Toko Akhtar

Toko Akhtar Menjual perlengkapan bayi, pakaian anak dan dewasa pria dan wanita, pakaian dalam, mainan aneka kado, busana muslim, tas, sepatu dll

Kump**an resep roti
23/09/2018

Kump**an resep roti

Bismillah...Promo Online Handuk Berkualitas member of Terry Palmer!!!Paket dua buah handuk ukuran besar 70x135cm dan sed...
29/10/2017

Bismillah...

Promo Online Handuk Berkualitas member of Terry Palmer!!!

Paket dua buah handuk ukuran besar 70x135cm dan sedang 50x100cm

Hanya 70K
Harga sudah termasuk ongkir Jabodetabek!!!

-Handuk yang besar cocok untuk dipakai sehari-hari baik orang dewasa, anak2 bahkan baik untuk bayi krn kelembutan dan daya serapnya yang sempurna.
-handuk yang sedang pas digunakan oleh anak-anak dan tepat sekali dibawa saat bepergian karena ukurannya yang tidak memakan tempat.

Dapatkan juga harga spesial untuk pembelian satuan atau partai besar untuk dibordir hanya di Bilabong Bogor.

Pemesanan hubungi tlp/WA: 081319011776

21/04/2017

Wanita Bekerja Dalam Pandangan Islam

Tugas wanita yang pertama dan utama ialah mendidik generasi-generasi baru. Mereka memang disiapkan oleh Allah untuk tugas itu, baik secara fisik maupun mental, dan tugas yang agung ini tidak boleh dilupakan atau diabaikan oleh faktor material dan kultural apa pun. Sebab, tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan peran kaum wanita dalam tugas ini, karena dipundaknya bergantung masa depan umat, yaitu kekayaan sumber daya manusia.

Al-Quran berbicara tentang perempuan dalam berbagai surat, dan menyangkut berbagai sisi kehidupan. Mulai ayat yang berbicara tentang hak dan kewajibannya, hingga yang menguraikan keistimewaan tokoh-tokoh perempuan dalam sejarah agama dan kemanusiaan.

Jika kita kembali menelaah keterlibatan perempuan dalam pekerjaan pada masa awal Islam, maka tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa Islam membenarkan mereka aktif dalam berbagai aktivitas. Para wanita boleh bekerja dalam berbagai bidang, di dalam ataupun di luar rumahnya, baik secara mandiri atau bersama orang lain, dengan lembaga pemerintah maupun swasta, selama pekerjaan tersebut dilakukannya dalam suasana terhormat, sopan, serta selama mereka dapat memelihara agamanya, serta dapat p**a menghindari dampak-dampak negatif dari pekerjaan tersebut terhadap diri dan lingkungannya.

Islam tidak pernah mensyariatkan untuk mengurung wanita di dalam rumah. Tidak seperti yang banyak dipahami orang.
Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW melarang orang yang melarang wanita mau datang ke masjid.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kamu mencegah perempuan-perempuan untuk pergi ke Masjid, sedangkan rumah mereka itu lebih baik bagi mereka.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dan lafadz ini dari Abu Dawud).

Dari Abdullah Bin Umar dia berkata, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Apabila salah seorang perempuan di antara kamu minta izin (untuk berjama’ah di masjid) maka janganlah mencegahnya”. (HR Al-Bukhari dan Muslim, lafadz ini dari Al-Bukhari).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dia berkata, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kamu mencegah kaum wanita untuk pergi ke masjid, tetapi hendaklah mereka keluar tanpa wangi-wangian.” (HR Abu Dawud).

Isteri Rasulullah SAW Khadidjah ra. adalah seorang wanita pebisnis. Bahkan harta hasil jerih payah bisnis Khadijah ra itu amat banyak menunjang dakwah di masa awal. Di sini kita bisa paham bahwa seorang isteri nabi sekalipun punya kesempatan untuk keluar rumah mengurus bisnisnya. Demikian p**a dengan 'Aisyah ra. Semasa Rasulullah masih hidup, beliau sering kali ikut keluar Madinah dalam berbagai operasi peperangan. Dan sepeninggal Rasulullah SAW, Aisyah adalah guru dari para shahabat yang memapu memberikan penjelasan dan keterangan tentang ajaran Islam.

