06/07/2016
Ini Alasan Kamu Harus Menonton Reply (1997, 1994, 1988): Drama Korea Unik yang Lain dari Drama Korea Kebanyakan
Drama Korea biasanya identik dengan lakon perempuan dan laki-laki yang cantik dan tampan, kisah romansa yang jadi impian para perempuan, adegan yang kadang sedih sehingga membawa penonton seolah-olah terbawa oleh si karakter, hingga beberapa peran antagonis yang kadang membuat penonton gemas dibuatnya. Saya bukan penggemar drama Korea. Kalau pun menonton drama Korea itu hasil sortir tema cerita yang menurut saya menarik. Dari beberapa drama Korea yang direkomendasikan teman saya, saya rasa drama Korea Reply 1997, Reply 1994, dan Reply 1988 lah yang paling berkesan di hati saya. Di Korea sendiri, drama Reply mampu menarik minat para penontonnya, bahkan Reply 1997 paling sukses mendapat banyak penghargaan, baik dari segi cerita hingga para pemainnya.
Baik Reply 1997, Reply 1994, maupun Reply 1988 secara keseluruhan hampir sama dalam ide. Ketiganya mengambil setting di masa lalu dan mengajak penonton mengikuti alur nostalgia di dalamnya. Reply 1997 lebih dulu lahir di tahun 2012. Drama ini diperankan oleh Jung Eun-ji (sebagai Sung Shi-won) dan Seo In-guk sebagai (Yoon Yoon-jae). Keduanya berhasil memperoleh penghargaan Rising Star Award dalam ajang 1st K-Drama Star Awards di tahun 2012 melalui drama Reply 1997. Di tahun 2013, Reply 1994 muncul menyusul kesuksesan Reply 1997 di tahun sebelumnya. Drama ini diperankan oleh Go Ara (sebagai Sung Na-jung) dan Jung Woo (sebagai Kim Jae-joon). Reply 1994 memperoleh penghargaan di kategori Grand Prize (Daesang) dalam ajang 8th Cable TV Broadcasting Awards di tahun 2014. Di tahun 2015 muncul Reply 1988 yang berusaha mengulang kesuksesan dua seri Reply sebelumnya. Drama ini diperankan oleh Lee Hyeri (sebagai Sung Deok-sun), Park Bo-gum (sebagai Choi Taek), Ryu Jun-yeol (sebagai Kim Jung-hwan), Go Kyung-pyo (sebagai Sung Sun-wo), dan Lee D**g-hwi (sebagai Ryu D**g-ryong). Reply 1988 mampu mencetak sejarah sebagai drama Korea dengan rating tertinggi sepanjang tahun 2015. Di Indonesia sendiri, Relpy 1988 sedang banyak digandrungi pecinta K-Drama.
Kesuksesan ketiga serial Reply ini tentu tak lepas dari jalan cerita di dalamnya yang menarik dan berbeda dari drama Korea kebanyakan. Bisa dibilang orang yang jarang nonton drama Korea pun akan dibuat ketagihan dengan cerita Reply. Berikut beberapa hal yang mampu membuat pecinta drama Korea ketagihan nonton Reply 1997, Reply 1994, maupun Reply 1988.
Jalan Cerita yang Unik
Salah satu keunggulan drama Reply dibandingkan drama lain adalah kisah flashbacknya ke masa tahun akhir 80-an hingga akhir 90-an. Penonton serasa diajak nostalgia dengan hal-hal di tahun tersebut. Di Reply 1997, penonton akan diingatkan pada serunya bermain tamagotchi, antrian telepon umum yang panjang, handphone yang masih memiliki antena, hingga asyiknya mendengarkan acara radio. Di Reply 1994, kita disuguhi masa di mana pager begitu populer dan dimiliki hampir semua anak muda. Ada p**a adegan merekam lagu favorit untuk dijadikan greeting di pager mereka. Di Reply 1988, penonton akan diajak merasakan hidup di masa belum ada handphone atau gadget lain. Hanya televisi dan radio yang jadi hiburan kala itu. Juga keseruan style orang-orang di masa akhir 80-an yang agak membuat geli. Selain keseruan flashbacknya, hal unik lain di serial Reply ini adalah pemeran tokoh orang tua yang tak pernah berubah sejak Reply 1997, Reply 1994, hingga Reply 1988. Mereka adalah Sung D**g-il dan Lee Il-hwa. Entah untuk alasan apa kedua peran ini selalu bermain di semua drama Reply. Yang jelas akting mereka di berbagai peran orang tua patut diacungi jempol.
