23/01/2013
Sejarah Batik
Batik berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "titik". Kata batik mengarah pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan "malam" yang diaplikasikan ke atas kain untuk menahan masuknya bahan pewarna. Dari zaman kerajaan Mataram Hindu sampai masuknya agama demi agama ke Pulau Jawa, sejak datangnya para pedagang India, Cina, Arab, yang kemudian disusul oleh para pedagang dari Eropa, sejak berdirinya kerajaan Mataram Islam yang dalam perjalanananannya memunculkan Keraton Yogyakarta dan Surakarta, batik telah hadir dengan corak dan warna yang menggambarkan zaman dan lingkungan yang melahirkannya.
Batik secara historis berasal dari zaman nenek moyang yang dikenal sejak abad 17 yang ditulis dan dilukis pada daun lontar. Saat itu motif atau pola batik masih didominasi dengan bentuk hewan dan tumbuhan. Batik mengalami perkembangan dari segi coraknya, yaitu dari corak-corak lukisan hewan dan tumbuhan lambat laun berubah pada motik abstrak yang menyerupai awan, relief candi, wayang dan sebagainya. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan masyarakat sendiri.
Sedang pewarna yang dipakai pada saat itu terdiri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari pohon mengkudu, soga, nila dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanah lumpur. Kerajinan Batik ini, di Indonesia telah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga kerajaan berikutnya.