Moeslim Book Store

Moeslim Book Store 🖱Media Sharing Dakwah 📣
☝️Hopefully this will be a charity of jariyah when I die ...

28/02/2026

MAKNA ISTIQOMAH YANG HARUS DIPAHAMI

Menjadi seorang pemenang dalam sebuah perlombaan mungkin bukan hal yang mustahil jika didukung oleh usaha yang maksimal. Namun, tantangan yang sesungguhnya dan jauh lebih berat adalah bagaimana mempertahankan prestasi tersebut agar tetap stabil dalam jangka waktu yang lama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan untuk menjaga nilai positif secara terus-menerus sering disebut sebagai konsistensi. Akan tetapi, dalam terminologi agama, istilah ini memiliki makna yang jauh lebih luas dan mendalam, yaitu istiqamah.

Makna istiqamah yang sebenarnya adalah keteguhan hati dalam mempertahankan setiap karunia nikmat yang telah Allah ﷻ berikan dengan senantiasa bersyukur. Hal ini mencakup komitmen untuk menjalankan ibadah secara kontinu serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan secara konsisten hingga akhir hayat menjemput.

Sebagaimana firman Allah ﷻ mengenai pentingnya istiqamah:

فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Maka, tetaplah (di jalan yang benar), sebagaimana engkau (Nabi Muhammad) telah diperintahkan. Begitu p**a orang yang bertobat bersamamu. Janganlah kamu melampaui batas! Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS Hūd: 112)

Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan agar tetap istiqamah dalam ketaatan dan rasa syukur hingga ajal tiba. Amin.

Allahu ta’ala a’lam bishawab
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

28/02/2026

ADA SAHABAT YANG DIMANDIKAN OLEH MALAIKAT

Pernahkah kita membayangkan, bagaimana akhir hidup seorang hamba yang begitu dicintai Allah ﷻ hingga dimuliakan di hadapan para malaikat?

Kisah sahabat mulia Hanzhalah bin Abi Amir menjadi pelajaran besar tentang ketaatan dan pengorbanan. Beliau baru saja menikah, lalu terdengar panggilan jihad dalam Perang Perang Uhud. Tanpa menunda dan belum sempat mandi junub, beliau langsung memenuhi panggilan tersebut hingga gugur sebagai syahid.

Ketika Rasulullah ﷺ mengumpulkan para syuhada, beliau melihat sesuatu yang tidak dilihat para sahabat. Dalam riwayat disebutkan bahwa malaikat memandikan Hanzhalah, sehingga beliau mendapat gelar Ghasilul Malaikah, yang dimandikan oleh para malaikat. Sebuah kemuliaan karena keikhlasan dan segeraannya dalam menaati perintah Allah ﷻ.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ

Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya.134). (QS Āli ‘Imrān [3]: 169)

Rasulullah ﷺ bersabda:
وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا

“Apabila kalian diminta untuk berangkat (berjihad), maka berangkatlah.”

(HR. Sahih al-Bukhari no. 2825 dan Sahih Muslim no. 1353)

Semoga kisah ini menguatkan niat dan kesungguhan kita dalam taat kepada Allah ﷻ, kapan pun dan dalam keadaan apa pun.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

26/02/2026

SAAT SEMANGAT IBADAHMU HILANG, INGATLAH INI

Ada masa di mana kita begitu bersemangat dalam ibadah. Shalat malam terasa ringan, puasa sunnah rutin, dzikir tak pernah tertinggal. Namun seiring waktu, semangat itu bisa menurun. Hati terasa lelah, ibadah tak lagi seantusias dulu. Jika kamu sedang berada di fase itu, jangan panik, ini adalah bagian dari perjalanan iman.

