23/03/2022
BERMINYAAAAK
Minyak goreng banjir langka, murah, mahal, tentu akan menuai banyak reaksi, dan saya rasa itu wajar. Kenapa karena minyak termasuk point 3 dari 9 bahan pokok yang termaktub dalam keputusan kementrian perdagangan RI pasal 1.
Kalau yang mahal kinderjoy, itu ga terlalu berat, tidak semua masyarakat bisa masuk ilfimirt, cukup kalangan menengah saja dan sedikit mengambang-ngambang ditengah😜.
Bagaimana reaksi orang? of coz berberda-beda, persis mbe dan kuda, beda toh, enak jamanku😂.
Orang yang penghasilannya 20rb sehari akan berbeda reaksi dengan yang penghasilannya 50rb sehari atau diatasnya. Orang yang mempunyai gaji tetap akan berbeda reaksi dengan orang yang tidak tentu pendapatan. Orang yang punya anak 1 akan berbeda reaksi dengan orang yang punya anak lebih dari 3, dan orang yang jarang masak akan berbeda reaksi dengan orang yang hobi masak. Begitu pun persilangan diantaranya, orang yang punya anak banyak tapi penghasilannya lebih dari cukup akan berbeda dengan anak 1 tapi penghasilan kurang. Ibu yang punya anak dan suami, senengnya goreng-goreng, sama yang apa aja hap lahap, akan berbeda reaksi. Sudah jelas reaksi besar pun akan dirasa sama persatuan kang gorengan se koreah, seperti kang lee min ho, yang harus licin setiap hari untuk mencari nafkah...😄
Sol marisol, belajar bijak untuk tidak mengukur sepatu sendiri dengan sepatu orang lain, berempati itu tidak harus PINTAR cukup punya HATI. Berkomentar "Ga apa mahal sampe harga 1jt juga, yang penting ada rezekinya" itu tidak akan masalah kalau dilontarkan ke sesama netizen yang berkecukupan, sebuah solusi "ga usah goreng-goreng sekarang mah kurangi minyak mahal" itu bagus tak mengapa, juga sebuah doa dan penguatan hati"muslim tidak berkata apapun mahal karena rejeki dari Allah" no problemo untuk netizen budiman, tapi akan menjadi kalimat POSITIF TOKSIS buat orang lain yang merasa dibawah dan menderita.
Maka mengapa, orang yang kelaparan mudah sekali murtad dengan sebungkus indomie dan berpindah agama, karena banyak sekali muslim yang hanya membantu dengan lidah bukan dengan uluran tangan. Seorang yang meminjam uang untuk beli beras tidak dibantu tapi dinasihati "Makanya kamu jangan boros-boros, seperti ini kamu juga yang repot", perutnya kurubuk kurubuk lafar, apa masuk dinasihati, yang ada merasa di zolimi dengan kalimat positif toxic.
Saya pelaku diet, dan tidak membutuhkan banyak minyak, karena tubuh saya sudah berminyak, tapi cukup tau rasanya apa yang dirasa netizen. Walaupun kalimat seseibu benar nilai A "saya prihatin apa ibu-ibu di indonesia setiap hari menggoreng, apa ga bisa mengukus, merebus"...bisa bu awas aja kalau gas naik juga, "Apa pake gas terus, ga bisa pake kayu bakar"... ku menangiiiiiisssss membayaaangkan betapa hancurnyaaaaa diriku tanpa dirimu...sambil peluk minyak bernama sovia😂
"IBU EMANG GA MENGGORENG? ibu berminyak kok"
Berkata tanpa berbuat yang terbaik itu akan dianggap seperti kentut yang terabaikan, mari kita berdoa yang terbaik untuk indonesia, tanpa menyalahkan si A menimbun, si B bulak balik mengantri kostum 15x sehari udah kaya syahrini pentas, semua itu sudah bisa diprediksi untuk indonesia tercinta. Yang 74 kardus penimbun ditangkap seberapa besar merugikan, apa kabar mafia besarnya yang tidak bisa ditangkap, sampai pak menteri minta maap😂
Kalau nyari kepantasan, SIAPA YANG LEBIH PANTAS DISALAHKAN???
Salam Big Ukhty
termanis😘