16/05/2017
Pekerjaan bagi laki-laki adalah pride nya, kebanggaannya. Yang mengemban tanggung jawab sebagai pencari nafkah dan penanggung hidup istri dan anaknya. Dia bisa bekerja jauh meninggalkan anak istri dengan bekerja ditengah hutan, ada juga yang pergi dari pagi sampai petang, melawan kerasnya ibukota. Atau seperti tukang ojek online yang sampai larut malam masih keluar dipanggil pelanggan. Ada juga yang bergadang dengan jadwal shift yang di rolling setiap hari. Beragam cerita mereka dapatkan dari pekerjaannya, mulai dari apresiasi, dimarahi atasan, ataupun ditipu pelanggan.
Bermacam profesi bagi laki-laki bertanggung jawab di luar sana, membuat para istri harus lebih banyak bersyukur. Bahwa suaminya masih berusaha mencari rezeki yang halal dan berkah untuk keluarganya. Kita, para wanita, masih punya pilihan untuk bekerja atau dirumah, sedangkan mereka para lelaki tidak. Pilihan mereka adalah bekerja yang merupakan kewajiban dan tanggung jawabnya untuk mencari nafkah. Mereka yang akan menanggung malu kalau anak-istri yang dibawah tanggung jawabnya terlantar.
Jikalau saat ini sang suami belum mendapatkan keluasan dalam rezeki, janganlah membandingkan dengan orang lain dengan kalimat-kalimat yang menurunkan percaya dirinya. Percayalah para lelaki yang bernama suami dengan ego nya akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya, kadang tanpa memikirkan dirinya sendiri.
Yang suami butuhkan adalah penghargaan istri atas jerih payahnya, dikelola dengan baik, rasa syukur dan sikap qonaah. Tenangkanlah pikirannya yang sedang berjihad mencari rezeki dengan kata-kata penyemangat, bahwa "Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu ada yg tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat."
"Apa yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab, "Bersusah payah dalam mencari nafkah." ~HR Bukhari
Marilah kita dukung dengan doa-doa yang ikhlas, suami ikhtiar-istri tawakkal, maka insyaallah keberkahan rezeki lah yang didapat.
Jikalau ingin membantu perekonomian, mintalah ridho suami untuk melakukannya. Baik bekerja di luar ataupun di rumah. Karena ada hak anak yang harus dipenuhi oleh ibu untuk menemaninya. Jangan sampai menelantarkan anak karena rupiah yang tak seberapa.
Bila penghasilan istri yang lebih besar daripada suami, tetaplah hormat dan hargai suami. Siti Khadijah istri Nabi Muhammad SAW pun saudagar kaya raya pada zamannya. Tapi beliau sangat menghargai suaminya. Jangan sekali-kali malu pada profesi suami, apapun profesinya. Banggalah, karena dengan pekerjaannya, dia berusaha membuat keluarganya hidup layak dan nyaman.
Jangan sampai karena sikap kita yg kufur nikmat, Allah cabut keberkahan rezeki kita. Jangan sampai karena sikap istri yang kurang syukur justru menjerumuskan para suami pada perilaku korupsi. Naudzubillah..
Berdoalah, semoga semua jerih payah suami yg ikhlas mencari nafkah dengan halal di jalan Allah di ganjar penghapusan dosa, keberkahan, hati yang tenang, dan harta yg bermanfaat. Amiinn..
Semangat buat pakbapak para suami yg menjemput rezekinyaa. 💪💪