04/12/2017
Nostalgia Digital "Masih ingat saat pertama kali Anda punya Hape?"
Masih ingat kapan pertama kali Anda beli pulsa? Di warungnya siapa, beli nominal berapa? Inget gak?
Hmm, tentu saja Anda pasti pertama kali beli pulsa saat punya hp pertama ya kan?
Nah, saya sendiri masih inget dulu beli pulsa pertama di warungnya mba “S” yang lokasinya persis di pinggir jalan, bersamaan beli kartu perdananya juga yang nomornya kebetulan belum terganti sama yang baru, alias nomer yang saya pakai saat ini 081573644402 adalah nomor yang sudah bertahan hampir 8 tahun.
Kalo kata temen Mts saya kemarin si “Az” tidak gonta-ganti nomer hp itu bentuk belajar istiqomah. Saya pikir iya juga sih, hehe.
Saya pertama kali punya hp dulu bermerek “Nok*a” yang saat ini namanya sudah jarang kita dengar bahkan mungkin Anda sendiri sudah ngga megang ponsel merek legenda itu, hayo bener gak?
Nah kenapa bisa gitu? Karena kita sama-sama tahu geliat teknologi yang sudah semakin maju membutuhkan teknologi yang lebih baru, dan sang legenda ponsel yang terkenal dengan kekuatan baterai paling lama itu, dikabarkan tidak menyesuaikan dengan perubahan besar yang terjadi. Sehingga ya begitu, saat ini Anda sendiri mungkin memegang merk lain.
Hmm, sebuah pelajaran banget nih, buat kita yang saat ini juga dituntut untuk mengikuti perubahan besar-besaran, berupa ramainya aktivitas berbasis internet.
Denger-denger, saat ini Ia, mulai bangkit lagi ya. Kita tunggu aja akan seperti apa persaingan antar perusahaan raksasa teknologi itu.
Dulu pulsa yang pertama kali saya pakai hanyalah pulsa regular, lalu sejak mulai keluar pulsa paket sms yang lebih hemat saya jadi sering membeli pulsa paket sms karena jauh lebih hemat.
Harga kirim sms saat itu juga terbilang cukup mahal, apalagi jika ngirim ke lain operator, saya masih inget saat itu bisa dapet bonus 100 sms dalam sehari setelah kirim 5 sms dengan pulsa reguler.
Selain itu ada juga bonus nelfon selama 60 menit, setelah makai telfon 1 menit pakai pulsa reguler, ya boleh dibilang saat itu makai waktu 1 menit cuma karena ingin ngambil bonus nelfonnya saja. Hehe, zaman dulu masih seneng sama bonus telfon karena buat ngebel semua temen-temen kita.
Dan saya yakin, Anda juga begitu, iya kan, hehee.. Sudah ngaku aja.
Nah, omong-omong pulsa zaman dulu fungsinya cuma untuk nelfon dan sms aja. Beda dengan sekarang, pulsa memiliki fungsi khusus dan beragam jenisnya, ada pulsa reguler untuk nelfon, pulsa paket sms khusus buat kirim sms, ada pulsa internet (data), pulsa listrik atau token pln, terus ada juga pulsa voucher game online, terus yang terbaru yaitu saldo gojek, gopay, dll.
Gila, kok jadi banyak banget gini ya. Terus yang lebih hebat lagi yaitu jumlah penggunanya, di tahun 2015 aja menurut bps (Badan Pusat Statistik) mencapai 338,9 jutaan jiwa.
Bukan apa-apa sih, saya langsung mikir ini berapa trilyun keuntungan operator yaa? Anda yang ikut terlibat sebagai penyalur (distribusi pulsa) untuk memenuhi kebutuhan 338,9 juta jiwa orang se-indonesia itu masih lumayan bisa kebagian untungnya.
Bayangkan mereka yang ngga ikut nyalurin, alias hanya pemakai saja, manfaat yang didapat ya dari pulsanya saja, pulsa yang telah digunakan untuk berinternet, nelfon atau sms.
Sedangkan distributor pulsa (agen, reseller) dapat keuntungan dari transaksi penjualan pulsa dan keuntungan penghematannya dari segi harga juga.
Nah, itulah kenapa biasanya orang yang sudah pernah makai atau menjadi penyalur (retailer) tetap makai walau cuma untuk sendiri. Dan, cara berfikir mereka itu sudah benar-benar terbentuk dalam mindsetnya.
Selain mereka bisa merasa senang bisa membantu orang yang sedang cari pulsa, butuh pulsa cepat untuk nelfon misalnya, mereka disini berarti membantu atau menolong baiknya ada niat untuk beribadah agar ada pahala membantu, jangan sekadar karena mendapat keuntungan rupiah saja.
Sehingga cara kita menjamu pembeli dengan hati yang gembira, raut wajah yang berbinar menampakkan senyum.
Selain itu keuntungan mereka ada pada uang cash, saya umpamakan dalam sehari berhasil membuat 30 transaksi isi ulang pulsa karena dia jualan di lokasi yang ramai, atau karena dia punya banyak temen atau lingkungan kondusif untuk jualan disitu, atau dia pinter bikin strategi jualan pulsa kombinasi via offline + online sehingga 30 transaksi dalam sehari terpenuhi, itu merupakan hasil cash dan keuntungannya selain keuntungan menolong diatas.
Masih ada lagi, harga yang didapat tentu menjadi kelebihan tersendiri bagi para penyalur atau retailer yang mau terlibat dalam kebutuhan akan pulsa yang permintaan pasarnya semakin menggila saja.
Inspirasi digital, ide & tips bermanfaat
www.t.me/manulcomedia
Manulcomedia Host
Masih ingat kapan pertama kali Anda beli pulsa? Di warungnya siapa, beli nominal berapa? Inget gak? Hmm, tentu saja Anda pasti pertama kali beli pulsa saat punya hp pertama ya kan? Nah, saya sendiri masih inget dulu beli