04/11/2022
Karpet handmade Asli 100 % Persia
A. Sejarah
Iran memiliki sejarah panjang memintal karpet. Pada 1949, karpet tertua bernama “Pazirik” ditemukan di kompleks pemakaman seorang bangsawan di pegunungan Siberia. Menurut penemunya, Sergei Rudenko, usia karpet yang diperkirakan lebih dari 2.000 tahun itu berasal dari masa Achaemenid, salah satu dinasti Persia sebelum Islam. Sejarah kejayaan karpet Iran tercatat pada masa Dinasti Safawiyah (1501-1722). Para Raja Safawiyah dikenal memiliki minat tinggi terhadap seni dan kebudayaan. Khusus untuk seni karpet, di lingkungan istana sendiri banyak dibangun galeri-galeri karpet. Bahkan, Raja Abbas I mengundang banyak seniman karpet dari mulai desainer sampai penenun untuk mendirikan sentra usaha karpet yang sampai hari ini memberikan ruh bagi industri karpet di berbagai wilayah Iran.B. Jenis Setiap daerah di Iran memiliki jenis karpet dengan karakter khas. Ada beberapa wilayah yang punya tradisi panjang pembuatan karpet, di antaranya Tabriz, Kashan, dan Kerman. Tiga wilayah ini dikenal memiliki teknik khas memintal karpet. Pada 2010, situs budaya UNESCO menetapkan teknik pembuatan karpet tradisional Kashan sebagai warisan budaya tak benda, yang sekaligus menunjukkan pengakuan atas keunikan karpet handmade Iran.C. Proses Pembuatan Pembuatan karpet handmade jauh lebih rumit ketimbang karpet produksi mesin. Warna dan bahan dasar pada karpet tradisional Iran lebih banyak memanfaatkan sumber dari alam, seperti safran, delima, kulit walnut yang masih muda, dan sebagainya. Penggunaan warna natural ini selain memiliki nilai seni tinggi, membuat karpet lebih awet dan tahan lama. Bahkan ketika kembali dicuci, warnanya akan semakin berkilau. Sistem pewarnaan tradisional, meski tidak mudah, tetap dipertahankan untuk mendapatkan kualitas terbaik.Benang-benang yang sudah dikeringkan disusun dalam mesin pemintal (dar). Di sinilah fase terpanjang sekaligus paling melelahkan dalam produksi karpet. Bahkan, ada sebuah lagu yang khusus digubah untuk menyemangati para pemintal yang sebagian besar perempuan. ”Wahai para penenun, ikatlah hasrat tersembunyi di hatimu ke dalam rambut yang dikepang dari empat puluh wig. Dan tunggu kekasihmu di tepi mata air”. Lirik ini terdengar ingin meyakinkan para pemintal bahwa di depan sana ada harapan yang menanti. D. Motif
Desain Karpet Iran di antara Keindahan dan Mitologi Selain karena penggunaan bahan dasar, pilihan warna, dan kerapatan benang, karpet Iran juga banyak diminati karena memiliki desain yang indah. Nazila Daryai, seorang ahli karpet dalam papernya yang dimuat di jurnal Asosiasi Karpet Iran, menilai desain karpet klasik Iran mengusung keseimbangan pola antara bagian tengah maupun pinggiran karpet. Motif karpet Iran juga cukup bervariasi. Sebagian besar menonjolkan motif kebun yang kaya aneka ragam bunga dan dedaunan sebagai lambang kehidupan yang terus tumbuh dan bergerak. Setiap motif karpet punya filosofi dan ceritanya sendiri, apalagi corak karpet kuno yang biasanya memiliki simbol-simbol tertentu, misalnya bentuk segi tiga dan belah ketupat sebagai simbol untuk menangkal pengaruh jahat, kambing sebagai simbol permintaan hujan, ikan dan ular sebagai lambang penjagaan, dan sebagainya. Tak jarang simbol-simbol itu dikombinasikan dalam satu bidang, misalnya karpet Joushaqan. Di dalam nya terdapat gambar kalajengking raksasa berkepala manusia dan memiliki enam kaki ular berbisa. Para pengamat budaya menyebutkan, gambar ini merupakan simbol kekuatan untuk melawan pengaruh jahat. Cerita mitologi lainnya juga dapat dilacak dalam sebuah potongan karpet dengan motif Tabrizi yang kembali pada abad ke-16, era Dinasti Safawiyah. Awalnya adalah sebuah karpet utuh yang dipotong sama persis. Satu bagian terdapat di Museum seni dekorasi Paris, bagian lainnya di Museum Nasional Krakow, Polandia. Karpet ini juga sering disebut sebagai karpet Krakow.
Sampai hari ini, di tengah pertarungan berbagai desain karpet modern, motif karpet klasik masih bertahan, terutama dibuat oleh kalangan Ashayer, yaitu suku nomaden yang hidup bebas di alam dan berpindah-pindah. Jumlah mereka yang hanya 1,66 persen dari seluruh penduduk Iran, tak hanya mampu memenuhi kebutuhan sektor peternakan kaum perkotaan, bahkan karpet yang mereka hasilkan, termasuk yang dicari oleh para kolektor karena konon dibuat dengan totalitas rasa dan keyakinan kuat pada alam. Karpet sebagai Ekspresi Budaya dan Perlawanan Meskipun karya seni itu bersifat universal dan bertujuan untuk dinikmati oleh seluruh penikmat seni dari berbagai latar belakang, tetapi tak bisa dipungkiri, karya seni juga lahir dari seorang seniman yang memiliki pergulatan rasa dan batinnya sendiri. Identitas kedirian dan kelompoknya juga turut memberikan warna dalam lahirnya sebuah karya. Dari sinilah justru pesan-pesan terdalam dari seorang seniman dapat dibaca dan direnungkan. Karpet sebagai salah satu karya seni juga digunakan untuk mengekspresikan kepercayaan dan keyakinan para penenun. Seperti karpet yang bercorak darvishi yang berasal dari wilayah Sarouq atau Farahan. Seperti Namanya, karpet ini didesain dan dikerjakan oleh para penenun dari kelompok Darwish atau sufi. Motif karpet yang menggambarkan benda-benda yang digunakan oleh para sufi. Misalnya, gambar kulit harimau yang terhampar, kapak emas, topi darwis, dan dua papan catur di bagian bawah. Setiap simbol memiliki makna khusus. Di dalam desain karpet itu juga terdapat syair-syair sufistik. “Dalam surga kejujuran hanya akan lahir ketenangan, dalam kantong si fakir hanya ada kefanaan. Dalam ruang para sufi, hanya tersisa cinta dan kesetiaan”.
E. Kelebihan Karpet Handmate
1. Memiliki nilai seni tinggi, karena modelnya yang khusus dan tidak dibuat dengan kuantitas yang banyak
2. Tidak membuat gatal, alergi dan asma
3. Lebih tahan lama, bahkan bisa ratusan tahun
4. Sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin