Mawaddah Store

Mawaddah Store Mawaddah Store merupakan toko buku Islami online yang menyajikan berbagai macam judul buku dari berbagai Penerbit

01/09/2020

Judul: Kump**an Ceramah Pilihan; Menggugah Jiwa Menyentuh Kalbu
Penulis: Ibrahim Abdullah bin Saif al-Mazru’i
Jumlah Hlm.: xii + 360 hlm.
Ukuran: 15,5 x 24 cm.
======================================

Semua manusia merugi apabila tidak mengisi waktu dengan kebajikan. Mereka akan binasa di dunia dan akhirat, karena keberuntungan yang hakiki hanya didapatkan oleh orang yang beriman dan beramal shalih.

Allah berfirman,
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran. (Al-Ashr: 1-3)

Kump**an Ceramah Pilihan yang disampaikan oleh Ibrahim Abdullah bin Saif al-Mazru’i ini dinilai sangat menggugah jiwa dan menyentuh kalbu.

Dan untuk lebih memberikan manfaat, maka ceramah pilihan ini dimuraja’ah kembali lalu dikumpulkan dan dicetak menjadi buku tersendiri.

Buku ini ditujukan dalam rangka saling menasihati untuk menaati kebenaran dan konsisten dalam kesabaran. Penulis mengajak kepada kaum Muslimin untuk selalu mengingat Allah, memuhasabah diri, melembutkan hati, dan bersikap zuhud.

Di dalamnya banyak dibahas tentang dzikir dan muraqabah kepada Allah, berlomba-lomba dalam kebaikan, manisnya iman dan lezatnya taat, pengaruh negatif perbuatan maksiat, tipu daya setan, pembatal amal, dan mengingat akhirat; surga dan neraka.

Setiap tema pembahasan dikuatkan dengan dalil yang qath’i dan shahih dari al-Qur`an dan as-Sunnah, sehingga membuat dada terasa lapang dan yakin untuk bisa menerimanya.

Penulis mengulasnya dengan bahasa yang mudah dicerna, tidak bertele-tele sehingga tidak membosankan para pembaca. Inilah Kump**an Ceramah Pilihan; menggugah jiwa menyentuh kalbu yang layak dijadikan tuntunan dan panduan. Selamat membaca.

Harga asli Rp60.000
Diskon jadi : Rp 49.000

Klik Link untuk memesan:
https://wa.me/c/6281212075256

Abu Bakar Ash shiddiq adalah sahabat yang memiliki banyak keutamaan serta kemuliaan,Bahkan dikatakan ia adalah manusia t...
21/08/2020

Abu Bakar Ash shiddiq adalah sahabat yang memiliki banyak keutamaan serta kemuliaan,
Bahkan dikatakan ia adalah manusia termulia setelah para nabi dan rasul.
Keutamaannya adalah selalu melegenda dan dukungannya para sahabat terbukti dengan pengakuan nabi terhadap.

Jasa-jasa Abu Bakar Ash shiddiq yang sangat besar kepadanya demi kemaslahatan umat dan dakwah, pada dirinya tergabung sifat kelemah lembutan dan ketegasan, kasih sayang dan keberanian, ketenangan dan kecepatan dalam mengambil keputusan, rendah hati dan kewibawaan serta toleransi dan mampu menghancurkan musuh.

Beliau adalah orang yang paling kuat keimanannya setelah para nabi dan rasul dan beliau juga adalah orang yang paling mencintai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Keutamaan dan akhlak Abu Bakar Ash shiddiq harus diungkap sehingga diketahui oleh banyak kalangan muslim membaca kisah Abu Bakar Ash shiddiq dalam buku ini sungguh menarik karena dapat hikmah dan untaian nasihat yang sangat menginspirasi kita di setiap pembahasan buku ini akan menjadikan rujukan yang bagus dan memiliki nilai bobot tapi ringan karena ditulis dengan bahasa yang sederhana dan bergaya cerita.

Bonus buku:
📚Sebab Mekarmu hanya sekali

Untuk mendapatkan informasi lain:
* Wawasan baru
*Broadcast Islami
* Produk menarik
* Pemesanan Buku
Klik link di bawa kemudian save an/Mawaddah Store
https://bit.ly/mawaddahstore

┏✍️✍️﷽━━━━━━━┓Apa yang kita ketahui tentang Utsman bin Affan   ┗━━━━━━━━📚📚━┛🔊 Berbicara tentang Utsman bin Affan radiall...
11/08/2020

┏✍️✍️﷽━━━━━━━┓
Apa yang kita ketahui tentang Utsman bin Affan
┗━━━━━━━━📚📚━┛

🔊 Berbicara tentang Utsman bin Affan radiallahu anhu adalah khalifah 3 dari khulafau Rasyidin.

💚 Kata-kata cinta untuk memujinya Semua tenggelam karena Utsman bin Affan lebih mendahulukan cinta Allah dan rasulnya dari pada pujian manusia

✨ Beliau memiliki keutamaan yang banyak, ke Imanan dan ketakwaannya menjadikannya seorang yang dermawan tanpa batas.

✍️ Sifat malunya kepada allah mengibaratkannya bagaikan singa di siang hari berjuang membela agama Allah, dan menghabiskan malamnya dengan beribadah kepada Allah.

💕 Kelembutan hatinya lebih halus dari kata-kata dan menawan untuk memujinya, Hatinya lembut menjadikannya seorang yang Pemaaf.

━━━━━━━📚📚━
Ingin mengetahuinya lebih lanjut, Miliki bukunya

📚 Kepemimpinan dan
teladan Utsman bin Affan

*Original Book✨
Pustaka: Daun publising
384 hlm
Harga spesial 60k

Bonus buku:
📚Sebab Mekarmu hanya sekali

━━━━━━━🔊🔊━
Untuk mendapatkan informasi lain:
* Wawasan baru
*Broadcast Islami
* Produk menarik
* Pemesanan Buku

Klik link di bawa kemudian save nomor an/Mawaddah Store👇
https://bit.ly/mawaddahstore

Paket sahabat nabi.❇️ Harga spesial untuk semua.💫✨Original Book....................................1⃣📚Abu bakar Ash-Shid...
05/08/2020

Paket sahabat nabi.
❇️ Harga spesial untuk semua.

💫✨Original Book....................................
1⃣📚Abu bakar Ash-Shiddiq.
Kepemimpinan dan kelembutan pembela nabi
Oleh Fariq Gasim Anuz
Pustaka Daun Publishing
400/hlm
Ukuran 16 x 24 cm
Hard cover
....................................
2⃣📚 Umar bin Khattab
Pembelaan terhadap al faruq
Oleh Fariq Gasim Anuz
Pustaka Daun Publishing
446/hlm
Ukuran 16 x 24 cm
Hard cover
....................................
3⃣📚Utsman Bin Affan.
Kepemimpinan dan keteladanan
Oleh Fariq Gasim Anuz
Pustaka Daun Publishing
384/hlm
Ukuran 16 x 24 cm
Hard cover........................
Klik link untuk memesan

https://bit.ly/mawaddahstore

ALQUR'AN BERCERITAMemetik pelajaran dari kisah-kisah menakjubkan di dalam Alquran.Alquran wahyu yang Allah ﷻ tunjukan ke...
16/09/2018

ALQUR'AN BERCERITA
Memetik pelajaran dari kisah-kisah menakjubkan di dalam Alquran.

Alquran wahyu yang Allah ﷻ tunjukan kepada Rasulullah ﷺ untuk menjadi pegangan dan petunjuk bagi manusia.

Alquran berisikan perintah-perintah Allah ﷻ untuk di kerjakan dan larangan-larangan Allah ﷻ untuk ditinggalkan agar bahagia didunia dan akhirat.

Dalam Alquran banyak berisi cerita-cerita umat terdahulu. Cerita-cerita itu tentu banyak mengandung pelajaran. Kita membaca cerita-cerita itu tentu untuk mengambil dan mengamalkan perbuatan-perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan-perbuatan tercela.

Luqman al-Hakim adalah satu-satunya manusia yang bukan Nabi dan Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam al-Qur’an. Allah ﷻ menjadikannya sebagai sosok orang tua panutan.

1 paket terdiri dari 7 buku:

Kaum Israil

Kisah Penduduk Desa

Manusia Pertama Dan Penjelajah Dunia

Musih Ka'bah

Si Kikir Dan Si Sombong

Tertidur Di Dalam Gua

Wanita Dan Laki-Laki Mulia

Harga: Rp. 190.000
Berat: 805 gram

Serial kisah antara Salman dan Hamzah yang mengajarkan lewat cerita tentang adab-adab dan akhlak terpuji sehari-hari.Per...
14/09/2018

Serial kisah antara Salman dan Hamzah yang mengajarkan lewat cerita tentang adab-adab dan akhlak terpuji sehari-hari.

Perisai Quran menerbitkan serial “Salman dan Hamzah” untuk anak-anak yang duduk di PAUD dan TK. Serial ini mengenalkan adab-adab keseharian sesuai dengan Sunnah Rasulullah ﷺ, mulai dari cara makan, bermain, bertetangga, berpergian, dan ketika berada di Masjid.