Di dalam surat al-Qashash,ayat-23-28, juga dikisahkan mengenai dua puteri Nabi Syu'aib as yang bekerja menggembala kambing di padang rumput, yang kemudian bertemu dengan Nabi Musa as. Surat al-Naml ayat 20-44, juga mengapresiasi kepemimpinan (karir politik) seorang perempuan yang bernama Balqis. Disamping ayat-ayat lain yang mengisyaratkan bahwa perempuan itu boleh bekerja menyusukan anak dan memintal benang.

Meskipun tidak ada larangan bagi wanita untuk bekerja, namun hendaknya jenis pekerjaan itu tidak diharamkan dan tidak mengarah pada perbuatan haram, seperti perjalanan sehari semalam tanpa ada mahram atau bekerja di tempat yang terjadi ikhtilath (campur baur) antara pria dengan wanita. Memang tidak ada dalil yang qath'i tentang haramnya wanita keluar rumah, namun para ulama tetap menempatkan beberapa syarat atas kebolehan wanita keluar rumah, yaitu:

1. Mengenakan Pakaian yang Menutup Aurat
Menutup aurat adalah syarat mutlak yang wajib dipenuhi sebelum seorang wanita keluar rumah. Firman Allah SWT :
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka"(QS Al-Ahzaab 27)

2. Tidak berkhalwat antara pria dan wanita.Sabda Rasulullah Saw “tidak boleh berkhalwat (bersepi-sepian) antara laki-laki dengan wanita kecuali bersama wanita tadi ada mahram”

3. Tidak Tabarruj atau Memamerkan Perhiasan dan Kecantikan
Wanita dilarang memamerkan perhiasan dan kecantikannya, terutama di hadapan para laki-laki, seperti firman Allah SWT :
Janganlah memamerkan perhiasan seperti orang jahiliyah yang pertama`(QS Al-Ahzaab 33)

4. Tidak Melunakkan, Memerdukan atau Mendesahkan Suara
Para wanita diharamkan bertingkah laku yang akan menimbulkan syahwat para laki-laki. Seperti mengeluarkan suara yang terkesan menggoda, atau memerdukannya atau bahkan mendesah-desahkan suaranya.
Larangaannya tegas dan jelas di dalam Al-Quran
Janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melunakkan dan memerdukan suara atau sikap yang sejenis) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik` (QS Al-Ahzaab 32).

5. Menjaga Pandangan
Wanita yang keluar rumah juga diwajibkan untuk menjaga pandangannya, Allah SWT dalam firman-Nya:
Katakanlah pada orang-orang laki-laki beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya ........"(QS An Nuur 30-31)

6. Aman dari Fitnah
Kebolehan wanita keluar rumah akan batal dengan sendirinya manakala ada fitnah, atau keadaan yang tidak aman. Hal ini sudah merupakan ijma` ulama.
Syarat ini didapat dari hadits Nabi SAW tentang kabar beliau bahwa suatu ketika akan ada wanita yan berjalan dari Hirah ke Baitullah sendirian tidak takut apa pun kecuali takut kepada Allah SWT.

7. Pekerjaannya itu tidak mengorbankan kewajibannya dirumah
Yaitu kewajibannya terhadap suami dan anak-anaknya yang merupakan kewajiban pertama dan tugasnya yang asasi.

8. Mendapatkan Izin Dari Orang Tua atau Suaminya
Ini adalah yang paling sering luput dari perhatian para muslimah. Terkadang seolah-olah izin dari pihak orang tua maupun suami menjadi hal yang terlupakan. Izin dari suami harus dipahami sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian serta wujud dari tanggung-jawab seorang yang idealnya menjadi pelindung. Namun tidak harus juga diterapkan secara kaku yang mengesankan bahwa Islam mengekang kebebasan wanita.

