The HOUSE BOOKS

The HOUSE BOOKS PERUBAHAN LEWAT MENULIS & MEMBACA . Murah, berkualitas dan dakwah

Harga yang berharga bukanlah uang tapi kesempatan.
31/12/2022

Harga yang berharga bukanlah uang tapi kesempatan.

07/12/2015

Dimas Joko > Komunitas Bisa Menulis
TIPS MENULIS #8
KALIMAT EFEKTIF DAN DAYA SIHIRNYA
Tatkala membaca karya empat peserta event KBMA stage 9 (menuju 3 besar, moga tidak salah), saya menemukan pola dan kesalahan senada yang berulang. Kelemahan itu terletak pada kalimat-kalimat yang tak efektif.
Kenapa kalimat efektif sangat penting dalam sebuah karya?
Mari kita runut.
1. Setiap karya, entah cerpen, novelet, novel, roman, ataupun puisi, juga nonfiksi, dibangun dari jutaan kata dan ribuan huruf, membentuk kalimat. Kalimat-kalimat menyusun alinea. Paragraf-paragraf menyusun plot/bab. Plot/bab melahirkan cerita. Jadi, pada dasarnya, karya adalah sebuah struktur seperti bangunan yang memiliki kaidah-kaidah tersendiri. Kita tidak bisa dengan gegabah membangun dinding tanpa pondasi dan kalkulasi. Poin penting di sini ialah, struktur kalimat!
2. Struktur kalimat adalah pelajaran gramatika bahasa (Indonesia dan sejenisnya) yang pasti punya kaidah, aturan main, prinsip, dan pembakuan tersendiri. Setiap kalimat pasti punyapola. Lazimnya: SPOK atau SPO atau SP. S = subyek, P = predikat, O = obyek, dan K = keterangan. Contoh, Ibu pergi ke pasar bersama adik tadi jam dua malam. Ibu adalah subyek, pergi adalah predikat, ke pasar adalah keterangan tempat, bersama adik adalah keterangan tambahan, tadi jam dua malam adalah keterangan waktu.
Boleh saja, kita menulis kalimat sangat pendek dalam cerita. Misal, opening ini:
Gadis itu terbang!
atau...
"Bajingan!"
Pendek sekali, bukan? Meski pendek, hanya satu kata, tapi dia tetap disebut kalimat! Dan punya struktur. Ini seperti mebuat dinding dari bata. Tidak boleh asal. Ada rumusnya.
Sampai di sini semoga bisa dipahami. Cuci muka atau minum jika liyer-liyer mengantuk.
3. Sependek apapunsuatu kalimat dalam cerita, tak jadi soal. Yang penting, kaidah dan kegunaannya terpenuhi. Saya cukup membuka sebuah cerita dengan dialog seperti ini: "Bajingan!" daripada berikut ini: Andi berkata kepada Tono, yang sedang cengar-cengir usai tertangkap basah sedang berduaan dengan Surti, istri Andi, di kamar kosnya, "Bajingan kau, Ton! Teganya kamu selingkuh sama istriku."
Bertele-tele benar.
Jika dengan kalimat pendek, sebuah cerita lbih hidup, kuat, membenak, dan menyentuh pembaca, kenapa p**a kalian menulis kalimat panjang lebar tinggi dalam yang melelahkan? Biasakan membuat kalimat dengan maksimal 12 kata. Kecuali, dalam kondisi tertentu. Semakin sederhana dan pendek kalimatmu, semakin bagus. Ini sesuai nasihat Ernest Hemingway dan Kunnegart, eh Vonnegart, yang menganjurkan kalimat pendek. (Walaupun dalam beberapa karya, kalimat-kalimat si Ernest berputar-putar).
4. Jangan mengulangi sesuatu yang sudah disebutkan dan jangan menjelaskan yang sudah jelas. Dalam kisah Muli Juragan Kopi, saya menemukan kalimat seperti ini: Marya berangkat pagi-pagi sekali dari rumah.