Bersama tokoh Salman dan Hamzah, buku ini disajikan dengan pendekatan cerita dan kalimat-kalimat sederhana yang mudah dipahami. Mudah-mudahan anak-anak kita bisa mencontoh adab dan perilaku terpuji Rasulullah ﷺ melalui buku ini.

Di depan pintu rumah, Salman teringat lagi nasihat pak Ustadz, nasihat itu tentang adab masuk rumah. Salman ingin mempraktikkan adab-adab masuk rumah yang sudah dihafalnya.

Harga Rp. 175.000
Berat 840 gr.

Untuk pemesanan melalui MAWADDAH STORE.
WA No. 081296666643

📅  Rabu, 23 Sya'ban 1439 H / 9 Mei 2018 M📚 Rabu Tarbiyatul Aulad🍓 Mencium Tangan Ayah dan IbuBoleh bagi seorang anak unt...
09/05/2018

📅 Rabu, 23 Sya'ban 1439 H / 9 Mei 2018 M
📚 Rabu Tarbiyatul Aulad

🍓 Mencium Tangan Ayah dan Ibu

Boleh bagi seorang anak untuk mencium tangan orang tuanya, sebagai bentuk kebaktian, penghormatan dan rasa kasih sayang kepada mereka.

Al-Imam an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Dan tidak mengapa hukumnya mencium tangan (seseorang) sebagai (bentuk kehormatan) atas kezuhudannya, kealimannya, atau karena usianya yang tua.” (Raudhatut Thalibin, 10/233)

Semakin mendekati akhir zaman, maka akhlak manusia akan mengalami degredasi, adab anak-anak kepada orang tua juga mulai berkurang. Walhasil banyak anak-anak yang akan durhaka kepada orang tuannya sendiri.

Dan mengajari anak-anak sejak kecil untuk beradab, sopan kepada orang tua adalah sangat penting, dengan mencium tangan mereka, sehingga akan tumbuh rasa memuliakan orang tua di hati mereka.

Penulis : Team Mawaddah Center

=======================

Broadcasted by MawaddahStore

web : http://www.mawaddahstore.com/
- instagram : https://www.instagram.com/p/BiLkNe-BvOD/

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

📅 Rabu, 2 Sya'ban 1439 H / 18 April 2018 M📚 Rabu Tarbiyatul Aulad🌹 Ilmu Sebelum PacaranPenulis : Team Asatidz Mawaddah C...
18/04/2018

📅 Rabu, 2 Sya'ban 1439 H / 18 April 2018 M
📚 Rabu Tarbiyatul Aulad

🌹 Ilmu Sebelum Pacaran

Penulis : Team Asatidz Mawaddah Center

Kadang seorang menyadari dalam hati kecilnya, bahwa suatu perbuatan yang ia lakukan adalah salah.

Namun hawa nafsu lebih dominan menguasai dirinya, sehingga perbuatan salah dan dosa itupun tetap ia kerjakan.

Seperti halnya pacaran, yang jika ditanyakan kepada hati yang bersih tentulah ia akan menjawab tidak boleh.

Pacaran memiliki banyak keburukan, diantaranya :

1. Pengantar perbuatan zina

ALLAH تبارك وتعالى telah berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. al-Isra : 32)

2. Memandang yang haram

Berkata Jarir bin Abdullah رضي الله عنه, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم tentang pandangan (kepada perempuan) yang tiba-tiba, maka beliau menyuruhku untuk memalingkan muka.” (HR. at-Tirmidzy)

3. Menyentuh yang haram

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له

“Andaikata kepala seorang diantara kalian ditusuk dengan jarum besi maka sungguh itu lebih baik, daripada ia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” [HR. ath-Thabrani dan al-Baihaqi]

4. Perzinahan

Banyak orang yang berpacaran terjerumus ke dalam zina. Padahal dosa zina sangat berat siksaannya di alam kubur maupun di neraka.

5. Merusak moral

Budaya berpacaran merusak moral para pemuda dan pemudi.

6. Mendorong untuk melakukan dosa yang lebih besar semisal pembunuhan

Tidak sedikit orang yang berpacaran akhirnya tega membunuh, baik bayi yang diaborsi ataupun membunuh pacarnya sendiri lantaran malu menanggung aib.

7. Merusak nasab

Perbuatan zina jelas merusak nasab bayi yang dilahirkan, dan semua itu disulut dari pacaran.

8. Mencemarkan nama baik

Dampak buruk yang ditimbulkan oleh pacaran jelas akan mencemarkan nama baik diri dan keluarga. Kecuali bagi mereka yang memang sudah tidak memiliki rasa malu.

9. Membenamkan potensi diri

Pacaran akan membenamkan potensi seorang pemuda untuk berprestasi, berkarya, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi umat.

