KUNCI ILMU

KUNCI ILMU Selamat datang di Halaman BUKU BAGUS, tujuan fanpage ini dikelola adalah untuk memperkenalkan buku b

Buku Anak Muslim, Buku Bagus Anak Muslim, Buku Siroh Nabi, Buku Sejarah Nabi, Buku Sejarah Islam, Toko Buku Anak, Toko Buku Anak Islami, Cerita Anak, Cerita Anak Islam, Sejarah Rasulullah, Sejarah Nabi Muhammad SAW, Sejarah Nabi Muhammad, Muhammad Teladanku, Ensiklopedi Muhammad Teladanku, Ensiklopedia Nabi Muhammad.

Jangan berfikir kerja cari uang buat dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, itu cara berfikir yang salah. Dapatkan...
25/12/2019

Jangan berfikir kerja cari uang buat dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, itu cara berfikir yang salah. Dapatkan uang untuk di investasikan, agar bisa menghasilkan uang berikutnya. Tidak usah menunggu banyak, mulai dari uang kecil.
Oiya gaiss, cuma mau kasih info kalo sekarang lagi ngadain dalam rangka milad yang ke 14 tahun
Mumpung masih ada waktu buat PO, soalnya batas waktu sampai tanggal 27 Desember2019. Buruan hubungi mimin/ momod nya supaya nggak kehabisan waktu.


Nah... Masih Mau pikir panjang buat punya anak solih dan soliha?
Di Aja
➖➖➖➖➖

Hari kemarin, bagaimanapun baik atau buruknya telah berlalu. Mari kita susun langkah baru untuk hari ini agar jadi lebih...
22/12/2019

Hari kemarin, bagaimanapun baik atau buruknya telah berlalu. Mari kita susun langkah baru untuk hari ini agar jadi lebih baik lagi
Semangat pagi, jangan lupa bahagia..
➖➖➖➖➖➖

Assalamualaikum... Semangat pagi, semoga saja resah mu kemarin dan semalam, menguap seiring hangat pagimu bersama keluar...
21/12/2019

Assalamualaikum... Semangat pagi, semoga saja resah mu kemarin dan semalam, menguap seiring hangat pagimu bersama keluarga.


➖➖➖➖➖➖

Mau punya anak teladan?
Di Aja

06/12/2018

PERNAH HIDUP BERMASALAH?

Pernahkah hidup anda bermasalah? Bahkan dihadapkan dengan masalah yang tak kunjung sudah... selesai satu, yang lain menyusul menelusup resah hingga gulana enggan berpindah. Ujiankah, Adzab kah, atau musibah?

Tidak perlu kita berlelah memikirkan apakah kategori masalah yang sedang kita hadapi, biarlah itu hak ALLAH menentukan untuk diri ini. Yang jelas jalani saja apa yang sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita, sambil memberi waktu luang untuk bermuhasabah terhadap apa yang telah terjadi. Boleh jadi kejadian demi kejadian adalah kesempatan kita untuk lebih mendekatkan diri menjadi hamba yang berserah diri, atau boleh jadi kita diberi kesempatan untuk mengingat bahwa kita adalah mahluk yang ada kalanya mengingat mati, agar kelak hati tak selalu dipenuhi dengan keinginan dunia yang tak pernah berhenti.