02/12/2015

Ahmad Yusuf Abdurrohman > Komunitas Bisa Menulis
Belajar Menulis Dari Orang Lain
Oleh: Ahmad Yusuf Abdurrohman
***
Belajar itu, tak hanya di ruang kelas. Di manapun kita berada, selalu ada hal-hal yang bisa dijadikan sebagai bahan pembelajaran.
Begitu juga dalam hal tulis menulis. Ada banyak cara yang bisa ditempuh sebagai pembelajaran untuk menjadikan tulisan kita lebih baik lagi.
Kualitas suatu tulisan, akan meningkat jika kita rutin mengasahnya dan berlatih menajamkan goresan-goresan pena kita. Lalu, bagaimanakah caranya?
Salah satunya adalah dengan belajar dari tulisan orang lain. Perbanyaklah membaca karya-karya hebat penulis lain. Pelajarilah metode menulis yang mereka terapkan, serta cobalah ikuti tips dan trik yang mereka ajarkan.
Buya Hamka, pernah menuliskan tentang hal ini di salah satu karyanya, "Ilmu menulis itu, bisa didapatkan karena dipelajari; diketahui nahwu dan sharaf bahasanya serta membaca karangan pujangga-pujangga lain serta mempelajarinya. Dengan itulah, seseorang bisa menjadi penulis."
Itulah mengapa, para penulis terdahulu bisa menjadi hebat. Karena, mereka rendah hati untuk terus belajar. Terus menganggap diri mereka masih haus akan ilmu. Sehingga, tak ada lagi rasa 'cukup' akan ilmu yang dipunya. Mereka selalu merasa masih belum punya cukup ilmu untuk dibanggakan.
Begitulah mereka; para penulis hebat terdahulu. Lalu, bagaimanakah dengan diri kita yang masih tertatih dalam menggoreskan pena, masih lemah untuk menyelami lautan kata?
Sudah seharusnya, kita juga menambah porsi khusus untuk belajar lebih giat lagi. Agar tiada lagi rasa berbangga diri yang menyelinap dalam kalbu.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh para guru kehidupan, seseorang tak akan bisa mendapatkan ilmu jika dalam dirinya ada dua hal; sifat malu dan takabbur (berbangga diri).
Maka, teruslah belajar menulis dari para penulis hebat dan teruslah asah penamu!
***

JAKARTA ( Arrahmah.com ) – Pimpinan Pesantren Al Islam, Ustadz Farid Ahmad Okbah mengisahkan tentang seorang mantan misi...
02/12/2015

JAKARTA ( Arrahmah.com ) – Pimpinan Pesantren Al Islam, Ustadz Farid Ahmad Okbah mengisahkan tentang seorang mantan misionaris Syiah dari Yayasan Jahani yang telah bertaubat. Saat ditanyakan kepadanya apa strategi Syiah ke depan di Indonesia? Dia menyebutkan bahwa agenda Syiah di Indonesia yang monumental ada di tahun 2020.
“Mereka (Syiah) akan men-Suriahkan Indonesia di 2020,” kata Ustadz Farid mengutip mantan misionaris Syiah di Gedung DPR RI Jakarta Rabu (4/2/2015)
Sejalan dengan itu Prof Dr. Annafisi, pakar tentang Iran, mengungkapkan rencana Syiah juga akan mengambil alih Bahrain dan Kuwait di 2020.
Tentunya hal ini, kata ustadz Farid, bukan hanya ancaman besar terhadap umat Islam akan tetapi bangsa Indonesia dan negara.
Sementara sekarang ini sudah ada empat negara yang tadinya Islam Ahlusunnah wal jamaah jatuh ke tangan Syiah yakni Irak, Suriah, Libanon dan Yaman.
Ustadz Farid mencontohkan, gerakan Syiah yang ada di Yaman dahulu persis seperti yang ada di Indonesia, lewat pendidikan, majelis taklim, dan dakwah , kemudian mereka latihan-latihan militer dan disuplai senjata.
“Sekarang mereka mengkudeta Yaman” kata anggota Dewan Syuro ANNAS ini.
Fakta berdasarkan laporan masyarakat di Desa Suwoyuwo Kecamatan Pandaan ada beberapa orang latihan beladiri ala ninja. Penduduk setempat menyebutnya ninja-ninjaan.
Data-data yang diperoleh Ustadz Farid juga menyebut Syiah telah melakukan pelatihan semi militer bahkan militer, lantaran ada penyusupan Syiah pada institusi TNI dan lembaga lain.
Selanjutnya diungkapkan, sikap pengikut Syiah semakin arogan terhadap Muslim. Acara umat Islam yang bertema mengungkap kesesatan Syiah beberapa kali digagalkan oleh Syiah dengan membayar para preman dan pemabuk. Padahal, kata ustadz Farid, acara tersebut digelar di Masjid tempat kaum Muslimin.
Ustadz Farid memaparkan sudah 12 kali gerombolan Syaih menggagalkan acara tabligh akbar yang membahas kesesatan Syiah. Terakhir di Sentul Bogor, dimana ada 60 orang preman yang mabuk yang mengaku berasal dari Front Betawi Rempug (FBR) dengan cara kekerasan memaksa panitia membatalkan acara Bogor menolak Syiah.
“Padahal mereka masih sedikit jumlahnya, bagaimana kalau mereka besar,” tanya Ustadz.
Sementara data dari Polri ada 19 kali konflik umat Islam dengan Syiah. Bila hal ini dibairkan, tidak ada pembendungan, maka kata ustadz Farid, dikhawatirkan akan menimpa kita semua.
Ustadz Farid menukil tulisan dari buku Syiah Keadilan Sahabat, penerbit Al Huda, “Karena Syiah adalah kelompok pemberontak maka mereka selalu melawan penguasa pada setiap zaman, selama pemimpin kekuasaan itu bukan dari golongan Ahlul Bait,”
Yang dimaksud Ahlul bait di sini adalah Syiah. Perlu diketahui, imbuh Ustadz Farid, Syiah seringkali menutupi dirinya dengan menyebut dirinya Ahlul Bait.
Terakhir Ustadz Farid juga meminta anggota DPR untuk memperhatikan apara imigran Syiah yang jumlahnya sudah mencapai 6000 orang. Mereka semua laki-laki, berusia produktif (17-30 tahun), punya kemampuan beladiri yang bagus dan lain-lain.
Terkait hal itu, berdasarkan investigasi wartawan anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) beberapa waktu lau di Balikpapan, ditemui banyak kejanggalan pada imigran Syiah ini.