Tentu saja tidak semua bentuk dan ragam pekerjaan yang terdapat pada masa kini telah ada pada masa Nabi saw. Namun para ulama pada akhirnya menyimpulkan bahwa perempuan dapat melakukan pekerjaan apa pun selama ia membutuhkannya atau pekerjaan itu membutuhkannya dan selama norma-norma agama dan susila tetap terpelihara.
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka meryuruh (mengerjakan) yang ma'ruf mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zatat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya..." (At-Taubah: 71)

Wallohualam bishawab...
Mudah2an bermanfa'at

dan tidak diketahui penulisnya...

semoga menjadi amal jariyah berupa ilmu yang bermanfaat bagi penulis dan yang membagikannya... aamiin...😘

Toko Akhtar Bilabong hanya melayani penjualan di Toko. Silahkan datang langsung ke Toko Akhtar Bilabong di perumahan bil...
10/08/2016

Toko Akhtar Bilabong hanya melayani penjualan di Toko. Silahkan datang langsung ke Toko Akhtar Bilabong di perumahan bilabong permai blok G2-G No.5 bogor.

21/05/2016

Amalan-Amalan Antara Adzan dan Iqamah

Telah dimaklumi bahwa antara adzan dan iqamah terdapat jarak waktu. Hal itu karena salah satu hikmah adzan adalah panggilan untuk orang-orang yang jauh, di luar masjid. Agar mereka bersiap-siap melaksanakan shalat berjamaah. Agar mereka memiliki kelonggaran untuk berwudhu atau mandi bagi yang junub, mengganti pakaian, menyelesaikan hajat bagi yang memilik hajat dan berjalan ke masjid. Adapun iqamah, ia adalah panggilan kepada yang sudah hadir di masjid bahwa shalat akan ditegakkan.

Lalu, apakah amalan-amalan yang bisa dilakukan jika kita telah hadir di masjid sebelum iqamah dikumandangkan. Amalan-amalan berikut adalah diantara yang dapat kita lakukan:

1. Menunggu shalat

Allah maha pembalas kebaikan. Sehingga orang yang duduk di masjid untuk menunggu shalat pun, pahalanya seperti orang yang sedang shalat. Ini yang dinyatakan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
« ﻭَﻻَ ﻳَﺰَﺍﻝُ ﻓﻲ ﺻَﻼﺓٍ ﻣَﺎ ﺍﻧْﺘَﻈَﺮَ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓ »
“Dan ia tetap dalam shalat selama ia menunggu shalat.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Berdoa

Ini termasuk amal yang paling dianjurkan pada waktu antara adzan dan iqamat. Hendaknya seorang muslim betul-betul memanfaatkan waktu ini untuk memohon kebutuhannya kepada Allah, karena ia adalah waktu dikabulkannya doa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« ﻻَ ﻳُﺮَﺩُّ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻷَﺫَﺍﻥِ ﻭَﺍﻹِﻗَﺎﻣَﺔِ »
“Tidak akan ditolak doa antara adzan dan iqamah.” (HR Abu Dawaud, At-Tirmidzi, ia berkata: Hasan)

