Langit Buku

Langit Buku Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Langit Buku, Book shop, Jakarta.

Hatihati
08/06/2016

Hatihati

Sebab-Sebab Menuju Akhlak MuliaWahai samahatus syaikh, kami mohon bimbingan anda untuk menyebutkan hal-hal yang menjadi ...
03/06/2016

Sebab-Sebab Menuju Akhlak Mulia
Wahai samahatus syaikh, kami mohon bimbingan anda untuk menyebutkan hal-hal yang menjadi sebab menuju akhlak Islami.
Wahai samahatus syaikh, kami mohon bimbingan anda untuk menyebutkan hal-hal yang menjadi sebab menuju akhlak Islami.
Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz menjawab:
Diantara sebab yang mengantarkan pada akhlak Islami adalah memperbanyak membaca Al Qur’an serta men-tadabburi maknanya. Lalu bersungguh-sungguh untuk berperilaku dengan akhlak yang sebagaimana Allah Ta’ala sebutkan dalam Al Qur’an mengenai sifat-sifat para hamba-Nya yang shalih. Hal ini dapat mengantarkan kita pada akhlak yang mulia.
Demikian juga hendaknya memperbanyak duduk bersama orang-orang baik dan berakrab-akrab dengan mereka. Juga dengan memperbanyak membaca hadits-hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang menunjukkan tentang akhlak mulia.
Demikian juga hendaknya banyak membaca kisah-kisah orang terdahulu dalam kitab-kitab sirah nabawiyyah dan sejarah Islam, yaitu membaca bagaimana sifat dan akhlak orang-orang shalih di masa itu. Semua hal ini dapat mengantarkan kita pada akhlak yang mulia dan beristiqamah di atasnya.
Namun sebab yang paling besar adalah Al Qur’an dengan banyak membacanya serta men-tadaburi maknanya dengan benar-benar menghadirkan hati yang penuh keinginan tulus untuk berakhlak mulia ketika membaca Al Qur’an dan men-tadaburi-nya. Inilah hal terbesar yang bisa mengantarkan kepada akhlak mulia, dengan juga memberi perhatian yang serius terhadap hadits-hadits shahih dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tentang akhlak mulia.
Wallahu waliyyut taufiq.

Jadilah Kunci Kebaikan!“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun...
02/06/2016

Jadilah Kunci Kebaikan!
“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya". (HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr hafizhahullah
Anas bin Malik berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ
“Sesungguhnya diantara manusia ada yang menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan, Namun ada juga yang menjadi kunci kejelekan dan penutup pintu kebaikan. Maka beruntunglah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan melalui kedua tangannya. Dan celakalah bagi orang-orang yang Allah jadikan sebagai kunci kejelekan melalui kedua tangannya”. (HR Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah)
Dan barangsiapa yang ingin dirinya menjadi seseorang yang kunci pembuka pintu kebaikan serta menjadi penutup pintu keburukan, maka hendaknya ia melakukan hal-hal berikut:
Mengikhlaskan segala perbuatan dan perkataan hanya untuk beribadah kepada Allah. Karena hal tersebut adalah sumber kebaikan dan sumber kemuliaan seseorang.
Berdoa kepada Allah agar diberi taufik menjadi seseorang yang membuka pintu kebaikan. Karena sesungguhnya doa adalah kunci segala kebaikan, dan Allah tidak akan menolak doa seorang hamba yang beriman yang memohon kepadanya.
Bersemangat dalam menuntut ilmu dan memperdalamnya. Karena sesungguhnya ilmu mendorong seseorang kepada kebaikan dan kemuliaan, serta menghalangi dari perbuatan jelek dan kerusakan.
Senantiasa beribadah kepada Allah, terlebih-lebih dalam hal-hal yang wajib. Dan lebih khusus dalam masalah shalat, karena shalat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar.
Bersikap dengan akhlak yang mulia dan lemah lembut, serta jauh dari akhlak yang buruk dan tidak beradab.
Berteman dengan orang-orang yang baik dan berkumpul dengan orang-orang shalih. Karena sesungguhnya dengan berkumpul bersama mereka, para malaikat akan menyelimutinya dan rahmat Allah akan mengelilinginya. Serta jauhilah perkump**an orang-orang yang buruk dan jelek, karena mereka adalah pengikut para setan.
Menasehati orang lain, baik yang dikenal atau tidak dikenal, agar menyibukkan mereka dengan kebaikan dan menjauhkannya dari kejelekan.
Selalu mengingat akan hari akhir, dimana seorang hamba akan berdiri dihadapan Allah Ta’ala. Maka seseorang yang senantiasa berbuat baik akan dibalas dengan kebaikan dan orang yang jelek dibalas dengan kejelekan p**a, sebagaimana firman Allah Ta’ala,
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal perbuatan kebaikan sebesar dzarrah pun, niscaya ia akan mendapatkan balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan amal kejelekann sekecil dzarrah, pasti ia akan mendapatkan balasannya”. (QS. Al-Zalzalah 7-8)
Dan yang tidak kalah penting adalah seorang hamba senantiasa berharap agar mendapatkan kebaikan, serta berusaha memberi manfaat kepada yang lainnya. Sehingga apabila ia sungguh-sungguh berniat dan berharap akan mendapatkan kebaikan serta memohon kepada Allah akannya, maka dengan izin Allah, ia akan menjadi kunci kebaikan dan penutup pintu kejelekan.
Dan Allah Maha Kuasa atas hamba-hambanya untuk diberikan taufik dan dibukakan padanya pintu kebaikan bagi yang dikehendaki-Nya. Dan Allah-lah sebaik-baik dzat yang membuka pintu kebaikan.