ALLAH itu Maha Baik, diberiNYA kita Kisah yang tertuang dalam alqur’an melalui berbagai figur Nabi dan Rasul dengan berbagai versi masalah yang dihadapi. DIA ingin kita belajar mencari hikmah dari setiap kisah mereka. Karena ternyata kisah mereka adalah kisah kita yang berkonversi kedalam kehidupan masing-masing.
Ayyub Alaihissalam, tertimpa berbagai musibah, mulai dari kehilangan harta, anak bahkan penyakit yang tak berkesudahan. Dengan kesabaran dan rasa malu karena berbagai nikmat yang lebih banyak di dapatkan dari sakit yang diderita hingga ia enggan meminta dan bersabar dengan apa yang ada, ALLAH ganti kesabarannya dengan mengembalikan apa yang telah direnggut. Yunus Alaihissalam, bermasalah dengan kesabarannya, hingga harus terpenjara dalam tiga kegelapan, Qadarullah ia masuk dalam kegelapan pertama di mulut ikan paus, selanjutnya gelap didalam lautan dan kegelapan tak pernah mengetahui jalan keluar mana yang harus di tempuh. Musa Alaihissalam, terjebak dipantai yang tak berujung sementara dibelakangnya Fir’aun dan pas**annya mengejar Musa beserta ummat yang sedang berusaha lari dari kejaran.
Apakah dalam ketiga contoh kisah ini para tokoh berusaha mencari jalan keluar dari masalah? TIDAK, mereka HANYA mengembalikan semua masalah kepada ALLAH. Hingga kemudian ALLAH yang mencarikan jalan keluar menurut kehendakNYA.
Ayyub, diminta ALLAH menghentakan kakinya ke tanah yang dipijaknya, hingga keluarlah mata air yang kelak dapat menyembuhkan penyakit, Yunus dikeluarkan kembali dari perut ikan setelah mengingat ALLAH dan meminta maaf atas salah dan khilafnya, Musa Alaihisslam, diberiNYA jalan keluar dengan menancapkan tongkat ketanah hingga terbelah lautan hingga terbentang luas jalan keluar baginya untuk terbebas dari masalah yang dihadapi.
ITU KAN NABI!!
Banyak orang yang bakal mengintervensi diri dengan kalimat ini, tapi bagi yang meyakini...yang beriman kepada ALLAH akan mengambil hikmah dari apa yang terjadi. ALLAH tidak semata menuangkan kisah dan mengabadikannya hingga menjadi pedoman hidup dalam Alqur’an.
Kisah mereka adalah apa yang kerap terjadi pada kehidupan kita yang berkonversi menjadi masing-masing versi masalah kita. Yang perlu kita dalami adalah bagaimana cara menyikapi kisah mereka menjadi suatu pelajaran hidup. Kisah mereka adalah sebaik-baik suri tauladan.
Yuk...kembali lagi ke Alqur’an...yuk pahami lagi kisah utusan yang bisa jadi teladan.


========
Bingung cari referensi buku yang bagus?
Kunjungi :
http://www.saritama.sdi.id

"BERHARGANYA ILMU"Menanamkan nilai-nilai keimanan dan tauhid di era milenia menjadi suatu tantangan tersendiri. Anak leb...
29/08/2018

"BERHARGANYA ILMU"


Menanamkan nilai-nilai keimanan dan tauhid di era milenia menjadi suatu tantangan tersendiri. Anak lebih familiar melihat modernisasi daripada literasi yang sejatinya bersifat edukasi. Tokoh film kartun yang lebih banyak melupakan berbagai contoh teladan yang seharusnya diperkenalkan.
Penyusupan fitur-fitur tontonan berbau syirik justru terlihat lebih menarik daripada membaca hal menambah wawasannya menjadi lebih baik.
Entah sampai kapan hal ini akan berlanjut... jika kita saja lelah berjuang melawan rasa malas alih-ali dimanja dengan segala fasilitas dan utilitas untuk memberikan pemahaman terbaik buat buah hati kita, bagaimana mereka akan berhasil melewati fase yang seharusnya menjadi ujian yang sukses untuk dijalani. Bukan sebagai maklumat yang membiasa untuk dilalui usia ketika anak melewatinya.
Mari mulai dari sekarang kita ubah pola berpikir menyimpang bahwa ini zaman milenia dan setiap orang tua masa depan mampu mendidik autopilot dengan segala kemudahan fitur teknologi tanpa harus lelah mengedukasi. Karena kita sedang mendidik generasi terbaik, bukan hanya generasi futuristik namun tidak mengenal Sang Kholik apalagi malah jadi pecinta berita yang kerap menggiring opini publik dan pencitraannya tak pernah selesai bila endingnya tidak menarik. Karena dunia bukan hanya soal fisik tapi juga tentang adab dan akhlak yang baik demi pencapaian tujuan menjadi insan teladan yang di Ridhoi Tuhan.
Dan hal seperti diatas tak akan pernah kita temui manakala belum terbiasa membaca buku siroh keren yang mengisahkan keteladanan umat terbaik sepanjang zaman, salah satu referensi adalah buku ensiklopedianya SYGMA...

bit.ly/KUNCIILMU


BELAJAR DARI KEJADIANCerita 1:“Eh Rio, udah maghrib nih... yuk bergegas batalkan puasanya”“Rio Cuma puasa setengah hari ...
26/05/2018

BELAJAR DARI KEJADIAN

Cerita 1:

“Eh Rio, udah maghrib nih... yuk bergegas batalkan puasanya”

“Rio Cuma puasa setengah hari mbak, katanya nggak kuat, sampai sekarang nggak terbiasa karena memang belum dibiasakan dari kecil”

“Nggak coba dilatih Teh?”

“Kesian Mbak”
====

Cerita 2 :

“urus tuh anakmu, bikin rusuh aja kerjaannya... aku malu sama tetangga kalo begini terus”

“Loh... itu kan anak ayah juga, urus d**g... kalo Bunda yang ngomongin yang ada malah dikata-katain. Bantahannya bikin sakit hati bunda”

“udahlah... Ayah nggak mau tau, titik! Urusan anak dirumah urusan Bunda!”

