12/10/2020
FENOMENA TRANSENDENSI BANJIR DARAH
Oleh: Ahmad DS, Kyai Marketing
Transenden artinya larut dalam deskrispsi angan. Badannya di suatu tempat namun alam pikirannya terbang ke dimensi tertentu. Seperti situasi emosi orang yang jatuh cinta.
Orang lain melihatnya “rada gendeng” senyam-senyum sendiri padahal hanya selempar foto yang dipandangnya. Lewat selembar foto itu dia bisa detail membayangkan saat gandengan tangan di taman bersama sang kekasih, ditemani hujan rintik dan sepotong jagung bakar, dimakan berdua, bergantian. Makanya dia mringas-mringis sendiri macem orang kesurupan.
Membaca buku 'Banjir Darah, Kisah Nyata Aksi PKI terhadap Kiai, Santri, dan Kaum Muslimin' ini kebalikannya. Emosi saya teraduk aduk antara sedih, kecewa, geram, dan merah. Saking gak tahannya, saat membaca salah satu bab berjudul 'Gubernur Soerjo Ditelanjani, Diseret 10 km, Lalu Disembelih' buku ini aku lempar saking marahku sudah gak tertahan lagi, akibat membaca bab-bab sebelumnya yang sudah menyanyat hati dan puncaknya di bab ini.
Aku seakan tidak membaca, namun seakan menonton film kekejaman PKI melintas di benak dengan jelas. Terlebih beberapa daerah yang disebutkan di buku ini aku bisa membayangkan letaknya, Takeran Magetan, Hutan Ngawi, Ponorogo, Solo dan sekitarnya.
Maklum aku membesar dari orok di wilayah perbatasan Jawa Tengah Jawa Timur itu.
Terlebih kakekku, Rng Tirtoadmodjo pernah nyaris disembelih juga oleh PKI pada kurun Madiun Affair itu. Namun berhasil bebas karena mengaku juru ketik saja (padahal asisten wedana) dan dibebaskan oleh penjaga rumah pembataian yang ternyata teman seklub sepakbola "Kraton Mangkunegaran Solo."
Jadilah aku membayangkan kengerian yang dihadapi eyangku sendiri. Ketika dibebaskan oleh penjaga rumah jagal PKI, dia berlari sekencang kencangnya sampai lemes dan tak sadarkan diri, ditemukan penduduk pingsan di pinggir sungai.
Kalau eyangku tersembelih maka jelas aku gagal di download ke muka bumi ini.
Anehnya meski bergenre kisah sejarah, namun buku ini bikin nagih. Serem namun pengen baca terus. Kayak kamu nonton film Conjuring. Bedanya ini benaran fakta, bukan fiksi. Semua yang ada di buku ini benar-benar terjadi. Karena sumbernya jurnal dan riset ke para korban dan keluarga korban. Khan lebih ngeri jadinya dari Conjuring yang cuma fiksi !
Buku ini bukan untuk dibeli namun untuk dilestarikan. Menjadi salah satu perawat ingatan kita semua atas sejarah bangsa Indonesia. Bahwa pernah ada saudara kita yang sifatnya ingin menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Dialah " hantu" komunisme.
Maka jangan sampai faham berbahaya ini tidak diketahui anak-anak kita, dan bangga menggunakan kaos berlambang komunis, cuma atas dasar simbolnya estetis, khan itu GILA!
Buku ini cocok dipajang di almari buku Anda berdampingan dengan kitab suci Anda semua: Al Quran, Injil, Weda, Tripitaka dll..karena kalau saja mereka berhasil, maka tak kan ada lagi kitab suci kita hari ini. Musnah disembelih !!
Opiniindonesia.com - Transenden artinya larut dalam deskrispsi angan. Badannya di suatu tempat namun alam pikirannya terbang ke dimensi tertentu. Seperti situasi emosi orang yang jatuh cinta. Orang lain melihatnya “rada gendeng” senyam senyum sendiri padahal hanya selempar foto yang dipandangnya...