10. Membuang uang tidak pada haknya

Uang yang dibelanjakan untuk berpacaran adalah uang yang dibelanjakan dalam rangka perbuatan haram, dan setiap rupiah darinya akan dimintai pertanggung jawaban kelak di hari kiamat.

11. Durhaka pada orang tua

Banyak sekali cerita-cerita tentang kedurhakaan anak kepada orang tuanya disebabkan pacaran, atau cinta di luar pernikahan.

Masih banyak dampak buruk yang disebabkan oleh pacaran, jika demikian maka sudah seyogyanya seorang yang ingin menjadi baik untuk meninggalkan pacaran, dan segera menikah jika sudah memiliki kemampuan.

⏩ Klik Selengkapnya
http://www.mawaddahcenter.com/ilmu-sebelum-pacaran/

=========================

Broadcasted by MawaddahStore

web : http://www.mawaddahstore.com/
- instagram :

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Beranda Kajian Ilmu Sebelum Pacaran. KajianMendidik AnakKeluargaOrang TuaIlmu Sebelum Pacaran. Oleh Mawaddah Center - Juni 7, 2017 200 0 BERBAGI Facebook Twitter Kadang seorang menyadari dalam hati kecilnya, bahwa suatu perbuatan yang ia lakukan adalah salah. Namun hawa nafsu lebih dominan menguasai...

📅 Senin, 30 Rajab 1439 H / 16 April 2018 M📚 Senin KisahPerjalanan Isra’ Mi’raj: Menyaksikan Tanda Kebesaran Allah di Lan...
16/04/2018

📅 Senin, 30 Rajab 1439 H / 16 April 2018 M
📚 Senin Kisah

Perjalanan Isra’ Mi’raj: Menyaksikan Tanda Kebesaran Allah di Langit Ketujuh

Perjalanan isra’ mi’raj menempatkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di kedudukan yang tinggi. Sebuah kedudukan yang mengantarkan beliau pada derajat dengan limpahan kenikmatan. Ditampakkan perkara-perkara gaib yang tidak diketahu manusia selain beliau. Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى}

“Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.” [Quran An-Najm: 18].

Apa saja hal-hal gaib dan tanda-tanda kebesaran Allah yang beliau saksikan. Berikut penjelasannya.

Pertama: Melihat Jibril dengan Wujud Aslinya

Penampakan Jibril ‘alaihissalam dengan wujud aslinya adalah salah satu dari tanda-tanda besar kekuasaan Allah. Rasulullah menyaksikan hal itu. Di malam itu. Di perjalanan yang suci itu. Di saat isra’ dan mi’raj.

Biasanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu Jibril dalam wujud manusia. Ia sering datang dalam wujud Dihyah al-Kalbi radhiallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنَّهُ لَجِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ نَزَلَ فِي صُورَةِ دِحْيَةَ الْكَلْبِيِّ

“Sesungguhnya dia itu Jibril. Ia turun dengan tampilan Dihyah al-Kalbi.” (HR. An-Nasai dalam Kitab al-Iman wa Syara’ihi, Shifatul Iman wal Islam (11722) dishahihkan al-Albani).

Kedatangan Jibril dengan wujud manusia, apalagi dalam tampilan sahabat Nabi, adalah cara Allah dalam menjaga kondisi batin Nabi. Karena manusia akan merasa nyaman dengan manusia. Efek psikis yang ditimbulkan saat berinteraksi dengan manusa, tentu akan berbeda dengan interaksi dengan malaikat. Apalagi dengan wujud asli mereka.

Tapi di lain sisi, Allah hendak memuliakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sesuatu yang istimewa. Sesuatu yang tak pernah kita dengar pernah terjadi pada keturunan Adam yang lainnya. Yaitu melihat Jibril ‘alaihissalam dengan wujud aslinya.

Apa yang beliau lihat kemudian dikabarkan kepada kita. Tentu hal ini menjadi ujian. Apakah kita akan membenarkan keajaiban yang beliau sampaikan. Atau malah menolaknya. Sekaligus juga ujian keimanan tentang ke-Maha Mampuan dan ke-Maha Kuasaan Allah dalam menciptakan makhluk-Nya.

Terdapat sebuah riwayat dari Muslim tentang penjelasan Ummul Mukminin Aisyah radhiallahu ‘anha. Dari Masruq, ia bertanya pada Aisyah:

فَأَيْنَ قَوْلُهُ؟ {ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى (8) فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى (9) فَأَوْحَى إِلَى عَبْدِهِ مَا أَوْحَى} [النجم: 8 -10]، قَالَتْ: “إِنَّمَا ذَاكَ جِبْرِيلُ عليه السلام كَانَ يَأْتِيهِ فِي صُورَةِ الرِّجَالِ، وَإِنَّهُ أَتَاهُ فِي هَذِهِ الْمَرَّةِ فِي صُورَتِهِ الَّتِي هِيَ صُورَتُهُ فَسَدَّ أُفُقَ السَّمَاءِ

“Bagaimana dengan firman Allah: ‘Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi. maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.’ [Quran An-Najm: 10].