===

Cerita 3:

[suasana jam rehat di kantor]
“ Bu.. saya izin keluar dulu ada perlu”

“Kemana siang-siang begini Ros? Mending istirahat bulan Puasa ntar malah dehidrasi”

“Saya lagi nggak puasa Pak, kesiangan nggak sahur”

“oh... baiklah, tapi nanti ikut ngaji kan”

“maaf, Saya nggak ikut Pak”

“Kenapa?”

“lagi sakit perutnya”

= = =

Rasanya kejadian diatas seringkali kita temui di kehidupan nyata... cerita ini bukanlah semata rekayasa, karena memang menduplikasi dari kondisi yang saya temui.

Mengapa hal seperti ini bisa terjadi? Jawabannya karena kita tidak memberikan figur idola sejak dini. Alih-alih ingin menyayangi tapi malah salah arah. Ingin putar haluan tapi tak tahu kemana tujuan karena kita sendiri seringkali bermain perasaan. Tidak mengendalikan berdasarkan ilmu, pedooman dan suri tauladan yang sebetulnya sudah banyak bertebaran dimuka bumi berdasarkan kisah-kisah yang nyata.

Jalin kasih sayang anda dengan komunikasi, lakukan sejak dini atau anda akan kehilangan hati mereka tatkala kelak menua. Bacakanlah kisah teladan agar mereka dapat menerima pesan demi pesan berharga untuk dijadikan benteng penjaga.

Memberikan pemahaman bahwa mereka harus sadar sebagai orang tua kita tidak selamanya ada, tapi yakinlah bahwa Allah akan selalu ada bersamanya dan mengawasi apa yang diperbuat olehnya. Sehingga kita bisa memberikan bayangan berjalan menuju Allah dengan kasih sayang sebelum mereka berjalan menuju Allah dengan rasa ketakutan.

|

klik disini untuk menghubungi kami!

13/04/2018

Catatan Seminar 7 Pilar Pengasuhan

By : bunda Elly Risman

Bismillah.

Meminta izin hadir di seminar 7 Pilar Pengasuhan niat awalnya adalah memperbaiki diri dan menambah pengetahuan tentang pola asuh dari ahlinya. Sadar bahwa menjadi orangtua yang tanpa ilmu hanya akan membenturkan diri pada kebodohan karena terlalu banyak ketidaktahuan untuk mengasuh dan mendidik anak. Bermula dari kesadaran inilah, izin dan niat saya padukan untuk disampaikan ke suami. Alhamdulillah diizinkan dan bisa hadir bersama kurabg lebih 500 ibu pembelajar.

Memulai pelajaran tentang pengasuhan yang tidak didapatkan di bangku-bangku sekolah ilmunya banyak kejutannya. Belumlah kami menikmati snack time, Bunda Elly sudah membuka acara seminar kali ini dengan fakta dan data yang membuat kami shock. Sedih dan pilu melihat fakta dan data yang bunda Elly paparkan di slide pertamanya. Rasanya ga percaya semua hal itu terjadi di Indonesia😣😭😭😭😢

Slide pertama membuat hati ini menangis. Berikutnya pun begitu. Slide satu sampai 4 adalah fakta dari kerusakan akhlak anak yang sepenuhnya masih dalam pengawasan orangtua. Saya tidak bisa jelaskan bagaimana detilnya fakta yang bunda Elly sampaikan. Semoga Anda bisa menghadiri seminar ini.

Akhirnya masuklah di slide berikutnya tentang poin pertama dari 7 Pilar Pengasuhan

1. Kesiapan Menjadi Orangtua

Butuh waktu yang sangat lama bunda Elly menjelaskan poin 1 ini karena sebenarnya di sinilah letak kunci dari akar permasalahan berumahtangga.

Sudahkah kita siap menjadi orangtua? Tanyakan pada diri yang paling dalam untuk menjawab pertanyaan sederhana ini? Sudahkah kita siap menjadi orangtua dari anak yang sudah kita lahirkan?

Jika siap. Pertanyaan akan berlanjut pada :

⚘Bagaimana Anda dulu menikah?

⚘Bagaimana mengenal pasangan Anda, sejauh mana Anda tau gaya pengasuhan orangtuanya?

⚘Sejauh mana Anda dipersiapkan orangtua Anda untuk diperbolehlan menikah karena bekal A dan bekal B sudah Anda kuasai?

⚘Sejauh mana orangtua Anda mempersiapkan Anda menjadi orangtua dari anak-anak Anda?

