15/01/2026
FAKTA TENTANG DOA: SEBELUM & SESUDAH ACARA ISRA' MIKRAJ
Mungkin banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya sebelum peristiwa isra' Mikraj, Rasulullah dan para sahabat sudah melakukan sholat. Tapi bagaimana bentuknya?
Dalam peristiwa Isra' dan Mikraj, kami mendapat informasi baik bahwa Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
menerima perintah doa langsung dari Allah SWT di Sidratul Muntaha.
Namun, ada satu hal penting yang sering diabaikan: urutan sholat pada waktu itu bukanlah pengaturan ibadah yang baru, melainkan pengaturan penambahan jumlah jam dan rakaat sholat.
__
Hakikatnya, sebelum peristiwa isra' mikraj, Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
dan para sahabat sudah menunaikan sholat. Bahkan, Nabi ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
mulai melakukan sholat sejak wahyu pertama diturunkan.
Ini diceritakan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya:
Gebriel, salamlah, aku adalah wahyu pertama kepadanya, dan dia tahu terang dan doa.
Arti nya adalah :
"Sesungguhnya Jibril AS datang kepada Rasulullah ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ketika wahyu pertama diturunkan, kemudian mengajarkan Baginda wuduk dan sholat. "
[Kisah Ahmad (172.580)]
__
Ya, Nabi Muhammad ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
sholat sebelum isra' mikraj, tapi sholat waktu itu hanya dua jam, yaitu pagi dan petang, dengan dua raka'at setiap waktu.
Hal ini dijelaskan oleh Ibnu rajab al-Hanbali:
Dia telah mengenakan dua rak'at padanya di hari pertama dan dua rak'at di hari terakhir saja
"Sesungguhnya telah wajib atas Baginda dua raka'at di siang hari dan dua raka'at di akhir hari saja. "
[Referensi: Fath al-Bari oleh Ibnu rajab al-Hanbali, jilid 2, hlm. 102, Perpustakaan Syamilah]
Hal yang sama dikatakan oleh Al-Syaukani, dari Imam Al-Harabi:
Doa sebelum isra adalah doa sebelum matahari terbenam, dan doa sebelum matahari terbit
"Sesungguhnya doa sebelum peristiwa isra' hanyalah doa sebelum matahari terbenam dan doa sebelum matahari terbit. "
[Referensi: Nail al-Awtar oleh Imam al-Syaukani, jilid 1, hlm. 374, Perpustakaan Syamilah]
Setelah peristiwa Isra' Mikraj, baru wajib shalat lima jam sehari, seperti yang kita ketahui hari ini.
__
Jadi muncul pertanyaan:
Mengapa sholat 'di upgrade' menjadi lima kali sehari? Apakah sholat dua kali sebelum itu buruk?
Jawabannya:
Tidak sama sekali. Doa dua jam sangat cocok untuk fase awal turunnya wahyu, yang merupakan fase membangun iman dan hubungan yang mendasar.
Namun, ketika orang-orang ini terpilih sebagai orang wasatan, mereka diberi sistem ibadah yang lebih kuat, mampu menahan tekanan kehidupan, tantangan peradaban, dan godaan zaman.
Doa jam lima adalah alat bertahan hidup spiritual, terutama bagi orang-orang yang percaya akhir zaman.
Dalam rangka Mi'raj, Allah menjadikan salat sebagai tulang punggung pengelolaan waktu seorang mukmin.
Dari pada 50 jam, ada proses pengeringan sampai tinggal lima jam lagi.
Hari manusia dipotong menjadi lima simpul kesadaran: pagi, sore, sore, senja dan malam. Seluruh siklus kehidupan tertutup dengan mengingat Tuhan.
Mengapa lima?
Karena manusia adalah makhluk yang mudah lupa, cepat hanyut, dan butuh "reset". Satu atau dua kali sehari tidak cukup untuk menjaga hati tetap berorientasi. Lima jam itu bukan beban, tapi sistem navigasi seperti kompas yang selalu dikalibrasi, agar manusia tidak tersesat terlalu jauh dalam kesibukan sehari-hari.
Pengikut