Novel bunda alief

Novel bunda alief single mom, konten kreator dan menyempatkan menulis cerita yang muncul dan juga kisah yang aku alami sendiri

Teh sebelum pulang mampir ke rumah ibu ya nanti di jemput.. Kita kira ada apa ternyata.... Masya allah di ajak mukhang
19/12/2025

Teh sebelum pulang mampir ke rumah ibu ya nanti di jemput..

Kita kira ada apa ternyata....

Masya allah di ajak mukhang


19/12/2025

Assalamu'alaikum selamat pagi semuanya

Assalamu'alaikumSelamat pagi semuanya, Bumbu dapur aman? Masak apa hari ini?
30/08/2025

Assalamu'alaikum

Selamat pagi semuanya,
Bumbu dapur aman?
Masak apa hari ini?

Aku tak pernah menyangka, orang yang begitu dekat dan aku hormati sebagai penganti orang tuaku ternyata orang yang ingin...
30/07/2025

Aku tak pernah menyangka, orang yang begitu dekat dan aku hormati sebagai penganti orang tuaku ternyata orang yang ingin menghancurkan hidupku

Derita Melanie
Penulis : intan puji lestari

Bab 1.

Melanie gadis yatim, di tinggalkan ayahnya saat masih kecil dan ibunya yang menitipkan melani pada adik semata wayangnya untuk menjaga serta merawat Melanie saat dirinya memilih untuk pergi mencari pekerjaan.

Awalnya Melanie menjalani hidup yang cukup tenang dan damai, hingga pada suatu hari, Melanie di hubungi oleh adik dari ibunya untuk datang berkunjung. Awalnya melani tak pernah berperan negatif, karena selama ini pamannya selalu bersikap baik, namun siapa sangka pertemuan dengan pamannya menjadi awal penderitaan Melanie

"Mel, ada telepon dari pamannya." Ucap Rina teman melani bekerja di salah satu toko pakaian di kampungnya

"Ada apa Rin,Tidak biasanya paman menelpon?" Melanie bertanya-tanya karena sang paman tak pernah menghubungi dirinya jika tidak ada hal penting.

"Sudah lebih baik cepat angkat sana, siapa tahu ada berita tentang ibumu." Ucap Rina yang mengetahui jika ibu Melanie menjadi salah satu tkw di taiwan.

"Hallo, assalamualaikum paman."

"Waalaikumsalam, Mel ada hal penting yang ingin paman katakan Mel bisakah datang ke rumah paman?" Tanya Riyadi di sebrang telepon

" Tapi paman, saat ini Mel sedang bekerja." Jawab Melanie. "Ada hal penting apa paman, paman katakan saja di telepon."

"Paman tak bisa katakan di sini, bisa tidak kamu datang ke rumah paman, izin terlebih dahulu pada Boos mu 1-2jam saja." Ucap Riyadi tidak ingin mengatakan keperluan nya menelepon Melanie.

" Ada apa paman, apakah begitu penting? Melanie tak bisa pergi meninggalkan toko begitu saja." Jawab Melanie yang selama ini tak pernah keluar saat sedang bekerja.

Cobalah kau izin terlebih dahulu pada Boss mu masa keluar sebentar tidak di izinkan." Eko pun memutus telepon nya secara sepihak.

Melanie bertanya-tanya hal penting apa yang ingin di katakan oleh pamannya mengapa harus datang ke rumah sang paman? Melanie memang cukup dekat dengan adik dari ibunya tetapi dirinya tidak menyukai istri dari pamannya yang terlihat jelas tidak menyukai dirinya.

"Ada apa Mel, apa ada kabar mengenai ibumu?Tina bertanya pada Melanie saat Melanie berjalan ke depan toko kembali.

" Entahlah Rin,, paman meminta ku untuk datang ke rumahnya dan izin keluar 1-2jam setelah nya paku dapat kembali bekerja lagi." Ujar Melanie pada sahabatnya Rina

Hal apa yang ingin dikatakan Riyadi pada Melanie?
Apa Melanie akan datang menemui pamannya?



17/03/2025

judul : siapa sebenarnya suamiku?
Authors : intan puji lestari

saat tengah terjebak macet, Alea terkejut saat melihat seorang pria yang di yakini suaminya Keenan tengah melamar seorang gadis di sebuah restoran mewah.

Alea memperhatikan penampilan Keenan yang sangat jauh berbeda dengan penampilan harian Keenan saat bersama dengannya.

"Mengapa penampilan mas Keenan terlihat mewah? Siapa perempuan itu? Sepertinya aku harus menanyakannya setelah sampai rumah." Alea melanjutkan perjalanan nya yang sempat terhenti.

Alea memasuki perkarangan rumahnha bersama Keenan, serta melihat motor honda Vario hitam telah terparkir manis di teras rumahnya
"loch mas ken sudah pulang? Tumben sekali pulang begitu cepat. " Alea pun mengucapkan salam serta tangannya membuka pintu rumah yang kebetulan tidak terkunci dari dalam.

"Lea kamu sudah pulang? Ucap Ken saat mendengar suara pintu terbuka dan melangkah menuju ruang depn rumahnya.

" Iya mas, maaf aku pulang terlambat mas." Ucap Aleabyang menjatuhkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruangan itu.

"Tak apa, mas pun baru saja tiba. Sebentar mas ambilkan minum untukmu." Ken melangkah kan kakinya menuju dapur mengambil segelas minuman untuk Lea.

"Ini di minum dulu." Ucap Ken menganjurkan gelas kepada Lea

"Terima kasih mas." Lea pun mengambil gelas yang di berikan Ken dan meminumnya hingga tandas.

"Sama-sama." Ken pun ikut duduk di sisi Lea. "Bagaimana hatimu hari ini?"

Lea menoleh dan menatap Ken, hatinyabingin menanyakan siapa gadis yang bersamanya di resto mewah tadi? Namun mengingat penampilannya yang berbeda membuat Lea mengurung kan niatnya. "Apa benar dia mas Keenan? Tapi mengapa penampilannya berbeda? Aku harus mencari tahu."



Dengan Muhamad Irham – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar berat mereka! 🎉
23/01/2025

Dengan Muhamad Irham – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar berat mereka! 🎉

Pagi, jangan lupa sarapanDi sini hujan gaes, jadi milih yang berkuah
12/01/2025

Pagi, jangan lupa sarapan
Di sini hujan gaes, jadi milih yang berkuah




12/01/2025

Terima kasih pak infonya

Judul : PujiMembalas mertua dan adik iparAuthor : Intan Puji Lestari "Bu.. "        Rena mendekati Risma yang terlihat k...
08/01/2025

Judul : Puji
Membalas mertua dan adik ipar
Author : Intan Puji Lestari

"Bu.. "

Rena mendekati Risma yang terlihat kesal.

"Apa, kau ingin membuat ibu semakin kesal Rena? " Ucap Risma yang terlihat mengatur nafasnya.

Rena menghembuskan nafas, lalu memilih duduk di sebelah ibunya.

"Bu, Rena menemukan buku tabungan milik Puji, lihatlah bu ternyata tabungan yang dimilikinya sangat besar," Rena berniat memberi tahu bu Risma dengan menunjukan isi dalam buku rekening yang di temukan olehnya.

" Halah paling juga uang pemberian anakku Raiz, dia memiliki uang dari mana jika dia tak bekerja dan pekerjaannya hanyalah mengurus rumah dan Darren."Ucap bu Risma

"Tapi bu, ada pemasukan cukup besar, dan Rena tahu gaji mas Raiz tidaklah sebanyak ini bu. Kira-kira dari mana dia memiliki uang sebanyak ini." Rena bertanya pada bu risma.

"Alah, memang apa yang bisa dia lakukan Rena? paling yang dia menjual dirinya. Kamu tahu sendiri Puji jika berdandan dia akan terlihat sedikit cantik."

"Bu, rasanya itu tak mungkin. Mengingat Rena sangat tahu mba Puji tak pernah keluar rumah, tanpa di antar oleh mas Raiz." Ucap Rena yang memang sedikit mengetahui pribadi Puji.

"Cukup Rena, jangan membuat Ibu semakin kesal karena kau membahas wanita kampung itu." Nu risma beranjak meninggalkan Rena yang tengah duduk di sofa ruang TV.

"Rasanya aku tak percaya jika mba Puji menjual diri mengingat dia wanita katro yang bahkan keluar rumah harus meminta izin mas Raiz, atau di antar Mas. Tapi dari mana dia memiliki penghasilan rutin puluhan juta seperti ini. Sepertinya aku bisa mengambil uangnya, biarlah Ibu tak mempercayai buku tabungan ini. Setidaknya aku bisa mengambil tabungannya dan bersenang-senang dengan uang dari perempuan kampung itu



Rena bersenandung sembari memikirkan rencananya besok.

Di sisi lain, puji berusaha menawarkan pakaian yang masih sedikit layak dengan harga murah. Sampai seorang ibu memperhatikan puji dan mendekat.

"Mengapa kau menjual pakaianmu nak? Ucap seorang ibu yang datang menghampiri puji yang sibuk menjual pakaiannya.

Puji menatap sedikit termenung, lalu kemudian menjawab pertanyaan seorang ibu di depannya.

