02/08/2016
KHUSUS UNTUK YANG MASIH KERJA, TULISAN PENTING NIH!
Simak ya...
Ada yang sering naik KRL di Jakarta dan bertemu dengan ratusan bahkan ribuan karyawan yang berjejal? Atau di bis yang saling berdesak-desakan bertemu dengan orang-orang yang juga sedang meluncur ke tempat kerjanya?
Saya yakin kita pernah bertemu dengan kondisi kayak gitu lah ya. Dan setelah saya lakukan riset kecil-kecilan, ternyata sebagian besar polanya sama, berangkat pagi, pulang petang hari. Dapat gaji setiap bulan. "Ini mah nggak diriset juga gw udah tahu mas Ten!" "Hehehe... baiklah..
Kita sepakat, ini kondisi yang umum banget. Salah nggak kita bagian dari mereka? Berdesak-desakan berkejaran dengan waktu supaya nggak telat ke kantor? Tentu saja nggak!
Itu pilihan kita masing-masing.
Yang jadi pertanyaan adalah apakah kondisi ini karena sebuah keterpaksaan, atau memang kita senang dan enjoy dengan kondisi ini?
Coba perhatikan ini:
- Jika kita merasa tertekan dengan kondisi kerja seperti itu.
- Jika kita merasa hidup kita nggak mutu banget buat keluarga, berangkat pagi-pagi banget, pulang larut malam. Berangkat kerja, anak masih tidur. Pulang kerja anak udah tidur. .
- Jika kita merasa bahwa ada yang salah dalam hidup kita,
maka hal ini patut dipertanyakan guys. Berarti kita nggak enjoy dengan hidup kita.
Kondisi ini diperparah ketika kita nggak mulai berpikir kapan hal tersebut berakhir.
Jadi:
- Bagi yang nggak enjoy dengan kondisi seperti di atas.
- Bagi yang ingin hidup normal, ketemu anak, berbincang dengannya, bermain dengannya.
- bagi yang ingin segera mengakhiri kondisi itu,
Saran saya mulailah buat target, kapan bisa terbebas dengan kondisi yang kurang menyenangkan di atas.
Sekitar dua tahun yang lalu Sang Guru mengajarkan seperti itu. "Ente harus tahu kapan kondisi seperti itu akan berakhir. Kalau enggak, siap-siap aja terjebak dalam hidup yang tertekan terus menerus."
"Caranya?" Tanya saya penuh harap. "Ente mulai bangun sesuatu untuk hidup di masa yang akan datang."
Dan benarlah apa yang dikatakan Sang Guru. Target saya, tahun 2016 awal sudah harus bisa berkumpul dengan keluarga kecil saya di Cirebon terwujud di bulan Maret 2016. Nggak hanya berkumpul dengan keluarga, tapi secara finansial juga alhamdulillah aman. Artinya:
PLANNING IS SOMETHING, DOING THE PLANNING IS EVERYTHING.
Saya beruntung, bisa mengubah kondisi sejak dini.
Sialnya banyak orang yang di usia senja baru "ngeuh" bahwa rutinitas tanpa planning adalah bunuh diri.
So, mulailah buat planning hidup kita. Caranya, mulailah dari mengamankan finansial kita. Kenapa finansial? Karena finansial akan berpengaruh pada hajat hidup orang banyak..😁
Sang Guru mengajarkan kepada saya 5 langkah perbaikan Finansial:
1. Temukan posisi keuangan
2. Cari uang
3. Kelola uang
4. Berdayakan uang
5. Kembali ke langkah awal.
Sipp, semoga bermanfaat ya.
-----------------
Yang belum tahu buku EASY FINANCIAL tulisan saya dan pakar keuangan Ahmad Gozali, isinya seperti yang saya bilang di atas, 5 Langkah Finansial:
1. Menemukan posisi keuangan
2. Mencari uang
3. Mengelola uang
4. Memberdayakan uang
5. Kembali ke langkah awal.
- Semuanya dibahas dengan cara yang santai namun menggigit.
- Nggak rumit namun bikin keuangan kita melejit.
- Nggak berbelit, nggak rumit tapi bikin hidup makin keren bingiit. 😁
Saya nggak perlu ngasih tahu kalau pesan bisa di link ini: Bit.ly/easyfinancial
Atau bisa langsung whatsapp admin di: +6282216620246 kan?😊