Aconk's Fashion

Aconk's Fashion Menjual barang eceran dan grosir.

Tumbuhnya kepribadian yang kokoh bagi generasi adalah sebagaimana besar dukungan atau support dari orang-orang sekitarny...
27/03/2022

Tumbuhnya kepribadian yang kokoh bagi generasi adalah sebagaimana besar dukungan atau support dari orang-orang sekitarnya, terutama orangtua.

Bentuk dukungannya pun tidak muluk-muluk dan bukan hanya tentang materi. Berdiskusi bersamanya tentang impian. Memberikan kepercayaan penuh dalam setiap langkah yang ia putuskan. Memeluknya dan membimbingnya ketika keputusan yang ia ambil tidak tepat dalam kehidupan adalah 3 hal besar pegangan kehiduoan mereka untuk menjadi pribadi yang kokoh.

Karena, benar atau salahnya dalam langkah generasi bukan menjadi satu-satunya masalah. Tapi bentuk perhatian dan berdiskusi terhadap impian mereka yang mungkin masih menjadi misteri, serta tidak serta merta menyalahkan atau mengucilkan mereka dalam setiap perkara yang salah, namun peluk hanya mereka bimbing kembali kenalan yang benar.

*SEMANGAT ORANGTUA?* Rasa-rasanya, semangat menjadi baik, cerdas, berilmu terlebih semangat menjadi sholih itu bukan han...
16/02/2022

*SEMANGAT ORANGTUA?*

Rasa-rasanya, semangat menjadi baik, cerdas, berilmu terlebih semangat menjadi sholih itu bukan hanya kita berikan kepada Anak-Anak saja. Tentu sangat layak bahwa kesemua itu ada pada diri orangtua.

Apapun wasilah yang membuat anak itu menjadi seorang alim, dengan segenap usaha dikerahkan. Tidak mengenal rasa susah. Lelah letih menjadi satu demi tujuan baik; Anak menjadi alim dan sholih. Namun nahasnya, orangtua melupakan diri bahwa ia pun punya kewajiban untuk menjadi baik, menjadi teladan, menjadi Hamba Allah swt yang bertaqwa.

Ada sebagian besar orangtua yang memberikan pernyataan; "Yang penting anak saya bisa sekolah, ngaji dan pinter Pak Ust, ndak seperti saya," ada juga yang berujar ; "Yang penting anak saya tidak bodoh kayak bapaknya pak ust," Ujarnya sambil tertawa ketir.

Pernyataan seperti ini, saya rasa bagi pengampu dunia pendidikan bukan satu atau dua kali kita dapatkan atau dengarkan dari lisan orangtua. Sebuah pernyataan yang mengandung rasa penyesalan dalam diri, sehingga mememunculkan dorongan lebih untuk menghalau terjadinya kesamaan hal yang akan terjadi selanjutnya.

Namun, ketahuilah wahai orangtua, menyesal belum bisa menjadi baik, menyesal belum mampu menjadi seorang alim dan sholih itu adalah sangat dicintai Allah swt, tapi menjadi masalah kalau penyesalan ini hanya sebatas pasrah. Pasrah menjadi bodoh. Pasrah tidak mau belajar, pasrah tidak mengenal agama dan terus berlarut dan tidak pernah selesai sampai akhir hidup, pasrah. Kita mati dengan penyesalan bahwa diri belum berubah dari hal buruk yang sudah terlihat oleh generasi.

Mari, bangkit dari penyesalan ini dengan semangat bukan hanya pasrah dengan keadaan, juga tidak sebatas menyuruh Anak menjadi baik, bukan dengan memaksa Anak dengan belajar lebih, juga bukan dengan meminta anak beribadah lebih banyak, bukan. Tapi kita bangkit juga dengan semangat yang sama kita berikan kepada Anak-Anak kita. Semangat menjadi baik dan sholih bersama.

Karena selamanya, penyesalan itu ada pada diri kita yang tidak punya usaha dan semangat untuk menjadi lebih baik.