Tiga bentuk tarbiyyah dalam madrasah puasa Ramadhan, manakah yang sudah kita raih?Hamba Allah yang menjalani ibadah puas...
02/06/2016

Tiga bentuk tarbiyyah dalam madrasah puasa Ramadhan, manakah yang sudah kita raih?

Hamba Allah yang menjalani ibadah puasa Ramadhan hendaknya melakukan tiga bentuk intropeksi diri (muhasabah) berikut ini,

Muhasabah hubungan dengan Allah Ta’ala. Adakah hubungan kita dengan Allah Ta’ala semakin dekat?
Muhasabah hubungan (sikap) dengan diri sendiri. Adakah jihad kita semakin gencar melawan jiwa yang ammaratun bis suu`, s**a memerintahkan kepada keburukan?
Muhasabah hubungan dengan orang lain. Adakah mu’amalah kita dengan saudara kita yang seiman semakin lembut dan baik?
Itulah tiga bentuk tarbiyyah (pendidikan) dari Madrasah Puasa Ramadhan! Ketiga perkara tersebut terkumpul dalam hadits berikut:

عَنْ أَبِي ذَرّ جُنْدُبْ بْنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذ بْن جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ»

Dari Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdir Rahman Muadz bin Jabal radhiyallahu’anhuma, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Iringilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik” (HR. Tirmidzi, dan beliau berkata hadits hasan Shahih dan dishahihkan oleh Al-Albani).

(PART 1)Catatlah Ilmu Ketika Di Majelis IlmuAda beberapa adab majelis ilmu yang mungkin sudah kita lupakan dan lalaikan,...
30/05/2016

(PART 1)
Catatlah Ilmu Ketika Di Majelis Ilmu
Ada beberapa adab majelis ilmu yang mungkin sudah kita lupakan dan lalaikan, yaitu berusaha mencatat ilmu tersebut. Berikut ini beberapa tips ketika kita sedang berada di majlis ilmu, agar Ilmu yang kita dapatkan tidak mudah hilang begitu saja ketika majlis ilmu sudah selesai. Like, Share and Comment :)
mari berlomba menuju kebaikan..

1-) Anjuran mencatat ilmu

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ

“Ikatlah ilmu dengan dengan menulisnya”

Bahkan beliau memerintahkan sebagian sahabatnya agar menulis ilmu. Salah satunya adalah Abdullah bin ‘Amru. Beliau bersabda kepadanya:

اكْتُبْ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا خَرَجَ مِنْهُ إِلَّا حَقٌّ

“Tulislah. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya. Tidaklah keluar darinya melainkan kebenaran”2

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,

الْعِلْمُ صَيْدٌ وَالْكِتَابَةُ قَيْدُهُ قَيِّدْ صُيُوْدَكَ بِالْحِبَالِ الْوَاثِقَهْ

فَمِنَ الْحَمَاقَةِ أَنْ تَصِيْدَ غَزَالَةً وَتَتْرُكَهَا بَيْنَ الْخَلاَئِقِ طَالِقَهْ

Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya
Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat
Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang
Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja
Sampai-sampai Asy-Sya’bi rahimahullah berkata,

