NASA Online STORE PUSAT

NASA Online STORE PUSAT Menawarkan Solusi Argokompleks Dan Kesehatan Herbal. PUSAT BELANJA ONLINE AMAN, MUDAH, dan TERPERCAYA !! http://www.pin.bbm.com/5D08C674

Menawarkan Solusi Bisnis Argokompleks Dengan Pupuk Organik Natural Nusantara Yang Telah Terbukti Dan Teruji Secara Internasional. SMS/WA : 081322667291 http://www.pin.bbm.com/5D08C674

CARA BUDIDAYA POHON KARET YANG BENAR !Karet (Hevea brasiliensis) merupakan tanaman tahunan dengan pohon batang lurus. Pe...
01/12/2016

CARA BUDIDAYA POHON KARET YANG BENAR !
Karet (Hevea brasiliensis) merupakan tanaman tahunan dengan pohon batang lurus. Pertama kali, Pohon karet hanya terdapat di Brasil, Amerika Selatan.
Setelah Henry Wickham melakukan percobaan berkali-kali, akhirnya pohon karet ini berhasil dikembangkan di wilayah Asia Tenggara.
Nah, Di Indonesia, Malaysia dan Singapura, tanaman karet mulai dibudidayakan sekitar tahun 1876. Di Indonesia sendiri, tanaman karet pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor. Indonesia juga pernah menguasai produksi karet dunia. Akan tetapi, posisi Indonesia saat ini didesak oleh dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Thailand. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).

I. SYARAT TUMBUH POHON KARET
- Suhu udara 240C – 280C.
- Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
- Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
- Kelembaban tinggi
- Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
- Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
- Ketinggian lahan 200 m dpl.

II. Pedoman Teknis Budidaya Karet
2.1. Pembibitan
2.1.1. Persemaian Perkecambahan

Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.
Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
Tebarkan Natural Glio yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 mg.
Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.
Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam (1 tutup/liter air).
Benih disemaikan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air.
Jarak tanam benih 1-2 cm.
Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.

2.1.2. Persemaian Bibit
Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20x20x60 untuk okulasi hijau.
Penyiraman dilakukan secara teratur.

Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl perpohon LCB 1320 : 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon.
POC NASA : 2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

2.1.3. Pembuatan Kebun Entres.
Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.

Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon
Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon
POC NASA :
2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali

2.1.4. Okulasi
Ada 2 macam okulasi: Okulasi coklat dan okulasi hijau.
Keterangan Okulasi Coklat Okulasi Hijau
Umur batang bawah 9-18 bulan 3-8 bln
Diameter batang 10 cm dari tanah + 2 cm 1 – 1,5 cm
Kayu okulasi Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3 cm Dari kebun entres umur 1-3 bln, warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung

Teknik Okulasi : (keduanya sama)
Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm.
Persiapkan mata okulasi
Pisahkan kayu dari kulit (perisai)
Masukkan perisai ke dalam jendela
Membalut, gunakan pita plastik/rafia tebal 0,04 mm
Setelah 3 minggu, balut dibuka, jika pesriasi digores sedikit masih hijau segar, maka okulasi berhasil. Diulangi 1-2 minggu kemudian.
Bila bibit akan dipindahkan potonglah miring batang bawah + 10 cm di atas okulasi.
Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini, dan bibit polybag.

2.2. Pengolahan Media Tanam
Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.
Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.
Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.

2.3. Teknik Penanaman
2.3.1. Penentuan Pola Tanaman
0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele
> 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo
2.3.2. Pembuatan Lubang Tanam
Jarak tanam 7 x 3 m (476 bibit/ha)
Lubang tanam :
– okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm
– okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm

2.3.3. Cara Penanaman
Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.
Buka kantong plastik, tebarkan Natural GLIO yang telah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu dan segera timbun dengan tanah galian
Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata (1 tutup/lt air perpohon). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.

Caranya :
1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk.
Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.