Dari Ja’dah bin Hubairah, ia berkata bahwa disebutkan pada Nabi ﷺ mengenai bekas budak milik Bani ‘Abdul Muthollib, ia shalat (malam) namun tidak tidur. Ia puasa setiap hari, tidak ada waktu kosong untuk tidak puasa. Lalu Nabi ﷺ bersabda, “Aku sendiri shalat (malam) namun aku tetap tidur. Aku puasa, namun lain waktu aku tidak berpuasa. Ingatlah, setiap amal itu pasti ada masa semangatnya. Dan setiap masa semangat itu pasti ada masa futur (malasnya). Barangsiapa yang kemalasannya masih dalam sunnah (petunjuk) Nabi ﷺ, maka dia berada dalam petunjuk. Namun barangsiapa yang keluar dari petunjuk tersebut, sungguh dia telah menyimpang.” (HR. Thobroni dalam Al-Mu’jam al-Kabir 2: 284. Ja’dah bin Hubairah dalam riwayat ini diperselisihkan apakah ia seorang sahabat. Riwayat ini mursal sebagaimana ta’liq atau komentar Syaikh Syu’aib al-Arnauth dalam musnad Imam Ahmad 5: 409).

Yang menjadi ukuran bukan apakah semangat kita selalu tinggi, tetapi ke mana arah kita saat futur datang. Jika saat malas kita tetap menjaga yang wajib, tetap mempertahankan sunnah walau sedikit, itu tanda hidayah. Namun jika futur membuat kita meninggalkan kewajiban, meremehkan sunnah, bahkan menjauh dari ketaatan, itu tanda bahaya.

Jadi saat semangat ibadahmu hilang, jangan berhenti. Kurangi boleh, tapi jangan tinggalkan. Pelankan langkah, tapi jangan berbalik arah. Karena orang yang selamat bukan yang selalu berlari, melainkan yang tetap berjalan di atas sunnah meski dalam keadaan lemah.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

26/02/2026

KISAH HAKIM CERDAS YANG S**A DIAM

Pernahkah kita merasa ingin selalu bicara di setiap majelis, seakan semua harus ditanggapi? Padahal, tidak semua yang didengar perlu diucapkan kembali. Ada kalanya diam justru membawa keselamatan dan menjaga hati tetap tenang.

Dikisahkan seorang alim bernama Iyas Al-Muzani, seorang hakim yang dikenal sangat cerdas. Di majelis ilmunya ada seseorang yang bertahun-tahun hanya duduk diam tanpa pernah berbicara. Saat ditanya alasannya, ia menjawab, “Saya mendengar maka saya mendapat manfaat, dan saya diam maka saya selamat.” Ia memilih banyak mendengar, lalu menyaring yang baik untuk diambil dan yang tidak baik untuk ditinggalkan, tanpa perlu menanggapi jika tidak memiliki ilmu.

Inilah adab yang agung dalam menuntut ilmu dan berinteraksi. Tidak semua harus dikomentari. Jika belum memiliki ilmu yang cukup untuk meluruskan, maka diam lebih menjaga diri dari kesalahan. Namun ketika benar-benar tahu kebenaran, barulah berbicara dengan hikmah.

Allah ﷻ berfirman:

وَاِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ اَعْرَضُوْا عَنْهُ

“Apabila mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya.” (QS Al-Qaṣaṣ [28]: 55)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari: 6018, 6019, 6136, 6475 dan Muslim: 47)

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba yang bijak dalam berkata dan tenang dalam diam, sehingga lisan terjaga dan hati selamat.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

24/02/2026

TIGA KERIDHAAN INI ADALAH KUNCI MASUK SURGA

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa ada tiga keridhaan yang dapat menjadi kunci sederhana menuju surga, yaitu ridha kepada Allah sebagai Rabb, ridha kepada Islam sebagai agama, dan ridha kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai Rasul. Keridhaan di sini bukan sekadar pengakuan di lisan, melainkan menerima dengan penuh keimanan serta mengamalkan seluruh perintah dan ajarannya dalam kehidupan. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“Barang siapa ridha kepada Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasul-Nya, maka wajib baginya surga.” (HR Muslim: 1884).

Mari kita perbarui keridhaan ini di dalam hati dengan keimanan yang kokoh, ketaatan yang nyata, dan kecintaan kepada syariat-Nya. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba yang ridha dan diridhai serta mengumpulkan kita di dalam surga-Nya. Āmīn.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

24/02/2026

PUASA MALAH MEMBUAT LEMAS DAN MALAS BERAKTIVITAS?

Benarkah puasa membuat kita lemas dan tidak produktif? Ataukah yang sebenarnya melemah adalah niat dan persepsi kita?