3. Shalat sunnah

Seseorang bisa mengerjakan shalat antara adzan dan iqamah. Dan untuk shalat sunnah ini bisa beberapa macam:
Shalat tahiyyatul masjid. Shalat ini disyariatkan bagi yang baru masuk masjid sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
« ﺇِﺫَﺍ ﺩَﺧَﻞَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢُ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪَ ﻓَﻠْﻴَﺮْﻛَﻊْ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳَﺠْﻠِﺲَ »
“Jika salah seorang diantara kalian masuk masjid, maka hendaknya ia shalat dua rakaat sebelum ia duduk.” (HR Bukhari dan Muslim)
Shalat sunnah rawatib. Shalat ini dilakukan untuk shalat-shalat fardhu yang memiliki sunnah qabliyah rawatib, yaitu shalat subuh dan dzuhur. Abdullah bin Umar menuturkan:
ﺣَﻔِﻈْﺖُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻋَﺸْﺮَ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟﻈُّﻬْﺮِ ، ﻭَﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺑَﻌْﺪَﻫَﺎ ، ﻭَﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻓِﻰ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ، ﻭَﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀِ ﻓِﻰ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ، ﻭَﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻗَﺒْﻞَ ﺻَﻼَﺓِ ﺍﻟﺼُّﺒْﺢِ
“Aku hapal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh rakaat; dua rakaat sebelum dzuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah maghrib di rumahnya, dua rakaat setelah isya di rumahnya dan dua rakaat sebelum subuh.” (HR Bukhari)
Shalat antara adzan dan iqamah. Pada shalat-shalat fardhu yang tidak memiliki sunnah qabliyyah rawatib, seseorang tetap disyariatkan melakukan shalat antara adzan dan iqamat. Ini sesuai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
« ﺑَﻴْﻦَ ﻛُﻞِّ ﺃَﺫَﺍﻧَﻴْﻦِ ﺻَﻼَﺓٌ – ﺛَﻼَﺛًﺎ – ﻟِﻤَﻦْ ﺷَﺎﺀَ »
“Antara adzan dan iqamat itu terdapat shalat –Rasul mengulanginya tiga kali- bagi siapa yang berkehendak.” (HR Bukhari dan Muslim)
Shalat setelah wudhu. Shalat ini bisa dilakukan bagi orang yang baru berwudhu. Shalat ini disyariatkan sesuai hadis:
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ – ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗَﺎﻝَ ﻟِﺒِﻼَﻝٍ ﻋِﻨْﺪَ ﺻَﻼَﺓِ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ « ﻳَﺎ ﺑِﻼَﻝُ ﺣَﺪِّﺛْﻨِﻰ ﺑِﺄَﺭْﺟَﻰ ﻋَﻤَﻞٍ ﻋَﻤِﻠْﺘَﻪُ ﻓِﻰ ﺍﻹِﺳْﻼَﻡِ ، ﻓَﺈِﻧِّﻰ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺩَﻑَّ ﻧَﻌْﻠَﻴْﻚَ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻯَّ ﻓِﻰ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ » . ﻗَﺎﻝَ ﻣَﺎ ﻋَﻤِﻠْﺖُ ﻋَﻤَﻼً ﺃَﺭْﺟَﻰ ﻋِﻨْﺪِﻯ ﺃَﻧِّﻰ ﻟَﻢْ ﺃَﺗَﻄَﻬَّﺮْ ﻃُﻬُﻮﺭًﺍ ﻓِﻰ ﺳَﺎﻋَﺔِ ﻟَﻴْﻞٍ ﺃَﻭْ ﻧَﻬَﺎﺭٍ ﺇِﻻَّ ﺻَﻠَّﻴْﺖُ ﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺍﻟﻄُّﻬُﻮﺭِ ﻣَﺎ ﻛُﺘِﺐَ ﻟِﻰ ﺃَﻥْ ﺃُﺻَﻠِّﻰَ
Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu- bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Bilal ketika waktu shalat fajar, “Wahai Bilal, ceritakan kepadaku amal yang diharapkan yang telah kau lakukan di dalam Islam, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di surga.” Bilal berkata, “Tidak ada amalan yang paling diharapkan di sisiku, yaitu bahwa tidaklah aku bersuci pada waktu malam atau siang kecuali aku shalat dengan bersuci shalat yang aku sanggupi.” (HR Bukhari)

4. Berdzikir

Berdzikir adalah amalan yang ringan di lisan, namun sangat besar dalam timbangan. Banyak sekali ayat Alquran atau hadiz nabawi yang menunjukkan tentang keutamaan dzikir. Bahkan Rasulullah senantiasa menggunakan waktunya untuk berdzikir.
ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳَﺬْﻛُﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺃَﺣْﻴَﺎﻧِﻪِ
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa berdzikir dalam setiap waktu dan keadaannya.” (HR Bukhari Muslim)
Maka, waktu antara adzan dan iqamah juga bisa digunakan untuk berdzikir, tentu dengan lafadz-lafadz dzikir yang disyariatkan seperti, subhaanallah wa bihamdihi, subhanallahil ‘adziim, alhamdulillah, Allahu akbar, laa ilaaha illallallah, laa haula wa laa quwwata illa billah dan lain-lain.