"Ah, maaf Bu. Hanya ini yang dapat saya lakukan, untuk mendapatkan sedikit uang bu, saya harus membeli susu dan makanan untuk anak saya." Jawab puji masih mengeluarkan beberapa pakaiannya,

"Simpan kembali pakaianmu nak, ikutlah denganku nak. Ibu akan membelikan susu untuk anakmu nak, mana rumahmu? Sepertinya ibu tidak pernah melihatmu di sini." Ujar bu puspa meminta puji merapikan pakaiannya karena tidak akan seorang pun yang mau membeli pakaian bekas di wilayahnya.

" Saya dari desa wonorejo bu, namun saya merantau ke Jakarta mencari pekerjaan dan akhirnya saya menikah, namun ibu mertua saya mengusir saya kemarin, setelah beberapa hari suami saya meninggal." Ucap puji menunduk.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Lalu di mana kamu tinggal saat ini nak?" Tanya bu puspa mendekati puju

"Saya berniat akan menginap di masjid ini bu." Jawab puji memasukkan kembali pakaiannya.

"Lebih baik kau ikut ibu saja nak, tiduk di mushola tidak aman untuk anakmu. Kasihan dia. Yuuk ikut, tinggallah bersama ibu.

Puji terdiam apa dia bisa menginap sementara di rumah orang yang tidak di kenalnya.

"Nak, ayolah. Tak perlu takut, rumah ibu tak jauh dari sini. Ibu hanya tinggal sendiri untuk itu jika kamu menginap di rumah, ibu akan sangat senang.

"Tapi bu...," puji tampak urung mengikuti ibu yang mengajaknya tinggal di rumahnya. "Saya tidak mengenal ibu."

"Ah iya, saya hampir lupa. nama saya puspa. Ayolah nak hari sudah malam, tidak baik wanita membawa bayi berada di luar.

Puji pun akhirnya beranjak mengikut ibu Puspa,

"Ini rumah ibu, memang tidak besar. Tapi cukup untuk kita bertiga nak. Baiklah ada baiknya kau beristirahat dulu, biar ibu siapkan makan malam untuk mu, kamu belum makan kan nak?"

Puji, menatap bu puspa dengan mata berkaca-kaca. Mengapa orang yang tidak di kenalnya dapat begitu baik padanya bahkan mengajaknya menginap di rumahnya, sedangkan ibu mertuanya justru mengusir nya dari rumahnya sendiri.

"Nak, kenapa? " Bu puspa melihat puji, tanpa beranjak sedikit pun

"Mengapa ibu begitu baik padaku sedangkan ibu tak mengenal saya, bagaimana jika saya orang jahat bu?" Puji menundukkan kepalanya.

"Ibu yakin kau anak yang baik nak. Ibu tak akan salah mengenal orang. Sudah tak perlu bersedih sekarang makanlah dan beristirahat. Apa anakmu tidak akan kau bersihkan. Dia akan gatal-gatal jika tidak di bersihkan

Puji terdiam, dia belum sempat memandikan putranya, bahkan putranya belum makan dia hanya memberikan susu warung tadi. Untuk itu dia akan membangunkannya untuk memberinya makan, karena saat ini dia tak memiliki susu untuk Darren sedikit pun.

Nak, apa susu untuk anakmu habis? Maaf ibu sempat melihatmu memberikan susu kotak padanya.

Puji menunduk, sebenarnya susunya masih ada bu, hanya tertinggal di rumah bahkan dot susunya pun tidak ada.

Bu puspa menghembuskan nafas, dia mengambil ponselnya dan mengutak-atik ponselnua, tak lama kemudian terdengar ketukan pintu dan bu puspa segera membuka pintu untuk mengambil pesanannya di depan.

"Nak, ini ibu sudah belikan susu dan dot untuk anakmu, ada baiknya kau berikan makan anakmu terlebih dahulu, biar ibu merebus dot ini agar steril terlebih dahulu."

"Terima kasih banyak bu, semoga allah memberi keberkahan atas kebaikan ibu pada saya.

"Sudah sekarang segera bersihkan tubuhmu dan anakmu, setelah makan makan malam lebih baik pergi beristirahat dan bersiap dengan apa yang akan kamu lakukan besok."

"Baik bu, Terima kasih untuk bantuannya bu."

"Tak perlu sungkan, ibu menganggapmu sebagai pengganti putra ibu yang hilang, ibu harap kamu tak keberatan." Ucap bu Puspa yang memang sangat merindukan putra kecil yang di bawa oleh suami.

Puji yang mendengar jika bu Puspa menganggap dirinya sebagai putrinya sangat terharu, disaat kesulitan dan tidak adanya keluarga yang dimilikinya, Allah justru mengirimkan orang baik serta tulus untuk membantunya.

"Terima kasih bu, Terima kasih karena ibu sudah sangat baik dan menganggap ku sebagai putri ibu." Puji memeluk bu Puspa dan keduanya menangis haru, karena akan ada orang yang menemani hari-harinya.




Address

Jln. Ciomas Gang A. Yassin No 105 Rt 04/03
Ciomas

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Novel bunda alief posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category