Aisyah menjawab, ‘Sesungguhnya yang dimaksud adalah Jibril ‘alaihissalam. Biasanya ia datang menemui Nabi dalam sosok seorang laki-laki. Tapi pada kesempatan itu, ia menemuinya dengan wujud aslinya yang menutupi langit’.” (HR. Muslim dalam Kitabul Iman, 177).

Pertemuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Jibril dalam wujud aslinya untuk kali kedua terjadi di sisi Sidrataul Muntaha. Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abdullah bin Mas’ud dengan sanad yang shahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَأَيْتُ جِبْرِيلَ عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى، عَلَيْهِ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ، يُنْتَثَرُ مِنْ رِيشِهِ التَّهَاوِيلُ: الدُّرُّ وَالْيَاقُوتُ

“Aku melihat Jibril di sisi Sidratul Muntaha. Ia memiliki 600 sayap. Dari bulu sayapnya bertaburan permata dan batu-batu mulia.” (HR. Ahmad 3915 dan selainnya).

Kedua: Melihat Baitul Ma’mur

Dalam perjalanan isra’ mi’raj ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Beliau lihat bapak para nabi itu tengah bersandar di Baitul Ma’mur. Terjadilah dialog antara kedua rasul. Sebagaimana yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya. Namun, ada poin penting lainnya dalam kejadian tersebut yang belum kita bahas. Yaitu tentang Baitul Ma’mur. Apa itu Baitul Ma’mur?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثُمَّ رُفِعَ لِي البَيْتُ المَعْمُورُ”. وفي رواية مسلم: “ثُمَّ رُفِعَ لِي الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ، فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ مَا هَذَا؟ قَالَ: هَذَا الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ يَدْخُلُهُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا مِنْهُ لَمْ يَعُودُوا فِيهِ آخِرُ مَا عَلَيْهِمْ

“Kemudian aku dinaikkan menuju Baitul Ma’mur.” Dalam riwayat lain, “Kemudian ditampakkan padaku Baitul Ma’mur. Aku bertanya, ‘Apa ini Jibril?’ Ia menjawab, ‘Ini adalah Baitul Ma’mur yang setiap hari dimasuki oleh 70.000 malaikat. Jika mereka telah memasukinya, mereka tak akan kembali. Itulah kali pertama dan untuk terakhir mereka masuk ke dalamnya’.”

Dalam riwayat an-Nasai terdapat keterangan tambahan:

إِذَا خَرَجُوا مِنْهُ لاَ يَعُودُونَ إِلَيْهِ أَبَدًا

“Kalau mereka telah keluar dari Baitul Ma’mur, mereka tak akan kembali lagi selama-lamanya.” (HR. an-Nasai dalam Kitab at-Tafsir Surat ath-Thur (11530) dari Anas radhiallahu ‘anhu).

Malaikat hanya sakali seumur hidup mereka memasuki Baitul Ma’mur. Teringat akan kewajiban yang Allah berikan kepada kita, wajib ke Baitullah al-Haram seumur hidup satu kali. Hanya saja bedanya, kita bisa dan diizinkan untuk melakukannya lebih dari satu kali.

Merenungkan hadits ini menimbulkan rasa khusyuk dan tunduk kepada Allah Ta’ala. Sejak Baitul Ma’mur diciptakan, setiap hari 70.000 malaikat memasukinya. Dan tidak mengulanginya. Alangkah banyaknya jumlah malaikat-malaikat yang mereka itu sangat taat dan tunduk kepada Allah. Dan kita juga semakin memahami sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ، وَأَسْمَعُ مَا لاَ تَسْمَعُونَ أَطَّتِ السَّمَاءُ، وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلاَّ وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلهِ .

“Sesungguhnya aku melihat apa yang tak kalian lihat. Aku mendengar apa yang tak kalian dengar. Langit itu merintih. Dan sudah sewajarnya ia merintih. Tidak ada tempat tersisa empat jari pun kecuali ada malaikat yang meletakkan dahinya sujud kepada Allah.” (HR. at-Turmudzi dalam Kitab az-Zuhd 2312 dan selainnya).

Saking banyaknya jumlah malaikat yang memadati langit, langit pun layak untuk merintih.