⚘Tahukah Anda bagaimana perbedaan otak laki-laki dan perempuan?

⚘Sepakat punya anak berapa dulu sebelum menikah?

Apakah semua pertanyaan diatas sudah Anda jawab?

Lalu mengapa Anda s**a berteriak dan marah kepada Anak anda ketika mereka dianggap menjengkelkan saat Anda sibuk online dengan kawan Anda? Atau Anda s**a melotot ketika peraturan yang sudah Anda sepakati dilanggarnya ketika dia berjanji tidak akan berlari saat berada di rumah saudara Anda yang memiliki kristal mewah?

Ada apa dengan Anda? Mengapa Anda melotot, mengancam, mencubit bahkan memukul atau bully verbal ke anak Anda sendiri. Siapa Anda? Ibu yang melahirkannya? Apakah karena Anda ibunya lalu Anda merasa berhak untuk memuntahkan kemarahan Anda kepada mereka? Apa salah mereka sehingga mereka harus menerima makian Anda? Seberap apa kesalahan mereka?

Anda ibunya bukan?

(Nunduk, nangis😭😭😭😭😭)

Hening

🍎Sadarkah kita kalau kita ini Baby Sitternya Allah? Pantaskah seorang baby sitter meneriaki anak yang telah Allah titipkan? Belum lagi tugas baby sitter ini Anda delegasikan ke orang lain. Hampir semua tugas Anda diberikan ke orang lain untuk dididik. Lalu Anda akan menuntut kepada anak Anda untuk menjadi orang yang berprestasi ini itu. Anda hanya bagian bayar. Urusan mendidik biarkan saja orang lain yang mampu Anda bayar.

Semua sikap ini sadarkah bahwa dalam mengasuh anak kita masih terperangkap di masa lalu. Semua kemarahan kita kita tumpahkan ke anak balita yang belum paham akan aturan, semua emosi kita berujung pada pengasuhan di masa lalu.

INNER CHILD.

Sampai kapan tali INNER CHILD ini akan terputus? Akan terputus sendirikah? Bagaimana bisa bila kita tidak mengusahakannya?

Sadarkah diri saat sudah menjadi orangtua berpuluh tahun sampai sekarang ini di dalam jiwa kita tertinggal pengasuhan di masa lalu, tentang cubitan, makian, mata yang melotot, telunjuk yang beradu dengan dahi, tatapan sinis, yang semua kita terima dari orangtua kita ketika masih kecil?

Masihkah rasa kesal itu kita pendam hingga saat ini? Mengingatnya lalu melanjutkannya untuk diperlakukan ke anak kita yang sering kita akui bahwa kita sayang terhadapnya. Inikah cara sayang kita? Menghukumnya dengan bekas cubitan yang membiru? Luka dalam akan makian yang tidak sepantasnya dia dapatkan? Inikah pengasuhan kita? Hanya ini sajakah yang bisa kita lakukan untuk menghukumnya?

(Hening)

Kenali INNER CHILD kita agar kita tidak terjebak oleh masa lalu. Anak kecil mengeasuh anak kecil. Sebuah kemustahilan bahwa kita akan membawa perubahan terhadap anak yang akan kita didik. Tidak ada nilai-nilai kebaikan kecuali keburukan yang kita ajarkan kepada anak yang terlahir dari rahim kita. Luka, luka dan luka yang semakin dalam saja yang kita bisa lakukan untuk menghukumnya.

Banyak dari kita yang belum kenal dengan diri kita sendiri. Berada di raga berpuluh tahun lamanya, tapi kita tak tahu bagaimana kita bersikap, merespon dan bagaimana kita berperilaku karena di dalam jiwa kita ada yang rusak dan belum MEMAAFKAN KESALAHAN ORANGTUA KITA DI MASA LALU. Kita bawa semua luka itu dalam pengasuhan kita. Dan kitalah yang melakukan transfer emosi negatif kepada anak-anak kita sekarang.

Sampai kapan akan terjebak dalam INNER CHILD? SAMPAI KAPAN KITA MENDEMDAM KEPADA ORANGTUA KITA?

TIADA KATA YANG LEBIH BAIK MEMBEBASKAN INNER CHILD ini dengan MEMAAFKAN. Memulai semuanya dengan memaafkan, mengenali kemampuan serta kekurangan diri adalah cara terbaik untuk memulai mengasuh anak.

Memotong ikatan-ikatan dendam kita pada masa lalu adalah cara kita melanjutkan pengasuhan tanpa dendam.

Q.S. Al Imran : 159

"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhdap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal.

