02/02/2021
Bagaimana cara membangun usaha ritel yang prospektif dan menguntungkan ?
Bagaimana Bali bisa memanfaatkan kekuatan captive market dalam kerangka ekonomi adat, menjadi sebuah pertanyaan sekaligus peluang besar bagi tumbuhnya ekonomi di sektor riil sekaligus mendorong perputaran ekonomi terjadi di Bali sendiri.
I Nyoman Gede Nuada, pemilik Penggak Mart di Banjar Metra Kaja, Desa Adat Metra, Tembuku - Bangli telah membuktikan bagaimana kegelisahan terhadap maraknya gempuran toko ritel berjaringan dan warung kelontong 24 jam, susah dan repotnya mengelola usaha minimarket yang dibangunnya sekitar 4 tahun silam dengan nama Toko Dwipatama, sampai akhirnya bertemu dengan Bali Sari Linuwih yang memberikan solusi untuk mentranformasikan usaha toko minimarketnya ke toko dengan merek Penggak Mart.
Penggak Mart adalah brand yang dikelola melalui bendera Bali Sari Linuwih yang merupakan Pusat Distribusi Bali dan Manajemen Ritel dalam kerangka perekonomian adat.
Pengelolaan yang telah dilakukan dengan modern dan sistem IT yang ter- _otomasi_ melalui berbagai fitur, salah satu contohnya adalah fitur Auto Ref yang memastikan pemilik Penggak Mart tidak terkendala dalam melakukan proses pengorderan barang dan pengelolaan inventory sebagai salah satu ruh atas sukses atau tidaknya pengelolaan usaha ritel tersebut.
Nyoman Gede Nuada yang akrab disapa Mangku Cedar ini menyatakan saat ini, pengelolaan toko ritelnya menjadi jauh lebih mudah, efektif sekaligus juga efisien.
Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh tentang pengalaman membuka usaha Penggak Mart silahkan bisa berkunjung ke Penggak Mart Banjar Adat Metra Kaja, Desa Adat Metra - Tembuku, Bangli (Sebelah Yayasan Dwipahara Bali) atau menghubungi layanan Whatsapp 08113861484 atau 08563757178.