Jadi, beliau melihat Baitul Ma’mur sebanyak dua kali. Saat perjumpaan dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Saat itu, beliau hanya bertanya tentang Nabi Ibrahim. Karena Nabi Ibrahimlah yang jadi inti pertemuan kali itu. Kemudian saat naik ke Sidraul Muntaha, disitulah beliau melihat Baitul Ma’mur dengan lebih jelas.

Lalu seperti apa bentuk Baitul Ma’mur itu?

Baitul Ma’mur adalah sesuatu yang gaib. Kita tidak bisa mengetahui dengan cara rekaan dan khayalan. Satu-satunya cara untuk mengetahui seperti apa Baitul Ma’mur itu adalah melalui wahyu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَالطُّورِ (1) وَكِتَابٍ مَسْطُورٍ (2) فِي رَقٍّ مَنْشُورٍ (3) وَالْبَيْتِ الْمَعْمُورِ (4) وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ (5) وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ (6) إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَاقِعٌ}

“Demi bukit, dan Kitab yang ditulis, pada lembaran yang terbuka, dan demi Baitul Ma’mur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan laut yang di dalam tanahnya ada api. Sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi.” [Quran Ath-Thur: 1-7].

Dalam surat ini Allah bersumpah dengan menyebut Baitul Ma’mur. Sumpah Allah dengan menggunakan makhluknya menunjukkan bahwa makhluk itu besar dan agung.

Khamr, Susu, dan Madu

Saat di Baitul Maqdis, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dihidangkan susu dan khamr. Kemudian beliau memilih susu. Di langit ketujuh, beliau kembali mendapat jamuan demikian. Hanya saja bedanya, saat di langit tidak disebutkan beliau mengalami haus seperti ketika di dunia. Jadi jamuan ini seakan pemuliaan dan sambutan setelah beliau menyaksikan banyak hal yang menakjubkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثُمَّ أُتِيتُ بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ، وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ، وَإِنَاءٍ مِنْ عَسَلٍ، فَأَخَذْتُ اللَّبَنَ فَقَالَ: هِيَ الفِطْرَةُ الَّتِي أَنْتَ عَلَيْهَا وَأُمَّتُكَ

“Setelah itu aku diberi wadah yang berisi khamr, susu, dan madu. Aku mengambil wadah yang berisi susu. Jibril berkata, ‘Itu adalah fitrah, yang engkau dan umatmu berada di atasnya.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab Fadhail ash-Shahabah, Bab al-Mi’raj, 3674).

Hal ini menunjukkan pujian untuk Nabi dan umatnya. Jibril mengabarkan bahwa umat ini berada di atas fitrah yang bersih. Hanya saja manusia terkadang mengotori sendiri sesuatu yang bersih itu.

Dalam perjalanan ini p**a beliau melihat Sidratul Muntaha. Sebagaimana yang telah kita bahas. Dan sungai-sungai surga, yang insyaallah akan kita bahas di artikel selanjutnya.

Sumber : kisahmuslim.com/6087-perjalanan-isra-miraj-menyaksikan-tanda-kebesaran-allah-di-langit-ketujuh.html

=========================

Broadcasted by MawaddahStore

web : http://www.mawaddahstore.com/
- instagram :
- Facebook : https://www.facebook.com/mawaddahstore1/

✳ Cara Mendaftar Broadcast Whatsapp Mawaddah Store:
🔹 Simpan Nomor Ini 081296666643 dengan nama MAWADDAH STORE
🔹 Ikuti Tautan Berikut Dan Kirim: http://api.whatsapp.com/send?phone=+6281296666643&text=DAFTAR

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

📅 Rabu, 25 Rajab 1439 H / 11 April 2018 M📚 Rabu Tarbiyatul Aulad💐 Anak-Anak JujurTanamkan kejujuran pada diri anak-anak ...
11/04/2018

📅 Rabu, 25 Rajab 1439 H / 11 April 2018 M
📚 Rabu Tarbiyatul Aulad

💐 Anak-Anak Jujur

Tanamkan kejujuran pada diri anak-anak sejak dini, karena siapa yang tumbuh di atas sesuatu maka sesuatu itu akan menjadi tabiatnya manakala dia dewasa, anak tumbuh di atas kejujuran akan dewasa memegang kejujuran. Betapa perlunya kita kepada kejujuran pada saat ini, saat di mana segala lini kehidupan kehilangan kejujuran, berganti dengan kebohongan dan kedustaan, akibatnya seperti yang kita rasakan dan alami, buah pahit dari ketidakjujuran.

Ibnu Mas’ud, salah seorang sahabat besar, telah menghiasi dirinya dengan sifat mulia ini sejak dia masih anak-anak, pada saat dia harus bekerja untuk menafkahi dirinya karena bapaknya wafat ketika dia masih kecil, dia telah memegang kejujuran, kisah berikut berbicara tentang itu.