Berita Dunia Islam dan Berita Jihad Terdepan

30/11/2015

Pena mu'min
Perhiasan Seorang Wanita Adalah Rasa Malunya
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﺤَﻴَﺎﺀُ ﻓِﻲ ﺷَﻲْﺀٍ ﺇِﻟَّﺎ ﺯَﺍﻧَﻪُ
“Dan tidaklah rasa malu berada pada sesuatu, kecuali rasa malu akan menghiasinya” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Bagi Anda wanita-wanita yang merasa jauh seperti itu, maka mulailah dari sekarang, TANAMKAN RASA MALU.
Malu jika memandang yang bukan mahram,
Malu jika mengidolakan laki-laki konsumsi publik yang kelak membuat Anda kurang tertarik kepada suami Anda, karena barometer idola Anda laki-laki yang tampannya di atas rata-rata, kosmetiknya (kayak cewek aja) berlabelkan harga jutaan, vitaminnya bukan vitamin pasaran, sedangkan Anda punya suami yang biasa saja dari segi penampilan, cukup dari segi penghasilan.
Malu jika berinteraksi dengan bukan mahram,
Malu jika keluar rumah,
Malu jika hijabmu menjadi pusat perhatian (karena warna-warninya yang nyentrik), atau membentuk lekuk karena ketatnya ukuran yang digunakan,
Malu jika berhenti melakukan semua itu terus-menerus…
Malu kepada Allah karena dengan Islam wanita yang di zaman jahiliyah dihinakan, lalu dimuliakan kembali, eh lantas Anda malah memilih tampil seperti wanita jahiliyah di zaman dulu…