MasyaAllah, adem rasanya membaca terjemah Q.S. Al Imron ayat 159. Allah sudah memberi petunjukNya untuk memaafkan. Jika petunjukNya tidak kita indahkan, lalu apa yang akan kita pilih selain petunjuk pelitaNya?

Hidup adalah pilihan. Kita lah penentunya. Jalan kebenaran telah terbentang. Bila kita masih bertahan dengan ego dan keangkuhan untuk tidak memaafkan orangtua kita yang sekarang renta atau bahkan sudah meninggal dunia, sanggupkah kelak anak-anak yang kita didik mendendam ini melakukan hal yang sama terhadap kita? Naudzubillah. Lepaskan semua dendam. Gantilah dengan maaf karena Allah kan persiapkan bagi kita pahala kebaikan atas ketaatan yang kita lakukan kepadaNya.

Setalah kita "selesai" dengan diri kita. Barulah kita tolong pasangan hidup, ayah dari anak-anak kita.

Mensyukuri diri yang telah dipilih Allah menjadi wanita sekaligus ibu yang telah melahirkan anak-anak kita adalah hal yang perlu kita sadari. Ada berapa banyak wanita di luar sana yang belum menikah? Hadirkan sikap ini agar kesiapan kita dapat kita persiapkan untuk proses mengasuh anak?

Ada berapa wanita yang telah menikah tapi belum mendapatkan amanah mendidik anak? Hadirkan sikap syukur agar kita dapat mendalami kesiapan menjadi orangtua.

Menjadi orangtua ada andil Allah. Kita telah dipilihNya untuk menjadi baby sitternya, masih perlukah peran kita untuk dipindahtangankan ke orang lain untuk mengasuh anak kita?

Setelah syukur. Pahami cara komunikasi dengan pasangan dan perbaiki peran kita sebagai istri/suami, sebagai ayah/ibu dari anak-anak yang berada di rumah kita.

RENUNGKANLAH POLA PENGASUHAN KITA. RUBAH SEDIKIT-SEDIKIT DAN RUBAH SEMUA HAL NEGATIF DALAM PENGASUHAN KITA.

2. Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan.

Ayah adalah penentu Garis-Garis Besar Haluan Keluarga.

Makna keterlibatan ayah :

Berapa menit ayah berkomunikasi dengan anak?

Tidak terlibatnya ayah dalam pengasuhan : gizi yang dieperoleh anak tidak seimbang lalu Fisik - Jiwa - Spieritualnya menjadi kosong. Jiwanya sunyi.

Bila ayah malas berbicara dengan anak, bagaimana bisa ayah mengajarkan banyak hal jika tidak dekat dengan anaknya. Bila ayah tidak dekat dengan anak, rawan terjadi kasus s**a sesama jenis.

Luangkan waktu untuk mendekat ke anak. Tugas ayah bukan hanya mencari uang saja. Namun ada hal lainnya yang tidak kalah penting yaitu membangun kedekatan terhadap anak.

Tugas ayah :

⚽️ menentukan siapa penanggungjawab pengasuhan anak. Anak akan diasuh siapa? Ibunya atau khadimatnya?

⚽️ayah menyediakan keuangan, makanan, pakaian, rumah dan ini tidak harus mewah. Jadi plis jangan paksa ayah untuk korupsi atau melakukan keburukan lainnya hanya ingin hidup mewah.

⚽️menyediakan pendidikan dan pelatihan serta pemantauan

⚽️menyediakan perawatan diri

Bila ayah kurang ikut berperan terhadap pengasuhan anak :

🏀Jika anak laki-laki :

Nakal

Agresif

Narkoba

Seks bebas

🌷Jika anak perempuan :

Depresi

Seks bebas

Konsep harga diri dari keterlibatan pengasuhan oleh ayah :

Mengapa ayah harus menentukan siapa yang mengasuh dan menyusui anaknya? Karena perempuan punya musim di dalam hidupnya. Musim menjadi pekerja dan menyusui. Oleh karenanya ayah perlu menentukan siapa yang akan mengasuh anaknya.

🎀 nenek-nenek tidak di desain untuk momong cucu karena : ⛹️♀️perubahan fisik yang menurun

⛹️♀️perubahan hormonal dan emosi

⛹️♀️ tidak duniawi lagi

🎖Hak ayah : dicintai, dihargai, dihormati, diperdulikan dan dipercaya.

Pulangkan ayah ke rumahnya. Jalani peran ayah. Takutlah sama neraka, membagi tugas

🎏 dunia : akademis, manner, emosi

🎏akhirat : iman, Islam, baca Quran, baca Sirah.