2.4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyulaman : Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.
b. Pemupukan
UMUR (bulan) Dosis pupuk Makro (per ha)
Urea (kg) Rock Phospat (kg) MOP/KCl (kg) Kieserite (MgSO4) (kg)
0 0 150 0 0
3 60 115 40 40
8 60 115 40 40
12 75 135 50 40
18 75 135 50 40
24 115 300 115 75
36 210 300 115 75
48 235 300 115 75
dst sebaiknya dilakukan analisa tanah

Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0 – 36 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 4 – 5 bulan sekali
> 36 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 3 – 4 bulan sekali
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :
Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon

Catatan :
Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 300 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.3.3.)

2.5. Hama dan Penyakit
2.5.1. Hama

Kutu tanaman (Planococcus citri)
Gejala : merusak tanaman dengan mengisap cairan dari pucuk batang dan daun muda.
Bagian tanaman yang diisap menjadi kuning dan kering.
Pengendalian : Menggunakan BVR atau Pestona.
Tungau (Hemitarsonemus , Paratetranychus)
Gejala ; mengisap cairan daun muda, daun tua, pucuk, sehingga tidak normal dan kerdil, daun berguguran.
Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona

2.5.2. Penyakit
Penyakit yang menyerang bagian akar, batang, daun dan bidang sadap, sebagian besar disebabkan oleh jamur.
Penyakit tersebut antara lain :
Penyakit pada akar : Akar putih (Jamur Rigidoporus lignosus), Akar merah (Jamur Ganoderma pseudoferrum), Jamur upas (Jamur Corticium salmonicolor),
Penyakit pada batang : Kanker bercak (Jamur Phytophthora palmivora), Busuk pangkal batang (Jamur Botrydiplodia theobromae),
Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis (Jamur Phytophthora palmivora), Mouldy rot (Jamur Ceratocystis fimbriata)
Penyakit pada Daun : Embun tepung (jamur Oidium heveae), Penyakit colletorichum (Jamur Coletotrichum gloeosporoides), Penyakit Phytophthora (Jamur Phytophthora botriosa)
Pengendalian dan Pencegahan Penyakit karena jamur:
Menanam bibit sehat dan dari klon resisten
Pemupukan lengkap dan seimbang ( makro – mikro) dengan jenis pupuk, dosis dan waktu yang tepat
Taburkan Natural Glio sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun
Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat
Bagian yang terserang segera dimusnahkan
Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat tanah
Pisau sadap steril
Khusus penyakit embun tepung, daun digugurkan lebih awal dan segera dipupuk nitrogen dengan dosis dua kali lipat dan semprot POC NASA 3-5 tutup/tangki.

Catatan :
Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan.
Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat dicampur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

2.6. Panen Karet
Penyadapan pada umur + 5 tahun, dan dapat dilakukan selama 25-35 tahun.
Pemakaian POC NASA, HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman.

Silahkan Like & Bagikan Artikel ini :-)
Semoga Bermanfaat (y) :-)

Info Lebih Lanjut Mengenai Bisnis Argokompleks Hubungi :
WA : 081322667291
BBM : 5D08C674

MANFAAT TOMAT UNTUK IBU HAMIL Bolehkah ibu hamil makan tomat? Berikut adalah khasiat dan manfaat tomat untuk ibu hamil. ...
22/11/2016

MANFAAT TOMAT UNTUK IBU HAMIL

Bolehkah ibu hamil makan tomat? Berikut adalah khasiat dan manfaat tomat untuk ibu hamil.

Selagi hamil, Anda wajib mengkonsumsi makanan yang sesehat mungkin dengan cara yang seaman mungkin, sebab bayi dalam kandungan Anda tidak mendapatkan asupan nutrisi dari sumber lain selain dari apa yang Anda makan.