Dalam Islam, puasa bukan untuk melemahkan, melainkan untuk membentuk ketakwaan, melatih pengendalian diri, dan menguatkan mental.

Allah ﷻ berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 183)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasûlullâh ﷺ bersabda:

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah." (HR Muslim: 2664).

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan doa:

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الۡهَمِّ وَالۡحَزَنِ، وَالۡعَجۡزِ وَالۡكَسَلِ، وَالۡجُبۡنِ وَالۡبُخۡلِ، وَضَلَعِ الدَّيۡنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih dan duka, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dari lilitan utang dan penindasan manusia." (HR Bukhari: 6369).

Puasa adalah latihan kekuatan, bukan alasan untuk bermalas-malasan. Luruskan niat, kuatkan tekad, dan jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan ketakwaan.

Semoga Allah ﷻ menguatkan fisik dan hati kita dalam berpuasa serta menjadikan kita hamba yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan. Āmīn.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

24/02/2026

BEDA SATU HURUF, HANCUR SATU MAKNA AL QUR’AN

Satu huruf yang keliru dapat mengubah satu makna dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, memperbaiki kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kewajiban yang tidak boleh dianggap sepele. Perbedaan makhraj dan sifat huruf dapat mengubah arti ayat secara signifikan. Al-Qur’an adalah firman Allah yang menjadi petunjuk dan obat bagi manusia, sehingga harus dibaca dengan benar, tartil, dan penuh kehati-hatian.

Allah ﷻ berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْاٰنَ تَرْتِيْلًاۗ

“Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS Al-Muzzammil [73]: 4)

‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

(( الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ )) متفقٌ عَلَيْهِ .

“Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia (bersih dari maksiat) dan taat dalam kebaikan. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan ketika membacanya, maka baginya dua pahala.” (Muttafaqun ‘alaih. HR Bukhari: 4937 dan Muslim: 798).

Karena itu, mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki bacaan, mempelajari ilmu tajwid, dan semakin mendekatkan diri kepada kitabullah. Semoga Allah ﷻ memudahkan lisan kita dalam membaca Al-Qur’an dengan benar serta menjadikannya sebagai cahaya dan syafaat bagi kita. Āmīn.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

21/02/2026

TINGKATKAN LEVEL IMANMU SEKARANG!

Setiap orang ingin imannya naik. Ingin lebih rajin ibadah, lebih dekat dengan Allah, dan lebih tenang hatinya. Tapi sering kali kita merasa stuck. Kenapa rasanya sulit naik level?

Iman itu seperti tangga. Ada level-level yang tidak bisa kita capai, kecuali kita mau menutup pintu dosa dan mulai serius memperbanyak amal shalih. Selama kita masih membuka pintu maksiat dan meremehkan amalan sunnah, jangan heran kalau kita sulit sampai ke derajat orang-orang shalih.

Allah ﷻ berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ

“Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-‘Ankabūt [29]: 69).

Ayat ini menunjukkan bahwa ketika kita bersungguh-sungguh—meninggalkan dosa dan memperbanyak ketaatan—Allah akan bukakan jalan menuju level iman yang lebih tinggi. Ramadhan adalah bulan training. Sebulan penuh kita dilatih untuk menahan diri dari dosa dan sibuk dengan ibadah. Tujuannya bukan hanya satu bulan, tapi agar efeknya terasa sebelas bulan setelahnya.

Kalau ingin iman naik level, jangan tunggu nanti. Tutup pintu dosa sekarang. Perbanyak amal sekarang. Karena setiap ketaatan adalah tangga. Dan setiap dosa yang ditinggalkan adalah kunci naik ke level berikutnya. Yuk, tingkatkan level imanmu sekarang!

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

21/02/2026

Don't leave this month without asking for forgiveness. Ask Allah to accept vour fasting. Your rukū Your sujood. Your effort.
اللهم إنك عفو تحب العف فاعف عنا

BarakAllahu fiikum

21/02/2026

DI BALIK PEMUTIHAN DOSA DI BULAN RAMADHAN

Pernahkah kita merasa ada banyak kebaikan yang seakan tertahan dalam hidup? Bisa jadi bukan karena kurang usaha, tetapi karena ada kesalahan yang belum kita mohonkan ampun kepada Allah ﷻ. Inilah mengapa pemaafan dosa memiliki dampak yang sangat besar dalam kehidupan seorang hamba.

