Saat ini, obat antibiotik banyak digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Antibiotik adalah obat yang membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri. Obat antibiotik berasal dari bahan kimia yang diproduksi oleh mikroorganisme. Beberapa antibiotiK bersifat βbakterisidaβ, yang berarti bekerja dengan membunuh bakteri. Selain berfungsi membunuh kuman, bahan kimia tersebut harus dinetralk
an tubuh supaya aman. Caranya adalah dengan memecah bahan kimia itu. Hati atau lever bertugas memecah bahan kimia tersebut. Namun, bila diforsir terus-menerus, hati bisa rusak. Pemakaian antibiotik yang berlebihan (irrational) juga dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term). Irrational use, dapat membunuh kuman yang sebenarnya baik dan berguna di dalam tubuh. Akibatnya, tempat yang semula ditempati bakteri baik akan diisi bakteri jahat. Kemudian, pemberian antibiotik yang berlebihan akan mengakibatkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resisten terhadap antibiotik. Berikut merupakan efek samping antibiotik yang umumnya terjadi.
1. Efek samping antibiotik antara lain dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti rasa gatal, peradangan atau ruam, yang menyebabkan adanya pembengkakan. Pembengkakan dapat terjadi di leher, hidung, tenggorokan, atau mulut, sehingga dapat mengganggu kemampuan Anda dalam bernapas. Pada reaksi alergi yang sangat kronis, berakibat terjadinya penurunan tekanan darah yang sangat drastis. Reaksi alergi pada perempuan dapat menyebabkan gatal-gatal pada va**na.
2. Gangguan pencernaan seperti diare, muntah, sakit perut, merupakan efek samping antibiotik yang sering terjadi. Pada manusia dalam kondisi sehat terdapat bakteri βbaikβ yang mengatur metabolisme, membantu pencernaan, memproduksi vitamin tertentu. Bakteri tersebut dapat terbunuh oleh obat antibiotik, sehingga mengganggu keseimbangan dalam usus, dan memungkinkan bakteri yang merugikan akan tumbuh. Sebab tempat bakteri biasanya berkolonial telah terbunuh, kemungkinan akan ditumbuhi jamur. Clindamycin merupakan obat antibiotik yang digunakan untuk infeksi yang paling serius, dengan efek samping akan mengalami radang usus (sejenis kolitis) yang dapat menyebabkan diare kronis, terutama bagi pasien lanjut usia.
3. Efek samping terbesar terjadi pada organ hati dan ginjal. Bahaya antibiotik akan sangat tampak, ketika obat dikonsumsi dengan dosis tinggi oleh pasien yang menderita penyakit seperti pielonefritis, glomerulonefritis dan hepatitis. Sehingga dapat berakibat pada kerusakan hati, dengan gejala seperti penyakit kuning, demam, dan perubahan warna feses serta urin yang lebih gelap. Berikut ini adalah daftar efek samping yang jarang terjadi dari beberapa obat antibiotik:
* Pembentukan batu ginjal (sulphonamides)
* Pembekuan darah yang abnormal (sefalosporin)
* Kepekaan berlebihan terhadap matahari (tetrasiklin)
* Kelainan pada darah (trimetoprim)
* Berkurangnya fungsi indra pendengar (eritromisin dan aminoglikosida)
II. Proses Pembuatan Pembalut Biasa :
- Pembalut wanita adalah produk sekali pakai. karena itulah para produsen mendaur ulang bahan baku kertas bekas dan pulp menjadikannya bahan dasar untuk menghemat biaya produksi. Pembalut ini mengandung Zat Dioxin yang sangat berbahaya.
-Dalam proses daur ulang, banyak bahan kimia digunakan untuk proses sterilisasi kuman-kuman pada kertas bekas.
- Bahaya dioxin menyebabkan : kanker, endometriosis, kemandulan, keguguran.