Isi Cerita yang Lebih Banyak Mengedepankan Kisah Keluarga dan Persahabatan
Sebagaimana drama Korea lain yang mengambil tema tertentu dalam kisahnya, bagi saya semua serial Reply memiliki tema keluarga dan persahabatan. Tak banyak drama Korea yang menjadikan kisah dalam keluarga sebagai inti dari sebuah cerita. Drama Reply mengingatkan kita akan pentingnya sebuah keluarga melalui kisah-kisahnya yang sederhana. Dalam Reply 1997 diceritakan Sung Shi-won yang menjadi fans berat H.O.T sering bertengkar hebat dengan ayahnya gara-gara H.O.T. Di Reply 1994 dikisahkan Sung Na-jung yang sering berkata kotor di rumah dan hal itu menimbulkan konflik antara dia dan ayahnya. Di Reply 1988, kisah Sung Deok-sun yang sangat malas belajar kerap membuat sang ayah geram. Di balik kisah ayah-anak yang sering bertengkar, selalu ada sosok ibu yang kuat di antara mereka. Ketiga drama Reply ini juga berhasil mengangkat kisah persahabatan yang erat hingga sudah seperti keluarga. Reply 1997 mengangkat tema persahabatan SMA, Reply 1994 mengambil kisah persahabatan dalam rumah kost, sedangkan Reply 1988 memilih persahabatan teman sekompleks dan kehidupan bertetangga sebagai tema.
Pemeran Utama Perempuan yang Lain dari Drama Korea Biasanya
Salah satu magnet drama Korea adalah pemeran utama perempuan yang cantik, lembut perilakunya, dan jadi idola. Serial Reply justru mengambil tokoh utama perempuan yang jauh dari kata βjadi idolaβ, cuek, terkesan agak tomboy, dan kadang memiliki beberapa perilaku aneh. Sung Shi-won di Reply 1997 menggambarkan gadis SMA yang sangat menyukai sebuah boyband hingga bermimpi menjadi istri salah seorang personilnya. Perilaku dan perkataan Shi-won cenderung kasar seperti anak laki-laki. Sung Na-jung di Reply 1997 digambarkan sebagai gadis kuliah yang sangat menyukai salah satu pemain basket, maniak yang selalu mengikuti ke mana pun si pemain basket bertanding, sering berkata kotor, dan lebih banyak memiliki teman laki-laki. Sedangkan di Reply 1988 menyuguhkan sosok Sung Deok-sun yang tergolong anak SMA kurang pintar, malas belajar, dan s**a ketiduran setelah makan. Ketiga lakon perempuan ini memang unik dan serial Reply berusaha menggambarkan bahwa setiap perempuan memiliki sisi unik masing-masing dan tak harus jadi cantik luar biasa untuk bisa dicintai laki-laki.
Sarat dengan Humor Sederhana yang Begitu Menghibur
Hal yang paling dis**a dari serial Reply adalah kisahnya yang banyak diselingi humor sederhana nan menghibur. Tak banyak drama Korea yang bisa membuat penonton tertawa dalam porsi yang cukup. Kadang ada beberapa adegan yang membuat penonton tersentuh dan larut dalam kesedihan. Namun, di sisi lain ada selipan adegan yang mampu membuat penonton tertawa tanpa menghilangkan esensi cerita yang sebenarnya. Bisa dibilang serial drama Reply begitu seimbang dalam ceritanya, sehinga penonton tak merasa monoton dalam menonton setiap episodenya.
Nilai Moral yang Selalu Diselipkan di Setiap Akhir Episode
Satu hal lagi yang membuat serial Reply istimewa. Di setiap akhir episode drama ini selalu menyuguhkan nilai moral untuk penonton. Jadi penonton tak hanya dibawa ke jalan cerita tiap episodenya, larut dalam kisahnya, atau tertawa di tiap adegan humornya. Namun, penonton juga diajak memahami keseluruhan inti cerita tiap episodenya melalui nilai moral di akhir episode. Di setiap akhir episode serial Reply selalu ada semacam rangkuman dari inti cerita yang mengajarkan banyak hal kepada penonton, seperti orang tua, sahabat, cinta, pentingnya memaafkan, dan lain-lain. Di bagian akhir episode inilah bagian humanis dari drama Reply muncul. Ini adalah salah satu nilai positif serial Reply dibandingkan drama Korea lain.
Reply 1997, Reply 1994, dan Reply 1988 mengajarkan kita beberapa pelajaran hidup yang mungkin hampir kita lupakan. Saya rekomendasikan untuk menonton ketiga drama Reply ini untuk kamu yang jarang menonton drama Korea. Saya sarankan untuk menonton secara berurutan, yaitu dari Reply 1997, Reply 1994, dan Reply 1988. Temukanlah kisah seru yang menghibur di ketiga drama tadi.
Selamat menikmati.
Cr triviaid
Jadi tunggu apalagi, yuk di order dramanya