*Abi Arslan*

30/04/2020

*═══════ ••❀•◎ ﷽ ◎•❀•• ═══════*

Assalamu'alaikum wr wb

✨ _*Marhaban Bikum*_✨

Sepakat tidak Ayah/Bunda, kalau setiap anak itu punya bakat dan kelebihannya sendiri? Sehingga, tidak ada yang namanya anak yang bodoh. 😫
Semua Anak adalah spesial. Maka, kali ini MQI2 bakal ngadain acara *Kajian Ramadhan* yang bakalan seru dan bermanfaat.

*Kajian Ranadhan* kali ini dengan tema:
┏🏡👧🏻━━━━━━━━━━━━┓
*Membentuk KarakternAnak dibulan Puasa*
┗━━━━━━━━━━━━━ 🧒🏻🏡

With Speaker:
*Ust Trio Edo Adha*

Join us at:
📆 *: Rabu, 22 April 2020*
🕰️ *: 19.30- 20.00 WIB*
📌 *: LIVE IG *

You Will Get :
🌟 Memahami bahwa setiap anak adalah spesial
⭐️ Trik mengatasi Anak yang tidak s**a dinasihati
⭐️ Tarbiyatul Athfal ala thoriqinnubuwwah

📱More Info : +62 812-1898-9205

🎊 *Free LIVE Instagram*

30/04/2020

Kegigihan musuh Kegigihan kita dalam memberikan pencerahan pada generasi tak kalah hebatnya dengan musuh yang ingin meng...
06/02/2020

Kegigihan musuh

Kegigihan kita dalam memberikan pencerahan pada generasi tak kalah hebatnya dengan musuh yang ingin menghancurkan mereka. Bahkan, mungkin mereka melakukan sesuatu yang diluar nalar agar generasi semakin terpuruk.

Dalam perang salib, kegigihan musuh menggempur kaum muslim hampir dua abad lamanya. Semua usaha dan daya tempur mereka kerahkan. Walau hasilnya dengan perang konvensional (militer) kaum muslimin yang memenangkan. Namun, mereka tetap memikirkan metode dan cara baru yang bisa menyudutkan dan mengalahkan kaum muslim. Ketahuilah, apa yang mereka perjuangkan tak lain adalah urusan dunia.

Begitu juga, saat impian dan cita-cita generasi muslim saat ini sebatas urusan “sukses dunia” sedang yang lebih baik dan kekal esensinya hilang dan tak diperjuangkan. Sungguh, kegigihan musuh membuahkan hasil untuk menyesatkan generasi muslim. Apa yang dituliskan dan diwariskan Raja Louis IX dalam memoarnya setelah ditawan oleh pas**an muslim di Al-Manshuriyah Mesir pada perang salib ke VII beliau menuliskan;

“Setelah melalui perjalanan panjang, segalanya menjadi jelas bagi kita. Kehancuran kaum muslimin dengan jalan konvensional (perang fisik) adalah mustahil. Karena mereka memiliki metode yang jelas dan tegas diatas konsep jihad fii sabilillah. Dengan metode ini, mereka tidak pernah mengalami kekalahan militer.” Ia melanjutkan: “Barat harus menempuh jalan lain (bukan militer). Yaitu jalan ideologi dengan mencabut akar ajaran itu dan mengosongkannya dari kekuatan, kenekatan dan keberanian. Caranya tidak lain adalah dengan menghancurkan konsep-konsep dasar Islam dengan berbagai penafsiran dan keragu-raguan.”

Lanjutt 👇

2020 Sebenarnya, tidak ada yang spesial dari setiap pergatian tahun. Yang membedakannya adalah esensi dan nilai2 yang di...
07/01/2020

2020

Sebenarnya, tidak ada yang spesial dari setiap pergatian tahun. Yang membedakannya adalah esensi dan nilai2 yang diperjuangkan di dalam tahun tersebut. Karena, seorang mukmin hendaklah harus lebih baik dari hari kemarin. Ia harus merumuskan dengan baik; perjalanan hidup, prestasi apa yang harus dicapai, serta hal besar apa yang harus diberikan dalam hal kebermanfaatan pada sesama.

Jadi, menuliskan impian, menata ulang kembali resolusi setiap tahun adalah bagian dari ikhtiar menjemput takdirNya dengan baik.

