26/07/2022
📱 Ketika Pasanganku Kecanduan Gadget
Gadget ibarat pisau bermata dua. Pada satu sisi, ia memiliki nilai positif. Namun, pada sisi yang lain, ia bisa memberikan dampak negatif. Oleh karena itu, harus ada aturan, edukasi, dan kesepakatan dalam rumah tangga terhadap penggunaan gadget.
1. Buat aturan yang tegas bagi anggota keluarga dalam penggunaan internet atau gadget di rumah, misal batasan waktu, etika, dan nilai moral.
2. Bila anak bermain gadget atau game online, orang tua harus memberi batasan waktu, serta mendampingi dan memilihkan game yang akan dimainkan, yang tidak mengandung unsur kekerasan dan pornografi.
3. Dalam penggunaan media sosial, anggota keluarga harus dapat menjaga sikap, tidak pamer, tidak berbohong, dan harus bernuansa edukasi. Selain itu, anggota keluarga, khususnya orang tua, harus mengikuti akun media sosial milik masing-masing sehingga tidak ada yang berani menyimpang dalam menggunakan media sosial.
4. Anggota keluarga harus dapat menjaga etika dalam bermain gadget, misal tidak boleh ketika beribadah, berkendaraan, bertamu, atau sedang makan.
5. Orang tua harus memberi contoh penggunaan gadget yang baik. Jangan sampai mengabaikan komunikasi dalam keluarga atau bahkan mengabaikan kebutuhan keluarga hanya karena gadget, termasuk di tempat tidur.
6. *Mengedukasi anggota keluarga tentang dampak negatif* dari gadget dalam kehidupan keluarga.
Bila mendapati pasangan mengalami kecanduan pada gadget, kita harus menolongnya untuk keluar dari rasa kecanduan tersebut. Lakukan komunikasi yang suportif dari hati ke hati. Ajak pasangan kita untuk bertemu psikolog agar mendapatkan bantuan konseling.
📖 Sumber: Psikologi Konflik karya Muhammad Iqbal & Kisma Fawzea , (Penerbit Gema Insani)