01/07/2020
Anak-anak sebaiknya tidak dibiarkan kelamaan "nganggur" dan tidak kelamaan juga dibiarkan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, apalagi yang s**a main (baca : nglayap/ gelandang) seharian di jalan.. Keributan kemungkinan besar akan terjadi..
Mumpung lagi banyak waktu "nganggur"nya, saatnya tuk mengenalkan mereka dengan banyak aktifitas yang bermanfaat, termasuk mengenalkan mereka pada literasi yang lebih luas dibandingkan hanya sekedar buku bacaan sekolah..
Apa reaksi anak-anak yang cenderung hanya mengenal buku sekolah sebagai buku yang dia baca?
1. Mereka bingung tuk memilih buku apa yg mau dibaca.
2. Buku yang mereka ambil pertama kali, bukan buku yang menarik secara ilustrasi (menurut yg hobi baca), namun buku yang covernya ada karakter kartun yang mereka kenal.
3. Waktu bertahan mereka bersama buku tidak terlalu lama, sekitar 30menit. Tiga puluh menit tersebut, bukan membaca dengan serius, hanya bolak balik buku saja. Namun itu sdh menjadi poin baik, modal awal bagi mereka untuk tertarik ke dalam dunia buku.
4. Anak-anak yang terlihat "liar" dalam bergaul ternyata bisa kalem juga lo ketika berhadapan dengan buku 😁
Dan akhirnya.. Harapan dan doa selalu dipanjatkan, semoga saat pandemi seperti ini, anak-anak Indonesia akan tetap melakukan aktifitas yang bermanfaat dan menghindari hal-hal yang tidak baik dalam kesehariannya, aamiin Ya Robbal alamiin..
Oiyaa.. Sekedar meluruskan, bukan tidak mematuhi protokol covid. Social distancing untuk anak-anak itu syusah. Bukan hanya saat disini lo.. Tiap hari mereka main sepeda dan layang-layang di jalan, hampir tidak pernah memakai masker dan s**a deket2an dan bergerombol 😬