02/06/2023
Hari ini saya mengikuti prosesi penyematan gelar doktor kehormatan dan penyampaian orasi ilmiah Ust. Adi Hidayat, Lc. MA, di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Setelah melakukan penilaian, penelitian dan pengkajian mendalam, para promotor yang terdiri dari sejumlah guru besar dengan bangga memberikan gelar kehormatan itu. UAH menjadi doktor honoris causa bidang manajemen pendidikan Islam.
Sebagai orang yang mengenal beliau sejak remaja, saya merasa bangga dan haru melihat pencapaian yang diraih Ustadz Adi. Beliau membuktikan diri sebagai ahli ilmu yang berdedikasi tinggi. Pencapaiannya hari ini, penilaian dan penghormatan yang diberikan orang lain, saya kira adalah buah manis dari perjuangan UAH selama ini. Saya bersaksi dari dulu UAH memang pembelajar sejati. Kalau hari ini ia mendapat gelar doktor kehormatan, saya kira suatu hari gelar Profesor kehormatan hanya soal waktu saja.
Menyimak orasi ilmiah UAH tadi, saya teringat sejak tsanawiyah sudah menjadi pendengar pidato-pidatonya. Tak ada yang berubah, sejak dulu selalu bernas, kaya, disertai retorika yang sangat baik. Jejak-jejak pemikiran UAH juga terasa, banyak yang beliau sampaikan hari ini sebenarnya adalah elaborasi dari berbagai pemikiran dan ‘penemuan’-nya di masa lalu. Sejak sekolah. Sejak remaja. Bedanya sekarang lebih canggih dan kaya makna.
Selamat untuk Ust. Dr. (HC) Adi Hidayat, Lc. MA. Hari ini resmi membuktikan diri berhasil sampai salah satu puncak, menjadi ulama yang intelektual dan intelektual yang ulama. Insya Allah ada puncak-puncak lainnya.
Sebelum berpisah tadi saya bisikkan kepada beliau, “Segera jadi Profesor, Tadz.” Bercanda tapi serius.
Sambil tersenyum, UAH menimpali. “Siaap!”
Biasanya ini akan kejadian. Semoga Allah meridhoi dan melancarkan. Kami dukung dan doakan terus, Ustadz.
Semoga ilmu dan amalnya senantiasa mengalir menjadi manfaat bagi persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan global. Terima kasih sudah menginspirasi. Kami semua bangga. Terus berlayar, terus berkibar! 🇮🇩