Banyak dari kita yang tidak tahu caranya memaknai hari Besar Islam. Hari-hari libur yang akan kita lalui hanya diisi dengan kegiatan semu. Padahal ada banyak makna yang membawa hikmah di setiap hari besar umat Islam. Belajarlah dari sejarah untuk tahu makna dari Isra Mi'raj. Kelahiran nabi kita. Bukan hanya memanfaatkan libur tanpa tahu maknanya.

Anak adalah titipan. Bukan pilihan dan bukan p**a MUSUH. Didiklah anak sesuai dengan fitrahnya.

3. Tujuan Pengasuhan

Sudah jelas bila tidak terumuskan dengan baik. Tidak ada kesepamatan antara ayah dan ibu maka tujuan tidak akan tahu. Kemana arah pengasuhan yang sedang kita jalani saat ini.

Tujuan pengasuhan yang jelas :

🎁anak menjadi hamba Allah/mukmin yang bertakwa, berakhlak mulia dan ibadahnya sempurna

🎁anak kita persiapkan menjadi calon istri/suami yang salihah/salih

🎁menjadi seorang profesional

🎁pendidik/pendakwah di dalam keluarganya

🎁penanggungjawab keluarga

4. Komunikasi yang baik dan benar.

Menurunkan frekuensi ketika berbicara dengan anak. Membaca bahasa tubuh anak dan memahami perasaan anak.

Berbicara yang baik dan benar berlandaskan pada AlQuran. Baik dan benar standardnya AlQuran.

5. Oraangtualah yang menanamkan nilai agama. Bukan menitipkannya kepada sekolah atau lembaga lain untuk menanamkan nilai agama.

Kekeliruan yang banyak terjadi. Banyak orangtua yang tidak mau terlibat mendidik anaknya ketika sudah menitipkannya kepada sekolah.

Alasan repot atau tidak ada waktu adalah alasan yang paling banyak ditemui. Padahal inilah peran besar yang wajib orangtua lakukan. Untuk apa anak kita sekolah tinggi sampai ke luar negeri, tetapi perilakunya jauh dari AlQuran dan tidak tahu bagaimana memimpin salat jenazah ketika kita meninggalkan dunia?

6. Menyiapkan masa baligh.

Sasaran utama adalah anak laki-laki. Yang kedua belum baligh. Dan bila jiwa anak kosong dengan kondisi BLAST (boring, lonely, angry, stress, tired)

Inilah yang akan menjadi sasaran narkolema (narkoba lewat mata)

Mengapa Anak laki-laki? Karena mereka otak kirinya lebih kuat daripada wanita, jadi laki-laki lebih fokus daripada wanita. Kemaluannya ada di luar sehingga mudah untuk distimulasi.

Bahaya narkoba langsung terlihat dengan keadaan sakaunya korban. Sedangkan anak yang terkapar dg p***ografi kita tidak bisa melihat bahwa otaknya sudah rusak. Naudzubillah.

Kehilangan kontrol diri, volume otak menyusut akibat dari bahaya p***ografi. Yang diinginkan oleh mereka anak memiliki perpustakaan p***o dan menjadi pelanggannya seumur hidup. Naudzubillah tsumma naudzubillah.

7. Bijak memanfaatkan teknologi.

Tidak memberikan handphone kepada anak-anak balita dengan alasan kidz zaman now, anak tetangga/saudara sudah punya semua dan kekhawatiran kita yang lainnya untuk memperbolehkan anak berselancar ke dunia maya dan membuka jalan kepada mata mereka untuk merusak fungsi otak mereka.

Periksalah 7 pilar pengasuhan Anda. Tidak ada kata terlambat. Balut selalu ikhtiar dengan doa dan banyak bersujud. Cicil hutang pengasuhan kita kepada anak. Rangkul mereka kembali, didik mereka sesuai dengan fitrahnya.

Semoga catatan seminar kali ini bermanfaat. Saya anjurkan untuk hadir mengikutinya sampai selesai. InsyaAllah banyak sekali ilmu di luar catatan yang saya bagikan.

Semoga upaya kita menjadi orangtua yang baik, yang siap mengasuh sesuai perintah Allah akan Allah mudahkan dengan bantuanNya. Aamiin

(Catatan Miya)

- Hilmiyatil Alifah -

Ibu yang sedang belajar memperbaiki pengasuhan

Banyak cara mendidik anak, tapi pilihlah yang terbaik untuk perkembangannya dimasa yang akan datang. Karena kita adalah ...
13/01/2018

Banyak cara mendidik anak, tapi pilihlah yang terbaik untuk perkembangannya dimasa yang akan datang. Karena kita adalah orang-orang yang paling bertanggung jawab terhadap apa yang akan dilakukannya dimasa depan. Dan kita adalah hasil dari perlakuan orang tua kita dimasa lalu. Kita sekarang adalah “JEMBATAN PERADABAN” bagi mereka dimasa kini, dan mereka dimasa nanti...

