04/05/2023
Ga sengaja nyimak klarifikasi dari seorang artis yg selungkih, yang katanya ada rasa yang hilang dalam pernikahan sehingga ia mencari rasa itu di luar dengan cara selungkih.
Sebenarnya, bukan cuma laki2 atau suami aja yg merasakan itu, para istri juga pasti banyak yg berada pada fase itu, hanya saja kami sering melawan perasaan itu dengan berbagai pertimbangan dan memilih tetap bertahan.
Karena pernikahan itu bukan sekedar cinta. Tapi juga komitmen. Cinta bisa berkurang bahkan hilang kapan saja. Tapi banyak yg bertahan karena kami tau selungkih bukanlah jalan keluar. Para istri seringkali mengabaikan perasaannya karena ia tau, kalau ia selungkih, akan lebih banyak lagi kerugian dan yang harus dikorbankan. Bukan hanya dirinya, tapi juga anaknya, ayah ibunya, mertuanya, keluarganya dan orang2 yang ia sayang.
Kalau suami mengeluh karena istrinya sekarang ga lagi cantik, ga lagi menarik. Percayalah, kami juga merasakan hal yang sama. Ingat wahai kaum bapack, kamu juga sekarang ga seganteng dan segagah dulu, orang lain maju usahanya, kamu mah perutnya, orang lain mah berkembang karirnya, kamu mah berkembang badannya. Aslinya kami juga sering sepet. Bahkan baju sampe daleman aja kudu kita yg beliin. Belum lagi ditambah bumbu2 maen game mulu, ga kasih nafkah cukup, pelit, ga mau bantuin kerjaan rumah. Dikira kami s**a dan mau menerima apa adanya? KAGAK WAHAI STANG MIO!!
Tapi kami tau bahwa pernikahan bukan hanya soal cinta. Karena kami iman, kami tau itu salah dan dosa besar, jd kami memilih bertahan sekuat tenaga meski kadang harus berurai air mata.
Laki2 macam gitu ibaratnya, dia tau ada daging sapi di rumah, tapi dia bosan malah cari ikan asin di luar yang lebih murah. Apalagi ikan asinnya udah sisa2 bekas kucing garong. Eh diembat juga. Dia lupa sama rendang yg mahal.
Makanya wahai para laki, tundukkan pandangan, hayu saling menjaga rasa, biar ga mati. Ibarat tanaman, cinta juga kudu dipupuk, sesekali healing berdua, nonton berdua, makan berdua...