إِذَا سَمِعْتَ شَيْئًا فَاكْتُبْهُ وَلَوْ فِي الْحَائِطِ

“Apabila engkau mendengar sesuatu ilmu, maka tulislah meskipun pada dinding"

Buku penting yang wajib dibaca setiap muslim, full ilmu yg detail membuka wawasan tentang hukum Islam dalam hal jual bel...
23/05/2016

Buku penting yang wajib dibaca setiap muslim, full ilmu yg detail membuka wawasan tentang hukum Islam dalam hal jual beli dan muamalah lainnya,


WA / sms : 0858-5226-5176

23/05/2016
Kitab Riyâdhush Shâlihîn karya Imam an-Nawawi merupakan salah satu kitab hadits yang paling sarat kandungannya dan popul...
09/05/2016

Kitab Riyâdhush Shâlihîn karya Imam an-Nawawi merupakan salah satu kitab hadits yang paling sarat kandungannya dan populer di kalangan masyarakat. Begitu pentingnya kandungan kitab tersebut, banyak ulama yang menyusun kitab Syarah tersendiri untuk men­jelaskan hadits-haditsnya, baik dari sudut pandang riwayah maupun dirayah. Salah satunya adalah kitab yang ada di tangan Anda sekarang; Bahjatun Nâzhirîn Syarh Riyâdish Shâlihîn, yang kami terjemahkan menjadi Syarah Riyadush Shalihin. Selain untuk menyempurnakan karya Imam an-Nawawi di bidang hadits nabawi, kitab yang disusun oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali ini juga bertujuan melengkapi kitab-kitab Syarah yang pernah diterbitkan.

Pada kitab yang diterbitkan dalam lima jilid ini, penyusun men-jelaskan hadits-hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam yang akan membimbing setiap Muslim dalam beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan sesama, serta dalam meningkatkan kualitas keimanan dan kesucian jiwa mereka menuju insan yang mulia di sisi-Nya.

Dibandingkan dengan kitab-kitab Syarah lainnya, keunggulan kitab ini ada pada penyusunannya yang telah melalui tahapan-tahapan ilmiah. Di samping itu, pembahasan setiap haditsnya disertai dengan takhrij, makna kosa kata, dan penjelasan kandungan hadits, semua itu disusun secara sistematis dan singkat, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami kandungan setiap haditsnya secara utuh.

Dengan membaca dan mengamalkan kandungan kitab ini, insya Allah, kita akan terbantu untuk menjadi pribadi-pribadi Muslim yang lebih istiqamah dalam mencapai kesempurnaan ‘ubudiyah kepada Allah.

Harga Paket 5 jilid Rp 700rb

Berminat Hub

WA / sms : 0858-5226-5176

09/05/2016
09/05/2016
Kumup**an Biografi para sahabat, alim ulama
06/05/2016

Kumup**an Biografi para sahabat, alim ulama

Insya Allah .. Segera terbit .....MERAIH  KEBAHAGIAAN TANPA BATASPenulis : Ummu Ihsan & Abu Ihsan Al-AtsariUkuran : 14 x...
04/05/2016

Insya Allah .. Segera terbit .....

MERAIH KEBAHAGIAAN TANPA BATAS

Penulis : Ummu Ihsan & Abu Ihsan Al-Atsari
Ukuran : 14 x 20 cm
Tebal : x + 126 hlm
Harga : Rp 25.000,-

Hidup bahagia adalah dambaan setiap manusia, siapa pun mereka, dan demi meraihnya mereka rela berkorban dengan segala apa yang dimiliki. Menurut persepsi kebanyakan orang, kebahagiaan adalah kesenangan hidup dengan terpenuhinya kebutuhan materi; padahal kebahagiaan seperti ini lekas sirna bersama sirnanya materi tersebut, atau saat ajal menjemput.

Sungguh, ada kebahagiaan sejati yang bersifat langgeng dan selamanya, tanpa ada batas. Kebahagiaan macam apakah itu? Di manakah kita bisa mendapatkannya? Dengan apakah kita mampu meraihnya?

Buku ini mengungkapkan tentang kebahagiaan sejati itu; kebahagiaan yang tidak terbatasi ruang dan waktu; bahagia di dunia dan di akhirat. Cara-cara yang harus ditempuh serta syarat-syarat yang mesti dipenuhi untuk mendapatkannya pun
diungkapkan di sini.
Bacalah, insya Allah kebahagiaan sejati terpatri dalam hati!

Address

Jakarta
12330

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Langit Buku posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category