Rasulullah saw bersabda; Niat seorang mukmin itu lebih baik dari amalnya”

Maksudnya, seorang mukmin itu memiliki sifat yang selalu ingin melakukan kebaikan kebaikan. Ia selalu berusaha mengamalkan cita cita yang mulia, padahal (dalam fakta) ia hanya mampu melaksanakan sebagian saja dari keinginan dan cita citanya itu. Tak masalah apapun hasilnya; terpenting niat dengan baik serta berusaha mewujudkan itu sudah menjadi amalan agung disisiNya. Hasilnya, takdir sudah digoreskan.

Maka, untuk setiap perbuatan yang akan dilakukan, untuk setiap ucapan yang akan disampaikan, untuk setiap amal yang akan ditunaikan, hendaklah diawali dengan niat yang baik.

Semoga, ditahun 2020 ini, Allah berikan kemudahan buat kita semua dalam mewujudkan impian. Allah takdirkan tahun ini menjadi sejarah besar bagi pribadi kita semua; dengan prestasi-prestasi yang mampu membanggakan keluarga, bangsa, negara dan agama.

Bismillah..

Doakan keluarga kecil kami. Semoga doa baik berbalik.

Tabik,
Abi Arslan

Satu (tahun) PernikahanDari setiap perlombaan, angka satu (selalu) menjadi rebutan. Sebegitu keras usaha untuk mendapatk...
27/12/2019

Satu (tahun) Pernikahan

Dari setiap perlombaan, angka satu (selalu) menjadi rebutan. Sebegitu keras usaha untuk mendapatkan predikat dan juara satu, sampai semua hal dikerahkan.

Tapi dalam pernikahan, terkadang nomer satu dikedepankan, juga terkadang dibelakangkan. Dikedepankan ketika cinta bekerja; menyayangi, mengayomi, memberikan perhatian, perduli, membuat kejutan, serta saling berlomba untuk mendapatkan cintaNya. Sedangkan nomer satu dibelakangkan, ketika ego dan nafsu berusaha menguasai diri. Jadi, tidak selamanya nomer satu menjadi hal utama untuk dikejar dalam pernikahan.

Rasulullah saw pun memberikan gambaran; “Barang siapa yang menikah, sungguh dia telah menyempurnakan setengah agamanya,”

Artinya, menikah adalah jalan untuk paripurna kehambaan kita dalam beribadah padaNya. Bukan menjadi orang terbaik dan nomer satu, tapi lebih pada menjadi sempurna. Jadi, ketika sepasang manusia berlainan jenis memutuskan untuk menikah, maka itu artinya mereka berkomitmen untuk menjalani segala sesuatu bersama-sama; bukan satu-satu, lebih tepatnya, bukan sendiri-sendiri.

Alhamdulillah.. satu tahun kapal kami sudah berlalayar dalam mahligai pernikahan. S**a duka memberikan kesan tersendiri bagi bersama. Ada seorang Suami dan sudah menjadi Ayah yang belum berpengalaman, belum bisa menjadi panutan, belum banyak memberikan kebahagiaan pada istri dan generasi yang sudah Allah berikan.

Terimakasih pada istri; yang selalu bersabar, tegar, selalu teduh, selalu mensupport pada setiap gerak juang yang dijalani.

Terimakasih atas usaha untuk berhenti dalam mencari hal baik yang tidak ada pada suami.

Terimakasih atas segala maaf pada hal buruk yang ada pada perangai dan akhlak suami.

بارك الله فيك و الله يحبك..

Foto : Kembli pulang~ indahnya, sudah ditemani Bang Arslan.

Doa yang baik, doa baik berbalik. 💫

*Hukuman Para Ulama*Ketika ujian tafsir beberapa hari yang lalu, ada soal yang membuat pribadi tertegun dan menjadi baha...
22/12/2019

*Hukuman Para Ulama*

Ketika ujian tafsir beberapa hari yang lalu, ada soal yang membuat pribadi tertegun dan menjadi bahan renungan sampai detik ini.

Pertanyaannya diambil dari surat At-taubah ayat 34. Temen-temen bisa lihat langsung dalam Alquran. Didalam ayat itu, Allah mengingatkan bahwa sesungguhnya kebanyakan dari tokoh agama ahli kitab dan para ahli ibadah mereka benar-benar mengambil harta manusia dengan cara yang tidak benar.