23/11/2015

Fitrah Ilhami > Komunitas Bisa Menulis
Cerita Hari Ini
===
Tingkah anak-anak TK itu memang nggemesin. Ceritanya, kemarin aku mendampingi anak-anak TK Aisyiyah untuk lomba menyanyi bulan depan. Lagu yang harus dinyanyikan adalah Mars TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) dan Mars Aisyiyah.
Mulailah kita latian lagu pertama, Mars TK ABA. Lirik awal dari lagu itu adalah 'Siapkan barisan wahai putra putri Bustanul Athfal Aisyiyah'. Aku memberi contoh nadanya lewat keyboard.
"Bisa?" tanyaku.
Anak-anak menjawab kompak, keras, "Bisaaa!"
Lalu kusuruhlah mereka bernyanyi seperti yang aku contohkan. Aku mulai menghitung.
Dan dengan penuh semangat mereka bernyanyi nyaring, "Siapkan WARISAN wahai putra putri Bustanul Athfal Aisyiyah."
Mendengar itu aku langsung menghentikan iringan musik. "Bukan 'siapkan warisan, Nak' tapi 'siapkan barisan'."
Anak-anak angguk-angguk. Tapi setelah itu kesalahan selalu berulang. Aku segera lapor ke kepala sekolah, bilang bahwa sepertinya anak-anak segera disiapkan warisan sama orang tuanya masing-masing biar bisa bernyanyi dengan benar.
***
Setelah lagu pertama yang selalu terhenti pada lirik 'Siapkan warisan', aku berinisiatif lanjut pada lagu kedua, Mars Aisyiyah. Seperti biasa aku bernyanyi duluan, memberi contoh lagunya.
"Wahai warga Aisyiyah sejati, sadarlah akan kewajiban suci."
Setelah itu aku suruh mereka meniru. Tidak ada masalah pada baris pertama liriknya.Mereka bisa menyanyi dengan lirik yang sesuai. Aku menduga lagu kedua ini bakal beres lebih cepat.
Tapi dugaanku meleset, sebab pada saat aku mencontohkan lirik di baris kedua yang berbunyi, "Membina harkat kaum wanita. Menjadi tiang utama Negara."
Entah disengaja atau tidak, kata-kata yang keluar dari mereka jadi berubah seperti ini, "Membina Harta Karun Wanita. Menjadi tiang utama Negara."
Lagi-lagi aku lapor ke kepala sekolah, bilang kalau ingin menang lomba, selain minta disiapkan warisan, anak-anak juga minta harta karun.

Penulis: Hidayatullah, Lc, Al-HafizhUkuran: 14,5 x 21 cmJml Hal: 264 halCet 1 : Rabi'ul Awwal 1433H / Februari 2012Harga...
22/10/2015

Penulis: Hidayatullah, Lc, Al-Hafizh
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Jml Hal: 264 hal
Cet 1 : Rabi'ul Awwal 1433H / Februari 2012
Harga Rp. 40.000

Memotivasi diri dengan Al-Quran? Mungkin tema yang unik dan jarang diangkat dalam berbagai momentum ataupun tertuang dalam bentuk buku. Umumnya tema semacam ini dibahas pada bidang psikologis dan pengembangan diri saja. Para konsumennya pun adalah mereka yang ingin mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya. Terutama ketika mereka ingin mengejar impian dan cita-citanya dalam hidup ini. Hampir sebagian besar mereka lebih terinspirasi dari teori-teori falsafah modern barat tentang psikologi kesuksesan versi non Islam. Sedikitpun tidak ada unsur-unsur ruh Al-Quran dan nilai-nilai spiritual keislaman di dalamnya.

