I-Kool Club

I-Kool Club i-KOOL Club. V-KOOL Community Komunitas.

i-KOOL Club adalah komunitas pengguna kaca film V-KOOL yang didasari atas persahabatan, kesamaan aktivitas dan ketertarikan terhadap hal yang sama. i-KOOL Club dibentuk sebagai usaha untuk secara bersama-sama membuat dunia menjadi lebih baik, sekaligus berbagi pengalaman terbaik antara sesama pengguna kaca film V-KOOL. Komunitas ini dibuat agar anggota dapat lebih efektif menjalin hubungan, baik u

ntuk sekadar kumpul-kumpul bareng atau bahkan sebagai tempat untuk saling bertukar pengetahuan. Pembentukan i-KOOL Club ini juga untuk mewujudkan lebih baik lagi program 3 jangkar V-KOOL, yaitu Customer Care, Partner Care dan Enviro Care.

19/03/2020
06/02/2020

Jangan Salah, Hal-Hal Ini Bisa Bikin Kaca Film Kamu Rusak

Kaca film pada kendaraan saat ini seperti menjadi “aksesoris wajib” yang harus ada di kendaraan. Selain menjadi perisai penghalang panas matahari supaya tidak masuk ke dalam kabin, kaca film juga bisa menambah keamanan pengemudi kendaraan. Kaca film membuat orang jadi susah untuk melihat ke dalam kendaraan, sehingga privasi terjamin dan menghindari orang untuk berbuat jahat. Apalagi jika terjadi kecelakaan hingga kaca pecah, kaca film bisa mengikat kaca supaya tidak berterbangan sehingga penumpang tetap aman. Karena manfaat yang banyak, tak jarang kaca film harus ditebus dengan harga yang mahal. Namun, ada beberapa kebiasaan yang justru bisa memperpendek usia kaca film.

Faktor yang paling utama yang menentukan umur kaca film adalah kualitas pemasangan. Pemasangan kaca film yang tidak baik dan tidak sesuai dengan prosedur dapat merusak kaca film dan secara penampilan akan mengganggu. Karenanya, ketika membeli kaca film, pastikan produk kaca film memiliki teknisi yang terampil dan berpengalaman, karena hal tersebut berkaitan dengan kualitas pemasangan kaca film. Seperti merek V-kool yang menyediakan hanya teknisi terlatih untuk menghadirkan kualitas terbaik saat melayani konsumen. V-KOOL yang hanya mengutamakan pada satu jenis produk, menjadikannya fokus dan mampu memberikan layanan maksimal pada konsumen.

Setelah kaca film terpasang dengan baik, Anda juga harus menghindari hal-hal yang bisa merusak atau menggores kaca film. Antara lain penggunaan lap yang kasar seperti tisu, atau menggunakan cairan kimia pembersih yang bisa merusak kaca film. Kaca film bisa rusak oleh alkohol, amoniak, dan cairan kimia keras lainnya.

Sebenarnya kaca film tidak perlu dilakukan pembersihan secara khusus karena dipasang di interior kendaraan. Cukup dibersihkan dengan lap yang bersih dan lembut tanpa perlu memakai cairan apapun. “ Jika terdapat kotoran yang sulit dibersihkan, Anda bisa menggunakan air yang dicampur sedikit shampoo dan dilap sampai kering agar tidak menimbulkan jamur”.

Pemasangan holder ponsel atau perangkat GPS di kaca depan dengan menggunakan “suction cup” yang bekerja dengan prinsip vakum. Pemegang ponsel ini dipasang guna memudahkan pengemudi untuk menunjukkan arah atau peta, sambil berkendara. Pemasangan holder di kaca depan lama kelamaan akan merusak kaca film, karena lem dari film akan tertarik karena berat ponsel. “Tidak disarankan menggunakan holder handphone yang ditempel pada kaca film karena lama kelamaan bisa menarik kaca film sehingga mengkerut dan menimbulkan bekas berupa bulatan. Kerusakan kaca film pada kaca depan kendaraan bisa mengganggu pandangan saat berkendara dan mengurangi keamanan berkendara.

vkool-indonesia.com/berita/detail/41

30/10/2019

Mazda 'Berpacu Melawan Waktu' untuk Membuat Mobil Sport Rotary Baru

Sudah hampir tujuh tahun sejak terakhir kali Mazda dengan mesin rotari menghiasi ruang pamer perusahaan. Itu adalah RX-8, sebuah coupe empat pintu yang tampak aneh dengan mesin putaran tinggi di bawah kapnya dan sasis yang manis. Sejak itu, penggemar fanatik Mazda telah menghabiskan banyak waktu untuk mencari mobil sport baru bertenaga rotari, hanya berdasar desas-desus yang tak ada habisnya bahwa kendaraan seperti itu ada di luar sana.

Mazda berencana menghidupkan kembali rotari; hal itu diperjelas oleh kepala perusahaan Mitsuo Hitomi sebelumnya pada tahun 2019, ketika ia mengungkapkan versi baru dari powerhouse ikonik perusahaan yang akan digunakan sebagai generator untuk mobil listrik pertama Mazda, crossover MX-30. Tetapi mesin yang menjadi terkenal karena penampilannya di mobil sport seperti RX-8 dan pendahulunya RX-7, mungkin pimpinan Mazda sendiri masih ingin membuat mobil yang lentur dan menghibur dengan mesin ini di bawah kapnya.