Tomat adalah salah satu pilihan makanan yang sehat untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

Cara menyajikan tomat

Ada berbagai cara menyajikan tomat. Berikut adalah beberapa cara yang paling banyak dilakukan orang:

Beberapa orang senang mengkonsumsi tomat mentah dan mencampurkannya dalam salad, sementara beberapa orang lainnya lebih s**a tomat yang dimasak.

Karena sifat rasa asamnya, tomat banyak diproses menjadi saus tomat, dicampur dalam sup atau bahkan dibuat jus.

Terlepas dari bagaimana Anda menyajikannya, tomat adalah salah satu sumber makanan dengan kandungan nutrisi terbaik. Selain rasanya yang lezat, tomat juga akan membantu meningkatkan pertumbuhan janin dalam kandungan Anda.

Nilai gizi tomat
Sebuah tomat berukuran sedang mengandung sekitar:
- 22 kalori, 0 gram lemak.
- 5 gram karbohidrat.
- 1 gram serat makanan.
- 1 gram protein.
- 6 miligram natrium.

Selain itu, tomat juga menyediakan:
- 40% vitamin C dari dosis harian yang direkomendasikan.
- 20% vitamin A dari dosis harian yang direkomendasikan.
- 2% zat besi dari dosis harian yang direkomendasikan.
- 1% kalsium dari dosis harian yang direkomendasikan.

Manfaat tomat untuk ibu hamil

Tomat tidak hanya enak, tapi juga memberikan sejumlah manfaat kesehatan yang sangat penting untuk ibu hamil.

Berikut ini adalah beberapa manfaat tomat yang bisa didapatkan seorang ibu hamil:

- Tomat menyediakan lebih dari sekedar nutrisi dasar yang penting untuk ibu hamil. Karena kandungannya yang kaya akan Vitamin A dan zat besi, tomat akan menjaga Anda dan bayi Anda tetap sehat.

- Asupan tomat dalam bentuk jus akan membantu meningkatkan pertumbuhan rambut dan memperbaiki penglihatan bayi Anda, baik sejak dalam kandungan maupun ketika ia sudah dilahirkan.

- Jus tomat juga membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi kelemahan tubuh.

- Kandungan Vitamin C dalam tomat berperan dalam pembentukan tulang, gigi dan gusi yang sehat.

- Kandungan asam Alpha-lipoic berperan dalam mengubah glukosa menjadi energi.

- Selama periode kehamilan, Anda membutuhkan tambahan zat besi setiap hari. Mengkonsumsi tomat dapat mencegah anemia pada saat hamil.

- Tomat menyediakan asam folat. Asam folat sangat penting bagi ibu hamil untuk melindungi bayi dari risiko cacat tabung saraf pada bayi.

Kandungan lycopene pada tomat

Menurut penelitian, tomat mentah mengandung nutrisi yang disebut lycopene, yang mana berfungsi untuk melindungi tubuh dari kerusakan sel. Lycopene adalah antioksidan yang kuat.

- Lycopene membantu dalam mencegah preeklampsia.
- Lycopene juga berperan untuk memudahkan proses persalinan.

Risiko makan tomat pada saat hamil

Segala yang berlebihan buruk bagi kesehatan, demikian juga tomat. Konsumsilah tomat dalam jumlah yang normal untuk menjamin kesehatan Anda dan bayi Anda.

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi terkait mengkonsumsi tomat saat hamil:

- Mengkonsumsi terlalu banyak tomat selama periode kehamilan bisa menyebabkan mulas akibat kandungan asamnya yang tinggi.

- Makan tomat terlalu banyak juga bisa mengganggu pencernaan sehingga menyebabkan sakit perut dan kembung akibat penumpukan gas.

- Menurut beberapa penelitian, mengkonsumsi tomat secara berlebihan pada saat hamil bisa menyebabkan perubahan warna ringan pada kulit ibu hamil dan janin dalam kandungannya.

- Tomat terbukti sangat bermanfaat untuk kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin dalam kandungannya.