Pin 58E9EA57

29/09/2015

Ini Sertifikat Cintaku

Seorang gadis berjalan dengan pelan di sebuah lorong rumah sakit, seolah menikmati suara langkah kakinya yang bergesekan dengan lantai, terlihat Dia bekali kali menghela nafas, wajahnya yang cantik menampakkan kekhawatiran, kecemasan, dan kebingungan. Entahlah semuanya bercampur aduk menjadi satu dalam paras cantik itu. Tangannya yang putih, nan mulus membawa seikat bunga. Iya terlihat elegan dengan daun ungu yang Dia kenakan dan rambut hitam panjang yang di bDiarkan terurai menyapu udara.
Setelah beberapa menit berjalan, Dia berhenti di salah satu pintu kamar inap di rumah sakit tersebut. Dia berdiri mematung dan memandangi pintu itu sejenak, di dalam sana, ada seseorang yang terbaring dengan lemah tak berdaya tanpa seorang pun yang menemani, dan untuk alasan inilah Dia datang kemari. Untuk menemani seorang yang berada di dalam sana yang membutuhkan teman untuk menjaganya. DDia menarik nafas sejenak, mencoba menenangkan dirinya sendiri. KemudDian dengan ragu ragu Dia memutarkan kenop pintu tersebut dan membuka dengan pelan.
“kreeeekkkk....”
Terdengar suara pintu yang Dia buka, dengan kaki yang terasa berat dDia mulai melangkahkan kakinya kedalam kamar tersebut, kamar yang selalu membuatnya takut, Iya, dDia benar benar takut. Takut kehilangan orang yang berada di kamar itu pergi meninggalkannya. Ah, Tidak....! , dDia tidak boleh berfikir seperti itu. Dia harus optimis dan berfikir bahwa orang yang berada di kamar tersebut akan sembuh, kerena dDia sendiri pun tak akan mampu dan tak akan pernah sDiap untuk menerima kemungkinan buruk tersebut.
“ Selamat sore, Bayu....!” Sapa gadis yang benama Khan Zen tersebut kepada pemuda yang berbaring di atas ranjang rumah sakit di dalam kamar rumah sakit itu. Yang tak lain adalah kekasihnya.
“ Sore yang indah bukan...” Ujur Khan Zen, tentu saja yang di ajak bicara tak merespon, Dia dalam keadan koma, sudah tiga hari Dia tak sadarkan diri, dan selama itu p**a Khan Zen selalu setia menemani Bayu melewati masa masa komanya.
“ Bagaiman kabarmu...?”tanya Khan Zen sambil mengambil posisi duduk ,” engkau pasti baik baik sajakan...?”
Khan Zen termenung , Dia menatap tubuh kekasihnya dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan yang Dia lihat jauh dari kata baik. Selang infus menancap di tangan kirinya, dan alat bentu pernapasan yang menutupi mulut dan hidungnya, serta alat pendeksi detak jantung yang berjalan lamban.
“ Engkau pasti tidak nyaman dengan alat ini bukan...?” Khan Zen menghela nafas,” aku tahu kerena dulu aku juga pernah seperti itu, masuk rumah sakit dan di pasang selang infus sama seperti mu. Rasanya memang tidak enak, bahkan aku sampai mencabutnya waktu itu. Haaha tapi itu dulu waktu aku masih kecil”.
Sesaat hening, dengan di temani air mata yang jatuh di lantai dan angin yang semilir yang masuk dari cendela yang terbuka dan bau obat obatan. Khan Zen duduk terdiam, entah kenapa, Dia mulai terbDiasa dengan bau obat obatan yang menyengat ini, mungkin Dia sudah terbiasa kerena setiap hari Dia selalu datang kemari untuk menemani kekasihnya.
Tiba tiba Khan Zen teringat dengan bunga yang Dia bawa, “ oh, Iya coba lihat aku membawahkanmu bunga,” kata Khan Zen sambil menunjukkan bunga yang Dia bawa untuk Bayu yang masih terpejam.
“ Baiklah Mungkin kau tak s**a bunga, tapi aku lihat bunga ini sangat indah dan cocok di letakkan ke dalam vas yang ada dimeja sampingmu itu, aku letakan di situ ya....”kemudian
Khan Zen meletakkan bunganya di vas dari kaca di meja tersebut.
“ Nah, sekarang kamarmu lebih berwarna bukan, Hmmm,... aku tahu kau lebih s**a bola dari pada bunga itu, tapi mana mungkin aku menjadikan bola sebagai hiasan meja di kamar ini, haa...haa “ Khan Zen tertawa hampar.
Tiba tiba air matanya meleleh, mengalir menuruni p**i, kemudia jatuh ke lantai putih kamar rumah sakit tersebut.tawa hambar kini berubah menjadi tangisan pilu.
“ Bayu...”lirih Khan Zen “tolong jawab aku...!”
Hening, hanya diam yang didapatkan Khan Zen atas penuntutannya itu, “ Tolong jawab aku Bayu

Judul : Penjelasan Mendasar Dua Kalimat SyahadatPenulis : Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan Deskripsi : vi + 42 hal...
27/09/2015

Judul : Penjelasan Mendasar Dua Kalimat Syahadat
Penulis : Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan
Deskripsi : vi + 42 hal.
Ukuran : 8.75 x 12.5 cm (Buku Saku)
Kode : DH-260
harga: 4000

Dua kalimat syahadat adalah kunci masuk Islam dan kunci masuk surga. Ini cukup sebagai bukti kedudukannya yang sangat agung dalam Syariat Islam.
Karena itu, memahami dua kalimat syahadat secara baik adalah kewajiban yang paling pokok atas setiap Muslim; karena ia mendasari semua ibadah dalam Islam.

