13/05/2026
Surat Untuk Abdurrahman & Abdurrahim
Assalamu’alaikum, anak-anak Papa…
Untuk Abdurrahman dan Abdurrahim,
dua anak kecil yang bahkan sebelum membuka mata lebih lama ke dunia, sudah mengajarkan Papa arti cinta dan kehilangan dalam waktu yang bersamaan.
Papa tidak pernah membayangkan surat ini ditulis dengan air mata.
Papa membayangkan akan melihat kalian tumbuh bersama… mendengar tangisan kalian di rumah… melihat Bunda kelelahan menggendong kalian bergantian… dan Papa diam-diam tersenyum karena rumah akhirnya ramai oleh suara dua malaikat kecil.
Tapi ternyata Allah punya jalan yang berbeda.
Hari itu menjadi hari paling menakutkan dalam hidup Papa.
Bunda mengalami pendarahan hebat. Dokter berusaha sekuat mungkin. Dan di tengah rasa takut kehilangan kalian… Papa juga takut kehilangan Bunda.
Maafkan Papa…
karena pada akhirnya dokter harus mengambil keputusan untuk melahirkan kalian lebih cepat demi menyelamatkan nyawa Bunda.
Papa tahu kalian masih terlalu kecil.
Masih terlalu dini untuk mengenal dunia.
Abdurrahman…
Papa bahkan belum sempat memelukmu lama sebelum Allah memanggilmu pulang.
Dan Abdurrahim…
terima kasih sudah bertahan 11 jam.
Bagi dunia mungkin itu hanya sebentar, tapi bagi Papa… itu adalah 11 jam yang akan Papa ingat seumur hidup.
Papa percaya…
kalian bukan pergi karena lemah.
Kalian pergi karena terlalu mencintai Bunda.
Kalian mengalah agar Bunda tetap hidup bersama Papa.
Nak…
jangan khawatir tentang Bunda.
Papa akan menjaga Bunda untuk kalian.
Papa akan menemani setiap lukanya, setiap tangisnya, dan setiap malam ketika ia diam-diam merindukan kalian.
Dan kalian juga jangan takut di sana ya…
Semoga kalian bermain di taman surga.
Semoga Allah memeluk kalian dengan kasih sayang yang jauh lebih hangat dari pelukan kami.
Sampai nanti suatu hari Allah mempertemukan kita lagi.
Tunggu Papa dan Bunda di sana.
Dalam keadaan sehat, tanpa rasa sakit, tanpa tangisan.
Karena bagi Papa…
kalian tetap anak Papa.
Selamanya.
🤍
Papa kalian