"Kami tidak pernah menyerah pada mimpi itu," bos desain Mazda, Ikuo Maeda mengatakan pada Australia's Which Car di Tokyo Auto Show bulan ini, mengenai topik menciptakan mobil sport bertenaga rotary baru. “Saya mengerti jam terus berdetak dan lingkungan bisa berubah. Kita harus melihat apakah lingkungan masa depan akan menerima mobil sport dengan tangan terbuka. Jadi kami mengerti kami berpacu dengan waktu. ”

“Perlombaan melawan waktu” yang disebutkan Maeda, mungkin, merujuk pada dorongan global yang cepat menuju elektrifikasi otomotif yang mengancam untuk menyebabkan mesin "tradisional" dengan pembakaran internal menjadi tidak relevan. Pembuat mobil di setiap benua memangkas anggaran pengembangan untuk kendaraan bertenaga gas dan pembangkit listrik mereka untuk membakar uang ke pengembangan EV - dan Mazda, sebagai produsen mobil kecil, memiliki lebih sedikit uang tunai daripada banyak pesaingnya, memaksanya untuk lebih berpikir strategis tentang perusahaannya. pengeluaran.

Salah satu cara produsen mobil dapat mengurangi biaya, tentu saja, adalah melalui berbagi platform - membangun mobil sport dengan merek lain, seperti yang dimiliki Toyota dengan merek 86 dan Supra. Namun itu tidak masuk dalam rencana.

"Kami saat ini tidak memiliki rencana seperti itu sama sekali," kata Maeda. Namun, ia menambahkan, "Saya pikir kita mungkin perlu menjelajahi berbagai cara berbeda untuk benar-benar menyadarinya, karena yang penting sebenarnya [membawa] mobil sport ke pasar."

11/10/2019

Teknologi kaca film berkembang

24/09/2019

Kaca Film Makin Gelap Bukan Jaminan AC Mobil Makin Adem

Fungsi kaca film selain memberikan ruang privasi di dalam mobil tapi juga dipercaya mampu meredam sinar matahari yang masuk dan membuat area kabin lebih adem.
Namun sayangnya, masih banyak yang beranggapan bahwa makin gelap kaca film semakin baik dalam meredam sinar matahari yang masuk ke kabin.

Jangan salah, bukan gelap atau tidaknya kaca film yang dapat meredam panas yang mempengaruhi dinginnya AC di dalam mobil. Yang menentukan adalah performa penolakan panas (dalam hal ini sinar infra merah penyebab panas) kaca film itu sendiri.

Indikator yang dianggap tepat untuk meredam panas matahari ya, kaca film yang tingkat IRR dan UV protectornya tinggi. Performa kaca film ini berkaitan erat dengan teknologi yang digunakannya.

Untuk Bagian kaca depan dianjurkan kaca film dipilih dengan kegelapan hanya 20 persen. Namun jika masih merasa terlalu terang, usahakan kegelapan hanya sampai maksimal 40 persen jangan lebih.
Ditambah lagi, jika memakai kegelapan 40 persen di kaca depan mobil tidak akan terlalu silau ketika siang hari. Jika malam hari, kegelapan 40 persen kaca depan, bisa mengurangi gangguan silau dari sorotan lampu kendaraan yang berlawanan arah.

Tapi kalau kamu sering keluar kota dengan jalanan yang banyak tidak bagus atau berlubang, disarankan pakai 20 persen. Tetapi, Beberapa orang merasa kaca depan tidak perlu dipasang kaca film, alasannya takut tidak bisa melihat jelas kondisi jalan di malam hari.





06/09/2019

Tren ”Double” Kaca Film, Benar atau Salah?

Banyak pengguna mobil beranggapan, semakin tebal kaca film semakin besar kemampuan menolak panas. Alhasil, fenomena menumpuk (pasang rangkap) kaca film kerap ditemukan. Tak cukup satu, lapisan lain ditambahkan ke permukaan kaca film pertama dengan harapan kinerja menolak panas semakin maksimal. Benarkah? Ternyata anggapan tersebut tidak benar. Saat kaca film di-double yang terjadi adalah pandangan yang kurang baik karena kadar kaca film yang berbeda. Lalu masalah kedua, sisi kaca film yang ada lemnya tidak bertemu dengan kaca, tapi bertemu dengan kaca film lain. Hal ini mengakibatkan, cepat atau lambat kaca film akan rusak dan mengelupas

Kesulitan lain, saat akan mengganti atau melepas kaca film kedua misalnya, lapisan lem akan merusak kaca film pertama. Apalagi, jika lapisan lem membandel, biasanya dipakai cairan yang keras untuk membersihkan dan itu tidak disarankan.
Artinya, kemungkinan kedua lapisan kaca film rusak sangat besar.

Kesimpulannya, memasang kaca film double sangat tidak disarankan. Kebanyakan kaca film yang sudah punya nama tidak akan menggaransi praktik ini. Jika konsumen ingin mendapatkan tolak panas tinggi, yang harus dilakukan adalam mengganti lapisan kaca film awal dengan kaca film dengan penolak panas yang efektif, bukan lantas menumpuknya.

Address

Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when I-Kool Club posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to I-Kool Club:

Share