Pemaafan dari Allah ﷻ bukan hanya menghapus hukuman akibat pelanggaran, tetapi juga mengembalikan berbagai kebaikan yang sempat tertahan. Nabi Adam alaihissalam pernah memohon ampun setelah melakukan kesalahan, dan Allah ﷻ menerima taubatnya serta mengembalikan kemuliaan yang sempat hilang. Ini menjadi pelajaran bahwa pintu ampunan selalu terbuka bagi siapa saja yang kembali kepada-Nya. Pada bulan Ramadan, kesempatan ini semakin luas, terutama dengan memperbanyak membaca dan memperbaiki bacaan Al Quran. Rasulullah ﷺ dikenal sangat dermawan, dan beliau semakin dermawan di bulan Ramadhan saat Jibril datang mengajarkan Al Quran setiap malam. Ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah waktu terbaik untuk kembali dekat dengan Al Quran.

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah (Nabi Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Az-Zumar [39]: 53)

Rasulullah ﷺ bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat.” (HR Tirmiżi: 2499, Ṣahih al-Targīb 3139)

Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki bacaan Al Quran, dan membuka kembali pintu-pintu kebaikan dalam hidup kita. Semoga Allah ﷻ menerima taubat dan mengembalikan keberkahan yang sempat tertahan.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

21/02/2026

MENGAKU MENCINTAI ALLAH, TAPI APAKAH ALLAH MENCINTAIMU?

Sudahkah kita benar-benar memikirkan, apakah selama ini kita hanya merasa mencintai Allah ﷻ, atau justru sedang berusaha agar dicintai oleh-Nya?

Sebagian ulama salaf mengatakan bahwa bukanlah perkara besar ketika seseorang mengaku mencintai Allah ﷻ. Yang jauh lebih penting adalah apakah Allah ﷻ mencintainya. Karena cinta Allah ﷻ bukan sekadar klaim, tetapi balasan bagi hamba yang layak mendapatkannya. Maka fokus kita seharusnya bukan pada perasaan, tetapi pada amal, keikhlasan, dan ketaatan yang mendatangkan cinta-Nya.

Allah ﷻ berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah [9]: 4)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘slaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Barangsiapa yang menyakiti waliku, maka Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai selain apa yang Aku wajibkan baginya. Hamba-Ku senantiasa mendekat diri kepada-Ku dengan amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku, pasti aku beri. Jika dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti aku lindungi.’” (HR. Bukhari) (HR Bukhari: 6502)

Semoga kita bukan hanya mengaku mencintai Allah ﷻ, tetapi benar-benar termasuk hamba yang dicintai oleh-Nya.

Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

20/02/2026

RAMADHAN BULAN KEDERMAWANAN

Bulan Ramadan bukan sekadar momen untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan juga waktu terbaik untuk melatih jiwa kedermawanan kita. Dalam Islam, kita sangat dianjurkan untuk menjadi pribadi yang gemar memberi, bersedekah, dan mendahulukan kepentingan orang lain sebagai wujud kesempurnaan iman.

Sifat dermawan adalah bagian dari identitas seorang mukmin, sementara sifat kikir atau pelit merupakan karakter yang harus dijauhi. Ramadhan menjadi "madrasah" atau tempat pelatihan agar kita terbiasa berbagi, sehingga semangat kedermawanan ini dapat terus terjaga selama sebelas bulan berikutnya. Mari tingkatkan kualitas ibadah kita dengan tidak hanya memberi saat diminta, tetapi aktif mencari peluang untuk menebar manfaat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.

‘Tidak satu hari pun yang pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lainnya berkata: ‘Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir'." (HR Bukhari: 1442)

Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk "naik kelas" menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama. Semoga setiap harta yang kita infakkan menjadi pembersih jiwa dan pembuka pintu rezeki yang berkah. Amin.

Allahu a’lam bishawab.
__

♻️ Silahkan disebarluaskan

🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin

Address

Jakarta
10640

Telephone

+6289525577781

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Moeslim Book Store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Moeslim Book Store:

Share