01/08/2022
Apa Itu Salmon O***y Peptide ?
Berabad-abad yang lalu di Jepang kuno, ikan Oncorhynchus Keta Salmon merupakan santapan istimewa hanya bisa dikonsumsi oleh Kaisar dan Permaisuri saja.
Di kalangan kerajaan, ikan Oncorhynchus Keta Salmon dikenal mempunyai kemampuan misterius dalam merawat kecantikan, membuat awet muda, dan panjang umur. Itulah sebabnya ikan ini dikonsumsi, bukan hanya karena rasanya yang lezat namun juga karena khasiatnya yang istimewa.
Suatu ketika di era Meiji, para nelayan diperintahkan oleh kaisar untuk mengumpulkan ikan salmon tersebut dari samudera paling berbahaya di Jepang. Akibat ekstrimnya paparan sinar matahari, serta tingginya kandungan garam pada air laut di samudera tersebut, para nelayan mengalami banyak luka dan peradangan.
Dalam kondisi yang sulit itu, para nelayan akhirnya mencoba Ikura (o***y / indung telur) dari Ikan Oncorhynchus Keta Salmon yang telah ditangkap, guna menyembuhkan peradangan yang mereka alami. Hasilnya ternyata sangat mengejutkan! Luka serta peradangan yang mereka alami sembuh dengan begitu cepat, bahkan tidak meninggalkan bekas luka sama sekali.
Semenjak saat itulah o***y dari Ikan Oncorhynchus Keta Salmon menjadi bahan obat yang sangat dicari. Akibatnya, o***y salmon ini menjadi sangat langka dan begitu berharga. Para nelayan enggan menjualnya sekalipun ditawar dengan harga tinggi.
Setelah turunnya Era Meiji, Ikan Oncorhynchus Keta Salmon menjadi sangat populer di kalangan atas masyarakat Jepang yang ingin berumur panjang dan awet muda.
Bertahun-tahun lamanya, para ilmuwan setempat melakukan penelitian lanjutan mengenai keajaiban ikan ini. Dari penelitian tersebut pun akhirnya diketahui, bahwa khasiat terbaik o***y (indung telur) Ikan Oncorhynchus Keta Salmon berasal dari DNA-nya.
SOP 100+ Salmon O***y Peptide diekstraksikan hanya dari ikan Keta Salmon, yang ditemukan di bagian Laut Utara Hokkaido. Penelitian akan Salmon O***y Peptide menggunakan proses inovatif dan dipatenkan yang dikembangkan oleh Nippon Barrier Free.
Salmon O***y Peptide mengandung 18x lebih banyak asam amino, kolagen, kondroitinsulfat, asam hyaluronic, asam nukleat, elastin dan komponen lainnya dibandingkan dengan plasenta rusa dan domba.