27/12/2019
Satu (tahun) Pernikahan
Dari setiap perlombaan, angka satu (selalu) menjadi rebutan. Sebegitu keras usaha untuk mendapatkan predikat dan juara satu, sampai semua hal dikerahkan.
Tapi dalam pernikahan, terkadang nomer satu dikedepankan, juga terkadang dibelakangkan. Dikedepankan ketika cinta bekerja; menyayangi, mengayomi, memberikan perhatian, perduli, membuat kejutan, serta saling berlomba untuk mendapatkan cintaNya. Sedangkan nomer satu dibelakangkan, ketika ego dan nafsu berusaha menguasai diri. Jadi, tidak selamanya nomer satu menjadi hal utama untuk dikejar dalam pernikahan.
Rasulullah saw pun memberikan gambaran; “Barang siapa yang menikah, sungguh dia telah menyempurnakan setengah agamanya,”
Artinya, menikah adalah jalan untuk paripurna kehambaan kita dalam beribadah padaNya. Bukan menjadi orang terbaik dan nomer satu, tapi lebih pada menjadi sempurna. Jadi, ketika sepasang manusia berlainan jenis memutuskan untuk menikah, maka itu artinya mereka berkomitmen untuk menjalani segala sesuatu bersama-sama; bukan satu-satu, lebih tepatnya, bukan sendiri-sendiri.
Alhamdulillah.. satu tahun kapal kami sudah berlalayar dalam mahligai pernikahan. S**a duka memberikan kesan tersendiri bagi bersama. Ada seorang Suami dan sudah menjadi Ayah yang belum berpengalaman, belum bisa menjadi panutan, belum banyak memberikan kebahagiaan pada istri dan generasi yang sudah Allah berikan.
Terimakasih pada istri; yang selalu bersabar, tegar, selalu teduh, selalu mensupport pada setiap gerak juang yang dijalani.
Terimakasih atas usaha untuk berhenti dalam mencari hal baik yang tidak ada pada suami.
Terimakasih atas segala maaf pada hal buruk yang ada pada perangai dan akhlak suami.
بارك الله فيك و الله يحبك..
Foto : Kembli pulang~ indahnya, sudah ditemani Bang Arslan.
Doa yang baik, doa baik berbalik. 💫