- Harap selalu ingat agar tidak berlebihan dalam mengkonsumsi tomat dan selalu konsultasikan dengan dokter Anda mengenai apapun yang Anda konsumsi pada saat hamil.

Kalau Anda ingin konsultasi seputar program kehamilan dan kesehatan silahkan hubungi melalui http://www.pin.bbm.com/5D08C674 atau SMS/WA : 081322667291.

Semoga Anda dan bayi Anda sehat selalu!

CARA BUDIDAYA POHON KARET YANG BENAR !Karet (Hevea brasiliensis) merupakan tanaman tahunan dengan pohon batang lurus. Pe...
19/11/2016

CARA BUDIDAYA POHON KARET YANG BENAR !
Karet (Hevea brasiliensis) merupakan tanaman tahunan dengan pohon batang lurus. Pertama kali, Pohon karet hanya terdapat di Brasil, Amerika Selatan.
Setelah Henry Wickham melakukan percobaan berkali-kali, akhirnya pohon karet ini berhasil dikembangkan di wilayah Asia Tenggara.
Nah, Di Indonesia, Malaysia dan Singapura, tanaman karet mulai dibudidayakan sekitar tahun 1876. Di Indonesia sendiri, tanaman karet pertama kali ditanam di Kebun Raya Bogor. Indonesia juga pernah menguasai produksi karet dunia. Akan tetapi, posisi Indonesia saat ini didesak oleh dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Thailand. PT. Natural Nusantara berupaya meningkatkan Kuantitas dan Kualitas produksi, dengan tetap menjaga Kelestarian lingkungan (Aspek K-3).
I. SYARAT TUMBUH POHON KARET
- Suhu udara 240C – 280C.
- Curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun.
- Penyinaran matahari antara 5-7 jam/hari.
- Kelembaban tinggi
- Kondisi tanah subur, dapat meneruskan air dan tidak berpadas
- Tanah ber-pH 5-6 (batas toleransi 3-8).
- Ketinggian lahan 200 m dpl.
II. Pedoman Teknis Budidaya Karet
2.1. Pembibitan
2.1.1. Persemaian Perkecambahan
Benih disemai di bedengan dengan lebar 1-1,2 m, panjang sesuai tempat.
Di atas bedengan dihamparkan pasir halus setebal 5-7 cm.
Tebarkan Natural Glio yang sudah terlebih dulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 mg.
Bedengan dinaungi jerami/daun-daun setinggi 1 m di sisi timur dan 80 cm di sisi Barat.
Benih direndam POC NASA selama 3-6 jam (1 tutup/liter air).
Benih disemaikan langsung disiram larutan POC NASA 0,5 tutup/liter air.
Jarak tanam benih 1-2 cm.
Siram benih secara teratur, dan benih yang normal akan berkecambah pada 10-14 hss dan selanjutnya dipindahkan ke tempat persemaian bibit.
2.1.2. Persemaian Bibit
Tanah dicangkul sedalam 60-75 cm, lalu dihaluskan dan diratakan.
Buat bedengan setinggi 20 cm dan parit antar bedengan sedalam 50 cm.
Benih yang berkecambah ditanam dengan jarak 40x40x60 cm untuk okulasi coklat dan 20x20x60 untuk okulasi hijau.
Penyiraman dilakukan secara teratur.
Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCl perpohon LCB 1320 : 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCl perpohon.
POC NASA : 2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali
2.1.3. Pembuatan Kebun Entres.
Cara penanaman dan pemeliharaan seperti menanam bibit okulasi.
Bibit yang digunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