Buku ini mengulas sisi-sisi yang paling pokok dan paling dasar dari dua kalimat syahadat, yaitu: Makna dan hakikat dua kalimat syahadat, rukun-rukun, syarat-syarat, konsekuensi, dan hal-hal yang membatalkannya.

Anda bisa membaca buku ini sampai selesai dalam sesaat, tetapi Anda akan merasakan manfaatnya sepanjang umur, Insya Allah.

Buku Saku – Hukum Musik dan GambarRp 9.000Penyusun : Himpunan Para Ulama:‘Abdullah bin Ahmad al-’Alaf al-Ghamidi,  ‘Abdu...
25/09/2015

Buku Saku – Hukum Musik dan GambarRp 9.000Penyusun : Himpunan Para Ulama:‘Abdullah bin Ahmad al-’Alaf al-Ghamidi, ‘Abdul ‘Aziz bin Ahmad al-Bajadi, Ahmad bin Husain al-Azhari, Syaikh Hamud bin ‘Abdillah bin Hamud at-TuwaijiriUkuran : 9 x 14Ketebalan : 64 halBuku ini membahas dua permasalahan, yakni;1. Hukum musik dalamIslam.Mendengar nyanyian dapat menimbulkan berbagai penyakit hati bahkan menjadikan hatinya keras sehingga akan menghinakannya. Allah Ta’ala berfirman:“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allahitu olok-olokan. mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman: 6).Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan hir (zina), sutera, khamr, dan ma’aaziif (nyanyian dan alat musik).” Dan Imam Malik bin Anas berkata:“Pada masa kami, nyanyian hanya dilakukan oleh orang-orang fasik.”Agar dapat mengalihkan pendengaran kita dari mendapatkan dosa kepada pahala, maka alihkan pendengarkankita kepada hal-hal yang bernilai ibadah.2. Hukum menggambar dalam Islam.Banyak hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan larangan menggambar sesuatu yang memiliki ruh, baik berupa gambar manusia atau yang lainnya. Diriwayatkan p**a dalam as-Sunnahbahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menghapus gambar dan melaknat orang-orang yang menggambar makhlukbernyawa. Beliau pun menjelaskan bahwa mereka adalah manusia yang paling dahsyat siksaannya pada hari Kiamat.Buku ini menjelaskan dengan singkat namun cukup lengkap,semoga lebih berhati-hati dalam menanganikeseharian hidup kita.

Anda membeli buku dengan judul ” BUKU INDUK AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ” seharga RP 180.000 . MENDAPATAKAN BONUS  3 J...
25/09/2015

Anda membeli buku dengan judul ” BUKU INDUK AQIDAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH ” seharga RP 180.000 . MENDAPATAKAN BONUS 3 JUDUL BUKU : – Mengupas sunnah membedah bidah – Rahasia qiyamullail – Perjalan ruh setelah mati

Buku Saku – Mencukur Jenggot dan IsbalRp 12.000Penghimpun : Abu Muhammad Ibnu Shalih bin HasbullahUkuran : 10,5 x 15Kete...
25/09/2015

Buku Saku – Mencukur Jenggot dan IsbalRp 12.000Penghimpun : Abu Muhammad Ibnu Shalih bin HasbullahUkuran : 10,5 x 15Ketebalan : 80 halDua masalah terbanyak bagi sebagian kaum muslimin saat sekarang adalah masalah berjenggot dan tidak isbaal (menurunkan kain celana hingga di bawah mata kaki). Sebagian masih diliputi berbagai syuhbat yang melemahkan mereka untuk mengikuti Sunnah. Sebagian lagikarena tidak peduli pada ketaatan atau malu. Padahal Allah Ta’ala berfirman: ‘…maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpacobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. An-Nuur: 63).Jika taat kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam Insya Allah ia akan raih kemuliaan, namun apabila menyalahi ia sedang meluncur menuju kehinaan.Buku kecil ini menjelaskan dua masalah tersebut dan apa-apa yang ia akan dapat Insya Allah. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para shahabatnya, aamiin.

Address

Bojonegoro
62195

Telephone

085730590320

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when The HOUSE BOOKS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share