5. Membaca Alquran

Membaca Alquran bisa menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan saat menunggu dikumandangkannya iqamat. Waktu seperti ini sangat tepat untuk memperbanyak pahala dengan membaca Alquran karena kebaikan setiap hurufnya Nabi shallallahu ‘alaihi nyatakan akan dilipatgandakan sebanyak sepuluh kali lipat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« ﻣَﻦْ ﻗَﺮَﺃَ ﺣَﺮْﻓًﺎ ﻣِﻦْ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻠَﻪُ ﺑِﻪِ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻭَﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﺑِﻌَﺸْﺮِ ﺃَﻣْﺜَﺎﻟِﻬَﺎ ﻻَ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﺍﻟﻢ َﺭْﻑٌ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﺃَﻟِﻒٌ ﺣَﺮْﻑٌ ﻭَﻻَﻡٌ ﺣَﺮْﻑٌ ﻭَﻣِﻴﻢٌ ﺣَﺮْﻑٌ »
“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka untuknya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR Tirmidzi, ia berkata: hasan shahih gharib)

6. Istighfar

Beristighfar, memohon ampunan kepada Allah adalah diantara amalan yang baik dilakukan saat menunggu iqamat dikumandangkan. Banyak ayat dan hadis yang menunjukkan keutamaan istighfar. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighfar dalam satu hari sebanyak seratus atau tujuhpuluh kali.
ﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳَﻘُﻮﻝُ « ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻧِّﻰ ﻷَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺃَﺗُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻓِﻰ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﻣِﻦْ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﻣَﺮَّﺓً »
Abu Hurairah menuturkan, aku mendengar Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Demi Allah, sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR Bukhari)
ﻋﻦ ﺍﻷَﻏَﺮِّ ﺑﻦِ ﻳﺴﺎﺭ ﺍﻟﻤﺰﻧِﻲِّ – ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ، ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – « ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ، ﺗُﻮﺑُﻮﺍ ﺇِﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭﺍﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﻩُ ، ﻓﺈﻧِّﻲ ﺃﺗُﻮﺏُ ﻓﻲ ﺍﻟﻴَﻮﻡِ ﻣﺌﺔَ ﻣَﺮَّﺓٍ »
Dari Al Aghar bin Yasar Al Muzani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah dan beristighfarlah kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertobat dalam satu hari seratus kali.” (HR Muslim)

Penutup
Itulah beberapa amalan yang dapat kita lakukan dalam rangka menunggu iqamat dikumadangkan. Sebagai penutup, penulis ingin menasehati diri penulis dan para pembaca untuk tidak menyia-nyiakan waktu antara adzan dan iqamah dengan perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol, menggunakan hp dan yang lainnya. Alangkah lebih baik mengamalkan amalan-amalan yang penulis sebutkan diatas sesuai kesanggupan dan kemudahannya. Dan hendaknya juga kita bersabar ketika iqamat belum dikumadangkan. Sebagian kaum muslimin terlihat tergesa-gesa ingin shalat segera dilakukan, padahal adzan belum lama dikumandangkan. Ingatlah bahwa dengan menunggu berarti kita juga membantu saudara kita yang lain untuk menghadiri shalat berjamaah yang sangat besar pahalanya.
Wallahu ‘alam bish-shawab

Mari kita ajak anak anak kita untuk memahami amalan yang baik diantara adzan dan iqomah.