Jarak tanam 1,0 m x 1,0 m.
Pemupukan :
PUPUK MAKRO : (diberikan 3 bulan sekali)
Tahun I : 10 gr urea, 10 gr TSP, 10 gr KCl /pohon
Tahun II : 15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCl /pohon
POC NASA :
2-3 cc/lt air perbibit disiramkan 1-2 minggu sekali
2.1.4. Okulasi
Ada 2 macam okulasi: Okulasi coklat dan okulasi hijau.
Keterangan Okulasi Coklat Okulasi Hijau
Umur batang bawah 9-18 bulan 3-8 bln
Diameter batang 10 cm dari tanah + 2 cm 1 – 1,5 cm
Kayu okulasi Dari kebun entres, warna hijau tua dan coklat, diameter 1,5 – 3 cm Dari kebun entres umur 1-3 bln, warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 payung
Teknik Okulasi : (keduanya sama)
Buat jendela okulasi panjang 5-7 cm, lebar 1-2 cm.
Persiapkan mata okulasi
Pisahkan kayu dari kulit (perisai)
Masukkan perisai ke dalam jendela
Membalut, gunakan pita plastik/rafia tebal 0,04 mm
Setelah 3 minggu, balut dibuka, jika pesriasi digores sedikit masih hijau segar, maka okulasi berhasil. Diulangi 1-2 minggu kemudian.
Bila bibit akan dipindahkan potonglah miring batang bawah + 10 cm di atas okulasi.
Bibit okulasi yang dipindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini, dan bibit polybag.
2.2. Pengolahan Media Tanam
Tanah dibongkar dengan cangkul / traktor, dan bersihkan dari sisa akar.
Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan > 10 derajat. Lebar teras minimal 1,5 dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
Pembuatan rorak (kotak kayu panjang) pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Jika sudah penuh isi rorak dituangkan ke areal di sebelah atas rorak.
Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan diperkeras.
2.3. Teknik Penanaman
2.3.1. Penentuan Pola Tanaman
0-3 th tumpangsari dengan padi gogo, jagung, kedele
> 3 th tumpangsari dengan jahe atau kapulogo
2.3.2. Pembuatan Lubang Tanam
Jarak tanam 7 x 3 m (476 bibit/ha)
Lubang tanam :
– okulasi stump mini 60 x 60 x 60 cm
– okulasi stump tinggi 80 x 80 x 80 cm
2.3.3. Cara Penanaman
Masukkan bibit dan plastiknya dalam lubang tanah dan biarkan 2-3 minggu.
Buka kantong plastik, tebarkan Natural GLIO yang telah dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu dan segera timbun dengan tanah galian
Siramkan POC NASA yang telah dicampur air secara merata (1 tutup/lt air perpohon). Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA.
Caranya :
1 botol SUPER NASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) air dijadikan larutan induk.
Kemudian setiap 1 liter air diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon.
2.4. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyulaman : Dilakukan saat tanaman berumur 1-2 tahun.
b. Pemupukan
UMUR (bulan) Dosis pupuk Makro (per ha)
Urea (kg) Rock Phospat (kg) MOP/KCl (kg) Kieserite (MgSO4) (kg)
0 0 150 0 0
3 60 115 40 40
8 60 115 40 40
12 75 135 50 40
18 75 135 50 40
24 115 300 115 75
36 210 300 115 75
48 235 300 115 75
dst sebaiknya dilakukan analisa tanah
Dosis POC NASA mulai awal tanam :