Jika saat ini berkeinginan untuk anak menjadi baik, maka perbaiki dulu pola mengasuh maupun cara mendidik. Tanpa itu... mustahil kita dapat memutus sisi kelam rantai pendidikan, pengasuhan kita dimasa lalu dan menjadikan harapan terbesar orangtua sebagai teladan bagi keturunannya kelak. Kalaupun ada kemungkinan, apakah harus menunda dan menanti sampai terlahir beberapa generasi??

Untuk kebaikan keturunan dan memperbaiki cara mendidik dan mengasuh... mulai lah dari sekarang, demi generasi yang akan datang. Kenalkan teladan hingga mereka sadar bahwa kita semua sudah memiliki contoh insan terbaik yang hadir lebih dulu bahkan jauh sebelum masa ini datang.


DAGELAN AKHIR ZAMANSetelah reda berkembangnya broadcast dimedsos tentang tips dan trik untuk mendapatkan “bibit” baru un...
27/12/2017

DAGELAN AKHIR ZAMAN





Setelah reda berkembangnya broadcast dimedsos tentang tips dan trik untuk mendapatkan “bibit” baru untuk pecinta anak dan prilaku menyimpang dari fitrahnya sebagai manusia. Masih mencoba eksis namun dengan modus operandi berbeda. Agar terlihat besar merekapun berkomunitas bergotong royong berbagi ilmu horror, menciptakan terror dan membesarkan nama agar kesohor. Seperti mengaduk nila kedalam belanga susu, tak terasa berita yang awalnya dibaca dengan senyuman kecut nan sinis, kini menjadi sebuah kesimp**an yang membuat degup jantung para orangtua mendadak kembang kempis terutama yang masih punya anak manis.

Ditambah lagi berita mutakhir penolakan suatu kekuatan hukum tinggi negeri ini terhadap permohonan jeratan hukum kepada para pengabdi syahwat yang melakukan hubungan badan diluar nikah, mulai kumpul kebo sampai kumpul homo seolah semakin memberi kebebasan bagi insan... [duh bingung apa bahasa yang tepat, sebagai “penikmat” atau “penderita”.. yah pokoknya itulah] membabi buta melakukan pembenaran terhadap tindakan yang mereka lakukan.

Yang punya anak banyak hatinya dibuat mendadak ngga enak, yang punya anak sedikit pikirannya dibuat cekat-cekit menggalau saat buah hatinya ditinggal cari duit. Yang sudah nikah tapi belum punya anak malah takut bakal kena penyakit jantung akut jika suatu saat diberi amanah oleh ALLAH untuk punya anak banyak, semuanya malah rusak. Yang belum menikah ikut-ikut jadi pengecut ..kalau-kalau nanti berjodoh tetiba salah pilih… yang ada nantinya malah bikin malu nama keluarga dan jadi berita heboh.

Disitulah kadang kita merasa orang zaman sekarang sedang dibuat bodoh karena keluar dari koridor keimanan dan berkiblat pada kekinian zaman. Lupa dibalik setiap kejadian, ada ALLAH yang Maha Berperan. Adanya kekinian zaman mengapa malah membuat kesan “kebodohan pengetahuan” kita terjebak dalam ilusi, fantasi, halusinasi, yang beranggapan bahwa setiap kejadian yang ada adalah ulah kita. Berpikir bahwa apapun yang ada didepan mata bukanlah campur tanganNYA.

Sejarah telah memberikan kita banyak kisah untuk dijadikan pelajaran. Sehingga masa-masa “pembodohan” tak lagi terulang dihari kemudian. Karena Alqur’an diturunkan untuk kemaslahatan seluruh alam dan menjadi kebaikan hingga akhir zaman. Seorang utusan pun telah lama wafat pertanda “masa bakti” kepadaNYA berakhir dan ia pun dibebas tugaskan. Saat ini Sang teladan tengah menunggu diruang penantian untuk meregistrasi umat hingga gerbong terakhir dari utusan akhir zaman. Pesan-pesan yang pernah terucap dan terbingkai jadi landasan sebagai motivasi dan peta kehidupan, mengamalkan Alqur’an sebagai tuntunan bukan tontonan apalagi pajangan.