Sikap Hati-hati dan Menjauhi Harta HaramOleh: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MASiapa yang tidak kenal Abu Bakar ...
13/05/2016

Sikap Hati-hati dan Menjauhi Harta Haram

Oleh: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Siapa yang tidak kenal Abu Bakar ash-Shiddiq Radliallahu ‘anhu? Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia terkenal karena memiliki banyak keutamaan dan sifat-sifat mulia dalam Islam. Sampai-sampai sahabat Umar bin al-Khattab Radliallahu ‘anhu memujinya, dengan mengatakan, “Seandainya keimanan Abu Bakar Radliallahu ‘anhu ditimbang dengan keimanan penduduk bumi (selain para Nabi dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka sungguh keimanan beliau Radliallahu ‘anhu lebih berat dibandingkan keimanan penduduk bumi” (HR. Ishaq bin Rahuyah dalam Musnadnya No. 1266, dan al-Baihaqi dalam Syu’abul iman No. 36 dengan sanad yang sahih).

Kisah berikut mengambarkan tingginya keutamaan Abu Bakar Radliallahu ‘anhu dan besarnya kehati-hatiannya dalam masalah halal dan haram.

Dari ‘Aisyah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ayahnya, Abu Bakar ash-Shiddiq Radliallahu ‘anhu memiliki seorang budak yang setiap hari membayar setoran kepada Abu Bakar Radliallahu ‘anhu (berupa harta atau makanan) dan beliau makan sehari-hari dari setoran tersebut.

Suatu hari, budak tersebut membawa sesuatu (makanan), dan Abu Bakar Radliallahu ‘anhu memakannya. Budak itu berkata kepada beliau, “Apakah Anda mengetahui apa yang Anda makan ini?” Abu Bakar Radliallahu ‘anhu balik bertanya, “Makanan ini (dari mana)?”Budak itu menceritakan, “Dulu di zaman Jahiliyah, aku pernah melakukan praktek perdukunan untuk seseorang (yang datang kepadaku), padahal aku tidak bisa melakukannya, dan sungguh aku hanya menipu orang tersebut. Kemudian aku bertemu orang tersebut, dia memberikan (hadiah) kepadaku makanan yang Anda makan ini.”Setelah mendengar pengakuan budaknya itu Abu Bakar memasukkan jari tangan beliau ke dalam mulut, lalu beliau memuntahkan semua makanan dalam perut beliau”(HR. Bukhari No. 3629).

Kisah tersebut menggambarkan tingginya ketakwaan dan keimanan Abu Bakar ash-Shiddiq. Beliau sangat berhati-hati menjaga anggota badan beliau dari mengonsumsi makanan yang tidak halal. Inilah aplikasi dari sifat wara’ yang sebenarnya (lihat Bahjatun Nadzirin, 1/649).

Pelajaran

Beberapa pelajaran berharga dapat kita petik dari kisah tersebut.

Pertama, keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu bukan hanya pada amal perbuatan anggota badan beliau. Tapi karena sempurnanya keimanan dan ketakwaan dalam hati beliau. Imam Abu Bakar bin ‘Ayyaasy (seorang ulama generasi tabi’in) mengatakan, “Tidaklah Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu mengungguli kalian dalam kebaikan dengan semata-mata banyak berpuasa dan sholat, akan tetapi karena sesuatu kesempurnaan iman dan takwa di dalam hati beliau”(Miftah Daris Sa’adah, Ibnul Qoyim, 1/82).

Kedua, berhati-hati dalam masalah halal dan haram mencerminkan ketakwaan seorang hamba. Karena dengan sifat ini, kebaikan agama seseorang akan selalu terjaga dengan izin Allah Ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang menjaga diri dari hal-hal yang samar (belum jelas status halal atau haramnya), maka sungguh dia telah menjaga kesucian agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang terjerumus ke dalam hal-hal yang samar tersebut, maka berarti dia telah terjerumus ke dalam perkara yang haram (dilarang dalam Islam) …” (HR. Muslim, No. 1599).

Ketiga, termasuk bentuk aplikasi sifat wara’ adalah tidak memakan makanan dan menerima pemberian dari seseorang yang diketahui dengan yakin hartanya bersumber dari penghasilan yang haram, kecuali jika dia punya sumber penghasilan lain yang halal (hartanya bercampur dengan barang haram) (lihat Bahjatun Nazhirin, 1/649).

Keempat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari (makanan) yang haram dan neraka lebih layak baginya”(HR Ahmad, 3/321, Daarimi No. 2776, dan disahihkan Al-Albani).