Ibnu Mas’ud berkata, dulu aku adalah seorang anak yang mendekati baligh, saat itu aku sedang mengembala kambing milik Uqbah bin Abu Mu’ith. Datanglah Nabi saw beserta Abu Bakar ash-Shiddiq yang sedang lari dari kejaran kaum musyrikin, keduanya berkata kepadaku, “Wahai anak kecil, apakah kamu memiliki susu untuk kami minum?” Aku menjawab, “Sesungguhnya aku adalah seorang anak yang diberi amanah dan aku sama sekali tidak dapat memberikan minum untuk kalian berdua.”

Lalu Nabi saw berkata, “Apakah kamu punya seekor anak kambing betina yang belum di sentuh pejantan?” “Ya, aku punya. “ Jawabku. Lalu aku membawakannya untuk mereka berdua, kemudian Nabi saw memegangnya, mengusap ambing susunya dan mendo’akannya, akhirnya susunya penuh, setelah itu Abu Bakar mengambil sebuah batu yang berbentuk wadah, kemudian beliau memerahnya dan Abu Bakar pun meminumnya, begitu p**a aku.

Lalu Rasulullah saw berkata, “Mengempislah!” Akhirnya susu itu kempis, setelah itu aku mendatangi beliau dan berkata, ‘Ajarkanlah ungkapan itu kepadaku!’ Rasul berkata, “Sesungguhnya kamu adalah anak terpelajar.” Akhirnya aku mengambil (menghafal) dari beliau tujuh puluh surat yang tidak ada seorang pun yang dapat menandingiku padanya.”

Berkat kejujuran sejak kecil maka ketika dewasa Ibnu Mas’ud patut meriwayatkan dan menyampaikan hadits beliau saw kepada umat yang berbunyi, “Peganglah kejujuran karena kejujuran itu mengajak kepada kebaikan dan kebaikan itu mengajak kepada surga, dan seorang laki-laki senantiasa jujur dan berusaha untuk jujur sehingga ditulis di sisi Allah sebagai as-Shiddiq.”

Kisah mirip terjadi pada Umar bin al-Khatthab manakala dia sebagai Khalifah berkeliling meninjau keadaan rakyat, Umar sampai di pinggiran kota Madinah, dia bertemu dengan seorang anak yang sedang mengembala domba.

Umar berkata kepada anak tersebut, “Wahai anak, berikan seekor domba kecil kepadaku.” Anak itu menjawab, “Domba ini adalah amanat di tanganku. Bukan hakku untuk memberikan seekor darinya kepadamu.” Umar berkata, “Katakan saja kepada majikanmu bahwa seekor serigala telah memangsanya dan tidak ada yang mengetahui.” Maka anak tersebut menjawab, “Kalau tidak ada yang mengetahui, lalu apakah Allah juga tidak mengetahui?”

Kejujuran sekaligus muraqabah (merasa diawasi oleh Allah), karena keyakinan bahwa Allah melihat dan mengetahui dari seorang anak, tanpa ada rasa takut atau gentar sekali pun di hadapan orang dewasa. Benar, kejujuran hanya bisa langgeng jika disertai dengan muraqabah, adapun kejujuran dengan muraqabah manusia maka ia hanya bersifat sesaat dan insidentil, cepat atau lambat akan lenyap dan pupus.

Seorang ibu dari bumi Hejaz mengirim seorang anaknya bersama rombongan yang hendak berangkat ke Syam, ibu menitipkan uang seribu dinar kepada anak dalam sebuah kantong untuk disampaikan kepada salah seorang kerabatnya di Syam. Sebelum berangkat ibu berwasiat kepada anak, “Anakku, bertakwalah kepada Allah dan berjanjilah kepada ibu jangan berdusta.”

Rombongan berangkat, dalam perjalanan kawanan perampok menghadang mereka, perampok menguras seluruh harta rombongan tanpa menyisakan apa pun, yang tersisa adalah seorang anak laki-laki, dia dibawa menghadap kepada kepala perampok.

Kepala perampok berkata, “Hai bocah, apa yang kamu bawa?” Anak menjawab dengan jujur, “Uang.” Kepala perampok terhenyak dengan jawaban anak. Dia kembali bertanya, “Berapa jumlahnya?” Anak menjawab, “Seribu dinar.” Kepala perampok tersentak untuk kali kedua. Kepala perampok berkata, “Mana uang itu?” Maka dengan ringan anak itu mengeluarkan uang dari kantongnya dan memberikannya kepada kepala perampok.

Kepala perampok meminta salah seorang anak buahnya menghitung, ternyata jumlahnya seperti yang dikatakan oleh anak. Kepala perampok berkata, “Hai bocah, mengapa kamu mengatakan yang sebenarnya kepada kami?” Anak menjawab, “Ibuku telah memintaku berjanji supaya aku tidak berkata dusta.”

