22/05/2012
MACAM-MACAM TUSUK JARUM DASAR
Membuat Kreasi dari Flannel selain membutuhkan keinginan yang kuat untuk berkreasi, ada beberapa kemampuan dasar yang harus dikuasai yaitu dasar dasar menjahit dengan tangan. Untuk pemula, yang belum terbiasa dengan kreatifitas menjahit, awalnya memang sulit, namun semua akan berjalan mahir jika kamu tidak bosan berlatih, menjahit adalah ilmu mudah dan kasat mata, so...tidak ada alasan untuk menyerah.
Berikut adalah macammacam tusuk dasar yang bisa digunakan untuk kreasi flannel :
1. Tusuk Terbang
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Kemudian tusukkan ke arah samping kanan sekitar empat mili sejajar dengan titik muncul benang, kondisi benang masih kendur
d. Tusukkan muncul dari bawah kain di antara titik muncul dengan titik masuk tetapi agak ke bawah sekitar satu mili, sebelum menarik benang lingkarkan benang yang kendur tadi di bawah jarum agar terkait
e. Selanjutnya tusukkan ke dalam di bawah titik muncul tersebut sekitar satu mili, kegunaan tusukan tersebut sebagai pengikat atau pengunci pada sulaman tersebut
f. Tusukkan ke luar di bawah titik awal yang pertama sebagai titik awal untuk mengulangi langkah-langkah tersebut.
2. Tusuk Holbein
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Kemudian tusukkan sejajar atau tegak lurus dengan titik muncul tersebut
d. Ulangi langkah tersebut tetapi mengikuti sketsa yang sudah dibuat, hanya saja sketsa tusuk holbein menyerupai tangga.
3. Tusuk Chevron
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Tusukkan 45o ke atas dari titik muncul benang sekitar tiga mili ke kanan dan tiga mili ke atas
d. Tusukkan keluar sekitar satu mili ke arah kiri dari titik masuk
e. Tusukkan ke dalam sekitar dua mili ke arah kanan dari titik keluar tersebut, sehingga membentuk garis lurus
f. Tusukkan 45o ke bawah dari titik muncul benang sekitar tiga mili ke kanan dan tiga mili ke bawah
g. Tusukkan keluar sekitar satu mili ke arah kiri dari titik masuk
h. Tusukkan ke dalam sekitar dua mili ke arah kanan dari titik keluar tersebut, sehingga membentuk garis lurus
i. Ulangi langkah-langkah tersebut.
4. Tusuk Panjang Pendek
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Kemudian tusukkan sejajar dengan titik muncul tersebut
d. Keluarkan benang di sebelah kanan jarum pertama keluar namun naik satu titik
e. Tusukkan kembali benang sejajar namun naik satu titik
f. Lakukan berulang-ulang sesuai sketsa sehingga jahitannya terlihat naik turun.
5. Tusuk Veston
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Tusukkan jarum sekitar dua mili ke kanan dan tiga mili ke atas dari titik muncul, kondisi benang masih kendur
d. Tusukkan muncul keluar tiga mili di bawah dari titik tusuk masuk tadi, sebelum menarik benang lingkarkan benang yang kendur tadi di bawah jarum agar terkait sehingga membentuk huruf L terbalik
e. Ulangi langkah-langkah tersebut.
6. Tusuk Lurus
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Kemudian tusukkan sejajar dengan titik muncul tersebut
d. Ulangi langkah tersebut tetapi mengikuti sketsa yang sudah dibuat.
7. Tusuk Flanel
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Tusukkan 45o ke atas dari titik muncul benang sekitar tiga mili ke kanan dan tiga mili ke atas
d. Tusukkan muncul dari bawah kain sekitar satu mili ke kiri dari titik tusuk masuk ke dalam tadi
e. Tusukkan 45o ke bawah dari titik muncul benang sekitar tiga mili ke kanan dan tiga mili ke bawah
f. Tusukkan muncul dari bawah kain sekitar satu mili ke kiri dari titik tusuk masuk ke dalam tersebut
g. Ulangi langkah-langkah tersebut.
8. Tusuk Bulu
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Kemudian tusukkan ke dalam ke arah kanan sejajar dengan titik muncul sekitar dua mili, kondisi benang masih kendur
d. Tusukkan keluar muncul dari bawah kain di antara titik muncul dengan titik masuk tetapi agak ke bawah sekitar satu mili, sebelum menarik benang lingkarkan benang yang kendur tadi di bawah jarum agar terkait dan terbentuk lengkungan
e. Tusukkan ke dalam ke arah kiri sejajar dengan titik muncul sekitar dua mili, kondisi benang masih kendur
f. Tusukkan keluar muncul dari bawah kain di antara titik muncul yang kedua dengan titik masuk tetapi agak ke bawah sekitar satu mili, sebelum menarik benang lingkarkan benang yang kendur tadi di bawah jarum agar terkait dan terbentuk lengkungan
g. Tusukkan keluar sebagai titik awal untuk mengulangi langkah-langkah tersebut.
9. Tusuk Silang
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Tusukkan 45o ke atas dari titik muncul benang sekitar dua mili ke kanan dan dua mili ke atas
d. Lakukan berulang-ulang sampai ke bagian paling ujung
e. Setelah sampai ujung kembali kearah dimana benang keluar sehingga terlihat menyilang.
10. Tusuk Panah
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Tusukkan 45o ke atas dari titik muncul benang sekitar satu mili ke kanan dan satu mili ke atas
d. Tarik benang ke bawah dan masukkan sejajar dari masuknya benang tadi
e. Tusukkan lagi benang ke arah benang pertama muncul, kemudian keluarkan benang sejajar lurus ke kanan
f. Ulangi langkah c, d dan e berulang-ulang sampai terbentuk pola yang diinginkan.
11. Tusuk Rantai
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Kemudian tusukkan ke dalam pada titik yang sama dengan titik keluar tersebut, kondisi benang masih kendur
d. Tusukkan keluar ke arah bawah dari titik masuk sekitar dua mili, sebelum menarik benang lingkarkan benang yang kendur tadi di bawah jarum agar terkait
e. Ulangi langkah-langkah tersebut.
12. Tusuk Batang
a. Buatlah sketsa pada kain sebagai pedoman ketika menyulam
b. Tusukkan jarum dari bawah kain dan keluarkan benang
c. Tusukkan jarum sekitar tiga milimeter ke kanan dan satu millimeter ke bawah agar terbentuk garis miring
d. Tusukkan muncul keluar lagi sekitar satu mili ke atas dan satu mili ke kiri tepat di samping kanan titik tusuk masuk tadi.
Demikian beberapa tusuk jarum jahit dasar, namun pada kreasi flannel ini yang lebih sering digunakan adalah tusuk veston dan jelujur.
Semoga bermanfaat,
Hani Ardanariswari