. Tanda kewalian seseorang adalah melaksanakan kewajiban dan meninggalkan larangan. Kewajiban terbesar adalah shalat 5 waktu. Maka wali Allah adalah yang menjaga shalat 5 waktu di masjid.

Bila ada yang mengaku wali namun tidak pernah shalat di masjid, maka jelas dia bukan wali!

Allah berfirman:

{وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ}

dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)

[الحجر : 99]

Allah Juga berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ}

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

[آل عمران : 102]

Sehingga jelas keliru bila ada yang mengaku wali namun tidak shalat, tidak pergi haji ke Ka'bah karena katanya ka'bahnya yang mendatangi walinya. Ini adalah khurafat yang jelas penyimpangannya!

9. Wali Allah tidak akan menganggap dirinya suci sebesar apapun amal yang dikerjakan

Allah berfirman:

فَلَا تُزَكُّوا أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ}

janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

[النجم : 32]

Maka tidak mungkin ada Wali Allah yang mengakui sendiri bahwa dirinya adalah wali

10. Wali Allah tidak harus bisa melakukan hal-hal luar biasa yang disebut karamah. Sebagian wali Allah dikaruniai karamah atas tujuan tertentu, bukan syarat mutlak disebut wali. Karena karamah yang paling tinggi adalah keistiqamahan. Ahlussunnah mengimani kebenaran karamah hanya saja tidak menjadikan barometer utama syarat kewalian.

11. Tiga barometer untuk mengenali wali Allah menurut Ibnul Qayyim Al Jauziyah:

1. Shalatnya
2. Kecintaannya pada Sunnah dan ahlussunnah
3. Berdakwah di Jalan Allah secara ikhlas bukan untuk mencari pengikut yang mengagungkan dirinya

12. Tidaklah disebut wali Allah sampai:

1. Berusaha ikhlas dalam ibadah
2. Mengikuti contoh dari Rasulullah

Allah berfirman:

{قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي ۖ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ}

Katakanlah: "Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik"

[يوسف : 108]

13. Bersemangatlah untuk mengejar derajat yang tinggi di sisi Allah

Rasulullah bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجَزْ

“Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah"

Allah berfirman:

{وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ}

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

[العنكبوت : 69]

14. Mencintai wali Allah merupakan tanda kebaikan. Maka cintailah orang-orang yang shalih, berakhlak mulia dan wali Allah. Karena Rasulullah bersabda:

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ يَوْمَ القِيَامَةِ

Seseorang itu bersama yang dicintainya di hari kiamat

15. Teruslah belajar ilmu syar'i karena ia adalah lentera yang menerangi jalan ke surga. Rasulullah bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ،

Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga.

16. Bergaullah dengan teman yang baik. Karena Rasulullah bersabda:

المَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman

17. Hisablah diri kita sebelum hari perhitungan datang. Orang yang cerdas adalah orang yang senantiasa mempersiapkan dirinya menghadapi kehidupan setelah kematian.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

Selesai dengan memuji Allah yang maha sempurna.

✒ Encang iRul Al Batawiy

-www.bisa.id-

If you are a fan of Insidious and Paranormal Activity along with recently released Oculus then this film is for you. ” Snapchat is rumored to have turned down Facebook’s offer to purchase them in 2013 and whispers of an offered $3 billion were heard at the time. Facebook started testing its self-des…

Address

Jalan Raya Cikarang-Cibarusah Kel. Ciantra Kec. Cikarang Selatan
Jawa
17550

Opening Hours

Monday 09:00 - 21:00
Tuesday 09:00 - 21:00
Wednesday 09:00 - 21:00
Thursday 09:00 - 21:00
Friday 09:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 21:00
Sunday 09:00 - 21:00

Telephone

0818962766

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Imam Bukhari Store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category