Pertanyaanya; “Apakah banyak ulama dari kalangan muslim yang mereka juga mengikuti para ahli kitab dan ahli ibadah; memakan, mengambil harta jamaahnya dengan cara yang tidak benar? Jelaskan menurut yang ada ketahui dan dapatkan dalam dunia dalwah saat ini!”

Kurang lebih begitu pertanyaannya. Pribadi merenung sejenak, juga mengevaluasi perjalanan selama ini. Bergetar dan merinding, takut, kalau terjebak dalam kesalahan yang tidak diketahui. Seakan memberikan kebaikan, tapi sungguh niatnya tidak benar murni untuk Allah dan mendapatkan balasan dariNya. Melainkan ada dunia yang menjadi hal utama untuk dikejar.

Syaithon menipu diri; ditampakkan sekan kita berada pada jalan yang benar, tapi bukan murni untuk ridhoNya. Melainkan pujian dan ridho manusia yang dicari.

Syaithon menghias diri; seakan menyampaikan pesan untuk kebaikan akhirat, padahal kalam yang dilontarkan untuk mendapatkan perhatian dan kekuasaan.

عقوبة العلماء موت القلب. و موت القلب طلب الدنيا بعمل الآخرة (الحسن البصري)

Siksaan bagi ulama adalah kematian hatinya. Dan kematian hatinya akibat amaliah akhirat yang ditunjukkan untuk mendapatkan dunia (harta;benda).
(Hasan Al-Bashry dalam kitab Ihya ulumuuddin).

Semoga, para alim ulama, terhindarkan dari hukuman; matinya hati.

Nasehat buat diri.

*Abi Arslan*

Harapan dan Cita-cita Generasi Ada begitu banyak hal yang belum bisa dilakukan oleh generasi terdahulu, sedangkan impian...
18/12/2019

Harapan dan Cita-cita Generasi

Ada begitu banyak hal yang belum bisa dilakukan oleh generasi terdahulu, sedangkan impian dan cita-citanya tinggi melampaui garis batas umur hidupnya. Generasi terdahulu faham betul, bahwa kewajiban yang dimiliki begitu banyak, sedangkan waktu yang tersedia tidaklah mencukupi. Sehingga, cita-cita dan harapan yang mereka miliki itu haruslah terus hidup dan menggerakkan generasi setelahnya.

Pertanyaanya, Apa cita-cita generasi terdahulu yang patut kita perjuangkan saat ini dan bahkan sampai “akhir nanti?”

Imam syahid mengatakan; “Kita adalah penyeru kebaikan sebelum segala sesuatu,” Artinya, siapapun kita, apapun profesi dan jabatan kita, kita adalah penyeru kebaikan. Menyeru pada Islam yang hak. Sehingga, ia menjadi cita-cita yang terus harus diperjuangkan; untuk tegaknya Islam yang kaafah di bumi ini.

Tentulah, cita-cita yang mulia ini membutuhkan generasi yang kolektif. Saling mengisi peran dalam menyeru kebaikan. Saling menguatkan dalam berjamaah. Menasihati satu sama lain dalam kebenaran dan kesabaran.

Maka, katakan pada generasi;

“Wahai anakku, sungguh, cita-cita kita adalah satu. Apapun profesimu, apapun yang kau tekuni, jadikan sebagai wasilah untuk tegaknya Islam yang kaafah di bumi ini,”

Abi Arslan

GURUSebuah penghormatan kepada guru, karena darinya akan lahir peradaban baru.  Peradaban yang mencerahkan manusia, memb...
27/11/2019

GURU

Sebuah penghormatan kepada guru, karena darinya akan lahir peradaban baru. Peradaban yang mencerahkan manusia, membimbing jiwa kembali pada fitrah (kebaikan).

Wahai guru, sungguh, tugasmu mulia, juga sangat berat. Butuh kesabaran yang menyamudra, serta keikhlasan yang melangit untuk mengajarkan sebuah kebenaran, mengobati beragam penyakit yang sudah menjangkiti generasi. Penyakit ganas yang mematikan, penyebaran virusnya dari berbagai arah. Andai penyakit itu telah menggerogoti dan menjadi busuk, sedangkan keputusan yang menyelamatkan adalah dengan memotong bagiannya, apa yang bisa diselamatkan dari generasi?