Sejarah Alqur’an turun adalah sama dengan sejarah kenabian. Jadi tak ada alasan untuk mengabaikan bagaimana Sang utusan ini hadir dan menjadi sebaik-baiknya teladan generasi akhir zaman. Berbagai fase kehidupan dilalui sejak beliau dilahirkan hingga diwafatkan terbingkai indah dalam kisah, jadi tak perlulah kita mencari contoh lain yang terlihat didepan mata bergelimang iming-iming kata sukses mulia. Padahal kita tak pernah tahu apa yang terjadi saat kita tak berada disampingnya. Karena sebaik-baik teladan adalah mencontoh orang yang telah hidup dimasa lampau namun nama baiknya tak pernah musnah hingga ajal menjemput amal.

=====
Depok, 27122017 | untuk

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.(Q.S. 51:56)=============Selamat pagi, s...
08/06/2017

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

(Q.S. 51:56)

=============
Selamat pagi, semangat lagi dan semangat menebar manfaat kemanapun pergi pagi ini..

SURAU & SILEKMeski agak telat buat ikut mereview karena baru dapat waktu buat ngedate sama ” keluarga seru” tapi euforia...
15/05/2017

SURAU & SILEK

Meski agak telat buat ikut mereview karena baru dapat waktu buat ngedate sama ” keluarga seru” tapi euforia kesenangan pasca menonton masih kental terasa di benak melihat tayangan demi tayangan. Terbuai dengan kerennya aksi panggung ketiga karakter sahabat kecil dan para pemeran figuran yang tak kalah seru mengiringi pertunjukan hingga akhir ceritanya.

Tersebutlah kisah tiga sahabat kecil yang terkalahkan oleh sebab kecurangan lawan dalam pertandingan silat di suatu pertandingan membuat kekesalan tersendiri pada Adil yang ternyata justru satu sekolah dengan Hardi sang pemenang pertandingan. Merasa dikalahkan dengan tidak adil membuat seorang Adil geram dan mengumbar dendam. Tak pelak kerusuhan dilapangan sekolah membuat mereka dipanggil dan dihukum oleh guru. Sejak itu Adil, Kurip dan Dayat bersatu untuk mewujudkan mimpi menjadi pemenang dalam pertandingan silat berikutnya.

Diluar dugaan, Paman Rustam yang sudah mengajarkan silat kepadanya merantau karena malu dengan kawan-kawan yang telah lebih dulu sukses merantau, sementara ia tak kunjung sukses. Hal ini membuat tiga sekawan Adil, Kurip dan Dayat mencari guru baru untuk mewujudkan mimpi besar mereka. Dan Allah menunjukan jalanNYA melalui Rani, sahabat disekolah yang bersimpati untuk merealisasikan mimpi mereka. Melalui kakek Rani, mereka dipertemukan oleh kawan masa mudanya Pendekar sekampung Bancah yang kembali ke kampung halaman setelah pensiun dari dosen dan beralih menjadi penulis.

Melalui kakek dosenlah Adil, Kurip dan Dayat diajarkan ilmu Silat yang baik benar, Karena jika silat hanya diipakai untuk memenangkan turnamen seperti tujuan awal mereka... mungkin akan lebih banyak perguruan silat yang lahir dikampung kecil itu. Shalat, Salawat, Silat berjalan beriringan hingga silat yang dipakai sebagai pagar diri dapat menjadi kebisaan untuk mencari kawan, mencari Tuhan, bukan sekedar mencari lawan. Silat tidak dipakai untuk sekedar gagah-gagahan, dan adu gaya. Karena musuh tidak untuk dicari, tapi juga pantang dihindari.

Banyak pesan moral yang dapat dipetik dari film ini untuk anak kita. Semoga dengan adanya varian film bermutu ini menjadi variasi tersendiri untuk mengajak anak kita belajar ”membaca” dari sisi yang berbeda, tidak sekedar menonton tanpa makanan jiwa yang dibawanya. Dan yang terpenting aman buat segala usia... Inshaa Allah..

Dari tulisan ini "PakMinKUNIL".. baPak adMin KUNci ILmu, melaporkan...

Menjadi orang tua bukan perkara mudah, ada pembelajaran terindah yang diberikan dari setiap amanah ALLAH. jangan sampai ...
15/05/2017

Menjadi orang tua bukan perkara mudah, ada pembelajaran terindah yang diberikan dari setiap amanah ALLAH. jangan sampai usia kita sia-sia hanya terlena dengan kemajuan dunia hingga lupa mendidik mereka.. masa anak-anak yang sudah tak lagi berada di zaman kita...

Karena hidup itu indah jika kita bisa mensyukuri setiap nikmat yang diberikan ALLAH. mereka adalah AMANAH, yang dipinjamkan ALLAH sebagai FASILITAS, ... Bukan BEBAN, apalagi TUJUAN










Address

Pesona Alam Residence
Depok
16431

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KUNCI ILMU posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to KUNCI ILMU:

Share

Category