25/11/2019
JANGAN ADA LAGI ANJING YANG MENANGIS DI HARI NATAL NANTI '
Bapak, Ibu dan saudara sekalian, apa makna perayaan Natal bagi anda ?, tentu jawabannya banyak sekali ya hehehe, tetapi kalau boleh berbagi secara pribadi saya memaknai Perayaan Natal sebagai "Sukacita akan lahirnya Sang Juru Selamat Umat Manusia" dimana selalu ada kalimat yang menyusul di belakangnya yang berbunyi "Damai di langit, damai di bumi" yang sering kita dengar lewat lagu atau ucapan selamat natal lainnya.
Lalu apa yang dapat kita pelajari, apa yang dapat kita gali dan apa yang dapat kita rasakan dari peristiwa Yesus yang lahir di kandang betlehem ?
Ya... lewat peristiwa lahirnya Bayi Yesus di kandang betlehem kita menjadi mengerti bahwa ternyata pada malam itu tidak ada pesta meriah, tidak ada kembang api, Yusuf pun tidak menyembelih hewan dan Maria juga tidak memasak daging. Malam itu hanya ada kekudusan yang menyelimuti dan mengiringi Yusuf, Maria dan Bayi Yesus. Lewat itu p**a kita menjadi paham bahwa ada pesan-pesan tentang kesederhanaan yang boleh kita teladani dalam merayakan perayaan Natal ini.
Bahkan jika kita perhatikan dalam cuplikan film atau patung-patung kecil di gua natal disana akan ada hewan-hewan juga yang ikut merasakan kedamaian itu, disana ada unta dan tiga raja dari timur, lalu ada beberapa domba yang sebelumnya digembalakan oleh para gembala dan Lengkaplah sudah kesederhanaan dan kedamaian itu tercermin dalam peristiwa yang sangat mulia bagi kita semua umat kristiani.
Sayangnya kita sering salah memaknai Perayaan Natal ini, kita justru menganggap bahwa Natal adalah pesta makan-makan, Natal adalah saat dimana kita harus makan enak sepuas-puasnya, makan daging sekenyang-kenyangnya dan tragisnya tidak cukup dengan daging ayam, kambing, babi ataupun sapi, beberapa orang juga menyembelih dan memakan daging anjing.
Padahal gereja tidak memiliki tradisi itu dan gereja tidak mengajarkan itu. Ada kebimbangan dalam diri kita untuk membedakan mana yang merupakan tradisi dan mana yang hanya sebuah kebiasaan, kebiasaan yang seharusnya bisa kita hilangkan mengingat hal itu sudah sangat tidak relevan lagi untuk diteruskan. Lalu kalau bicara tradisi gereja & (Correct me If I'm wrong)