Namun, Engkau wahai guru, bukan bagian dari kaum yang pesimis. Engkau bukan bagian dari orang-orang yang s**a berputus asa. Bahkan, keputusasaan itu tak mampu merasuki hatimu yang begitu teguh percaya akan janji Allah dan pertolonganNya.

Karena dari sebagian besar penyakit yang menjangkiti generasi, terparahnya adalah dalam bidang kejiwaan. Generasi dijangkiti keputusasaan yang membinasakan, kemalasan yang mematikan, sikap pengecut yang memalukan, kerendahan yang menghinakan, sifat banci yang mewabah, serta egoisme yang menghambat tangan mereka untuk berkarya, menghalangi jiwa untuk berkorban dan menyerat generasi keluar dari barisan pembaharu peradaban.

Dari sini, engkau terus mencerdaskan disaat generasi dibodohi. Engkau terus memotivasi, disaat generasi kehilangan semangat berkontribusi. Engkau menjadi khudwah, disaat akhlak generasi sudah tak mengenal tata kerama dan akhlakul karimah. Engkau menjadi Pelita, disaat dunia dalam kegelapan tanpa arah.

Terimakasih buat semua guru.. tanpamu, aku bagaikan butiran debu.

Abu Arslan.

Ada dua kombinasi dalam gerakan; Sang Pemimpi dan Sang Pelaksana. Ada yang menceritakan kisah, ada yang menuliskannya. A...
14/11/2019

Ada dua kombinasi dalam gerakan; Sang Pemimpi dan Sang Pelaksana.

Ada yang menceritakan kisah, ada yang menuliskannya.

Ada yang memberikan ide dan gagasan, ada yang melaksanakannya.

Ada yang memotivasi, ada yang berkontribusi.

Ada yang berjalan diagungkan, ada yang bertepuk tangan.

Ada yang menasihati, ada yang berterimakasih.

Dari kombinasi ini, akan muncul peradaban baru.
Doa yang baik, doa baik berbalik. .
#

Ada berapa faktor yang perlu diperhatikan generasi muda; mereka harus memiliki pemahaman agama, kesempurnaan akhlak, pen...
12/11/2019

Ada berapa faktor yang perlu diperhatikan generasi muda; mereka harus memiliki pemahaman agama, kesempurnaan akhlak, pengetahuan memadai tentang wasilah yang menunjang tinggi agamanya, dan kebanggaan terhadap kejayaan peradabannya yang agung.

Generasi yang dibanggakan, bukan hanya menjadikan Islam sebagai identitas. Tapi ia faham betul, bahwa agama lah yang menjadikan hidupnya terarah dan menyelematkan.

Generasi yang baik adalah mereka yang beretika, berempati, mendahulukan saudara yang membutuhkan, memaafkan, tidak mendendam, berprasangka baik pada saudara, serta senang membantu sesama. Bagi mereka, kesempurnaan akhlak adalah kewajiban diri yang harus terpenuhi. Serta menjadi cermin bagi saudara lainnya.

Generasi idaman adalah yang berusaha mencari celah untuk ikut serta dalam meninggikan izah dien-nya. Yang ia kerjakan, dengan tulus dan mengharapkan ridhoNya. Apapun profesi mereka, yang terfikirkan adalah; apa manfaat dari setiap helaan nafas bagi agamanya? Sehingga, yang dikejar bukanlah kesuksesan duniawi semata, melainkan balasan yang tiada ganjaran berupa Syurga yang kekal disana.

Generasi yang cerdas adalah mereka yang senantiasa menelaah hikmah dari peradaban sejarah agung yang dimiliki. Bersinar dan redupnya ia pelajari. Berkuasanya ia cermati. Runtuhnya ia teliti. Sehingga, ia berharap sinar kejayaan itu kembali memancar sampai ke ujung akar dunia.

Fahamilah, jika generasi yang berlalu bisa menginspirasi sungguh generasi hari ini adalah kekuatan, sedangkan generasi esok adalah tanaman.

Address

Jalan Jatipadang1. Kec, Pasar Minggu
Jakarta

Telephone

+6281289076823

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Aconk's Fashion posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share