0 – 36 2-3 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 4 – 5 bulan sekali
> 36 3-4 tutup/ diencerkan secukupnya dan siramkan sekitar pangkal batang setiap 3 – 4 bulan sekali
Dosis POC NASA pada tanaman yang sudah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :
Tahap 1 : Aplikasikan 3 – 4 kali berturut-turut dengan interval 1-2 bln. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Tahap 2 : Aplikasikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis 3-4 tutup/ pohon
Catatan :
Akan Lebih baik pemberian diselingi/ditambah SUPER NASA 1-2 kali/tahun dengan dosis 1 botol untuk + 300 tanaman. Cara lihat Teknik Penanaman (Point 3.3.3.)
2.5. Hama dan Penyakit
2.5.1. Hama
Kutu tanaman (Planococcus citri)
Gejala : merusak tanaman dengan mengisap cairan dari pucuk batang dan daun muda.
Bagian tanaman yang diisap menjadi kuning dan kering.
Pengendalian : Menggunakan BVR atau Pestona.
Tungau (Hemitarsonemus , Paratetranychus)
Gejala ; mengisap cairan daun muda, daun tua, pucuk, sehingga tidak normal dan kerdil, daun berguguran.
Pengendalian: Menggunakan BVR atau Pestona
2.5.2. Penyakit
Penyakit yang menyerang bagian akar, batang, daun dan bidang sadap, sebagian besar disebabkan oleh jamur.
Penyakit tersebut antara lain :
Penyakit pada akar : Akar putih (Jamur Rigidoporus lignosus), Akar merah (Jamur Ganoderma pseudoferrum), Jamur upas (Jamur Corticium salmonicolor),
Penyakit pada batang : Kanker bercak (Jamur Phytophthora palmivora), Busuk pangkal batang (Jamur Botrydiplodia theobromae),
Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis (Jamur Phytophthora palmivora), Mouldy rot (Jamur Ceratocystis fimbriata)
Penyakit pada Daun : Embun tepung (jamur Oidium heveae), Penyakit colletorichum (Jamur Coletotrichum gloeosporoides), Penyakit Phytophthora (Jamur Phytophthora botriosa)
Pengendalian dan Pencegahan Penyakit karena jamur:
Menanam bibit sehat dan dari klon resisten
Pemupukan lengkap dan seimbang ( makro – mikro) dengan jenis pupuk, dosis dan waktu yang tepat
Taburkan Natural Glio sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun
Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat
Bagian yang terserang segera dimusnahkan
Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat tanah
Pisau sadap steril
Khusus penyakit embun tepung, daun digugurkan lebih awal dan segera dipupuk nitrogen dengan dosis dua kali lipat dan semprot POC NASA 3-5 tutup/tangki.
Catatan :
Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan.
Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat dicampur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
2.6. Panen Karet
Penyadapan pada umur + 5 tahun, dan dapat dilakukan selama 25-35 tahun.
Pemakaian POC NASA, HORMONIK dan SUPERNASA secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertama kali dan memperlama usia produksi tanaman.
Silahkan Like & Bagikan Artikel ini :-)
Semoga Bermanfaat (y) :-)
Info Lebih Lanjut Mengenai Bisnis Argokompleks Hubungi :
WA : 081322667291
BBM : 5D08C674