Kelima, haramnya dan tercelanya praktek perdukunan dalam segala bentuknya. Serta larangan mendatangi apalagi mempercayai para dukun dan tukang ramal. Karena hal ini termasuk dosa yang sangat besar bahkan bisa membawa kepada kekafiran. Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal (orang yang mengaku mengetahui ilmu gaib, termasuk dukun dan tukang sihir), kemudian bertanya tentang sesuatu hal kepadanya, maka tidak akan diterima sholat orang tersebut selama empat puluh malam (hari)” (HR. Muslim No. 2230).

Dalam hadis lain, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal kemudian membenarkan ucapannya, maka sungguh dia telah kafir terhadap agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam”(HR Ahmad, 2/429 dan Hakim, 1/49, dan disahihkan Al-Albani).

Keenam, maksud praktek perdukunan dalam kisah ini adalah meramalkan kejadian yang akan datang tanpa adanya bukti-bukti yang membenarkan. Ini termasuk perbuatan yang membawa kepada kekafiran, karena perkara yang gaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta’ala. Allah berfirman, yang artinya, “Katakanlah: ‘Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah’, dan mereka tidak mengetahui bilamana mereka akan dibangkitkan” (QS an-Naml: 65).

Ketujuh, upah/harga dari pekerjaan yang dilarang dalam agama adalah haram dan tidak boleh dimakan. Dari Abu Mas’ud Al-Anshari Radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hasil (penjualan) anjing, upah (dari) pelacuran dan upah/hadiah (dari praktek) perdukunan (HR. Bukhari No. 2122 dan Muslim No 1567).

https://pengusahamuslim.com/5260-sikap-hati-hati-dan-menjauhi-harta-haram.html

Berikut salah satu kisah mengenai tingginya keutamaan Abu Bakar Radliallahu ‘anhu dan besarnya kehati-hatiannya dalam masalah halal dan haram.

Salut buat TIP TOP Swalayan!Makin cinta dan bangga belanja disini!Sejak 21 Februari 2016 pagi saya belanja di sebuah min...
11/03/2016

Salut buat TIP TOP Swalayan!
Makin cinta dan bangga belanja disini!

Sejak 21 Februari 2016 pagi saya belanja di sebuah minimarket dekat rumah dan langsung di kenakan biaya Rp.200 untuk kantong plastiknya, tanpa sosialisasi yang berarti sebelumnya!
Dengan terpaksa saya membayarnya, karena tidak tahu maka saya tidak mempersiapkan tas belanja dari rumah dan tidak mungkin membawa belanjaan sebanyak itu tanpa kantong.

Hal yang berbeda saya rasakan di tiptop swalayan, ketika saya berbelanja kemarin sore.

Meski mereka sudah memasang banner besar-besar dipintu masuk, tapi mereka belum mengenakan biaya untuk kantong plastik dengan alasan masih dalam tahap sosialisasi dan pemerintahpun msh memberi waktu dan kesempatan untuk penerapan program kantong plastik berbayar tersebut.

Sementara swalayan lain "seolah-olah" menyambut gembira atas penerapan kebijakan tersebut dengan dalih melestarikan lingkungan, padahal ada sisi kegembiraan "terselubung" lain yang mereka rasakan dari kutipan Rp.200 dikalikan sekian juta tersebut.

Tapi tidak dengan TIP TOP SWALAYAN yang selalu mengambil hikmah dan kebijakan yang adil bagi pelanggannya sehingga tidak merasa terjebak dan terpaksa.

Salut untuk Tip Top Swalayan, semoga semakin sukses dan diberkahi Alloh SWT. Aamiin.

Semoga Toko AKHTAR bisa mengikuti jejak kesuksesan dan keberkahan TIP TOP SWALAYAN.
Aamiin...

Address

Perumahan Bilabong Permai Cimanggis Bojonggede
Bogor
16920

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00
Sunday 08:00 - 17:00

Telephone

+6281319011776

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Toko Akhtar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Toko Akhtar:

Share