Seketika itu kepala perampok gemetar, pedangnya lepas dari tangannya, dia memerintahkan anak buahynya mengembalikan uang kepada anak sekaligus seluruh barang yang mereka rampas dari rombongan. Dia dan anak buahnya meninggalkan tempat dan kabarnya setelah itu dia bertaubat dan menjadi ahli ibadah.

Penulis : Team Asatidz Mawaddah Center

=========================

Broadcasted by MawaddahStore

web : http://www.mawaddahstore.com/
- instagram :
- Facebook : https://www.facebook.com/mawaddahstore1/

✳ Cara Mendaftar Broadcast Whatsapp Mawaddah Store:
🔹 Simpan Nomor Ini 081296666643 dengan nama MAWADDAH STORE
🔹 Ikuti Tautan Berikut Dan Kirim: http://api.whatsapp.com/send?phone=+6281296666643&text=DAFTAR

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

📅 Selasa, 24 Rajab 1439 H / 10 April 2018 M📚 Selasa Parenting Keluarga💐 Dia Tidak Seperti Yang KuharapkanSering seorang ...
10/04/2018

📅 Selasa, 24 Rajab 1439 H / 10 April 2018 M
📚 Selasa Parenting Keluarga

💐 Dia Tidak Seperti Yang Kuharapkan

Sering seorang lelaki berdoa kepada ALLAH, memohon di dalam tangisnya agar ALLAH menikahkannya dengan “fulanah”.

Alasannya macam-macam, sebab ia manis, sebab ia pandai, sebab ia hafal Al-Qur’an, sebab ia ini… sebab ia itu… dan…dan… seterusnya..

Dan tidak jarang seorang wanita juga bermunajat, memelas kepada ALLAH di dalam doanya agar ALLAH menikahkannya dengan “fulan”.

Alasannya macam-macam, sebab ia cakep, sebab ia aktivis masjid, pandai bersosialisasi, sebab ia ini… sebab ia itu… dan…dan… seterusnya…

Hari “H” pun benar-benar menjadi kenyataan, buah dari doa dan impiannya selama ini akhirnya terwujud…

Mereka resmi menikah…

Hingga akhirnya sifat jeleknya pun terkuak, perangai buruknya pun tersibak, cacat-cacat dan kejelekan-kejelekan lain pun perlahan-lahan menjadi kasat mata…

Apa benar ini yang aku cita-citakan selama ini?.

Dia tidak seperti yang kuharapkan.

Oleh karenanya, bagi siapa pun Anda yang sedang meminta belas kasihan kepada ALLAH untuk menundukkan hati-“(nya)”.

Yakinlah, bahwa belum tentu ia baik bagi Anda. Boleh jadi Anda akan banyak menyesal setelahnya. Jangan turutkan jiwa kita kepada nafsu yang menyamar cinta, tapi berdoalah kepada ALLAH.

“Ya ALLAH pilihkanlah pasangan yang terbaik bagi hamba, yang terbaik bagi agama, kehidupan dunia dan akhirat hamba.”

Atau jika Anda tetap bersikeras menginginkan “fulan” ataupun “fulanah” Anda, maka berdoalah dengan doa istikharah, mintalah kepada ALLAH, jika sekiranya ia baik untuk Anda agar bisa di dekatkan, dan sekiranya ia buruk agar bisa dijauhkan.

ALLAH تبارك وتعالى berfirman,

ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (p**a) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [QS. al-Baqarah : 216]

Jika setelah beristikharah dan berdoa meminta yang terbaik kemudian Anda diberikan jodoh yang menurut Anda juga banyak cacat dan kekurangan, maka ketahuilah ia sejatinya adalah baik untuk Anda karena ALLAH lah yang telah memilihkannya, tergantung bagaimana sudut pandang Anda dalam menerima ketentuan ALLAH.

Dan satu hal, setiap kita pastilah memiliki kekurangan dan kesalahan, tapi sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan ialah orang yang mau memperbaiki diri.

=========================

Broadcasted by MawaddahStore

web : http://www.mawaddahstore.com/
- instagram :
- Facebook : https://www.facebook.com/mawaddahstore1/

✳ Cara Mendaftar Broadcast Whatsapp Mawaddah Store:
🔹 Simpan Nomor Ini 081296666643 dengan nama MAWADDAH STORE
🔹 Ikuti Tautan Berikut Dan Kirim: http://api.whatsapp.com/send?phone=+6281296666643&text=DAFTAR

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

Address

Jakarta
17411

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Telephone

+62 812-9666-6643

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mawaddah Store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share