11/11/2016

CARA BUDIDAYA KENTANG

Kentang (Solanum tuberosum L) merupakan sumber utama karbohidrat, sehingga menjadi komoditi penting. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya meningkatkan produksi kentang nasional secara kuantitas, kualitas dan tetap berdasarkan kelestarian lingkungan (Aspek 3K).

SYARAT PERTUMBUHAN

2.1. Iklim
Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun, lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 °C, kelembaban 80-90% dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.

2.2. Media Tanam
Struktur remah, gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang dalam dan pH antara 5,8-7,0.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

3.1. Pembibitan
– Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180 hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2 cm, siap ditanam.
– Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).

3.2. Pengolahan Media Tanam
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm dan biarkan selama 2 minggu sebelum dibuat bedengan dengan lebar 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2 jalur tanaman), tinggi 30 cm dan buat saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.
Natural Glio yang sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk kandang + 1 minggu, ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2 kemasan Natural Glio dicampur 50-100 kg pupuk kandang/1000 m2).

3.3. Teknik Penanaman

3.3.1. Pemupukan Dasar

a. Pupuk anorganik berupa urea (200 kg/ha), SP 36 (200 kg/ha), dan KCl (75 kg/ha).
b. Siramkan pupuk POC NASA yang telah dicampur air secukupnya secara merata di atas bedengan, dosis 1-2 botol/ 1000 m². Hasil akan lebih bagus jika menggunakan SUPER NASA dengan cara :
alternatif 1 : 1 botol Super Nasa diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol 10 lt diberi 1 peres sendok makan Super Nasa untuk menyiram 10 meter bedengan.
Penyiraman POC NASA / SUPER NASA dilakukan sebelum pemberian pupuk kandang.
c. Berikan pupuk kandang 5-6 ton/ha (dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam) satu minggu sebelum tanam,

3.3.2. Cara Penanaman
Jarak tanaman tergantung varietas, 80 cm x 40 cm atau 70 x 30 cm dengan kebutuhan bibit + 1.300-1.700 kg/ha (bobot umbi 30-45 gr). Waktu tanam diakhir musim hujan (April-Juni).
kentang pupuk nasa2

3.4. Pemeliharaan Tanaman

3.4.1. Penyulaman

Penyulaman untuk mengganti tanaman yang tidak tumbuh/tumbuhnya jelek dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.

3.4.2. Penyiangan
Penyiangan dilakukan minimal dua kali selama masa penanaman 2-3 hari sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan.

3.4.3. Pemangkasan Bunga
Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara.

3.4.4. Pemupukan Susulan
a. Pupuk Makro
Urea/ZA: 21 hari setelah tanam (hst) 300 kg/ha dan 45 hst 150 kg/ha.
SP-36: 21 hst 250 kg/ha.
KCl: 21 hst 150 kg/ha dan 45 hst 75 kg/ha.
Pupuk makro diberikan jarak 10 cm dari batang tanaman.
b. POC NASA: mulai umur 1 minggu s/d 10 atau 11 minggu.
Alternatif I : 8-10 kali (interval 1 minggu sekali dengan dosis 4 tutup/tangki atau 1 botol (500 cc)/ drum 200 lt air.
Alternatif II : 5 – 6 kali (interval 2 mingu sekali dengan dosis 6 tutup/tangki atau 1,5 botol (750 cc)/ drum 200 lt air.
c. HORMONIK : penyemprotan POC NASA akan lebih optimal jika dicampur HORMONIK (dosis 1-2 tutup/tangki atau + 2-3 botol/drum 200 liter air).

3.4.5. Pengairan
Pengairan 7 hari sekali secara rutin dengan di gembor, Power Sprayer atau dengan mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit).

3.5. Hama dan Penyakit

3.5.1. Hama
Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) penyemprotan Natural Vitura dan sanitasi lingkungan.
Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat menularkan virus. Pengendalian: memotong dan membakar daun yang terinfeksi, serta penyemprotan Pestona atau BVR.
Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian: Pengocoran Pestona.
Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, terlihat lubang-lubang karena sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian : Pengocoran Pestona.
Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang masih muda.
Pengendalian:
(1) memangkas bagian daun yang terserang;
(2) mengunakan Pestona atau BVR.

3.5.2. Penyakit
Penyakit busuk daun
Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan sporangium dan daun membusuk/mati. Pengendalian: sanitasi kebun. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.
Penyakit layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian: sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.
Penyakit busuk umbi
Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam
Penyakit fusarium
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.

Penyakit bercak kering (Early Blight)
Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang di daerah kering. Gejala: daun berbercak kecil tersebar tidak teratur, warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural Glio sebelum/awal tanam
Penyakit karena virus
Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan membakar tanaman sakit, mengendalikan vektor dengan Pestona atau BVR dan melakukan pergiliran tanaman.

Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.

3.6. Panen
Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman. Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen jika daunnya telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan (agak mengering) dan kulit umbi akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.

SIlahkan Like & Share,.
SEMOGA BERMANFAAT,,, ;-) (y)

Address

Gembongan Mekar, Cirebon Timur
Cirebon
45191

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NASA Online STORE PUSAT posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share