Mainan Edukatif

Mainan Edukatif Anda ingin manjakan buah hati dengan mainan edukatif ??? kami menyediakan: puzzle kayu dengan aneka bentuk, aneka merocne, aneka balok rancang bangun, dll

20/07/2017

Ahamdulillah, Buah hati adalah karunia yang luar biasa dari Allah, tak ada alasan bagi kita untuk menyia2 kan , Allah telah memiih kita untuk mengemban amanah ini, penjagaan dan keikhlasan kita mengemban amanah ini turut menentukan kesuksesan kita atas amanah tersebut, keikhlasan mendidik buah hati adalah kunci keberhasilannya, semoga buah hati kita menjadi generasi kebanggaan dunia akhirat, Aamiin

12/04/2014

Sebuah Doronngan

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya.Dia pun tersenyum.

Budaya Menghukum

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat. “Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak-anaknya dididik di sini,”lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement!” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbedabeda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya. Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor. Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafikgrafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti. Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan. Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

Ketika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakanakan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi. Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan.

Ada semacam balas dendam dan kecurigaan. Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak. Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan. Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.” Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif. Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

Melahirkan Kehebatan

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya. Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh. Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh. Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

06/11/2013

Copas(Copy paste) merupakan cara yang paling sering dan mudah bahkan untuk buah hati kita, dan dalam hitungan detik aj dia sudah bisa melakukanx
Hal ini yg membuat kita harus extra hati2 dalam melakukan segala setuatu, baik bebrbicara ataupun berperilaku ketika bersama dgn buah hati kita, ucapan kita akan mudah d copas oleh si kecil yang baru mulai bicara, dan perilaku kita akan mudah d copas oleh si kecil yang balu mulai berjalan
Jadi ati2 ya Bun ketika anak kita melarang adikx dengan nada yg tinggi, maka ingat kembali apakah kita juga melakukan cara tsb saat mengingatkan si kakak???? Dan ketika panggilan kita baru d jawab setelah kesekian kalix, apa bener kita juga baru menoleh saat si kakak sudah memanggil kesekian kalix,
Semoga bisa menambah inspirasi tuk jadi orang tua hebat aamiin...

05/11/2013

Ketika kita sudah di sibukkan dengan si bungsu, saat itu p**a kita menganggap si kakak sudah besar, sudah layak mandiri padahal selisih umur kadang kurang dari 5 tahun misalnya, kadang itu justru menjadikan kakak merasa lebih manja, merasa masih kecil, ini merupakan senjata yang pas bagi dia untuk mendapat perhatian lebih dari ayah bundanya.
Hal ini terjadi karena kita sebagai orang tua kurang bijak dalam membagi perhatian kepada buah hati kita, jangankan perhatian lebih, perhatian pokokpun (menemani makan ataupun belajar), kadang kita lupa berikan sebagai hak dia, sangat wajar jika perhatian itu ia tuntut, karena perhatian itu ia butuhkan sampai status anak itu tidak lagi melekat pada dirinya (orang tuanya telah wafat)
Kadang kita menuntut anak kita untuk menjadi yang terbaik dalam segalanya, tapi apakah kita sudah menjadi yang terbaik untuknya????????????????
Semoga menjadi orang tua yang bijak.....aamiin

23/08/2013

Info kesehatan
Penanganan sakit flu;
1. Konsumsi buah2ah yang banyak mengandung vitamin c
2. Istirahat yang cukup dan jaga tubuh agar tetap hangat
3. Mengurangi stress/beban fikiran, karena stress dapat melemahkan sistem imun tubuh
4. perbanyak minum air putih
5. Minumlah minuman jahe panas yang sudah d beri madu secukupx, akan lebih berkhasiat jika d tambah 2 butir cengkeh.
Jahe mengandung bbrp senyawa antivirus yg scr khusus memerangi rhinovirus, jenis virus yg paling umum
(sms tausiyah CIM penyejuk hati)
Semoga bermanfaat aamiin

Anda perlu MAINAN EDUKASI????????Hubungi; 0817386980/081334458105/24F02828
09/07/2013

Anda perlu MAINAN EDUKASI????????
Hubungi; 0817386980/081334458105/24F02828

Yuk belajar berhitung dan mengenal bentuk juga warna dengan balok, Anda perlu MAINAN EDUKASI????????Hubungi; 0817386980/...
07/07/2013

Yuk belajar berhitung dan mengenal bentuk juga warna dengan balok, Anda perlu MAINAN EDUKASI????????
Hubungi; 0817386980/081334458105/24F02828

07/07/2013

Aneka meronce, cocok untuk asah motorik halus si kecil, bisa juga sambil mengenal warna, dan juga bentuk.
Yuk manjakan si kecil dengan MAINAN EDUKASI
Hubungi; 0817386980/081334458105/24F02828

MAINAN EDUKASI bikin bermain jadi lebih  bermanfaat, bisa bermain sambil belajar< jadi sekali dayung, dua p**au terlampa...
07/07/2013

MAINAN EDUKASI bikin bermain jadi lebih bermanfaat, bisa bermain sambil belajar< jadi sekali dayung, dua p**au terlampaui(kata pepatah)
Ready Balok Mobil, bisa belajar merakit mobil nih, moga waktu gede jd bisa ngrakit mobil beneran aamiin.....
Hubungi: 081386980/081334458105/24F02828

Kembali bersama Bali Edu ToysYuk temani si kecil dengan mainan edukasi, bisa bermain sambil belajar, asah motorik, kenal...
07/07/2013

Kembali bersama Bali Edu Toys
Yuk temani si kecil dengan mainan edukasi, bisa bermain sambil belajar, asah motorik, kenal warna, konsentrasi,logika, pokoknya asyiik deh...
Ready puzzle tema(Buah, transportasi, profesi, dll)
Order.....0817386980/ 081334458105/24F02828

Kebosanan bisa setiap saat menghampiri buah hati kita, so...kita sebagai orang tua yang bijak di tuntut bisa mengatasi h...
06/07/2013

Kebosanan bisa setiap saat menghampiri buah hati kita, so...kita sebagai orang tua yang bijak di tuntut bisa mengatasi hal ini...., Atasi kebosanan si buah hati dengan mainan edukasi.
Lempar gelang, ajak si buah hati bermain ban berolah raga, d tunggu orderannya, terbatas lho.....

Donat hitung buat si kecil, penenalan warna, bentuk, asah motorik dan kita bisa mengajarkan perhitungan, yuk dampingi si...
06/07/2013

Donat hitung buat si kecil, penenalan warna, bentuk, asah motorik dan kita bisa mengajarkan perhitungan, yuk dampingi si kecil pake mainan edukasi

Address

Denpasar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mainan Edukatif posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category